Tahta, Harta dan Wanita

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

BENARKAH Antasari bersalah? Terkenal ke seantero jagat, itulah Antasari, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Reputasinya yang luar biasa dalam bidang tangkap koruptor, membuat banyak pihak terkaget-kaget menghadapi ketegaran laki-laki ini.

Setelah sukses menjebloskan sekian orang ke dalam hotel pordeo gara-gara "korupsi", pamor Antasari pun bagai meteor melintasi langit kota Jakarta. Namun tiba-tiba saja, Antasari kesandung kasus pembunuhan, bukan karena urusan korupsi yang telah mengangkat citra dirinya, tetapi soal perempuan dan cinta segitiga yang disinyalir sebagai penyebab.

Nama Antasari pun berkibar dalam berita soal tahta, harta dan wanita. Tahta identik dengan singgasana kekuasaan, harta atau kekayaan berlimpah adalah ikutannya. Dua hal ini menjadi lengkap bagai ruas ketemu buku, dengan kehadiran wanita.

Ah, wanita kasihan benar nasibmu. Mau saja masuk dalam perangkap pejabat yang doyan selingkuh.
***
"Ini kata Kristina lho, bukan kata Nona Mia," Rara cepat-cepat melengkapi komentarnya setelah melihat wajah Nona Mia terlipat karena marah. "Kristina, si penyanyi dangdut istrinya AL Amin yang dijebloskan Antasari ke penjara gara-gara korupsi. Kristina yang sedang dalam proses perceraian dengan Al Amin.

Kristina yang begitu terlukanya menghadapi kenyataan bukan hanya soal korupsi dan kasus suap, tetapi terutama soal perempuan yang tertangkap tangan bersama sang suami. Begitu ceritanya," Rara merasa perlu memberi penjelasan. "Kristina yang bilang banyak pejabat doyan selingkuh! He he he benar-benar tahta, harta, dan wanita!"

"He he he jangankan pejabat besar seperti Antasari. He he kalau betul dia terbukti bersalah. Pejabat kelas teri seperti Jaki saja, juga maenkan tahta, harta, dan wanita. Wanita-wanita..." Rara terus berbicara. "Aku juga, sama! Maaf ya Nona Mia, ini sama sekali tidak ada
hubungannya dengan kamu bukan? Kamu tidak termasuk jenis wanita-wanita yang rela masuk dalam sarang selingkuh para pejabat bukan? Ya kan Nona Mia manis..."
***
"Aduh, seandainya aku jadi Antasari. Punya kuasa, punya harta, wah, ditambah wanita lagi. Hmm kamar 808 atau 802 atau kamar berapa ya. Bahagianya jadi Antasari dengan gadis secantik Rani Juliani. Tetapi tentu saja, tidak secantik Nona Mia.

Nona Mia kamu pasti lebih cantik. Wah, kalau para bos itu lihat kamu, pasti kalang kabut, kamu jadi rebutan, kamu tinggal pilih suka-suka kamu, kamu jadi piala bergilir, dan cepat atau lambat kamu pasti jatuh ke pelukanku. Aduh, Nona Mia! Mana lebih ganteng! Aku atau Antasari? He he he..." Jaki jadi salah tingkah tidak karuan. "Bagaimana Nona Mia?" Jaki mengedipkan matanya menghadapi Nona Mia.

"Halo, Nona Mia," Rara pun nyambung. "Apa khabar? Jangan mau kalah dengan itu Rany Juliani mantan caddy golf. Kamu lebih cantik. Hanya kamu perlu tambahan senyum sambil berkedip dan lenggang kangkung gaya bebek! Nah, tidak perlu Antasari, aku saja! Aku jadi orang pertama yang akan menikahimu secara sirih pinang!

Lebih ganteng mana antara aku dan Antasari?"
"Bisa diam tidak!ö Nona Mia bangkit berdiri dan marah besar. öKamu kira aku ini perempuan gampangan ya? Yang murah saja jadi piaraan kamu kah? Kamu orang atau bukan orang sih!" Nona Mia marah bukan kepalang membuat Jaki dan Rara terpental beberapa langkah ke belakang. "Kamu mau pukul rata semua perempuan ya.

Kamu kira aku semurah perempuan yang terjebak dalam doyan selingkuhnya para pejabat?" Nona Mia menarik kerah baju Jaki dan Rara dengan kedua tangannya, dan mendorong sekuat tenaga, sehingga kedua laki-laki hidung belang itu tersungkur.
***
"Halo Nona Mia! Ada apa? Mengapa jadi galak begini?" Benza berdiri di tengah-tengah. "Apa yang terjadi dengan dua pejabat kita ini?" Tanya Benza. "Apakah kalian berdua termasuk pejabat yang doyan selingkuh? Masuk dalam opini Kristina si penyanyi dangdut? Kamu berkelahi memperebutkan Nona Mia?"


"Kami dihajar Nona Mia!" Kedua laki-laki itu berusaha berdiri.
"Dihajar Nona Mia?" Benza terbelalak.
"Ya! Kamu juga bakal saya hajar, kalau berani menjatuhkan penilaian salah terhadap saya. Kamu kira pejabat yang doyan selingkuh itu keinginan perempuan? Kamu kira perempuan gampangan?" Nona Mia marah bukan maIn. "Selingkuh dimana-mana.

Berbagai selingkuh. Selingkuh pilkada, selingkuh suksesi, selingkuh pemilu, selingkuh suara, selingkuh korupsi, selingkuh video, selingkuh sms, segala selingkuh selalu memanfaatkan perempuan sebagai umpan? Dengan keperkasaannya berlindung di balik daster perempuan. Seolah-olah perempuan adalah biang kerok! Ayoh, kalau berani maju satu lawan tiga..." Ancam Nona Mia.

"Nona Mia! Apakah kamu serius?" Benza ternganga.
"Ya! Saya mual melihat perilaku para pejabat, para penguasa model kalian bertiga yang sok perkasa tetapi ikut-ikutan berlindung di balik ketiak perempuan untuk menyelamatkan diri! Ayoh maju!" Nona Mia menantang dengan mata melotot. Jaki, Rara, Benza kabur dengan langkah seribu...*


Pos Kupang Minggu 10 Mei 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda