Anak NTT Juga Mampu


FOTO IST
Kapten Psk.
Helmi Ardyanto Nange, SE
dan istri


HARI Selasa, tanggal 28 April 2009 lalu, Kapten Psk. Helmi Ardyanto Nange, SE secara resmi menerima jabatan sebagai Komandan Kompi D Paskhas BS, Kupang. Pria yang biasa disapa Ardy ini menggantikan Kapten Psk. Isbudiarto yang akan menempati jabatan baru sebagai Kadis Ops Lanud El Tari Kupang.

Upacara serahterima dilaksanakan secara militer di lapangan upacara Paskhas BS, Penfui-Kupang, dipimpin Komandan Wing II Paskhas, Kolonel Thedorus Seto Purnomo.

Pergantian jabatan dalam organisasi merupakan hal yang sangat biasa. Naik atau turunnya seseorang pada sebuah jabatan, juga biasa. Namun yang membuat pergantian ini menjadi berbeda adalah karena Ardy adalah putra NTT pertama yang menjadi Komandan Paskhas di Kupang.

Dan, hari serahterima tersebut menjadi hari yang bersejarah dalam hidup Ardy.
Sebuah prestasi dan kebanggaan, karena ternyata putra- putra NTT juga sudah masuk hitungan dan memiliki kualitas untuk menjadi seorang komandan. Kebanggaan ini akan menjadi tantangan namun bukan sebuah beban. Ardy yang baru berusia 31 tahun dan dipercaya menjadi seorang komandan di Kupang tahu bahwa dia masih harus banyak belajar. Profesionalismenya sebagai anggota TNI membuat dia harus percaya diri.

Jumat, 1 Mei 2009, wartawan SKH Pos Kupang, Sipri Seko, bertemu Ardy di ruang kerjanya. Tak ada birokrasi yang berbelit mulai dari tempat piket hingga ke ruang kerjanya. Jabatannya sebagai seorang komandan tak bisa menyembunyikan keramahtamahannya sebagai orang Kupang kebanyakan. Ardy juga ternyata punya kenangan sendiri dengan Piet A Tallo, S.H almarhum, mantan Gubernur NTT.

Siapa Ardy sebenarnya?
Saya adalah orang Kupang asli, namun saya lebih banyak berada di luar Kupang. Karena tugas, orang tua sebagai pegawai Dolog, selalu berpindah-pindah sehingga saya harus mengikutinya. Saya pertama-tama sekolah di SD Inpres Oetete 2, namun hanya sampai kelas empat karena orang tua pindah ke Ende. Tamat SD di Ende, orang tua pindah lagi ke Dilli, yang kala itu masih menjadi wilayah Indonesia. Selanjutnya sekolah saya lebih banyak di luar, yakni Dilli, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Saya pernah kuliah teknik sipil di Unika Kupang tahun 1997, namun karena lulus Akabri, saya tidak lanjutkan. Teman-teman saya yang dari Unika sekarang banyak yang sudah bekerja.

Punya ayah pegawai Dolog, bukan tentara atau polisi. Mengapa Anda memilih TNI untuk berkarier?
Sejak kecil saat di Dilli, tentara sudah menjadi bahagian hidup sehari-hari. Saban hari kami pasti melihat ada tentara atau mendengar ada tembakan. Sebagai anak kecil, saya lihat tentara-tentara waktu itu sangat gagah- gagah. Hal inilah yang kemudian membuat saya tertarik untuk menjadi tentara. Jadi, ketika saya kuliah di Kupang namun mendengar bahwa ada testing Akabri di Dilli, saya memilih pulang ke Dilli untuk ikut tes dan ternyata saya lulus.

Apa komentar orang tua atau keluarga ketika Anda lulus Akabri?
Tidak semua orang bisa lulus dan masuk menjadi siswa di Akabri. Jadi, orang tua dan keluarga saya sangat senang ketika mengetahui kalau saya lulus Akabri.

Karier Anda di TNI AU boleh dibilang cukup bagus. Masih muda namun sudah menjadi seorang komandan. Bagaimana perasaannya ketika menerima surat keputusan menjadi Komandan Paskhas di Kupang?
Secara pribadi saya sangat bangga. Mama dan keluarga saya sangat senang. Bagaimana tidak, kami adalah tujuh bersaudara dan yang laki-laki hanya saya sendiri, sehingga mereka sangat bahagia ketika saya ditunjuk untuk menjadi komandan di Kupang. Biasanya saat Natal baru saya pulang. Saya juga mendapat telepon dan SMS dari banyak senior-senior asal NTT yang juga adalah anggota TNI AU. Mereka bilang kepada saya agar menjaga kepercayaan ini dengan baik. Mereka bilang, karena saya orang NTT pertama yang menjadi Komandan Paskhas di Kupang, saya harus menunjukkan bahwa anak-anak NTT ternyata banyak yang mampu. Saya berjanji akan menjalankan tanggung jawab ini dengan baik.

Ada pesan juga dari orang tua?
Kalau dari sisi tugas militer, saya lebih tahu dari mereka. Tapi sebagai orang tua, mama selalu berpesan kepada saya agar jangan lupa berdoa. Bagi saya, kekuatan yang datang melalui Yesus tidak ada duanya. Saya sangat yakin dan percaya dengan itu bahwa segala sesuatu yang kita minta pasti akan dipenuhi- Nya. Bagi saya, Yesus itu sangat luar biasa. Saya selalu ingat pesan Yesus, bahwa ketika kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, duduklah dengan tenang dan jangan protes karena Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang mungkin lebih buat Anda. Percayalah bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu untuk menjadi indah pada waktunya. Ketika kita kecewa, sebagai manusia pribadi, itu wajar tapi jangan membuat kita lantas patah semangat dan putus asa. Hal-hal ini yang menjadi prinsip dalam hidup saya.

Istri Anda tentu sangat mendukung.
Dia sudah memilih saya sebagai pendamping hidup, dia juga harus menerima konsekuensi dari tugas yang saya emban. Istri saya sebelumnya adalah pegawai bank di Purwokerto, namun dia harus tetap ikut saya. Dia tidak pernah protes meski harus meninggalkan keluarga dan kerjanya di Jawa, karena dia sudah tahu konsekuensi ketika memilih saya sebagai suami. Saya pernah tugas darurat militer di Aceh selama satu setengah tahun, ke Korea Selatan dan Australia itu tidak menjadi masalah bagi istri saya. Namanya wanita pasti ada keluhan, tapi sejak pacaran saya sudah katakan kepadanya bahwa sebagai seorang prajurit saya harus siap kemana saja. Seorang Paskhas, di barak, rangselnya sudah siap dengan peralatan tempur, sehingga ketika ada perintah dia sudah siap untuk berangkat.

Anda menjadi komandan di Kupang dengan usia yang masih muda. Apakah ada perasaan canggung saat harus memerintah bawahan yang usianya lebih tua atau lebih senior di Paskhas?
Bukan mau sombong, tapi saya mau katakan bahwa menjadi seorang komandan tidak gampang. Tidak semua orang bisa memakai lambang komando di bahunya. Seorang komandan itu tidak hebat, tapi dia terlatih. Dan, sebagai seorang militer yang profesional semua orang tahu itu. Saya profesional saja, dan semua mengerti tugas itu, sehingga bagi kami di militer hal ini sudah biasa.

Menjadi orang NTT pertama yang memimpin Paskhas di Kupang, apa yang ingin Anda lakukan untuk NTT?
Saya diangkat menjadi prajurit untuk profesional. Artinya, saya diangkat menjadi prajurit untuk menjaga wilayah Indonesia, sehingga dimana saya ditugaskan, di situ tanggungjawab akan saya jalankan. Tapi dari sini, saya mau memberi bukti kepada seluruh masyarakat NTT, bahwa ternyata anak-anak NTT juga bisa menjadi komandan. Di Mabes TNI AU dan daerah lainnya, banyak anak NTT yang menjadi pemimpin. Dan motivasi itu saya juga peroleh dari almarhum Bapak Piet Tallo.

Setelah dilantik, apa yang sudah Anda lakukan?
Pertama-tama yang saya lakukan adalah mengenal lingkungan saya. Saya mau menjalin hubungan dengan masyarakat di lingkungan ini mulai dari RT, RW, Lurah, Camat, Kapolsek dan lainnya. Saya akan mendatangi mereka untuk melaporkan keberadaan saya sebagai komandan baru di sini. Mungkin setelah itu baru saya datangi birokrasi seperti walikota, gubernur, wakil gubernur dan lainnya untuk meminta dukungan. Tapi yang utama adalah mulai dari lingkungan sendiri. Saya ingin mulai dari bawah sehingga jangan ada kesan hanya menghargai pejabat tapi mengabaikan masyarakat biasa, yang sebenarnya sangat dekat dengan diri kita.

Apa perkenalan ini termasuk dengan keberadaan Paskhas di Kupang?
Betul! Saya mau perkenalkan kepada masyarakat NTT mengenai keberadaan Paskhas. Selama ini, orang menganggap bahwa Paskhas itu adalah Lanud, sehingga saya mau klarifikasi ini. Kalau Lanud itu Lanud El Tari Kupang, sementara Paskhas adalah Paskhas BS Kupang. Artinya, sama-sama angkatan udara, namun kami adalah pasukan yang siap tempur. Lanud dan Paskhas itu sejajar atau, bukan atasan bawahan. Jadi kalau Lanud minta pasukan dari saya, saya harus minta izin ke komandan di Malang.

Tadi Anda katakan bahwa sering mendapat motivasi dari mantan Gubernur NTT, Piet Tallo almarhum. Bisa diceritakan apa motivasi yang diberikan?
Pertama-tama saya mau katakan ikut berdukacita atas meninggalnya Bapak Piet Tallo. Atas nama keluarga dan Paskhas, saya mendoakan semoga beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Saya mengenal Pak Piet Tallo ketika dari AAU Yogyakarta mengadakan festival band di Kupang. Saat komandan saya audiens dengan Pak Piet Tallo, dia katakan bahwa ada anggota band yang asli anak NTT. Pak Piet Tallo kemudian meminta dia untuk mempertemukan saya. Dan, saya banyak mendapat nasihat dan motivasi dari beliau. Nasihat pertama yang dia katakan kepada saya adalah, jangan suka minum, disiplin dan laksanakan tugas dengan tanggung jawab. Setelah perkenalan itu, setiap kali ke Kupang, saya pasti bertemu beliau. Bagi saya, Pak Piet Tallo adalah seorang pemimpin yang luar biasa. Dia baik, punya wawasan dan patut ditiru.

Ada yang paling berkesan dengan jabatan Anda?
Yang paling berkesan bagi saya saat menjabat sebagai Komandan Paskhas di Kupang adalah hari pelantikan saya yang bertepatan dengan tanggal lahir almarhum bapak saya. Ini memang tidak direncanakan, sehingga bagi saya ini adalah hal yang luar biasa.

Ada pesan untuk masyarakat NTT atau pemerintah?
Saya tidak memiliki pesan khusus kepada siapa-siapa, tapi saya mau katakan kepada seluruh anak-anak muda NTT untuk tidak ragu-ragu dalam memilih. Kita memiliki nilai saing yang sangat baik dengan orang luar NTT. Ada banyak bukti bahwa anak-anak NTT ternyata lebih mampu dari orang luar. Hilangkan stigma bahwa kita ditakdirkan bukan untuk menjadi pemimpin, tapi tunjukkan bahwa anak-anak NTT juga mampu. *


Dirikan Klub Sepakbola

ARDY ternyata punya cara sendiri untuk bersosialiasi dengan lingkungannya. Hobinya bermain bola membuat dia ingin mendirikan klub sepakbola yang pemain- pemainnya adalah anggotanya di Paskhas.
"Kalau sebelumnya orang Kupang mengenal PS Angkasa, itu adalah klub yang terdiri dari anggota Angkatan Udara dan masyarakat sekitarnya, kalau yang saya dirikan ini adalah klub yang pemainnya adalah anggota pasukan saya," ujar Ardy.

Menurut Ardy, klub sepakbola yang hendak dirintisnya bukanlah klub yang hanya digunakan sebagai sarana untuk berolahraga tetapi benar-benar klub profesional. Tak heran kalau dia kemudian ingin mendaftarkan klubnya menjadi salah satu anggota di bawah PSSI Kota Kupang.

"Saya ingin klub kami nanti terdaftar resmi di PSSI Kota Kupang sehingga kalau ada turnamen bisa ikut. Kami juga ingin ikut turnamen yang disponsori oleh Dji Sam Soe dan Pos Kupang, meski nanti harus lewat kualifikasi," ujar Ardy.

Ardy mengaku bahwa selama ini masih ada kesan kuat dalam masyarakat bahwa ketika ada klub sepakbola baik itu dari TNI ataupun kepolisian selalu identik kekerasan. Untuk itulah dia merasa tertantang untuk tampil beda dengan klubnya.

"Tujuan saya ingin agar pemain klub klub saya hanya anggota adalah untuk menghilangkan stigma tersebut. Kalau dulu di Kupang kalau klub dari tentara atau polisi suka buat keributan di lapangan, bagi saya itu hanya oknum saja. Kalaupun ada oknum tersebut sedang tidak sadar atau tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Saya jamin, klub saya tidak akan sama seperti, karena ada tekniknya," jelas Ardy.

Ardy yakin lewat olahraga dia bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Dia ingin masyarakat benar- benar merasakan perlindungan dari TNI atau bukan sebagai ancaman. Sebagai putra asli Kota Kupang, Ardy sudah sangat tahu karakter masyarakatnya. Tak heran kalau pria yang juga hobi fitnes dan menembak ini sangat yakin kalau Paskhas tetap akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan di Kota Kupang. (eko)



Data Diri:
Nama: Helmi Ardiyanto Nange, SE
TTL: Kupang, 10 Desember 1978
Istri: Dayu Anggraeni Nange, ST, MM
Ayah/Ibu: Drs. Anthon Nange (Alm) dan Yeane Nange- Thedens
Saudara: Feby Yulia Riwu-Nange, SP
Lorensia Seraya Desembri Mandolang-Nange SP
Imelda Fonyke Nisnoni-Nange, ST.MP
Selfy Handrayani Liu-Nange, S.Sos, M.Si
Merlyn Novita Wenyi-Nange, ST
Ansy Olene Nange, ST

Pendidikan Umum:
SD: SD GMIT Ende 4 (1990)
SMP: SMPN 2 Dilli (1993)
SMA: SMAN 2 Dilli (1996)
Strata 1: STIE Surabaya (2005)
Pendidikan Militer:
Akabri Udara di Yogyakarta tahun 2000
Para Dasar di Bandung
Aklan AAU di Yogyakarta
Kibi AAU di Yogyakarta
Sesarcab Elektronika di Bandung
Sesarcab Paskhas di Bandung
Komando di Bandung
Dinas Operasi
Darurat Milier di Aceh 2003
Darurat Militer di Aceh 2004


Pos Kupang Minggu 10 Mei 2009, halaman 3

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda