Dokter Valens Yth,
Selamat bertemu. Barangkali agak naïf kalau saya yang sudah menikah ini menulis surat kepada dokter. Namun karena saya dan istri saya masih muda maka saya berani menulis ke Pos Kupang. Begini ceritanya, Nama saya Raspaty, saya berumur 25 tahun, lulus akademi dan sudah bekerja di suatu perusahaan swasta. Sedangkan istri saya berumur 22 tahun.

Empat bulan yang lalu istri saya melahirkan anak kami yang pertama. Kelahiran berjalan baik ditolong oleh seorang bidan. Anak dan istri saya dalam keadaan sehat. Demikian pula setelah pulang dari klinik ke rumah sendiri, istri dan anak saya baik- baik saja. Kami memang sangat senang dengan anak buah hati kami yang pertama ini. Cuma akhir-akhir ini istri saya mulai sering mengeluh bahwa kalau malam dia susah tidur.

Awalnya saya pikir bahwa mungkin dia terganggu karena pada saat tertentu dia harus bangun menyusui anak. Tapi selanjutnya malah keluhan itu bertambah dengan berkurangnya nafsu makan. Lebih lagi dia kurang merias dirinya. Pada hal ketika sebelum hamil dan waktu sedang hamil istri saya sangat memperhatikan kecantikan dirinya.


Dan, dokter, yang lebih agak repot lagi adalah bahwa keinginan seksnya juga sangat banyak berkurang. Sebagai keluarga baru saya kira saya perlu bertanya banyak. Apakah hal ini mesti terjadi? Apakah hal ini nanti akan kembali normal, maksud saya apakah ini hanya gangguan yang bersifat sementara ? Lalu apa yang perlu saya lakukan? Saya yakin dokter bisa bantu saya, dan membalas surat saya ini. Akhirnya terima kasih dan salam sejahtera selalu.
Raspaty, Flores.

Saudara Raspaty yang baik.
Syalom, damai sejahtera buat Anda. Pertama-tama ingin saya sampaikan bahwa jendela hati dengan sangat bangga dan senang menerima surat Anda. Tak perlu ada rasa naïf atau kurang pantas. Selama masih hidup kita senantiasa berusaha dan belajar menyesuaikan diri di dalam pergaulan dan dengan lingkungan sekitar kita (life from birth to death is a struggle for adjustment).

Seseorang yang baru menjadi ibu dituntut menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Berperan sebagai seorang ibu, yang mengurus seorang anak bayi mungil nan lembut menjadikannya harus bertindak hati-hati. Kadang-kadang karena kuatir berbuat salah, timbul kecemasan yang berlebihan dan bisa mengganggu keseimbangan jiwanya.

Dalam hal ini dapat bermanifestasi macam-macam, seperti kurangnya nafsu makan, malas bersolek karena konsentrasi pada kehadiran makluk baru ini, bahkan ada kekuatiran tidak memerankan ibu yang baik. Dia lantas tidak sadar membiarkan dirinya tidak menarik. Selain itu juga dalam diri seorang ibu hamil dan yang baru melahirkan, masih terdapat pengaruh hormon di dalam tubuh yang mengatur agar ASI berjalan cukup lancar, sehingga bayi yang baru lahir itu mendapat cukup makanan dari ibunya selama jangka waktu tertentu.

Adanya hormon tersebut dalam waktu yang cukup lama dapat mempengaruhi metabolisme di dalam tubuh si ibu. Bagi orang yang terlalu peka, bertahannya hormon tersebut, yang cukup lama dapat menyebabkan ketegangan jiwa, sehingga bisa menimbulkan kurangnya nafsu makan, atau tidak menyukai makanan tertenntu. Selain nafsu makan yang menurun, gejala kejiwaan ringan lainnya yang mungkin bisa timbul adalah gangguan tidur dan berkurangnya nafsu seks.

Adakalanya gangguan yang timbul bisa berupa gejala yang berat, di mana orang merasa ketakutan berlebihan atau menarik diri dari lingkungannya dan tidak mau berkomunikasi secara baik dengan orang di sekitarnya. Bila keadaan ibu semakin bertambah berat, maka diperlukan pertolongan dokter, atau psikiater (dokter ahli jiwa ).

Untuk gejala –gejala yang ringan seperti yang sedang dialami istri anda sekarang, dapat diharapkan akan hilang dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama ( kurang lebih satu tahun), sesuai dengan lamanya pengasuhan ibu terhadap bayinya secara langsung.

Dalam penanganan terhadap bayi mungil ini, pada awalnya memang perlu ada pendampingan dari ibu-bu yang lebih berpengalaman, selanjutnya secara berangsur- angsur si ibu muda harus mengambil peran, merasakan semua ini sebagai bagian dari tanggung jawab dan kenikmatan hidup yang membahagiakan.

Ketika bayi masih terlalu kecil, kontak kejiwaan belum terlalu dirasakan, namun manakala semakin bertambah umur si bayi dan memperlihatkan banyak respon dari tindakan ibunya maka akan memberikan banyak kegembiraan pada orangtuanya.

Sayapun menganjurkan agar istri Anda tetap memberikan ASI (air susu ibu) untuk banyinya. Karena selain manfaat utama Asi yang berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan fisik bayi, dengan memberikan ASI-nya hubungan psikologis antara ibu dan anak akan terbentuk dengan sangat baik.


Dengan pemberian ASI, perkembangan mental, sosial dan emosi si anak akan berkembang dengan baik dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan perlindungan dari ibunya. Dengan pemberian ASI juga, akan menjadi saat yang baik untuk melepas lelah dan mengurangi ketegangan fisik dan psikis ibu. Faktor lain yang tidak boleh Anda lupakan adalah peran dan dukungan orang dekat buat Anda berdua yang baru membangun rumah tangga.

Kehadiran teman dekat, sanak keluarga, terutama anggota keluarga dari istri Anda yang sifatnya membantu di saat-saat seperti ini akan sangat berguna sebagai tempat berbagi beban dan pengalaman. Kehadiran mereka mestinya dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang menyenangkan dan ceria sehingga memunculkan situasi yang kondusif terhadap gairah dan semangat hidup istri Anda.

Dalam situasi seperti ini kesabaran Anda sebagai seorang suami yang mencintai istrinya sangat diperlukan. Perlihatkanlah kasih sayang Anda selalu sehingga istri tidak merasa terlalu sibuk atau seakan memikul beban ini sendiri. Perubahan ringan yang terjadi seperti yang telah Anda ceritakan dalam surat, jangan terlalu dirisaukan, sebaiknya diterima dengan lapang dada karena semua ini biasanya hanya bersifat sementara. Jadikanlah ini sebagai bagian dari perjalanan hidup yang semakin mematangkan jiwa.

Perjalanan hidup, memang tidak selamanya datar dan lurus ada kalanya juga kita temukan gelombang dan badai walau kita merasa tak pernah menabur angin. Akhirnya semoga ada artinya buat Anda dan istri tercinta.
Salam, Dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 3 Mei 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda