Karaoke untuk Ekspresikan Hobi

Foto ilutrasi/travelinmic1.com
Asyik ekspresikan
diri dengan berkarouke.


HAMPIR setiap malam sejumlah tempat hiburan malam di Kota Kupang yang menyediakan fasilitas karaoke selalu dipadati pengunjung. Fasilitas tersebut baik tersedia secara terbuka di hall atau di ruang khusus (VIP room), selalu padat. Dan, berbagai lagu yang disediakan selalu menjadi "santapan" penikmat karaoke.

Bila kita berjalan-jalan di sejumlah tempat hiburan, langsung terdengar suara nyanyian baik dari hall maupun dari VIP room. Tak jarang terdengar pula suara fals. Nada suara penyanyi tak serasi dengan nada musik pengiring. Tapi sang penyanyi tetap menikmati acaranya. Menikmati musik dan suaranya.

Syair lagu tidak perlu hapal di luar kepala. Sebab tertulis pada layar monitor dan perangkat audio visual itu menuntun sang penyanyi kapan mulai menyanyi dan kapan harus jeda dengan urut-urutan perwarnaan naskah di layar monitor.

Sungguh mudah. Cukup mengetahui nada lagunya dan bisalah orang menyanyi.
Berkarouke bisa dilakukan sendiri atau berkelompok, tergantung fasilitas yang ada pada sound sistem karouke tersebut. Aneka jenis lagu pun sudah tersedia. Dan, orang-orang yang memegang mice di tangan selalu menikmati dan bersenang-senang dengan lagu yang dibawakan.

Gaya menyanyi pun bebas merdeka. Boleh duduk santai. Berdiri sambil berjoget pun tak ada yang melarang. Apalagi sejumlah tempat hiburan yang menyediakan wanita cantik sebagai teman berkaraoke. Bisa menjadi teman bernyanyi dan berdansa.

Sekarang ini, karaoke telah menjadi suatu hobi yang disukai untuk menghilangkan penat sehabis lelah bekerja atau jenuh berkegiatan. Apalagi, sekarang tempat-tempat karaoke semakin menjamur dan berlomba-lomba menawarkan pelayanan jempolan dengan harga yang bermacam-macam.
***
Sebetulnya bagaimana kisah awal mula karaoke itu? Kata karaoke berasal dari bahasa Jepang. Karaoke terdiri dari dua kata yaitu kara yang berarti kosong dan okesutora yang berarti orkestra. Dalam bahasa Jepang, karaoke artinya sebuah bentuk hiburan di mana seorang penyanyi amatir bernyanyi dengan diiringi musik/video musik dengan menggunakan microfon.

Alat karaoke sendiri ditemukan oleh musisi Jepang, Daisuke Inoue, pada awal 1970-an. Seperti bisa diduga, alat itu menjadi populer dan meledak sampai tersebar ke Asia timur dan tenggara hingga akhirnya ke seluruh dunia. Sebelumnya, karaoke hanya tersedia di klub malam dan hotel-hotel berbintang. Karena ekslusif dan berhubungan dengan dunia malam, karaoke di

Indonesia kadang dianggap sebagai hobi yang kurang baik. Namun, beberapa tahun ini karaoke semakin disukai oleh segala kalangan. Bukan hanya kalangan eksekutif yang ingin melepas penat dan lelah selama bekerja di kantor, namun anak-anak muda seperti mahasiswa dan pelajar pun juga hobi bersenang-senang dengan mikrofon di tangan.

Sebenarnya apa sih yang menarik dari karaoke ini? Sebagian orang merasa karaoke adalah salah satu sarana yang cukup nyaman untuk mengekspresikan diri. Dengan bernyanyi di ruang tertutup dan kedap suara, mereka tak akan takut mengganggu orang lain dengan suara keras mereka.

Mereka bisa menyanyikan lagu kesenangan mereka sesuka hati bahkan sambil berjoget dan berteriak tak ada yang melarang. (alf/kpl)

Bernyanyi Saja untuk Bahagia

BERNYANYI memang menyenangkan. Dari segi medis, ternyata bernyanyi memberi pengaruh yang baik bagi kesehatan. Bernyanyi bisa membuat Anda bahagia!
Beberapa penelitian seperti dikutip detikhot dari telegraph, Rabu (13/5/2009), mengungkap manfaat dari bernyanyi. Dr. Danny Williams dari Inggris menganjurkan pasiennya yang mengalami kejang otot untuk mengikuti paduan suara. Hasilnya para pasien tersebut mengalami kemajuan yang pesat. Otot serta syaraf mereka tak lagi tegang. Merka pun menjadi lebih rileks.

Tak hanya itu, bernyanyi juga bisa menyebabkan seseorang terbebas dari stres dan depresi yang berlebihan. Misalnya seperti yang dialami Louis Palmer pasca perceraiannya. Warga Hampshire itu hampir memutuskan untuk bunuh diri. Namun setelah ia mengikuti terapi bernyanyi seperti yang dianjurkan dokternya, ia merasa lebih tenang dan bahagia.

Pengalaman luar biasa yang lain dirasakan oleh Emily Thackery. Perempuan 25 tahun itu awalnya mengalami kesulitan bernapas. Setelah berlatih nyanyi dengan rutin, ia melatih kapasitas paru-parunya. Jadi mau sehat dan bahagia? Bernyanyi saja! (dtc)


Pos Kupang Minggu 17 Mei 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda