Puisi Matalim Blikuleng

Senandung Pohon Pinus

Ketika raja kehidupan hendak kembali ke peraduan
Sayup terdengar senandung lirihnya:
Tertatih - tatih aku merajut kehidupanku
Merengkuh ibu pertiwi
Penuh kekuatan
Mencakar serta menyusup semakin jauh ke lubuk
Demi hidupku

Seolah berpacu bersama sang kala
aku mencoba menggali lebih jauh ke dalam lubuk
agar aku makin kokoh di antara yang kokoh,
tegar di antara yang tegar,
kuat menghadapi kekuatan
Tiga puluh tiga tahun
aku bersenandung bersama sang bayu
memecah kesunyian senja
membahana ke seluruh negeri
Akankah terjadi sesuatu dalam hidupku akan senandungku itu?
Aku tak tahu
Aku hanya sebatang pohon pinus
yang akan terus bersenandung bersama sang bayu
ketika sang raja kehidupan
kembali ke peraduannya.

Pos Kupang Minggu 24 Mei 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda