Shabu-shabu itu Narkoba

Dokter Valens Yth,
Selamat bertemu. Saya Baron seorang pelajar SMU pada satu kota di Flores. Saya tidak ingin menyebut nama kotanya agar teman-teman tidak mencurigai saya. Umur 18 tahun. Akhir-akhir ini waktu jam istirahat sekolah, sering kali teman-teman berbicara tentang shabu-shabu.

Saya kebetulan datang dari kampung dan belajar di kota ini, jadi termasuk siswa yang kurang informasi tentang perkembangan zaman.

Umumnya kehadiran saya di antara teman-teman juga tidak terlalu digubris, karena saya mungkin dinilai tidak berbahaya dan tidak penting buat mereka. Cerita tentang sabu-sabu itu biasanya berasal dari teman-teman yang suka merokok. Apa yang mereka ceritakan pun saya tidak mengerti, karena saya bukan perokok.

Hanya saja, akhir-akhir ini dalam koran sering dimuat berita tentang penangkapan pengedar shabu-shabu atau kasus shabu-shabu disidangkan di pengadilan, saya mulai sedikit mengerti kalau semua itu barang yang tidak baik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menulis surat ke pak dokter, untuk meminta penjelasan tentang beberapa hal antara lain. 1) Apa sebenarnya shabu-shabu itu?
2) Seperti apa bentuknya dan apa gunanya.
3) Apakah ada hubungan shabu-shabu dengan rokok?
4) Mengapa dilarang dan mengapa walaupun dilarang orang tetap suka menjual atau menggunakanya?
5) Berbahayakah benda itu? Apakah shabu-shabu itu sama dengan Narkoba? Dokter barangkali saya terlalu banyak tanya tapi memang saya benar belum tahu.

Itu sebabnya teman-teman bilang saya kuper (kurang pergaulan). Mohon dokter membalas surat saya ini. Atas jawaban dokter, saya ucapkan terima kasih.
Baron-Flores.

Saudara Baron yang Baik,
Selamat bertemu pula buat Anda di Flores. Sebagai orang muda rasa ingin tahu itu, wajar dan perlu. Namun yang paling cocok bagi pelajar bila keingintahuan itu perlu diarahkan kepada hal-hal yang menyangkut pelajaran dan sesuatu yang berguna untuk masa depan.

Keingintahuan Anda terhadap shabu-shabu juga baik, agar Anda bisa memilah mana pengetahuan yang berguna dan mana yang tidak perlu atau merugikan masa depan.

Shabu-shabu yang Anda tanyakan sebenarnya adalah salah satu jenis narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya). Menurut undang-undang No. 9 Tahun 1976, narkoba adalah bahan-bahan alamiah, sintesis (buatan) maupun semi sintesis yang dipakai sebagai pengganti morfin atau heroin yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan atau ketagihan (drug addicts) yang merugikan pemakainya.

Shabu-shabu termasuk narkotika golongan stimulan yakni zat yang menimbulkan rangsangan terhadap otak dan syaraf sehingga kadang disebut obat perangsang.

Di antara kalangan pengedar dan pemakai di kota-kota besar, mereka sering menyebut shabu-shabu dengan nama beken: ubas atau SS atau mecin.

Jenis-jenisnyapun diberi nama yang aneh-aneh seperti: gold river, coconut atau crystal. Bentuknya bisa bundar seperti bola kristal sebesar batu kerikil atau juga berbentuk serbuk.

Sebagaimana obat narkotika lainnya shabu-shabu dilarang, bahkan bila ketahuan memiliki atau mengedarkan akan dihukum. Barang haram ini dilarang karena dapat menyebabkan ketagihan atau ketergantungan.

Banyak cara pengedar narkoba mencari sasarannya. Awal mulanya sering diberikan secara gratis (umpan pertama). Setelah penggunanya menjadi kecanduan atau ketagihan, akhirnya mereka dipaksa harus membeli sendiri. Bila sudah demikian, karena sudah ketagihan mereka berusaha untuk harus dan harus memperolehnya dengan cara apa saja.

Tek heran muncul perilaku kriminal, berbohong, manipulasi, mencuri, menggadai barang, merampok, bahkan bisa membunuh demi mendapatkan uang agar dapat membayar narkoba.

Cara memakai atau mengkonsumsi narkoba ada beberapa cara, ada yang dengan cara membakar di atas aluminium foil dan diisap melalui alat yang disebut bong (botol dengan beberapa sedotan).

Bagi orang yang suka merokok (perokok berat) akan lebih mudah dan lebih mungkin terjerumus ke dalam penggunaan narkoba. Efek setelah pakai shabu-shabu yakni menimbulkan semangat dan tidak bisa diam.

Syaraf dirangsang untuk terus bergerak, tidak ingin makan, tidak bisa tidur, tidak merasa lelah/letih, menimbulkan rasa segar terus. (Hal ini melawan kodrat manusia : kondisi fisik perlu istirahat untuk pemulihan).

Efek negatif atau bila keracunan akan timbul: gemetaran anggota badan, mulut atau bibir kering, anoreksia (hilang selera/ napsu makan), perut rasa mual seperti banyak makan asam, cepat marah, halusinasi (pengindraan yang tidak sesuai dengan sesungguhnya, contoh: melihat anak/saudarinya sendiri seperti melihat kekasihnya sehingga pengguna narkoba bisa memperkosa anak/saudarinya). Gejala lain: tidak bisa tidur, otak sulit berpikir (konsentrasi) penurunan berat badan, impotensi, kerusakan hati dan ginjal, stroke bahkan kematian.

Bagi mereka yang sudah kecanduan atau ketergantungan bila putus zat tiba-tiba, atau bila tidak memperoleh shabu-shabu lagi maka akan terjadi gejala putus zat seperti: cepat capek, tidur terus, mudah marah, tidak ada semangat, depresi, merasa dikejar-kejar oleh seseorang atau sesuatu, timbul tentang pikiran kematian, timbul ide membunuh, mencelakakan diri sendiri atau orang lain.

Saudara Baron, setelah Anda mengetahui betapa berbahayanya shabu-shabu ini, saya berharap Anda tidak lagi merasa "kuper" lagi. Bahkan Anda bisa menjadi agen penyembuh dan penasehat bagi teman-teman Anda yang kemungkinan sedang dekat dengan jurang kehancurannya.

Dan bagi yang belum tahu, perlu dinasihati agar jangan mencoba karena sekali mencoba narkoba akan terbelenggu seumur hidup. Untuk itu dunia sudah menganjurkan kepada anak muda untuk SAY NO TO DRUGS.

Demikian jawaban saya, semoga ada artinya buat Anda dan teman-teman Anda.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 10 Mei 2009, halaman 13

1 komentar:

Malem dok, saya ne orang yg penasaran ama rasa,ganja udah, nah ne sekarang saat nya ss,pgen nyoba satu porsi aja,aman kan? Mumpung tmen lg ada neh, sueerr dah cman dikit...gman?

Regards,
Phidi bastian

27 Mei 2009 10.03  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda