Menanam Pohon

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

SUATU sore Tesa berkunjung ke rumah Ane. Setibanya di sana didapatinya temannya itu sedang sibuk membantu bapaknya menanam pohon di samping rumahnya. Setelah selesai menanam Ane menemui Tesa.

"Wah, rajin benar kamu, An," puji Tesa.
"Sekarang kan musim hujan. Inilah saat yang tepat untuk menanam pohon. Tanah yang basah memudahkan akar pohon bertumbuh sekaligus mencari makanan sehingga saat kemarau tiba pohon itu sudah dapat bertahan hidup," jelas Ane.

"Hebat kamu, An. Ternyata kamu banyak tahu soal tanam-menanam pohon," Tesa kagum.
"Ah, itu kan karena aku sering membantu bapak, Tes," Ane merendah.

"Tapi, untuk apa kamu menanam pohon?" tanya Tesa.
"Kata bapak, untuk menyejukkan udara di sekitar rumahku ini. Sekaligus juga untuk menyejukkan bumi dari pemanasan global," jawab Ane. Namun jawaban itu membuat Tesa bingung.

Menyaksikan hal itu Ane lalu mengajak Tesa menemui bapaknya untuk menemukan jawaban atas kebingungannya itu.

***
"Fungsi pohon adalah untuk mendaur ulang zat asam arang yang dikeluarkan tubuh manusia, dari asap kendaraan bermotor maupun asap rokok, yang selama ini memenuhi udara di sekitar rumah ini, menjadi oksigen. Sehingga udara di sekitar rumah ini kembali menjadi bersih dan sejuk," tutur bapak.

"Bagaimana caranya pohon mendaur ulang udara itu, pak?" tanya Tesa.
"Dalam proses memasak makanannya atau fotosintetis, pohon memerlukan zat asam arang dan selanjutnya mengeluarkan oksigen," jawab bapak.

"Jadi semakin banyak pohon, semakin sejuk udaranya," Tesa menyimpulkan.
"Betul. Prinsip yang sama juga dilakukan dalam menghadapi pemanasan global," ujar bapak.

"Apa itu pemanasan global, pak?" Tesa kian semangat bertanya.
"Fungsi zat asam arang adalah untuk menjaga kehangatan bumi. Namun karena jumlah zat asam arang yang jauh melampaui batas, maka zat asam arang tersebut menyerap radiasi matahari.

Pada hal radiasi matahari tersebut seharusnya dipantulkan kembali ke angkasa luar. Akibatnya suhu bumi yang sebelumnya sudah hangat kini berubah menjadi panas. Memanasnya suhu bumi inilah yang dikenal sebagai pemanasan global," urai bapak.

"Jadi kita harus menanam pohon untuk mendaur ulang zat asam arang yang berlebihan itu?" tanya Tesa lagi.
"Ya, itu adalah salah satu caranya. Cara lain adalah mengurangi produksi zat asam arang dan zat lain yang biasa disebut gas rumah kaca. Dengan demikian keseimbangan akan kembali terjadi dan suku bumi akan normal kembali.

Namun hal itu membutuhkan kesadaran dan kerja sama dari seluruh penghuni bumi. Sebagai penghuni bumi kita harus berbuat sesuatu sejauh kemampuan kita," tegas bapak.

"Tesa mau menanam tapi Tesa tidak punya anakannya," keluh Tesa.
"Ya sudah, untuk tahap pertama, Om berikan beberapa anakan tanaman buah-buahan, seperti mangga, sawo, rambutan. Selain untuk menghasilkan udara yang sejuk, Tesa juga dapat menikmati buahnya nanti," kata bapak sambil memilihkan beberapa anakan pohon untuk Tesa.

Beberapa saat kemudian Tesa pamit pulang. Dia berjalan pulang sambil menenteng anakan pohon yang diberikan bapaknya Ane. Dia bertekad untuk menanam pohon-pohon itu di hadapan rumahnya dan dirawatnya hingga bertumbuh menjadi besar.

Selain untuk mendapatkan udara yang sejuk di halaman rumahnya dia pun ingin melakukan sesuatu dalam mengatasi pemanasan global. (*)

Pos Kupang Minggu 3 Mei 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda