Aneka Kesalahan dalam Berpakaian

Foto ilustrasi shinystyle.tv
Tiga model dalam fashion show
Christian Dior highlights di Paris.
Ketiganya tampil cantik dan
sempurna di atas catwalk


JANGAN takut, kita semua pasti akan belajar dari pengalaman. Bahkan stylist pakaian pun pernah melakukan kesalahan. Karena itu, jangan takut untuk bereksperimen dengan gaya berpakaian Anda.

Bagaimana Anda tahu apa yang cocok atau tidak di tubuh Anda jika tak dicoba? Berikut adalah beberapa hal yang perlu dicek sebelum Anda keluar dari rumah, hanya untuk memastikan saja, apakah pakaian Anda sudah "aman":

VPL
Ini merupakan salah satu kebiasaan yang tak terlalu sering digubris para wanita. Kebanyakan wanita di Indonesia cenderung cuek dengan hal yang satu ini. Salah satu warna celana alternatif selain hitam adalah putih atau krem. Namun, bahayanya, ketika mengenakan celana bahan berwarna putih atau krem, sering terlihat garis bayangan celana dalam (sering disebut visible panty lines, disingkat VPL).

Bagi orang Barat, hal semacam ini bisa dibilang "tindak pidana" dalam bidang fashion. Mengapa? Karena hal ini dianggap tidak sopan. Garis "bingkai" celana dalam yang terlihat dari luar sama menjijikkannya dengan melihat celana dalam yang "mengintip" keluar dari belakang (antara celana yang berpotongan rendah, dan atasan yang terlalu pendek). Mengakalinya?
Di Amerika, thong (celana dalam yang sangat minim, berupa seutas tali di bagian belakangnya) bukan lagi barang baru atau tabu. Namun, masyarakat Indonesia masih malu-malu ketika memakainya. Memakai thong seolah memberi kesan "binal" pada pemakainya sehingga untuk membicarakannya saja kita sudah geli duluan.

Nah, alternatifnya, jika Anda berkesempatan jalan-jalan ke toko pakaian dalam, coba cari celana dalam yang sangat tipis, khusus untuk pakaian yang tipis atau gaun sangat halus. Pakaian dalam tipis ini dibuat sedemikian rupa, hingga pinggirannya tidak memiliki jahitan yang menebal seperti celana dalam umumnya sehingga menempel erat di tubuh.

Stocking
Jika Anda perhatikan, stocking saat ini sudah banyak digemari para wanita Indonesia. Selain melindungi kaki dari debu, membuat kaki terlihat lebih cantik, juga memberi kehangatan. Stocking juga dimaksudkan untuk membuat betis terlihat lebih cantik dan seksi, bukan untuk mempertontonkan jari jemari yang tertutup stocking.

Maka, hindari mengenakan stocking dengan sepatu yang terbuka di bagian ujung. Pastikan sepatu yang Anda kenakan cukup tertutup, baik di bagian depan maupun bagian ujung.

Super matching
Mungkin sejak kecil kita diajarkan untuk memakai pakaian yang senada. Jika mengenakan tas coklat, maka sepatunya pun mesti hitam. Ini tidak salah. Namun, yang tidak enak dilihat adalah ketika seseorang mengenakan pakaian super matching, yakni senada dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tren ini mungkin berlaku di tahun '80-an.

Namun ketika tren lain yang juga booming di '80-an kembali digemari, tren super matching tidak ikut kembali. Jika memang Anda suka yang senada dan kebetulan yang ada hanyalah warna yang sama dari atas hingga bawah, cobalah cari sesuatu untuk membuat penampilan Anda lebih menarik dengan warna berbeda, misalnya ikat pinggang besar berwarna lain, atau ganti tas tangan dan riasan dengan warna yang tak terlalu senada. (Kompas.com)


Pos Kupang Minggu 10 Mei 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda