Maudy Koesnadi Awasi Ketat Gizi Anak

Foto Kapanlagi.com
Maudy Koenadi bermain
bersama anak di taman


BINTANG akting Maudy Koesnadi tidak sembarangan memberikan perlakuan kepada anak semata wayangnya, Eddy Maliq Meijer. Ia tidak ingin bersikap gegabah dan lebih memilih untuk mengawasi ketat perkembangan anaknya. Asupan gizi menjadi perhatian khusus bagi istri Malik Maijer ini untuk dikonsumsi sang buah hati.

"Aku memang ibu yang protektif banget terhadap pola makanan anak. Aku memang ibu yang cerewet. Apalagi soal makanan. Sebisa mungkin, aku sendiri yang mengatur semuanya untuk Eddy," kata Maudy, ketika ditemui usai mengisi acara Enfagrow A+ di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta belum lama ini.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"


Mantan None Jakarta ini menyebutkan, asupan gizi bagi anak-anak memang memiliki dampak yang cukup besar bagi pertumbuhan dan kecerdasan. Karena itu dirinya tidak mau lengah dan gegabah untuk urusan yang satu ini.

"Sebenarnya pola makanan yang aku terapkan pada anakku itu muncul sebelum aku melahirkan. Kebetulan waktu itu proses menunggu kelahiran Eddy kan hampir 4,5 tahun. Sambil menunggu aku sibukkan aktivitasku membaca bagaimana membesarkan anak tumbuh sehat dan sekaligus konsultasi kepada pakar dokter anak," terang pemeran Zainab di sinetron SI Doel Anak Sekolah itu.

Makan Buah
Maudy pun memiliki perhatian khusus untuk urusan makanan bagi putra semata wayangnya, Eddy Maliq Meijer. Bahkan, ia menerapkan pola makan yang ketat. Aturan yang diterapkan Maudy di antaranya, anak harus makan makanan organik. Selanjutnya saat bangun tidur sang anak yang masih berusia tiga tahun itu harus makan buah-buahan. "Aku tidak menggunakan pembantu untuk memasak makanan. Semuanya aku yang mengatur sendiri. Hanya dia saja yang berbeda. Selain itu, Eddy juga wajib makan buah-buahan," kata Maudy.

Selain pola makanan, berkumpul dan bermain bersama keluarga sangat bagus untuk pertumbuhan komunikasi anak. Untuk itu artis berambut panjang itu selalu mengajak anaknya untuk memilih lokasi yang memang disukai anak. Tentunya yang memiliki suasana tenang, memiliki areal bermain dan jauh dari kebisingan. "Aku kalau pergi sama suami dan anak biasa mencari tempat yang memang disukai oleh Eddy. Pokoknya lokasinya nyaman untuk pertumbuhan anak dan jauh dari kebisingan suara kendaraan. Karena suara keras-keras bisa mengganggu pertumbuhan juga," kata wanita kelahiran Jakarta, 8 April 1975 ini. (Kapanlagi.com)


Gizi Buruk Turunkan IQ Anak

KEKURANGAN gizi anak pada masa kehamilan ibu dan usia dini anak selain menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik, juga akan mengganggu perkembangan kognitif yang menyebabkan berkurangnya IQ (intelligence quotient) hingga 15 poin.

Menurut Pakar Gizi, Prof dr Fasli Jalal PhD, yang juga menjabat Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas di Jakarta, Rabu (29/4), hal itu berarti Indonesia berpotensi kehilangan poin IQ mencapai 17-22 juta poin akibat adanya 1,7 juta anak balita menderita gizi buruk pada 2005. "Iodium adalah zat gizi mikro yang paling penting dalam mencegah gangguan otak yang dapat menimbulkan menurunnya kemampuan intelektual, melambatnya psikomotor dan menyebabkan keterbelakangan mental," katanya.

Fasli yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Gizi pada Fakultas Kedokteran Universitas Andalas itu menyebutkan dalam makalahnya, kebutuhan gizi dibagi atas dua bagian yaitu kebutuhan zat-zat gizi makro seperti energi, protein dan lemak dan kebutuhan zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral.

Zat gizi makro berfungsi pada proses metabolisme otak dan peningkatan efisiensi proses rangsangan otak, sehingga kekurangan gizi makro menyebabkan terganggunya asupan makanan ke otak dan terganggunya proses metabolisme otak, ujarnya.

Kekurangan asupan protein-energi pada ibu hamil muda di bawah 24 minggu akan menyebabkan jumlah sel-sel otak anaknya berkurang dan kekurangan asupan ini pada akhir kehamilan menyebabkan ukuran sel syaraf anaknya menjadi kecil.
"Kekurangan asupan protein-energi yang berat pada ibu hamil dapat menurunkan berat otak anak sampai 25 persen," katanya mengutip pakar gizi lainnya.

Energi, ujarnya sangat dibutuhkan otak. Selain untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan otak, energi diperlukan untuk metabolisme sel-sel syaraf. Demikian juga lemak yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak di mana lebih dari 60 persen berat otak adalah lemak.

Sedangkan zat gizi mikro seperti iodium, asam folat, zat besi, seng, tembaga, vitamin, dan cholin, diperlukan dalam pertumbuhan otak. Asam folat berfungsi untuk pembentukan tabung syaraf, zat besi untuk pembentukan mielin, monoamin dan mendukung metabolisme energi di sel syaraf dan sel glia, yang diperlukan untuk pembentukan DNA, tembaga untuk metabolisme energi sel syaraf dan sel glia, dan cholin untuk membentuk neurotransmitter, metilasi DNA dan pembentukan mielin, urainya.

Sedangkan Vitamin D berperan pada kemampuan daya ingat, kontrol motorik dan keseimbangan emosi, vitamin A untuk pembentukan struktur sel syaraf, vitamin E berfungsi dalam proteksi dari membran sel-sel syaraf, vitamin B6 dan B12 untuk pembentukan neurotransmitter, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan vitamin B1 memproduksi energi. (Kapanlagi.com)


Gigi Keropos akibat Minum Susu Sebelum Tidur

GIGI balita Anda keropos? Hal ini bisa dilihat dari gigi depannya yang berwarna coklat kekuningan dan tidak utuh lagi. Jadi, kelihatannya seperti ompong. Selain itu, dua gigi gerahamnya berlubang. Padahal, Anda sudah mengajarinya untuk sikat gigi setiap kali mandi meskipun hasilnya belum sempurna. Si Kecil memang senang makan cokelat meskipun Anda tidak sering memberikannya. Jadi, kenapa ya giginya bisa keropos?

Gigi keropos pada balita sangat mungkin akibat kebiasaan adanya makanan atau minuman manis yang tersisa di mulutnya ketika ia hendak tidur. Hal ini biasa terjadi pada anak yang diberi minum susu pada saat berangkat tidur, atau terjaga di malam hari, dan orangtuanya menyodorinya minuman manis agar tertidur kembali.

Pada saat tidur air liur berhenti mengalir, dan sisa manis yang masih berada di mulutnya menjadi makanan lezat bagi para kuman di mulut. Kuman ini dalam proses hidupnya menghasilkan zat-zat kimiawi yang merusak gigi-geligi. Keadaan ini disebut pula sebagai tooth decay syndrome.

Perhatikan juga, apakah si kecil senang sekali makan dan minum? Makanan pilihan yang cepat menggemukkan adalah yang manis-manis (termasuk susu dalam porsi besar), tidak hanya permen atau cokelat. Namun cokelat manis adalah musuh gigi terbesar sebab seringkali sisa cokelat menempel di antara gigi dan tak bersih tersikat.

Anda juga harus waspada dengan berat badan si kecil sebab problem gigi yang belum selesai bisa ditambah dengan persoalan kegemukan yang bisa berlanjut sampai dewasa nanti. Persoalan gemuk kelihatannya bakal lebih rumit mengatasinya daripada gigi keropos. Sebenarnya gigi sulung rusak tidak apa asal sedikit saja dan rusaknya menjelang gigi bungsu saatnya tumbuh (lewat balita).

Bila kerusakan gigi terjadi terlalu awal, kelak dapat menyebabkan proses pembusukan yang dapat menimbulkan nyeri dan kerusakan akar gigi. Untuk itu harus rajin ke dokter gigi untuk diperbaiki atau dirawat secara khusus.

Gigi rusak bukan pertanda anak kekurangan kalsium. Gosok gigi sebelum tidur dan tidak makan atau minum apa pun (kecuali air putih) setelahnya hingga terjaga pagi hari adalah cara terbaik untuk mencegah gigi lainnya ikut-ikutan rusak. Selain sikat gigi, bila ingin gigi lebih bersih lagi penggunaan benang gigi (dental floss) amat dianjurkan, terutama pada mereka yang memiliki susunan geligi yang rapat. (Kompas.com)


Pos Kupang Minggu 3 Mei 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda