Puisi-puisi Santisima Gama

Bukan Boneka

Kaum Hawa bertutur
Kita adalah keindahan
Kita adalah kedamaian
Kita adalah kehidupan
Kaum Hawa menjerit
Kita bukan boneka hias

Tersenyum dalam potret bisu
Mengais mimpi pada bingkai baliho
Busyet!!! Betapa sulit duduk manis
Di kursi empuk harapan rakyat
Kaum Hawa menangis
Kita bukan boneka barbye

Yang ditakhta pada etalase
Mengapa tubuh lemah ini
Jadi korban trafficking???
Di manakah nurani mereka?
Pandai bersandiwara, sok jadi pahlawan_


Hatimu Pelembut Bumi

Wahai perempuanku!
Kekekerasan melintasi mata
Jangan takut!!!
Lembutkan hati, dia akan bertekuk
Kita ditipu, mengapa?

Karena kepolosan, yah!!!
Dan kini tiba saatnya, mari bersatu.
Berlenggang di atas panggung politik
Panggung berirama teka-teki
Tampilkan kreativitasmu

Awas!!! Jangan terjebak silau rupiah
Atasi problema dengan hati
Temukan solusi dengan hati
Santun hatimu itulah keanggunan
Berabad-abad bumi mencucurkan airmata


Karena kekerasan dan ketidak-adilan
Maka pijakan "HATI" sebagai pelembut
Di tengah warna kebobrokan
Agar damai menghiasi pertiwi
Kado untuk Ibu Gubernur
Dalam Seminar Sehari
UNIPA, 17 April 2009

Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id


Pos Kupang Minggu 17 Mei 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda