Cara Aman Menggendong Bayi


Foto ist
Nicole Richie saat menggendong anaknya dengan penuh kasih sayang
Bintang Holywood, Gwen Stefani menggendong anaknya dengan penuh kasih.

UNTUK urusan menggendong bayi, perempuan Indonesia tampaknya lebih andal. Coba Anda lihat gambar-gambar yang menampakkan para selebriti Hollywood membopong bayi.

Terlihat cara mereka sedikit asal-asalan. Tak ada yang menggendong bayi sesuai "pakem", seperti yang kerap diajarkan ibu pada putrinya yang baru melahirkan. Boleh-boleh saja sih, menggendong bayi dengan gaya Anda sendiri.

Namun Anda harus tetap mengikuti pakem yang disebutkan tadi, yaitu tidak membahayakan leher dan kepalanya yang masih lemah. Bopong bayi dengan cara yang aman agar ia merasa dilindungi, dan tidak menangis saat diangkat atau digendong.

1. Sebelum mengangkat bayi, sentuh dan katakan bahwa Anda berada di sisinya supaya ia tidak terkejut. Untuk mengangkat bayi yang sedang tidur tengkurap, selipkan satu tangan di bawah dagu dan lehernya, sedangkan tangan yang lain di bawah bokongnya. Untuk mengangkat bayi yang tidur telentang, letakkan lengan Anda di bawah tubuhnya untuk mendukung leher dan punggungnya.

2. Untuk menggendong bayi di depan tubuh Anda, letakkan pergelangan tangan Anda dari belakang ke selangkangannya, lalu gunakan telapak tangan untuk memegang pahanya. Gunakan tangan yang lain untuk menahan dada bayi, lalu tetap dekatkan tubuhnya pada tubuh Anda.

3. Jika menggendong dengan selendang atau baby carrier, pastikan penggendong terbuat dari bahan yang kuat. Pastikan juga lubang untuk kaki tidak terlalu besar sehingga mencegah bayi tergelincir.

4. Kadangkala bayi senang dibopong di pundak. Gunakan satu tangan untuk menahan leher dan kepalanya, dan tangan yang lain untuk menahan bokongnya. Hati-hati saat menggendong bayi yang baru lahir dengan cara seperti ini. Pastikan kepalanya tidak terlalu sering bergerak, entah ke samping kanan-kiri atau ke depan-belakang.

5. Jika umur bayi 6 bulan atau lebih, dan sudah bisa duduk, Anda dapat menggunakan backpack untuk membawanya. Pastikan dulu ia duduk dengan semestinya. Yang paling baik jika Anda memiliki bantalan frame sehingga bayi tidak terluka saat mengenainya.

6. Saat meletakkan kembali bayi ke tempat tidurnya, dekatkan bayi ke tubuh Anda saat Anda membungkuk di atas boks atau keretanya. Gunakan satu tangan untuk menahan bokongnya, dan tangan yang lain untuk menahan punggung, leher, dan kepalanya. Pertahankan posisi tangan Anda tersebut selama beberapa menit, sampai bayi merasa betul-betul nyaman. Setelah itu tariklah tangan Anda. (Kompas.com/ehow)


Ketika Putri Jadi Tomboy

SI Kecil yang sekarang berumur 4 tahun, tidak seperti anak perempuan lain. Ia lebih menyukai mobil-mobilan ketimbang boneka. Ia bisa saja merengek minta dibelikan pedang-pedangan karena melihat teman laki-laki di sekolahnya membawa mainan itu. Suami tampaknya tak terlalu mengkhawatirkan hal ini.

Menurutnya, sikap tomboi Si Kecil lambat-laun pasti akan hilang. Karena itu ketika putri Anda merengek minta pistol-pistolan atau mainan lain bernuansa laki-laki, sang ayah selalu membelikan. Anda sudah berusaha menyediakan mainan boneka, menganjurkannya memakai rok, jepit rambut, dan mengajaknya belanja keperluan memasak ke pasar. Namun tetap saja Anda khawatir perilaku seperti ini terbawa hingga putri Anda dewasa.

Apakah sikap tomboi seorang bocah perempuan memang bisa hilang? Bagaimana cara mengenalkan Si Upik pada "dunia perempuan"?

Ada sejumlah orangtua yang merasa khawatir ketika anaknya tidak menunjukkan minat dan sikap sesuai dengan jenis kelaminnya. Sebenarnya, untuk anak usia TK, tidak menjadi masalah bila ia lebih tertarik memainkan pistol-pistolan, pedang-pedangan, memanjat, dan tidak mau bermain boneka atau permainan untuk anak perempuan lainnya.

Begitu pula halnya dengan anak laki-laki, normal saja bila ia suka bermain boneka atau masak-masakan. Sebab, tidak selalu berarti anak-anak ini akan mengambil peran yang berlawanan dengan jenis kelaminnya.

Di usia balita, anak cenderung menyukai berbagai kegiatan lintas gender. Jadi, Anda tidak usah kesal pada suami yang mengizinkan Si Upik membeli mainan yang kelaki-lakian, asalkan tidak membelikan secara berlebihan (selalu memenuhi permintaan anak), sebab di sisi lain anak perlu belajar mengendalikan keinginannya.

Anda juga tidak perlu memaksakan putri Anda bermain boneka. Ada cara yang lebih jitu, misalnya, ajak dia bermain perang-perangan dengan menggunakan pistol atau pedang. Setelah itu ajak dia beristirahat sebentar sambil menikmati teh seolah-olah sedang di kafe.

Minta Si Kecil pura-pura menjadi pramusaji di kafe itu, dan Anda sebagai pembeli, atau sebaliknya. Mau tidak mau, Si Kecil belajar bagaimana menyajikan teh, kue dan lainnya, dalam bentuk bermain pura-pura. Cerita dapat dikembangkan ke mana saja, misalnya pramusaji mempunyai bayi yang harus dimandikan. Dalam hal ini boneka bisa digunakan sebagai bayi sehingga Si Kecil belajar bermain peran sebagai ibu.

Semua hal ini dilakukan dalam bentuk bermain pura-pura sehingga anak tidak merasa dirinya diperintah oleh ibunya. Ini adalah salah satu cara mengajak anak bermain dengan berbagai alat permainan tanpa ia merasa dipaksa oleh orangtuanya untuk menggunakan alat permainan yang tidak ia sukai. Anda bisa mencoba cara ini dan mengembangkan ide-ide Anda sendiri.

Yang perlu diingat adalah anak usia balita tidak mau dipaksa, dan perlu menikmati kegiatan bermainnya. (Kompas.com/Nikita)


Pos Kupang Minggu 10 Mei 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda