Cincin Kenangan

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda


RUTIN tiap lima tahun terjadi ribut-ribut soal cincin kenangan, lencana, hadiah purnabakti dan sejenisnya untuk anggota DPR DPRD yang terhormat. Tidak heran jika Jaki ikutan disoroti. Maklum satu anggota Dewan ini dikenal vokal mengkritisi berbagai ketimpangan yang terjadi di kalangan masyarakat maupun di kalangan orang dalam.

Bagi Jaki, budget untuk rakyat kecil, itulah yang terpenting. Begitulah, soal cincin kenangan dan sejenisnya itu dia diam seribu bahasa. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tiada seorang pun yang tahu. Jaki memang lain daripada yang lain. Dia beda dengan rekan sejawat yang tampak wajar dan tenang saja menghadapi protes masyarakat soal cincin kenangan.

***
Konon, sejak cincin kenangan dan sejenisnya diagendakan, Mister Jaki kena tulah nomor satu, tidak bisa bicara. Lidahnya keluh dan mulutnya terkunci rapat. Dia sudah berobat dari satu dukun ke dukun lainnya, namun belum berhasil. Terakhir, gara-gara operasi dukun, bibir Jaki jadi dower seperti bibir Umi Sarah dalam Inayah Sinetron kejar tayang di salah satu tivi swasta. Al hasil mulut Jaki lebih terkunci rapat.

Para wartawan kecewa berat, sebab tidak dapat mewawancarai Jaki yang terkenal jago bicara soal membela masyarakat kecil dan terpinggirkan. Anehnya, menulis pun Jaki tidak sanggup. Jemarinya kaku akibat kena tulah nomor dua, tidak bisa menulis. Dua hal yang sangat mengkhawatirkan semua orang yang mengenal Jaki. Maklum saja penampilan Jaki selama ini, selain dikenal vokal, Jaki juga gagah perkasa sangat percaya diri, dan dalam beberapa hal mirip benar dengan Abi suami para istri dalam Inayah. Kasihan Jaki!

***
Untuk mengetahui Jaki tidak setuju atau setuju dengan hadiah cincin kenangan dan sejenisnya, menjadi lebih sulit, setelah Jaki kena tulah nomor tiga, tidak bisa menggeleng dan mengangguk. Padahal setuju atau tidak setuju ini penting sekali diketahui, sebagai syarat kesembuhan Jaki. Semua orang pun heran.

Gaya Jaki selama ini dikenal ringan dan kocak. Jika dibandingkan dengan bintang sinetron, gaya geleng dan angguknya Jaki mirip benar dengan Marvel suami Melati dalam sinetron Melati Untuk Marvel. Banyak perempuan tergila-gila padanya hanya karena gaya Marvelnya ini. Namun apa daya tulah yang diderita Jaki belum dapat disembuhkan.

Nona Mia dan Benza sahabatnya masih mengharapkan Jaki dapat memberi isyarat melalui kedipan mata, namun astaga! Sayang sekali, Jaki pun kena tulah nomor empat, yaitu matanya buta. Apa yang telah terjadi? Padahal mata Jaki mirip benar dengan matanya Ari Wibowo, bukan mata orang kita. Matanya kebiru-biruan menambah kegantengan Jaki. Kalau mata sampai buta, betapa menyesalnya! Seandainya mata Jaki hitam, kuning, atau hijau, biarlah buta tidak mengapa.

Tetapi mata biru, sungguh sayang untuk dibiarkan buta. Karena itulah Nona Mia bertekad mencari dukun yang paling jitu untuk mengusir semua tulah yang menimpa sahabat baiknya Jaki.
"Penyembuhannya sederhana saja. Tulah akan segera lenyap dari Jaki. Syaratnya hanya satu. Jaki harus sanggup menjawab setuju atau tidak setuju dengan cincin kenangan dan sejenisnya," kata Rara sang dukun sakti.

"Apa yang akan terjadi kalau Jaki jawab setuju?" Tanya Nona Mia.
"Apa yang akan terjadi kalau Jaki jawab tidak setuju?" Tanya Benza.
"Apa yang akan terjadi?" Sang Dukun mengangkat wajahnya tinggi-tinggi. "Jawabannya akan datang dengan sendirinya kalau jawaban sudah ditentukan Jaki. Sepanjang Jaki belum menjawab, saya pun tidak dapat menjawab!"

"Bagaimana caranya?" Nona Mia setengah memaksa. "Temanku Jaki kena tulah tidak bisa bicara alias bisu, tulah tidak bisa menulis, tulis tidak bisa menggeleng dan mengangguk, dan tulah tidak bisa melihat. Bagaimana mungkin mendapat jawaban darinya? Tolonglah kami tuan dukun bagaimana caranya agar kami dapat jawaban ya atau tidak dari Jaki. Tolong kami..."
"Bukankah dia masih bisa mendengar? Tanya padanya. Kalau setuju hadiah cincin kenangan dan sejenisnya, dia bisa maju dua langkah. Kalau tidak setuju, dia bisa mundur dua langkah.

Gampang sekali!" Rara sudah tidak sabar. Dia merasa reputasinya sebagai dukun terkenal sudah dicemari oleh kasus Jaki.

***
Jaki kena tulah nomor lima, tidak dapat bergerak kiri kanan muka belakang. Jaki hanya diam, dan kaku di tempat. Jaki seperti patung hidup yang dipajang di etalase tokoh pakaian olahraga. Kasihan Jaki. Nona Mia dan Benza sedih bukan main melihat nasib Jaki sahabatnya.

"Panggil dukun!" Pinta Nona Mia. "Bawa dukun kemari agar dapat melihat dari dekat kondisi terakhir Jaki. Dia harus segera ditolong.

"Dengan cara apa aku harus menyembuhkannya? Lima tulah telah mengepung dirinya..." Sang Dukun Rara berpikir keras. "Ooooh aku tahu, berikan padaku cincin kenangan itu. Kenakan pada jari manisnya!"

Nona Mia dan Benza segera mencari cincin kenangan. Sang Dukun menyematkannya pada jemari Jaki. Astaga! Jaki sembuh dari semua tulah. *


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 1 Lanjut...

FOTO DOK Keluarga
Viktor Yermias Tiran bersama keluarga

Bangun Komitmen Raih Perubahan


DILANTIK 25 Maret 2009 menjadi Wakil Bupati, Viktor Yermias Tiran, S.Sos, M.Si, mendampingi Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D yang dipilih masyarakat untuk memimpin Kabupaten Kupang periode 2009 - 2014.
Menjadi Wakil Bupati Kupang, bagi Viktor, bukan sekadar mendapat pengakuan sosial. Lebih dari itu, sejak awal Viktor memiliki komitmen kuat bersama Bupati Titu Eki untuk membawa Kabupaten Kupang menuju suatu perubahan dengan berbagai program strategis.

Apa pun alasannya, Viktor akan tetap berusaha mewujudkan impiannya dengan berbagai program untuk meyakinkan masyarakat. Dia tahu, masyarakat dewasa ini tidak suka lagi dibujuk dengan janji-janji manis melalui visi-misinya. Mereka ingin bukti nyata yang diwujudkan melalui pembangunan. Simak pandangan dan sikap Viktor dalam wawancaranya dengan Pos Kupang.

Kenapa Anda mau menjadi orang nomor dua, sementara semua kebijakan ada pada orang nomor satu?
Menjadi orang nomor dua, awalnya sulit diterima oleh keluarga dan sahabat. Karena mereka beranggapan bahwa menjadi wakil itu sama halnya dengan ban reserf, jika dibutuhkan baru dimanfaatkan. Untuk menepis hal itu, melalui suatu pergumulan dan permenungan yang panjang, baru ditemukan suatu jawaban, bahwa kepercayaan yang diberikan itu tidak datang dua kali.


Karena itu saya bertekad akan membuktikan bahwa menjadi orang nomor dua bukan sebagai ban reserf, akan tetapi memiliki peran yang sama, bersama bupati menjalankan maksud dan tujuan yang sama untuk membangun Kabupaten Kupang yang bermartabat.

Menjadi orang nomor dua tidaklah mudah, tetapi berkat motivasi dari diri dan keluarga ketika diajak diskusi oleh Pak Ayub Titu Eki yang menjadi Bupati Kupang saat ini, beliau menginginkan orang muda untuk mendampinginya, untuk mewujudkan dan membawa perubahan di Kabupaten Kupang yang sangat lamban.

Nomor satu maupun nomor dua sama-sama memiliki pandangan dan tujuan yang sama untuk mewujudkan cita-cita yang luhur, membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara nomor satu dan nomor dua, karena semua akan direncanakan dan dikerjakan secara bersama-sama demi terwujudnya pembangunan. Kami memiliki komitmen yang sama, sehati, sesuara membangun masyarakat yang mandiri dan bermartabat.

Sebagai orang nomor dua, saya tetap konsisten mendukung bupati. Beliau sebagai pimpinan dan juga sebagai orangtua saya yang memiliki kebijakan. Kami akan tetap mempertahankan kebersamaan ini selama lima tahun memimpin Kabupaten Kupang.

Setelah dilantik, Anda selalu turun ke masyarakat. Apa yang Anda rasakan?
Ketika berada di tengah-tengah masyarakat, begitu banyak hal yang mereka keluhkan. Pembangunan infrastruktur sangat lamban dan tidak merata, perkembangan ekonomi pun dirasakan berjalan di tempat, tidak membawa perubahan yang signifikan di semua kecamatan. Masyarakat kita membutuhkan suatu perubahan yang komprehensif selama lima tahun kepemimpinan ini. Banyak kebijakan yang dirasakan masyarakat selama ini tidak semuanya memihak pada masyarakat kecil. Hal tersebut akan diputuskan dan memulai sesuatu program yang baru berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Sasaran program adalah membawa perubahan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat dan menata wajah Kabupaten Kupang lebih baik dengan berbagai kebijakan yang memihak pada rakyat.

Ketika membuat suatu keputusan selalu didahului dengan mendiskusikan konsep tersebut bersama bupati sebagai atasan dan juga sebagai orangtua yang bijaksana. Menuangkan semua kebijakan dan program pembangunan dalam konteks pemeritahan, juga melibatkan unsur birokrasi sebagai mesin penggerak menjadi jembatan untuk memfasilitasi pemerintah dan masyarakat yang harus dipersiapkan secara baik jika tidak ingin program pembangunan ini sia-sia. Semua kebijakan yang diambil bupati juga selalu didiskusikan dan selalu membuka ruang untuk menerima masukan sebelum bertindak. Kami tidak mengenal istilah keputusan sepihak dan berpikir langsung berbuat, tetapi mempertimbangkan secara matang.

Setelah menjadi Wakil Bupati, Anda harus meninggalkan anak tunanetra yang diasuh selama ini. Bagaimana perasaan Anda?
Ketika menerima kepercayaan masyarakat menjadi Wakil Bupati Kupang, terjadi suatu gejolak dan peran batin yang sangat besar. Perasaan batin mengatakan, kasihan pada anak-anak tunanetra yang membutuhkan perlindungan. Bagaimana harus meninggalkan 70 anak tunanetra yang setiap hari selalu bersama- sama. Kami sangat dekat. Mereka saya anggap seperti keluarga sendiri yang harus dilindungi.

Di satu sisi, saya harus menjalankan amanah rakyat yang telah mempercayakan kami untuk mempimpin Kabupaten Kupang selama lima tahun ke depan untuk membalas kemenangan masyarakat dengan membangun perekonomian yang baik.

Masyarakat dan keluarga tetap menaruh harapan dan beban pada pundak kami agar selalu berhati-hati dalam bekerja sehingga dapat mewujudkan impian membawa perubahan bagi Kabupaten Kupang. Jika kita berhasil membangun Kabupaten Kupang selama lima tahun ke depan, maka itu akan dijadikan masyarakat sebagai keberhasilan mereka. Masyarakat menentukan sendiri apa yang harus dikerjakan pemerintah sesuai kebutuhan mereka.

Bagaimana Anda membangun kepercayaan diri untuk membangun Kabupaten Kupang?
Selama lima tahun dipercayakan oleh Gubernur NTT menjadi pengasuh tunanetra, masih jauh dari harapan. Masih banyak hal yang belum saya berbuat untuk mereka. Ada satu konsep yang masih menjadi pekerjaan rumah buat saya, yakni bagaimana mengupayakan agar ketika para tunanetra keluar dari panti asuhan, mereka bisa mendapat tempat dan hidup di tengah- tengah masyarakat. Minimal mereka harus diterima di masyarakat tanpa ada perbedaan status sosial.

Tanggung jawab sebagai pengasuh panti sangat berbeda dengan tugas dan tanggung jawab seorang wakil bupati. Apa komentar Anda?
Menjalankan roda pemerintahan tidak semudah seperti yang dibayangkan saat menjadi pengasuh panti asuhan. Sangat berbeda secara konseptual. Ketika membahas tentang konsep, tanggung jawab sebagai pengasuh panti asuhan sangat besar. Namun tanggung jawab sebagai wakil bupati dan menjadi orang nomor dua di daerah ini lebih berat dan sangat penting. Karena semua konsep harus diimplementasikan melalui berbagai kebijakan dan program yang dilaksanakan oleh pimpinan SKPD hingga camat dan kepala desa/lurah.

Untuk golnya visi-misi yang ada, perlu dukungan dari birokrat yang mampu mendukung semua program yang dicanangkan untuk membangun masyarakat Kabupaten Kupang. Jika program kerja tidak didukung oleh birokrat, maka semua program akan gagal. Aparat harus mampu menerjemahkan semua kebijakan yang dibuat pimpinan dan melihat kembali kemampuan dari diri sendiri dengan risiko terjadi pembenahan struktur organisasi birokrat secara selektif.

Menurut Anda, konsep pembangunan seperti apa yang diharapkan masyarakat?
Pada awal kepemimpinan ini, kami tidak memiliki konsep yang spesifik. Kami memiliki beberapa konsep yang strategis yang merupakan gambaran kebutuhan masyarakat yang belum optimal, sehingga akan dilaksanakan secara serentak dan akan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Masyarakat menginginkan pembangunan yang berdampak pada perubahan ekonomi kerakyatan yang bermuara pada kesejahteraan.

Hal yang paling mendasar adalah Kabupaten Kupang harus memiliki tata ruang yang bisa menggambarkan potensi sumber dan permasalahan yang ada bisa diatasi walau harus dengan intervensi. Dengan adanya tata ruang semua potensi dan permasalahan sudah terdeteksi sehingga program yang akan diluncurkan berdasarkan masalah yang dihadapi pada semua lapisan masyarakat. Membangun masyarakat Kabupaten Kupang harus dapat mengetahui dan memahami tipologi masyarakat dari masing-masing kecamatan. Tipologi masyarakat pesisir akan berbeda dengan masyarakat pedesaan yang berkebun secara berpindah-pindah.

Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kupang juga masih jauh dari harapan, karena kekurangan tenaga medis pada setiap kecamatan. Sarana dan prasarana kesehatan telah dibangun, namun tidak menyediakan tenaga medis. Juga mutu pendidikan masih rendah karena kekurangan tenaga pengajar. Bahkan ada sekolah hanya memiliki seorang tenaga pengajar. Ini semua akan dibenahi demi mewujudkan masyarakat yang mandiri dan bermartabat.(tomas duran)

Bersama Keluarga Kunjung Warga

KETIKA mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Kupang, Viktor Yermias Tiran ditolak oleh kedua anaknya, Doni Alberto Tiran dan Lanny Tiran, yang mulai tumbuh dewasa. Saat ini keduanya duduk di bangku kuliah. Mereka sudah mengerti dan memiliki cara pandang berbeda terhadap pejabat.

Kedua anak Viktor melihat bahwa menjadi pejabat apa pun sering dimaki dan diancam ketika tidak disenangi oleh kelompok tertentu. Dony dan Lanny tidak mau ayah mereka dicerca dan dimaki. Namun berbagai alasan yang disampaikan kedua anaknya itu dapat dimentahkan setelah diajak diskusi bersama istrinya, Ny. Yulia Pasu-Tiran, seputar jabatan politis yang bakal dieban.

Setelah terpilih dan dilantik menjadi orang nomor dua mendamping Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, kata pria kelahiran Baun 4 Juli 1963 ini, keluarganya diajak untuk membaur dengan masyarakat ketika melakukan kunjungan ke desa-desa pada hari- hari libur atau hari Minggu.

Dari kunjungan tersebut, kata Viktor, keluarganya akhirnya bisa memahami dan menerima tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai seorang pejabat negara yang ingin membawa perubahan di Kabupaten Kupang.

Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati, Viktor selalu meluangkan waktu besama istri dan kedua anak mereka untuk berdiskusi bersama dan mengisi waktu liburan dengan acara keluarga. "Saya selalu memonitor dan mengawasi keberadaan kedua anak saya. Dan berada di mana saja istri dan kedua anak saya, Doni dan Lanny, selalu memberikan informasi," katanya. (mas)


Data Diri
-------------
Nama : Viktor Yermias Tiran, S.Sos.M.Si
TTL : Baun, Amarasi Barat, 4 Juli 1963
Istri : Yulia Pasu - Tiran
Pekerjaan : Guru SDI Oepura-Kupang
Anak : - Doni Albert Tiran
Mahasiswa, FISIP Undana
- Lanny Tiran
Mahasiswi Unwira - Kupang
Pendidikan : SD GMIT Baun (1976)
: SMPN Baun (1979)
: SMA Kristen Kupang (1983)
: Strata 1, Universitas Muhamadya-Kupang (1996)
: Strata 2, Universitas Muhamadya- Malang (2003)
Organisasi : Ketua 1, DPD Organda NTT (2004)
: Pengurus Kwarda Pramuka NTT (2006 - sekarang)
: Pengurus Fomi NTT (2006 - sekarang)
: Ketua Umum Soina NTT (2009)
: Pembina Pertina NTT
: Ketua Umum Forum Generasi Muda Timor di Kabupaten Kupang



Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 3 Lanjut...

Dari Enoneten untuk Dunia



POS KUPANG/ALFRED DAMA
JAGA KELESTARIAN HUTAN -- Masyarakat Enoneten mendapat penjelasan dan motivasi dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah itu dari Sekertaris Dinas Kehitanan Kabupaten TTS, Pit Fay.

POS KUPANG/ALFRED DAMA
HUTAN ENONETEN --Wilayah Hutan di Enoneten yang masih terjaga dengan baik hingga kini.


PEMANASAN global (global warming) yang ditandai dengan bencana banjir akibat curah hujan dengan inetensitas tinggi dalam waktu singkat, udara yang terasa sangat menyengat pada musim kemarau, debit air sungai yang makin kecil dan perubahan udara yang semakin ekstrim telah menyadarkan berbagai pihak.

Penyebab pemanasaan global tidak terlepas dari tindakan manusia seperti pembalakan hutan secara liar, pembukaan lahan pertanian dengan mengkonversi lahan hutan dan lainnya.

Gerakan menanam pohon pun dilakukan baik oleh pemerintah, perusahaan negara maupun swasta, siswa sekolah dan perguruan tinggi maupun masyarakat dan lainnya untuk mengembalikan vegetasi yang hilang tersebut. Berbagai gerakan tersebut selalu dalam satu semangat dan keinginan yakni menekan pemanasan global.

Adalah warga Desa Enoneten di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Warga Desa ini dengan setia menjaga dan melestarikan hutan yang diwariskan nenek moyang mereka. Warga di desa yang berjarak sekitar 17 Km dari Kota SoE ini dengan setia menjaga setiap jengkal hutan warisan leluhur.

Dalam hutan ini terdapat aneka tanaman di antaranya pohon mahoni, pohon kayu merah, aneka jenis tanaman perdu, pohon johar, pohon asam, gamelial, beringin dan aneka pohon lainnya.Rata-rata pohon ini tempat ini mencapai tinggi hingga 20 meter. Sinar matahari bahkan tidak sampai menembusi lebatnya hutan yang dirawat warga desa itu.

Dalam kawasan hutan ini juga hidup rusa, babi hutan, kus-kus dan berbagai jenis burung serta hewan lainnya
Desa Enoneten yang merupakan pemecahan dari Desa Mio ini memiliki luas 21 km persegi dan berpenduduk sekitar 1.585 jiwa atau 391 kk.
Untuk Anak Cucu
Kawasan hutan di Desa Enoneten ini masuk dalam kawasan hutan Bayafa seluas 1.896 hektar. Hutan ini telah diregister oleh pemerintah melalui Dinas Kehutanan Kabupaten TTS (Registrasi Tanah Kehutanan/RTK) 34. Dan, hutan yang masuk wilayah Desa Enoneten seluas 262 hektar atau dikenal dengan kawasan hutan Oeayo.

Menurut tokoh masyarakat dan juga Kepala Dusun Enoneten, Melkior Tse, kawasan hutan Oeayo merupakan kawasan yang telah dijaga secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Keteguhan hati untuk menjaga hutan ini menjadikan hutan ini tetap perawan hingga saat ini.

Sikap hormat pada nenek moyang diwujudkan melalui sikap mereka menjaga kelestarian dan kemurnian hutan itu.
Sejak tahun 2000, bersama Dinas Kehutanan, warga desa ini mulai menfaatkan lahan hutan dengan menanam kemiri. Menurut Melkior, saat menanam kemiri tahun 2001 dilakukan prosesi adat. Dalam prosesi itu, para orangtua yang menanam kemiri menerima pemberian anakan pohon kemiri dari anak-anak mereka untuk di tanam pada lubang yang sudah disediakan.

Makna dari proses itu adalah pohon kemiri yang ditanam tersebut bukan milik mereka melainkan milik anak dan cucu mereka. Nantinya pohon kemiri tersebut akan diwariskan ke anak dan cucu mereka.

Sekertaris Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten TTS, Pit Fay menjelaskan pesan dalam prosesi itu adalah setiap warga Enoneten harus menyadari bahwa hutan yang ada saat ini bukan milik mereka tetapi milik generasi yang akan datang. Para orangtua berkewajiban menjaga hutan tersebut yang nantinya akan diwariskan kepada anak-anak mereka.

"Cara ini supaya orangtua tahu bahwa mereka wajib menjaga hutan untuk anak-anak mereka. Hasilnya juga untuk anak-anak mereka," jelasnya.

Bagi anak-anak Enoneten yang nantinya dewasa juga berkewajiban menjaga hutan yang selanjutnya diwariskan lagi ke anak-anak mereka dan begitu seterusnya.

Kesadaran masyarakat Enoneten bukan saja menjaga hutan. Lahan pertanian mereka yang bisa mereka sebut dengan belukar juga dikonversi menjadi hutan kemiri. Sehingga lahan hutan yang ada terus melebar.

Bagi Melkior Tse dan masyarakat Enoneten, menjaga dan melindungi hutan diyakini hanya kewajiban yang harus dilaksanakan secara turun temurun. Mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka.

Bagi mereka, menanam dan menjaga kelestarian hutan bertujuan menjaga alam mereka agar tetap asli. Namun, tanpa disadari masyarakat Enoneten telah melakukan hal besar untuk dunia.

Masyarakat Enoneten telah menjaga bagian paru-paru bumi yang bisa menjaga keseimbangan alam. Mereka tidak tahu apa itu global warming. Bahkan mendengar istilah itupun tidak pernah. "Kita tidak tahu artinya pemanasan global, kami hanya jaga apa yang harus kami jaga," jelasnya.

Mereka tidak mengetahui bahwa belakan bumi yang lain sudah mengalami dampak akibat pemanasan global namun bereka berharap agar bencana itu tidak sampai ke desa mereka. Cara yang lakukan adalah terus menjaga dan melestarikan hutan peninggalan nenek moyang mereka.

Menurut Melkior, dengan menjaga hutan maka mereka bisa menjaga kelestarian sumber air di desa mereka, apalagi kini hutan sudah menjadi sumber pendapatan mereka dari pohon kemiri yang mereka tanam di hutan itu. "Kami tidak tahu hutan ini juga berguna untuk orang lain, tapi kita senang kalau ada guna hutan ini untuk banyak orang," jelasnya.

Apa yang telah dibuat oleh masyarakat Enoneten ini sepatutnya menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya. Dari tradisi dan kesetiaan menjaga hutan, mereka telah berbuat untuk tetap melestarikan hutan. Dan hutan Enoneten telah memberi kehidupan untuk dunia. (alfred dama)


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 14 Lanjut...

Pensi Kembangkan Kreasi


POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
PENTAS SENI--Para siwa SMANZA Kupang ketika mengikuti pentas seni tari di UPTD Pengembangan Seni Budaya Propinsi NTT, Kamis (18/6/2009).


HISTERIA ratusan pelajar Smanza, sebutan "gaul" untuk SMA Negeri 1 Kupang, semakin membuat semangat teman-temannya yang sedang unjuk kebolehan menari di atas panggung. Para siswa yang menonton begitu bersemangat. Ada yang berteriak sambil memberikan aplaus dan yang lain mengabadikan moment itu dengan kamera ponselnya.

Suasana seperti itu mewarnai pentas seni dua hari di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Seni dan Budaya Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis dan Jumat (18-19/6/2009).

Di tempat ini, para siswa yang rata-rata adalah kelas XI dari berbagai jurusan menunjukkan kebolehan mereka. Ya, lepas sejenak dari rutinitas di sekolah.

Di atas pentas, pelajar yang mewakili sekolahnya berusaha tampil maksimal. Mereka membawakan tari tradisional NTT maupun tari tradisional dari luar NTT. Berbusana sesuai tema dan asal tari yang dibawakan.

Grup Smanza tampil dengan tarian tradisional yang diiringi tetabuhan gong gendang dan dan perkusi yang dimainkan Paracetamol Grup yang juga anak-anak Smansha.

Pentas Seni (Pensi) Tari Pelajar Smanza Tahun 2009 yang tergabung dalam Tim Bengkel Seni Smanza (Bensin) bersama tim MGMP Seni SMA Negeri 1 Kupang merupakan ajang pengembangan potensi siswa agar dapat mengambil peran aktif dalam dunia seni, khususnya seni tari. Kegiatan ini mengusung tema 'Smanza Returns On Art' yang menjadi wadah peningkatan apresiasi pelajar dalam bidang seni tari.

Beberapa siswa kelas XI IPA II, antara lain Yolan Ndaumanu, Jesica Gasong, Putri Dinanti dan Nining Banesi, kepada Pos Kupang, di sela-sela kegiatan tersebut, mengatakan, pentas seni seperti ini sangat positif bagi siswa.

Menurut mereka, era globalisasi ini banyak membuat kawula muda dan remaja melupakan kebiasaan, adat- istiadat dan budaya lokal yang ada, terutama tarian. Anak-anak muda saat ini lebih suka mengenakan pakaian impor dengan tarian-tarian impor pula seperti break dance.

Mereka melupakan tarian-tarian daerah yang kaya makna dan pesan. Padahal, tarian-tarian daerah ini memiliki nilai luhur budaya bangsa.

Yolan Ndaumanu dan Jesica mengatakan, Pensi seperti ini sangat membantu para siswa dan generasi muda untuk mencintai tarian dan daerah serta menggali potensi budaya daerah yang selama ini mulai dilupakan.

Pensi juga bisa meningkatkan nasionalisme para generasi muda untuk semakin mencintai bangsa dan negaranya sendiri.

Selain itu, katanya, para siswa juga merasa sebagai ajang rekreasi dan refrehsing setelah sekian lama sibuk dengan rutinitas belajar di kelas. Menurut mereka, dari pada waktu senggang dihabiskan dengan jalan-jalan saja, lebih baik mengikuti kegiatan Pensi yang memberikan nilai positif.

"Banyak sekali seni tari yang harus digali di daerah ini dan harus ditanamkan kepada generasi muda. Seperti yang kita saksikan di Pensi ini, ternyata tarian daerah kita sangat banyak dan kaya makna," kata Yolan dan teman-temannya yang dalam Pensi ini membawakan tarian Pakarena dari Sulawesi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Drs. Rato Marianus mengatakan, kegiatan tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menumbuhkan apresiasi pelajar terhadap kebudayaan daerah.

Menurutnya, setiap tahun Direktorat Pembinaan Kesiswaan selalu menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan SMA Negeri 1 telah mengirim utusan ke Jakarta menampilkan tarian daerah NTT. Oleh karena itu, katanya, even ini perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk menggali seluruh potensi yang dimiliki siswa.

Dijelaskanya, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler merupakan bentuk kegiatan yang pada dasarnya makin mencerdaskan siswa. Oleh karena itu, lajutnya, pelaksanaan kegiatanya harus mampu menunjang kegiatan intrakurikuler sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa.

Ia berharap, para siswa bisa terus berlatih karena ilmu dari kesempurnaan adalah pengulangan untuk menjadi bekal keterampilan dan keahlian yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. (nia)


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 13 Lanjut...

Dokter Valens Yth.
Salam Jumpa dari kami di Kefa. Nama saya Amel, karyawati pada sebuah koperasi serba usaha. Langsung saja saya bercerita. Saya sudah cukup dewasa dan mulai banyak mengenal laki-laki. Sudah setahun ini saya berkenalan dan berpacaran dengan seorang pemuda, yang dari penampilannya cukup keren. Nama kesayangannya Kansas. Dia tinggal tidak jauh dari tempat saya, dan dia bekerja pada perusahaan meubel yang dipimpin bapaknya.

Hubungan kami sudah diketahui oleh kedua orangtua kami masing-masing. Bila hari Sabtu atau Minggu kalau bukan dia yang datang ke rumahku, maka saya yang mengunjunginya. Bila kami bertemu pasti mesra sekali. Cumbu rayu menjadi bagian yang tak pernah dilewatkan. Cuma saja dia selalu dan berulangkali minta saya untuk melalukan hubungan seks. Kansas selalu saja berjanji akan bertanggung jawab kalau kelak terjadi apa-apa.

Maksudnya, kalau saya hamil dia mau bertanggung jawab, begitu. Kadang juga dia kelihatan agak memaksa. Tetapi setiap kali dia sampaikan niatnya, selalu saya tolak. Namun sayangnya, sebelum atau sesudah bermesraan itu selesai, pasti ada marah-marah. bahkan beberapa kali dia memukul saya, tidak menganiaya tapi sakit juga.

Saya pikir mungkin karena nafsu yang satu ini (hubungan seks) tidak saya penuhi. Memang dia selalu minta dan saya selalu tolak. Terus terang dokter, dia sangat nafsu dan nafsu sekali, jika saya bandingkan dengan lelaki lain yang pernah saya kenal. Nah, yang menjadi pertanyaan dan problem buat saya adalah:
1) Apakah dia memiliki gangguan atau penyakit kelamin (nafsu)?
2). Selama pacaran ini dia selalu minta hubungan seks, walaupun saya kadang beralasan saya mens. Disamping itu Kansas suka minta celana dalam saya. Untuk apa, dia bilang dia mau pakai. Mengapa bisa begitu?

3) Apakah saya harus menghindari orang seperti itu? Mungkinkah dia memang sudah berpengalaman dengan wanita lain? Saya juga insan yang lemah, dokter, jadi saya khawatir bisa tergoda. Seandainya saya mau putuskan, bagaimana caranya. Sedangkan orangtua juga sangat mengharapkan saya kelak bisa menjadi istrinya Kansas.

Dokter, sepertinya sangat sulit problem saya ini, mungkin dokter bisa bantu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Akhirnya saya tungggu di Pos Kupang edisi Minggu.
Salam, Amel - Kefamenanu

Saudari Amel yang Baik,
Salam jumpa juga buat Anda di Kefa. Kalimat pertama yang ingin saya sampaikan buat Anda adalah: Amel, Anda hebat! Menghadapi orang seperti Kansas memang perlu wanita seperti Anda. Biar berulang-ulang digoda dalam cumbu rayu yang mengasyikkan namun Anda masih tetap seorang Amel yang kuat bertahan dalam prinsip. Dalam satu buku saku tentang seks remaja, M. Torsina menulis sebagai berikut: Seks sangat pribadi sifatnya dan bukan dimaksudkan untuk dicoba-coba atau diisengi.

Seks bukan sekedar soal kenikmatan dan bukan sekedar soal ranjang, tetapi juga menyangkut seluruh struktur hubungan dan mengikat tanggung jawab kedua belah pihak. Mempraktekkan seks dengan memakai badan sendiri untuk tujuan eksperimen, akan memunculkan hal- hal lain yang tak diduga sebelumnya.

Anda akan terjebak dalam banyak hal : kekecewaan, patah hati yang serius, tuntutan-tuntutan tanggung jawab dan lain-lain.

Setelah membaca surat Anda dan memahami cerita Anda tentang Kansas, yang nafsunya begitu tinggi dan memiliki keinginan yang agak aneh, saya inginkan Anda mengetahui sesuatu yang disebut dengan orientasi alternatif. Istilah ini diartikan sebagai orientasi seksual di luar orientasi heteroseksual (hanya melakukan aktivitas seksual dengan dan atau terhadap pasangan yang secara biologis lawan jenis).

Ada juga istilah lain yang disebut sebagai parafilia. Orang yang parafilia memiliki pola yang tak wajar dalam memilih stimulus untuk membangkitkan dorongan seksualnya. Salah satu dari pola ini adalah transvetisme yaitu kondisi di mana seseorang yang senang mengenakan pakaian dari lawan jenisnya atau kondisi yang membuatnya merasa lebih bernafsu. Seringkali hal ini dimaksud untuk membangkitkan gairah atau mencapai orgasme.

Tentang perilaku lain dari Kansas yang saat bercumbu didahului atau diakhiri dengan marah-marah atau pukul- pukul, dapat diartikan sebagai orang yang bertipe sadisme, yang juga merupakan suatu bagian dari parafilia tersebut di atas. Kansas secara tidak sadar akan lebih terangsang dan bergairah manakala menyakiti dan menghina atau marah-marah pada lawan jenisnya.

Menghadapi orang seperti ini, Anda harus berperan besar untuk selalu mengingatkan dan membuat dia semakin sadar ke arah bercinta yang normal. Memang tidak gampang meluruskan suatu deviasi seksual seperti itu, namun dengan pendekatan kasih sayang dan perilaku rohani yang baik akan mampu menyadarkan Kansas dari kekurangan seperti itu.

Dari surat Anda tidak tampak seberapa besar kadar cinta Anda terhadap Kansas. Bahkan Anda bertanya bagaimana cara memutuskannya. Dalam hal ini Anda perlu membuat perhitungan yang matang. Satu tahun bukanlah waktu yang pendek untuk merajut cinta antara Anda dan Kansas.

Tambahan pula, orangtua dari kalian berdua nampaknya akur saja untuk mempersatukan kalian berdua. Yang perlu Anda lakukan adalah meluangkan waktu untuk menjernihkan pikiran sendiri (merenung, bersemadi atau beribadah) dan melihat secara utuh keseluruhan hidup Anda.

Apakah Anda mencintai Kansas, apakah cinta Anda hanya karena dorongan orangtua atau lahir dari lubuk hati Anda. Apakah pola tingkah laku seksual Kansas yang demikian membuat Anda tambah frustrasi? Bila terasa begitu berat melangkah ke depan tak perlu Anda memaksakan diri.

Selagi Anda masih seorang gadis bersih Anda masih bisa mengukir cinta baru yang lebih indah dalam hidup Anda. Dunia tidak selebar daun kelor. Cinta adalah urusan hati. Beverly LaHaye, dalam bukunya yang berjudul The Act of Marriage mengatakan bahwa hatimu menentukan jalan hidupmu.

Hati adalah takhta dari semua emosi, yang baik maupun yang buruk (cinta dan kebencian, sukacita dan kepahitan hati). Jika emosi-emosi seseorang berfungsi sebagaimana seharusnya, ia tidak akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara fisik.

Setelah Anda melewati permenungan tersebut Andalah yang paling berhak menentukan jalan hidupmu. Melanjutkannya bersama Kansas atau mencoba membuka lagi sebuah lembaran cinta baru. Mungkin di sana didapatkan cinta baru yang lebih sejati. Selamat merenung.
Salam , dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 13 Lanjut...




POS KUPANG/ALFRED DAMA
Anak-anak Ny. Ida Ndoen, Gerry dan Pretty


KESUKSESAN tidak datang dengan sendirinya. Kesuksesan harus dilalui dengan doa dan kerja keras. Hal inilah yang dilakukan Ny. Ida Ndoen dalam membina keluarga dan anak-anaknya.
Sebagai single parent (orangtua tunggal), Ida harus menjalani peran sebagai ibu sekaligus ayah bagi dua anaknya. Hal ini harus ia lakukan sejak ayah dari dua anaknya itu meninggal sejak 10 tahun lalu.

Sejak itu wanita berkulit kuning langsat ini terus memotivasi anak-anaknya untuk belajar dan terus berusaha agar bisa yang mejadi yang terbaik. Kini dua anaknya itu, Gerry Ndoen sudah duduk di bangku kuliah Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dan adiknya, Pretty Ndoen baru saja lulus dari SMA Kristesn Mercusuar Kupang.

Yang membanggakan Ida adalah Pretty yang duduk di kelas akselerasi telah lulus Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Bahkan, Pretty bisa lulus seleksi peserta Pertukaran Pemuda Indonesia dan Kanada.
Ditemui di SMA Kristen Mercusuar Kupang, Senin (15/6/2009), Ny. Ida yang kini tinggal di Jalan Advokat Naikoten I Kupang ini mengisahkan perjalanan hidupnya dalam membimbing dan mendidik dua anaknya.

Hidup sebagai orangtua tunggal dari dua orang buah hatinya membuatnya harus terus berusaha memberi yang terbaik buat anaknya.

Hal yang terbaik untuk anaknya adalah menyekolahkan mereka di sekolah yang terbaik. "Berapapun biayanya, semahal apapun sekolahnya, itu bukan masalah, asalkan mereka bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik. Saya tidak pedulikan kebutuhan yang lain. Bagi saya kebutuhan pendidikan anak-anak saya harus utama," jelas Ny.Ida saat berbicang-bincang dengan Pos Kupang.

Tentang anak bungsunya, Pretty yang memiliki prestasi, menurut Ny. Ida, hal itu tidak terlepas dari keinginan kuat Pretty untuk menjadi lebih baik dari teman- temannya.

Untuk pendidikan dasar, Pretty bersekolah di SDK St. Yoseph 3 Kupang. Setelah tamat, Pretty masuk SMPN I Kupang. Namun sekolah ini tidak memberikan harapan yang diinginkan oleh Pretty.

"Waktu di SMP Negeri 1 Kupang, nilai anak saya ini agak turun dan tidak berkembang. Ia mengeluhkan sikap teman-temannya yang belajar tidak sungguh-sungguh. Kondisi ini membuatnya terbawa suasana dan nilainya juga cenderung turun, sampai akhirnya Pretty minta pindah dari sekolah itu," jelas Ny. Ida.

Demi sang anak, Ny. Ida mendukung keinginan Pretty meski anaknya minta bersekolah di Jakarta. Di Jakarta, Pretty dimasukan pada Dian Harapan Jakarta International School. Salah satu sekolah terbaik di Jakarta ini tentu tidak murah, namun bagi Ny. Ida, hal itu tidak masalah.

"Biaya sekolah yang mahal tidak menjadi masalah, yang penting mereka mendapat pendidikan yang baik," jelasnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP di Jakarta, Pretty melanjutkan pendidikan di SMA Kristen Mercusuar. Ny. Ida menjelaskan, pendidikan yang bermutu tentu mahal tapi itu baik buat anak-anaknya.
Bukan hanya sekolah, untuk mendukung belajar anak- anaknya pun ia tidak segan mengeluarkan biaya besar untuk membeli buku.

Menurutnya, buku-buku pelajaran akan sangat membantu dalam belajar. "Anak-anak kalau minta uang bukan buku, biar sedikit tentu saya tidak kasih. Tapi kalau untuk buku, berapapun itu harganya pasti saya kasih. Asalkan itu buku, bukan yang lain. Buku penting untuk belajar. Dan, anak-anak saya suka membaca buku," jelasnya.

Sikap mandiri pada anak-anaknya juga sudah ditanam sejak mereka masih kanak-kanak, apalagi setelah mereka ditinggal sang ayah. Awal kepergian suami, Roy Ndoen (alm), membuat keluarga ini sedikit terpukul, namun dari keterpurukan itulah mereka bangkit untuk menjadi keluarga yang baik dan mapan.

"Pretty mulai rajin belajar sejak ayahnya meninggal. Ia begitu samangat sampai kini, bahkan saya sendiri kaget tahu-tahu ia sudah pandai main gitar. Semua dilakukan secara otodidak. Keinginan untuk maju sangat kuat. Bahkan terlalu asyik belajar sampai lupa makan.

Saya sendiri terpaksa membawa makan untuknya. Saat makan, juga tetap belajar," jelas karyawan Depot Logistik (Dolog) NTT ini.
Semangat belajar itulah yang membentuk anak-anaknya menjadi cerdas. Anak yang cerdas tentu tidak menyulitkan orangtua dan saat memilih sekolah lanjutan pun akan lebih mudah. (alf)

Selalu Berdoa

TIDAK ada yang mustahil bila Tuhan berkenan. Itulah yang membuat Ny. Ida Ndoen dan anak-anaknya selalu berdoa bersama untuk meminta pertolongan Tuhan. Keluarga ini telah menetapkan jam 18.30 setiap hari untuk berdoa. Berbagai harapan dan bergumulan dalam hidup disampaikan dalam doa. Dan, mereka sangat meyakini doa-doanya didengarkan Tuhan.

"Bagi keluarga kami, berdoa dilakukan setiap hari. Dan, Allah itu sangat berkuasa sehingga tidak ada yang mustahil bila Dia berkenan," jelasnya.

Selalu berdoa juga sudah ditanamkan sejak dini pada anak-anaknya. Apapun permasalahan yang dihadapi, tidak lupa selalu berdoa meminta pertolongan Tuhan. Menurutnya, berbagai persoalan sering dihadapi terutama dalam pendidikan anak-anaknya.

Namun semua masalah tersebut bisa teratasi setelah doa-doa disampaikan pada Yang Maha Kuasa. "Semua kesulitan kita bisa diatasi, semua itu cara Tuhan. Jadi tidak ada yang mustahil," jelasnya. (alf)


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 12 Lanjut...

Ronaldo

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

GURU bidang studi tidak masuk pagi itu. Akibatnya kelas menjadi sangat gaduh. Kegaduhan itu terhenti seketika saat Bapak Kepala Sekolah muncul dari balik pintu. Dia menggandeng seorag anak laki-laki berperawakan sedang, berkulit terang, namun berambut keriting.

"Anak-anak,hari ini kamu mendapat seorang teman baru. Namanya Christiano Ronaldo, tetapi dia biasa dipanggil Ronaldo. Dia dan keluarganya dulu tinggal di Poso, Sulawesi tengah.

Namun karena terjadi kerusuhan di sana, maka mereka memutuskan untuk pindah ke daerah kita ini, yang juga merupakan kampung asal bapaknya. Sedangkan mamanya orang Toraja," jelas bapak kepala sekolah. Setelah acara perkenalan diapun pamit untuk kembali ke ruangannya.

"Huh, berani benar kamu memakai nama Chriatiano Ronakdo. Apa dengan kakimu yang pincang itu, kam bisa bermain sepak bola sehebat dia ?" tanya Juan sinis. Juan merasa gusar. Dirinya saja yang merupakan striker handal di sekolah itu tidak berani menyandang nama itu.
"Tidak ada gunanya kamu menghina dia, Juan. Nanti saja pada pertandingan antar kelas nanti kita buktikan apakah dia bisa bermain sepak bola atau hanya menyan-dang nama besar itu saja," ujar Mario yang merasa simpati pada Ronaldo.

***
Pada pertandingan antar kelas Ronaldo ikut bermain membelas kelasnya. Lawan mereka di babak awal adalah kelas yang selama ini sering masuk final. Karena itu Ronaldo benar-benar berkonsentrasi bermain, agar kelasnya bisa memenangkan pertandingan tersebut untuk dapat lolos ke babak berikutnya. Namun hal itu tidak ber-laku bagi Juan.

Dia hanya ingin membuktikan kepada teman-temannya bahwa dia lebih hebat dari Ronaldo. Tujuannya hanya satu menciptakan gol lebih dahulu dari Ronaldo.
Ambisi yang membebani membuat permainan Juan menjadi sangat kaku. Semua umpan matang yang diberikan kepadanya menjadi sia-sia karena tendangannya selalu melenceng keluar gawang.

Karena semua pemain mereka turut mrmbantu menyerang, maka pertahanan menjadi lemah. Hal itu dimanfaatkan pemain lawan sehing-ga gawang mereka lebih dahulu kebobolan.

Melihar situasi tidak menguntungkan, Ronaldo mengambil alih penyerangan. Umpan tidak lagi diarahkan Mario kepada Jua n, namun kini diarahkan kepada Ronaldo yang berani masuk dan mengobrak-abrik pertahanan lawan. Dengan kecepatan berlari yang melamapaui kecepatan pemain belakang lawan, Ronaldo menyambar umpan matang Mario di mulut gawang dan berhasil menjebol gawang lawan.

Kedudukan me-jadi imbang. Teman-temannya di pinggir lapangan pun bersorak kegirangan.
Meski kini mendapat penjagaan ketat dari pemain belakang lawan, namun hal itu tidak membuat Ronaldo kehilangan akal. Kerja sama yang dilakukannya dengan Mario membuat pemain belakang lawan kewalahan.

Kali ini sebuah umpan lambung dari Mario ke arah gawang. Ronaldo yang lebih dulu mencapai bola lengsung menan-duknya ke sudut gawang membuat kiper mati langkah dan gol. Kini kelasnya berbalik memimpin.

Teman-temannya langsung memanggul dan mengelu-elukan Ronaldo ketika permainan usai. Juan hanya menatapnya dari jauh dengan wajah sendu.
"Nah, terbuktikan? Ronaldo yang pincang itu bisa bermain sepak bola. Maka-nya jangan menghina orang cacat !" kata Mario. Juan hanya tertunduk. *


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 12 Lanjut...


FOTO Wikimedia.com

SELAMA ini Anda mungkin mencari solusi alami untuk mengatasi masalah batu empedu. Bisa jadi rambut jagung adalah pilihannya. Pasalnya, sebagai terapi awal, rambut jagung ternyata memiliki potensi besar untuk meluruhkan batu empedu. Beberapa uji laboratorium telah menguatkan dugaan itu.

Rambut jagung dalam kehidupan sehari-hari lebih dilihat sebagai limbah dari industri pangan maupun rumah tangga. Padahal, seperti diungkapkan ahli tanaman obat Dr. Setiawan Dalimartha, sebagian besar masyrakat sudah memanfaatkan air rebusan rambut jagung sebagai obat tradisional untuk peluruh air seni dan penurun tekanan darah.

Penelitian mengenai kandungan rambut jagung sayangnya masih terbatas dan belum banyak dipublikasi. Namun, beberapa penilitan menunjukan ditemukan adanya kandungan flavonoid yang bermanfaat sebagai peluruh batu empedu.

Sebelum Anda mengonsumsi, pastikan memilih rambut jagung yang masih segar. Maksudnya, pilih jagung yang segar dan ambil rambut jagung yang sebagian masih terbungkus pelepah jagung. "Jadi bukan yang di luar. Karena rambut jagung bagian dalam jauh lebih bersih dan banyak mengandung zat yang bermanfaat," kata Setiawan.

Tertarik untuk mencoba? Cara meramunya mudah .

Peluruh batu empedu
Siapkan 30 gram rambut jagung, rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, saring airnya lalu dinginkan. Saring kembali, dan setelah dingin dapat diminum. Minum ramuan ini sehari sekali.

Pereda panas dalam
Siapkan 30-40 gram rambut jagung dan irisan daun pandan. Rambut jagung dan daun pandan direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, saring lalu diminum.

Peluruh kencing (diuretik)
Siapkan 30-50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang. Rebus bahan-bahan dengan air secukupnya. Setelah dingin, saring. Boleh ditambah madu.(kompas.com)



Sakit Batu Empedu Sering Dikira Maag

PENYAKIT batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Namun, tak sedikit pasien penderita batu empedu awalnya mengira sakit yang dideritanya hanya gangguan pencernaan biasa seperti maag.

Seperti diungkap Dr Rino Alvani Gani, Sp.PD (KGEH), spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit International Bintaro, Tangerang, banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag, padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. "Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung membaik," ungkap Rino.

Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama. "Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran empedunya," ungkap Rino.

Untuk membedakannya dengan maag, lanjut dokter yang pernah menjadi peneliti terbaik di Fakultas Kedoteran UI itu, perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. "Kalau maag frekuensi sakit biasanya pelan-pelan hingga akhirnya rasa sakitnya begitu hebat. Tetapi bila batu empedu sakitnya tiba-tiba timbul dengan sangat dan kemudian bisa hilang begitu saja," terangnya.

Peradangan pada kantung dan saluran empedu juga menimbulkan nyeri di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Rasa nyeri berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri. "Rasa sakit biasanya juga terjadi dalam 2 hingga 4 jam setelah menyantap makanan yang berlemak. Timbulnya tiba-tiba sering kali antara jam 9 malam hingga 6 pagi," jelasnya.

Batu empedu, lanjut Rino, biasanya terbentuk di dalam kantung empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain bila batu keluar dari kantung empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain.

"Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah lainnya," ujarnya.
Rino menambahkan, sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh penyebab bereda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni jenis kelamin wanita, usia di atas 40 tahun, diet tinggi lemak, dan kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. "Di Indonesia, penyebab yang paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu," paparnya.

Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid atau sakit tifus. "Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di akntong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak dirasakan pasien tidak merasa sakit atau demam," katanya.

Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di kantung empedu. "Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar-benar habis," ujarnya. (kompas.com)


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 11 Lanjut...

Menambah Garasi pada Rumah


ANDRES Desain Jasa Arsitektur Desain Bangunan, Renovasi & Pengembangan, Pengurusan IMB, Pengawasan, Pelaksanaan, Maket. Jln. El Tari II-Perumahan POLDA NTT, Blok D No. 9 Kupang-NTT Telp. 0380-821719 HP.08124662445
----------------------------------------------------------------------------------

SAYA memiliki sebuah rumah ukuran 13,5meter x 13,5 meter dengan 4 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan km/wc dan dapur. Ukuran tanahnya adalah 30 meter x 20 meter. Menurut rencana, saya ingin menambah satu garasi. Jadi saya minta bantuan bapak untuk mendesain model rumah yang bagus sesuai dengan ukuran pondasi yang sudah ada. Perlu bapak ketahui letak tanah tersebut tepat di sudut jalan. Saya menginginkan ada satu teras di bagian samping dan kamar tidur keluarga dibuat km/wc dalam. Demikian disampaikan, atas budi baik bapak dan Pos Kupang yang telah menyediakan rubrik Rumah Idaman ini, saya haturkan limpah terimah kasih. Ibu Mus

Ibu Mus Yth,
Dengan kondisi rumah yang sudah dibuat pondasi, tentunya bentuk dan tata ruang yang ada tidak terlalu banyak berubah. Namun di sini saya menambah satu buah garasi yang letaknya di bagian belakang, berdekatan dengan dapur sehingga lebih nyaman dan efektif. Kemudian di bagian ruang keluarga saya lengkapi dengan teras samping sesuai dengan permintaan ibu.

Dengan pembagian ruang seperti di atas, maka tampilan exteriornya memiliki dua fasad dimana tampak depan dan samping kanan dapat dilihat dari sudut kanan.

Kemudian tampak depan ditandai oleh komposisi garis vertikal dan horizontal pada kolom dan plat teras yang dipertegas dengan beton exspos bergaris horisontal pada dinding.

Demikian penjelasan singkat dari saya, agar lebih jelas lihat pada gambar terlampir.
Oke...Selamat hari Minggu....!


Pos Kupang Minggu 20 Juni 2009, halaman 11 Lanjut...

Jubahku Lusuh

Cerpen Leonardus, BHK

JUBAHKU lusuh sementara waktu sedang menunjukkan siangnya. Langkahku, kubiarkan mennyusuri pelan-pelan koridor biara. Mataku melihat sebuah sosok berjalan diseberang dengan seseorang. Wanita itu tertawa riang bersama seseorang. Angin bertiup pelan menyisingkan jubah lusuhku. Mata ini terus memperhatikan, tangan mereka saling bergandeng tangan dan tangan yang lainnya saling menunjuk buku.

Senyumnya, aku iri dengan sebaris gigi yang nampak disaat bersamanya sedangkan ketika denganku hal itu tak terjadi. Wanita berkurudung itu terus membuat seseorang yang disampingnya tersenyum manis.

Senyum mereka terlalu mengembang hingga membuatku tak dapat tersenyum. Kupaksakan diri untuk terus berjalan namun bagaikan dipaku bumi sehingga kaki ini masih diam. Keadaan sekelilingku teramat sepi, tak ada seorangpun yang menyapaku. Senja pun datang dan..........

Wajah ini semakin lusuh, kepada sesosok wanita yang tak pernah mengerti aku. "Lagi ngapain?", tampak secuil dosa terpampang diwajahnya. Senyum itu agak mengembang, hampir sama disaat bersama pria itu, "Ngga lagi ngapa-ngapain, mang kenapa?", ucapku tanpa menoleh sedikitpun kepadanya. Wanita ini masih berdiri disamping tempatku duduk. Tubuhnya lebih kurus dariku, namun kulitnya lembut selembut sutera yang pernah kulihat.

Angin menerpa suasana diantara kami, diam membisu hanya itu yang terjadi diharinya bila bersamaku. Sudah kusisingkan lengan jubahku untuk membuatnya tetap tertawa, tapi yang terjadi hanya suasana hening yang kudapat. Mungkin, karena dia adalah pacar pertamaku yang benar-benar aku sukai.

Walaupun dihati ini masih menunjuk kepada sesuatu yang lain. Suasana saat bersamanya persis sekali seperti daun kering yang berguguran angin. Wajah kami sama-sama berlalu tanpa menoleh sedikitpun, sesekali kulirikkan mata ini.

"Boleh baca sms-nya?"
"Boleh"
Kubuka inbox di hp-nya, tak ada hal yang pribadi disana. Entah kenapa, wajahku meninggalkan senyum saat dia memperbolehkanku membaca sms-nya. "Mo pulang ngga?", tanyanya padaku sambil melihat wajahku "Iya"

"Pulang bareng ngga?" "Terserah", kulihat senyumnya tergores. Kemudian aku berpamitan dengan temannya itu lalu kami jalan beriringan. Tak membicarakan apapun, sepasang matanya sesekali bertabrakan mata denganku. Ririn, jauh lebih muda dariku. Jalannya dipelankan mengikuti langkahku.

Di koridor biara, angin bertiup pelan, sebaris frater duduk berjejer dipinggir lantai koridor. Tertawa mereka riang, "Ayo lagi ngapain?", teriak mereka menyapa kami. "Mau ngopi ngga?", tawar mereka sambil tertawa kecil. Ririn masih terus berjalan seperti tak menghiraukan. Tertawa mereka masih belum usai karena ulahku ini.

Ririn menunggu dengan tatapannya, entah ada perasaan apa yang hadir didiri. Angin berhembus sebagaimana mestinya, dia wanita pertama yang menunggu langkahku untuk menghampirinya, supaya tubuh ini sejajar dengan langkahnya. Walaupun perasaan ini tak kukenali tapi segores pulpen berbentuk senyum tergambar dihatiku.

Suasana biara sedang sedang sepi, satu-dua orang frater masih menempati kursi tua di koridor biara. Kami mempati sebuah bangku tua di pojok biara, tidak sengaja aku melihat wajahnya. Sesosok perlahan mendekatiku, aromanya sangat khas hingga aku mengetahui sesosok itu. Tubuhnya mendekati wajah pedihku, lagi-lagi wanita berkerudung itu berjalan dalam khayalku.

Seperti melihatnya untuk pertama kali dan untuk yang sekian kalinya, perasaan yang timbul sangatlah menyakitkan. Dia tak akan mengetahui perasaan yang kualami saat ini, hanya daun kering yang berguguran yang menyapaku dalam heningnya yang dapat memahami perasaanku.

Dia tak akan pernah mengetahui; saat duduk berduaan dengannya ada suara yang memanggilku, ketika benar-benar memperhatikannya isi hati ini terisi oleh sebuah panggilan suci. Saat memacarinya dulu, aku telah menemukan sesuatu yang luhur terlebih dahulu sebelum dia.

Ketika diteleponnya kukira itu dari seseorang yang selalu kuharapkan. Perasaan bersalah itu timbul kembali, aku sebenarnya tak pernah bilang kalau aku mau masuk biara kepada Ririn. Mungkin juga karena itu tawanya tak pernah lama saat disampingku.

Aku baru sadar bahwa aku selama ini telah jatuh cinta padanya namun aku juga telah menentukan pilihan hidupku.

Suatu hari disaat aku duduk berduaan dengan Ririn, dia menyapaku dan mengungkapkan lagi kejadian yang dulu pada saat kami bersama. Wajah ini menelungkup tak mau membalas senyumnya, tak ingin melihat wajah cantiknya. Namun usaha ini percuma, tak membuahkan hasil. Ririn dengan sikapnya seolah-olah menyetujui aku untuk menikmati masa lalu kami itu.

Kupandangi sebuah mawar yang tumbuh didepan kami itu dengan lekat seperti biasanya, seolah tak ada Ririn disampingku. Kisah itu terulang kembali disaat aku ingin benar-benar melupakannya. "Apa salahku"? Ririn memberi peluang, disaat aku ingin membayar kesalahan ini. Dia tak lagi menghiraukanku bahkan ketika kami bertatap muka. Entah dari mana datangnya, tinta pulpen itu menggores hatiku pedih.

Ada sesuatu yang menyapa nubariku terus menerus, memberi berjuta harapan yang sama sekali tak ada pada Ririn. Setiap kali disaat senja tiba, aku menunggu suara itu yang seharusnya niatku ini menunggu Ririn. Di sebuh bukit kering, di sanalah Ririn menyadari saat itu aku belum pulang. Matanya tetap memperhatikanku lalu,

"Mau pulang ngga?"
"Ngga, aku mau sendirian", ucapku datar tanpa menghiraukanny. Senyumku yang ragu, walau pahit aku tersenyum. Saat sosoknya hilang dari hadapan, sejenak aku berpikir "Ririn, seandainya kau benar-benar tahu sesuatu yang sedang aku nantikan sekarang. Apakah senyum dibibirmu itu masih terpajang?", kepala kutundukkan.

Seperti ini dan selalu seperti ini, ketika aku ingin sendirian. Ririn menuliskan kata berupa sms dihp-ku.
"Ketika hubungan kita penuh dengan liku,
kupakukan tangan pada seseorang.
Ketika Ririn tak bisa menemaniku duduk,
seseorang datang dengan maksud menggantikannya.
Ketika tubuh Ririn berlalu begitu saja disampingku,
tiba-tiba seseorang memberi senyumnya menyapaku.

Ketika kebetulan itu menjadi sebuah kebiasaan.
Pelan-pelan wajah itu menjadi suatu pembatas bagi kami, secara diam-diam.
Dia adalah Yesus"

Seseorang ingin aku menempati janji, suatu saat ketika itu kita akan bertemu lagi dan saat itu hatiku tak dipenuhi Ririn. Dan dalam diriku sendiri aku berkata "Bila memang perasaan ini ada hanya untuk sekedar membalas cinta Ririn yang dulu padaku. Walau menyakitkan biarlah aku tanggung, supaya aku dapat merasakan sesuatu yang selama ini Ririn tanggung diam-diam". Namun tetap saja aku seperti daun kering, hanya bisa bergerak ketika angin menggerakkanku. Dan aku ragu dengan sikap Ririn yang mulai dingin tak memedulikanku, dengan sikap Ririn yang seperti itu pelarianku menuju ke seseorang semakin menjadi suatu keharusan. Seseorang itu membentangkan tangan terhadapku. Lalu, ketika dua senyum menggores hatiku.

Ada perasaan aneh yang timbul dan aku tak bisa memastikannya.
Tiba-tiba seseorang itu tersenyum padaku, dalam senyumnya dia berkata "Bila perasaanmu tulus, hal yang menyakitkan itu tak akan pernah terjadi", kusibakkan rambut kebelakang. Mengartikan lebih dalam senyumnya, dia juga menyukai Ririn lebih dari yang aku punya.

Jendela disebelahku menghapuskan rintik dipipi. Mencurahkan tentang isi hatiku saat ini. Seperti inilah pandanganku kualihkan keluar jendela. Rerumputan hijau menari seakan menyambut kesedihan jiwaku.

Kisah yang menyenangkan ini membuat coretan berbentuk senyum tergambar banyak dihati, tak heran satu coretannya sangat menyakitkan jiwa. Sedikit demi sedikit aku menyadari, kisah kita hanya sebuah kesalah pahaman. Tak berakar dan tak berujung.

"Kamu sama saya jadian mau engga?"
"Siapa?"
"Hm..."
"S....apa?"
"Kamu sama saya...jadian?", matanya menatapku ketika itu. Namun aku hanya dia. Sekarang, mata itu masih berarti sama, namun sikapnya sudah berubah. Pernah sekali aku rasakan cinta itu tak hadir terhadapku. Aku kira karena terlalu sering ditatapnya, tapi ternyata alasan itu salah. Kisahku bertepuk sebelah tangan, selama ini hanya dia yang merasa sakit hati.

Ternyata itu hanya sebuah perasaanku saja. Ririn, bila perasaan itu masih terjaga, aku pasti akan menghubungimu. Bila memang ada yang lebih baik dariku, biarkanlah dia duduk. Jangan pernah mengharapkanku, jangan biarkan dia pergi sepertiku.
Suatu saat aku pasti akan mengatakannya. Koridor Biara sepi saat aku melewatinya dengan jubahku yang lusuh kulihat pintu biara dari jauh. Ada sebuah undangan suci disana, pelan-pelan tanpa ku sadari, aku telah berjalan mendekatinya dengan senyum menyinggung bibir walaupun seseorang masih mengikuti dalam jejak langkah kaki ini.

Seperti daun kering yang tertiup, bergerak mengikuti angin walau beberapa kerikil menyertai. Aku terus berjalan...*


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi-puisi Charles Rudolf Bria

Saat Tenggelam

Di tepi ladang aku meragu
saat ku kembali ke rumahmu
jejak dulu hilang lenyap sampai tak berbekas
dan aku tak lagi mengingatmu
sebagai wanita petani
karena suamimu lebih dulu

tenggelam sebagai petani
bau parfum kota membuatmu merontak
sampai rontok, harapanmu maju
berkalang kabut.
semua yang kau pikir
mati tepat di jantung kota,
dan kau merasa
tidak lagi seperti tuan kecil
di rumah daun itu
masihkah kau berpaling?
kembalilah ke sawahmu dulu.
susun lagi sayap-sayap patahmu
lalu tersenyumlah, saat anak-anakmu
berlari menari bersama layang-layang
di atas pematang yang pernah sepi
Pondok Bambu'08


Rumah Luka

sepotong senja di atas meja makan.
segaris wajah coklat tua
dari deretan dinding kusam.
tiba-tiba tendangan pertama
mario terlempar di sebuah jendela
senyap kulintang di kamar jingga.

tendangan kedua tepat di perutnya
mario jatuh di bibir ranjang.
dan di pintu keluar
dia berbagi lagi liku luka;
semua tentang rumah ini hanya rintihan
dan saat dia kembali, luka itu seperti abadi
selamanya
Ini rumah luka
sayapnya pernah patah di sini.
ini air mata mata air
tempat tidur cinta.
mario sudah kembali.
dan tak pernah akan kembali
selamanya ini rumah luka
Desember' 07


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 6 Lanjut...

Anggur Pasar Kasih

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

Mengapa SBY, JK, dan Mega ke pasar? Sebab pasar adalah tempat orang berjual beli. Dalam defenisi KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar itu tempat terjadinya kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. Di salah satu pasar tradisional Jakarta, Mega beli ayam pedaging. Di salah satu pasar di Surabaya, Nyonya Uga Wiranto dan Nyonya JK beli jilbab dengan merek nama mereka. Kalau di Pasar Kasih, kira-kira SBY, Mega, dan JK beli apa ya?

***
"Saya berani taruhan! SBY pasti beli daging se'i, gula lempeng, gula aer, gula hela, ubi nua bosi, anggur merah, dan jagung titi," kata Jaki dengan antusias. Bahkan dia akan buka tenda di tengah Pasar Kasih lengkap dengan jualan yang pasti dibeli SBY. "Wah, tercatat dalam sejarah hidupku. Kalau SBY jadi presiden, kiosku akan kuberi nama paten Kios SBY - Boediono! Laris manis!"

"Aku spesial jual jagung titi," sambung Rara. Maaf ya, semua jagung titi sudah kuborong dan Janjinya kalau JK- Win menang dia akan jadi bandar jagung titi, pemasok untuk semua supermarket dan pasar swalayan Jakarta.
"Tidak bisa begitu teman!" Potong Jaki. "SBY harus kebagian jagung titi untuk oleh-oleh ke Istana Negara. Bukankah ini saatnya kita pamerkan keunggulan pangan lokal kita? Apalagi jagung titi ditambah anggur merah. SBY- Boediono pasti langsung nyenyak tidur setelah goyang lidah jagung titi dan hirup anggur merah."

"Anggur merah, jagung titi, dan daging se'i khusus buat Mega - Pro," sambung Nona Mia yang memiliki prinsip pemilu dan pilpres perempuan pilih perempuan. "Sudah saya borong semua, khusus dijual kalau Mega-Pro datang ke Pasar Kasih," katanya yakin. "Pokoknya semua makanan lokal, termasuk di dalamnya jagung bose, jagung titi dan gula lempeng dan anggur merah khusus buat Mega-Pro presidenku!"
***
Jaki dan Rara tidak berhasil membujuk Nona Mia untuk bagi jualan keunggulan lokal saat capres kunjungi pasar kasih. Karena itulah keduanya mohon bantuan Benza. Hasil bujukan Benza memang jitu. Nona Mia bersedia berbagi semua produk makanan, minuman, pakaian, tenunan, dan berbagai souvenir lokal lainnya untuk dijual Jaki dan Rara. Kecuai, anggur merah! Menurut Nona Mia, anggur merah itu produk khusus untuk Mega-Pro. Pasangan lainnya, maaf saja!


"Tetapi tanpa anggur merah bagaimana mungkin dagangan kami laris!" Protes Jaki dan Rara hampir bersamaan. "Lagi pula Mega itu capres perempuan. Bagaimana mungkin perempuan minum anggur merah!"

"Sorry teman! Ini anggur merah bukan laru, bukan moke, bukan tuak! Namanya juga anggur merah, minuman berperspektif jender untuk minuman perempuan dan laki-laki yang mau hidup dengan pemberdayaan berorientasi kerakyatan lengkap dengan anggaran untuk rakyat menuju kesejahteraan!" Nona Mia membela diri. "Pokoknya anggur merah untuk Mega-Pro! Untuk anggur merah, jangan harap aku berbagi dengan kalian berdua!"

***
"Justru anggur merah yang paling penting, Nona Mia!" Kata Benza dengan tegas. "Semua makanan akan bertambah enak kalau dilengkapi dengan anggur merah. Kata Pater Dr. Paul Budi Kleden, di Australia orang minum anggur sambil menikmati musik tradisional. Orang-orang sekampung akan menjamu para pendatang dengan anggur terbaik, sekalian setiap orang yang mencicipi akan menilai mana anggur yang paling berkuaitas!"

"Oooooh begitu!" Nona Mia, Jaki, dan Rara mengangguk-angguk.
"Jadi, kesimpulan pertama, anggur merah kita harus diberikan untuk SBY - Boediono, Mega - Prabowo, dan JK - Wiranto. Semuanya harus menikmati anggur merah, apalagi anggur merah terbaik! Tetapi satu hal saja yang penting diperhatikan," kata Benza lebih lanjut.

"Apa?" Sambung Rara, Jaki, Nona Mia.
"Kata Pater Budi Kleden, anggur merah mesti dijaga agar tidak dikotori limbah tambang yang beracun. Jadi, kesimpulan kedua, anggur merah mesti dijaga agar tidak dikotori oleh berbagai jenis limbah pasar kasih. Sebab, Benza menahan diri sejenak dan Rara langsung sambar. "Aku tahu alasannya. Sebab kasih itu lemah lembut, sabar, sederhana. Kasih itu murah hati, rela menderita...."
***
"Bukan! Bukan itu alasannya!" Kata Benza.
"Apa alasannya?"
"Sebab SBY - Boediono, Mega - Prabowo, dan JK - Wiranto masuk pasar bukan untuk membeli tetapi menjual!" Benza menjelaskan langsung pada poinnya. "Jual anggur merah! Siapa pedagang yang paling laris di antara ketiga pasangan itu?
"Pasti yang menjual anggur merah berkualitas!" (*)


Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 1 Lanjut...

Dra. Maria Patricia Sumarni, MM

Foto ISTIMEWA
Dra. Maria Patricia Sumarni, MM


Gemakan NTT di Tingkat Nasional


- Pengantar Redaksi-
Agenda besar menanti di depan mata. Jambore 1.000 PTK-PNF. Pentas karya nyata dan porseni. Ajang penghargaan bagi PTK-PNF berprestasi. Secara nasional, jambore ini, telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut. Pertama, di Semarang. Kedua, di Yogyakarta. Persiapannya menguras waktu dan tenaga. Khususnya menyeleksi peserta dari tingkat kabupaten/kota untuk bertarung di tingkat propinsi.

Peserta terpilih akan diikutsertakan dalam even serupa di tingkat nasional sebagai duta propinsi. Propinsi NTT telah mengikutsertakan kontingennya selama dua tahun berturut-turut. Tahun ini sedang dipersiapkan pelaksanaan jambore tingkat propinsi yang diagendakan akhir Juli 2009. Penyelenggaranya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (PPNFI) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT bekerja sama dengan Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas PPO NTT. Bagaimana persiapan UPT PPNFI menyambut even bergengsi ini? Simak wawancara wartawan Pos Kupang, Benny Dasman, dengan Kepala UPT PPNFI, Dra. Maria Patricia Sumarni, MM, selaku penanggung jawab kegiatan, di Kupang, Jumat (12/6/2009). Berikut petikannya.


Misi dan semangat apa yang diusung sehingga Jambore PTK-PNF dilaksanakan setiap tahun!
Semangatnya untuk memberi perhatian lebih kepada PTK-PNF. Mengapa demikian? Karena PTK-PNF merupakan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan nonformal. Dengan berbagai latarbelakang, baik pendidikan maupun sosial, mereka memiliki tanggung jawab terhadap kualitas program pendidikan nonformal.


Berarti PTK-PNF itu bisa disebut sebagai guru atau pengelola pendidikan nonformal?
Justeru lebih dari itu. Sebenarnya ada dua klasifikasi yang mesti dipahami di sini, yakni pendidik dan tenaga kependidikan. Yang termasuk pendidik PNF adalah pamong belajar, tutor paket, pendidik PAUD, tutor KF, dan instruktur kursus. Sedangkan yang termasuk tenaga kependidikan adalah pengelola program, pustakawan, pengelola IT, penilik, TLD, laboran. Jadi, terhadap merekalah jambore ini dilaksanakan.

Materi apa saja yang dilombakan dalam ajang Jambore 1.000 PTK-PNF itu?
Ada empat mata lomba. Terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, lomba karya nyata, diikuti oleh pengelola kursus, pengelola TBM, pamong belajar dan pengelola KBM. Kedua, lomba karya tulis, diikuti oleh tutor paket B, tutor keaksaraan fungsional (KF), penilik. Ketiga, olahraga diikuti oleh pendidik PAUD dan instruktur senam. Keempat, seni diikuti oleh instruktur tata rias, instruktur tata busana, instruktur bahasa Inggris, TLD dan pengelola IT. Kelima, paduan suara dan sajojo, diikuti oleh semua peserta.

Selama keikutsertaan Propinsi NTT pada ajang Jambore PTK-PNF, mata lomba apa saja yang mendulang emas!
Syukurlah ada satu mata lomba yang dua tahun berturut-turut NTT keluar sebagai pemenang, yakni lomba paduan suara. Sedangkan mata lomba lainnya seperti olahraga tradisional, tutor paket B, tutor KF, NTT pernah mendapat penghargaan meski tidak mendapat emas. Tapi dengan kemenangan itu, nama NTT masih bergema di tingkat nasional. Harapan kita, tahun ini, NTT bisa mengukir sejarah, nama tetap bergema di tingkat nasional, dengan mendulang emas lagi. Paling tidak di nomor paduan suara.


Bagaimana persiapan jambore untuk tahun 2009 ini!
Sejauh ini kami sudah melakukan koordinasi, terutama dengan Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi NTT. Ini penting dilakukan agar seluruh persiapan bisa secara bersama-sama diketahui. Kecuali itu, kami juga sudah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota pada akhir bulan Mei 2009. Sosialisasi ke kabupaten/kota dilakukan selain untuk menginformasikan jadwal serta tahapan kegiatannya, juga sosialisasi peran daerah dalam rangka menyukseskan kegiatan ini. Karena itu, secara bertahap daerah, dalam hal ini kabupaten/kota, sudah harus menyiapkan peserta PTK-PNF-nya untuk mengikuti seleksi tingkat propinsi bulan Juli 2009. Kalau tidak ada halangan, kita berharap akhir bulan Juli akan dilakukan training center (TC) selama dua minggu untuk persiapan perlombaan di tingkat nasional bulan Agustus di Yogyakarta.


Terlepas dari urusan Jambore PTK-PNF, sebenarnya apa saja tugas utama lembaga ini (UPT Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (PPNFI)?
UPT PPNFI ini memiliki berbagai tugas utama, antara lain, pertama, pengembangan dan ujicoba model program pendidikan nonformal. Kedua, melakukan pendataan, sehingga lembaga ini pada saatnya akan menjadi pusat data pendidikan nonformal. Khusus untuk pendataan, selain software kita di-update setiap tahun, juga tenaga secara bertahap dilatih dan dimagangkan. Ketiga, melakukan penyelenggaraan program pendidikan nonformal, seperti paket A, B, C; PAUD; life skill, sebagai program percontohan. Keempat, melaksanakan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk ini, umumnya ditempuh melalui studi lanjut, pelatihan, kursus dan magang.

Untuk mendukung pelaksanaan program, UPT PPNFI didukung oleh tenaga- tenaga fungsional pamong belajar yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Sebanyak empat orang berpendidikan magister, 15 orang berpendidikan sarjana. Untuk memaksimalkan tugasnya, pamong belajar dikelompokkan ke dalam kelompok kerja (Pokja), yakni Pokja Kesetaraan, Pokja PAUD, Pokja Life Skill dan Pokja KF. Jadi, menurut hemat saya, tenaga cukup memadai, namun jumlahnya masih kurang. Kita masih membutuhkan minimal 11 orang, sehingga nantinya minimal berjumlah 30 orang.


Model pendidikan apa yang dikembangkan UPT-PPNFI?
Tugas dan fungsi pokok UPT PPNFI adalah melakukan pengamanan ujicoba model. Di tahun 2009 ini, melalui dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) I, PPNFI PPO akan melakukan lima judul model. Tujuannya agar meningkatkan kapasitas pembelajaran bagi kelompok masyarakat yang mengikuti pendidikan non formal dan pendidikan anak usia dini. Kelima model tersebut, antara lain, model yang berkaitan dengan kesetaraan (Paket A, B dan C) yang dilaksanakan di Kabupaten TTU, keaksaraan fungsional yang dilaksanakan di Kabupaten Belu, life skill, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan diklat pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).


Bisa diceritakan sedikit mengenai apa yang sudah dilakukan selama ini!
Secara normatif kita telah melakukan tugas sesuai tupoksi. Di antaranya pengembangan dan ujicoba model, pendidikan dan latihan, pendataan, penyelenggaraan program percontohan, sosialisasi dan sebagainya. Namun selain itu, kita juga menjalin kerja sama dengan berbagai NGO (Non Goverment Organization) dan lembaga asing seperti ILO, Plan Indonesia dan KOICA.


Dalam bidang apa saja kerja sama yang dilakukan?
Dengan KIOCA, lembaga asing dari Korea, kerja sama yang dilakukan dalam bidang pembinaan anak usia dini. KOICA telah mengirimkan relawannya selama dua tahun di UPT-PPNFI menangani PAUD. Selain itu, juga dalam bidang IT. Hasilnya, kita dihibahkan 20 unit komputer untuk pelaksanaan kursus. Dengan ILO, kita menjalin kerja sama dalam bidang pemberdayaan anak usia sekolah. Fokusnya pada pelaksanaan identifikasi ke sekolah-sekolah berupa sosialisasi, baik di tingkat SD, SLTP, SMU maupun SMK.

Dan, kerja sama ini sudah berjalan hampir dua tahun. Sedangkan dengan Plan Indonesia, kami menjalin kerja sama dalam bidang pelayanan anak usia dini, melalui kelompok kerja sama yang kami namakan PIPAUD (Pusat Informasi dan Pengembangan Anak Usia Dini). Juga berupa sosialisasi mengenai kesehatan hak dan anak yang berkaitan dengan gender. Dengan adanya kegiatan dalam kerja sama ini, peserta atau masyarakat umumnya bisa memahami kesetaran gender dan pola pengasuhan anak. Sebab, kondisi yang dihadapi sekarang ini, banyak ibu-ibu yang sibuk dengan kerjanya, sehingga mereka menitipkan anaknya pada orang lain (pembantu).

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa masalah gender bukan hanya fokus pada kaum perempuan yang mengasuh anak, tetapi juga untuk kaum pria. Pemahaman yang sama juga disampaikan Plan Indonesia bahwa pola pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab seorang ibu tetapi juga ayah. Plan dan UPT-PPNFI juga mau memberikan pemahanan mengenai peran orangtua yang begitu penting untuk pola pengasuhan anak. Meskipun kita bekerja dan sesibuk apapun juga, kita harus meluangkan waktu untuk anak. Diharapkan agar masyarakat bisa memahami tentang regulasi yang berhubungan dengan dampak kekerasan anak.


Siapa saja yang menangani program-program tersebut, padahal tenaga sangat terbatas!
Kita berusaha memaksimalkan peran staf. Umumnya ditangani oleh pamong belajar. Makanya dalam berbagai kesempatan sering saya sampaikan bahwa 'rohnya' lembaga ini di pamong belajar.


Apa kiat ibu ke depan untuk memajukan UPT PPNFI!
Saya ingin agar lembaga ini benar-benar menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan nonformal. Contoh dalam hal pendataan, contoh dalam hal pengembangan dan model-model yang dihasilkan, contoh dalam hal pelaksanaan berbagai Diklat PNF yang dilakukan. Serta contoh dalam pelaksanaan berbagai program PNF. Untuk mewujudkan semua itu, tentu saja perlu dukungan dan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, pusat maupun masyarakat. Juga rekan- rekan pers tentu saja kami mohon dukungan, terutama dalam upaya menyosialisasikan berbagai program yang dilaksanakan oleh UPT-PPNFI Dinas PPO NTT. *


Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 3 Lanjut...


POS KUPANG/APOLONIA DHIU
SEMINAR--Para peserta saat menghadiri seminar sehari memperingati Hari Lingkungan Hidup yang digelar KMK FKM Undana, Sabtu (6/6/2009)


Dari Seminar Sehari memperingati Hari Lingkungan Hidup

Oleh Vinsen Making
KMK FKM Undana

LINGKUNGAN adalah tempat di mana manusia hidup dan berinteraksi dengan sesamanya. Lingkungan menjadi hal yang penting mengingat ia menjadi medium terjadinya interaksi di antara makhluk hidup. Sadar atau tidak lingkungan kita terus berubah dari waktu ke waktu. Dampak perubahan lingkungan ini sangat jelas mempengaruhi seluruh kehidupan di biosfer ini.

Dewasa ini seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa kita sadari tengah membawa begitu banyak masalah pada lingkungan. Di satu sisi kita berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan lingkungan melalui ekslorasi dan ekspoitasi. Namun di sisi lain tindakan ini membawa dampak buruk bagi lingkungan. Berbagai kerusakan lingkungan yang sudah dan tengah terjadi saat ini mengisyratkan suatu pertanda bahwa kita harus terus waspada dan berefleksi serta berbenah diri.

Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang berat dalam permasalahan lingkungan. Terjadinya banjir, tanah longsor, gagal panen, tingginya angka penyakit menular merupakan bagian dari dampak tersebut. Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu bagian dari wilayah Indosesia juga mengalami hal serupa.

Bencana gempa bumi yang disusul tsunami yang melanda wilayah Flores pada Desember 1992, bencana banjir di wilayah Timor barat pada tahun 2000, bencana gempa bumi di alor 2002, banjir dan tanah longsor di Manggarai dan wilayah Timor, serta pergeseran kerak bumi di wilaya kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang saat ini, adalah bagian dari isyarat tersebut.

Berdasarkan fenomena ini, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Thomas Aquinas FKM Undana, menggelar seminar sehari bertajuk "Bersama Selamatkan NTT dari Perubahan Iklim" pada Sabtu, (6/6/2009). Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya, sekaligus sebagai pembicara utama.

Dalam materinya yang bertopik "Peran Pemerintah dalam Menanggulangi Masalah Kesehatan Lingkungan di NTT", Lebu Raya memaparkan berbagai permasalahan global yang tengah mendera wajah NTT. Berbagai permasalahan tersebut antara lain iklim/suhu dan perubahan cuaca yang tidak menentu sebagai akibat pemanasan global, rendahnya curah hujan dan tidak merata (jumlah curah hujan : 3 - 4 bulan), lahan tidak produktif yang masih banyak, 2/3 wilayah NTT merupakan daerah yang curam dan terjal, kerusakan lingkungan dan pencemaran di sekitar daerah tangkapan air, daerah rawan bencana alam sehingga menimbulkan kerugian fisik maupun psikis, rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan dan penghijauan (perilaku negatif), kebiasan untuk membakar hutan yang masih tinggi dan emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Lebu Raya juga menjelaskan pemerintah propinsi telah berusaha untuk menanggulangi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim yang ada. "Berbagai kerja sama telah dilakukan dengan berbagai pihak untuk menanggulangi gejolak alam ini. Selama ini kita masih berjalan dalam koridor yang ada".

Melihat letak geografis dan topografi dari NTT, Lebu Raya mengimbau supaya seluruh warga masyarakat lebih giat lagi menanam berbagai tanaman di kebun dan pekarangan masing-masing. Sebab selain mengurangi efek pemanasan global, tanaman tersebut dapat memberikan keuntungan sosial dan ekonomi lainnya.

Di akhir materinya Lebu Raya menyatakan komitmenya untuk memperjuangkan NTT menjadi propinsi kepulauan. "Apabila kita nantinya telah menjadi propinsi kepulauan, saya yakin segala permasalahan yang kini tengah kita hadapi, termasuk keresahan kita terhadap perubahan iklim dan lingkungan, dapat kita minimalisir".

Seminar yang dipandu langsung oleh Dekan FKM Undana Ir. Gustaf Oematan M.Si, berlangsung amat menarik. Selain Gubernur NTT, tampil juga pembicara lainnya Apolonaris S. Geru, SP,M.Si, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Lasiana-Kupang, dengan materi "Masalah perubahan Iklim", dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, dengan materi "Potensi Perubahan Iklim Terhadap Masalah Kesehatan Masyarakat" serta Bung Toni dari perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WAHLI), dengan materi "Masalah Perubahan Iklim Pada Skala Global dan Lokal".

Dalam materinya, Bung Toni dengan tegas menyoroti eksploitasi berbagai hasil bumi yang merupakan penyebab utama kerusakan lingkungan. "Bagaimana pun juga segala macam jenis pertambangan akan memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan. Dan WAHLI terus bersuara menentang pengeksploitasian yang tidak bertanggung jawab tersebut".

Toni juga memaparkan berbagai fakta tentang bagaimana lingkungan NTT pada beberapa ratus tahun yang silam. "NTT, pada zaman dulu tidak kering seperti saat ini. Daerah kita dulunya adalah kawasan hutan hujan tropis. Hutan cendana kita ada di hampir semua pulau di NTT, antara lain Solor, Sumba, dan pulau Timor. Namun karena terjadi pembabatan besar-besaran oleh kaum penjajah (Spanyol dan Portugis), maka jadilah kita seperti ini," tutur pria asal Jawa ini. (*)


Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 14 Mei 2009 Lanjut...


POS KUPANG/ALFRED DAMA
TAMPIL--Grup band Neo,G saat tampil di Dancing Hall- Flobamora Mall-Kupang. Live band merupakan pilihan untuk mendapat hiburan yang menyegarkan.


SEBUAH lagu dari Elo, Masih Ada, dinyanyikan dengan gaya sangat apik oleh oleh kelompok Neo,G di Dancing Hall- Flobamora Mall-Kupang, Selasa (9/6/2009). Para pengunjung tempat hiburan malam terbesar dan teramai di Kota Kupang ini pun hanyut dalam nuansa segar dan melankolis. Lampu-lampu yang berwarni-warni dan berkerlap-kerlip membuat suasana di tempat itu membuat suana semakin meriah.

Neo,G adalah salah satu grup band asal Bandung yang meramaikan malam-malam di Dancing Hall-Flobamora Mall. Grup band ini tampil setiap malam, mulai Selasa (9/6/2009) dan akan berlangsung hingga Agustus nanti.

Selain Neo,G, ada pula grup band lain asal Kupang juga meramaikan malam di tempat hiburan itu. Grup band ini antara lain A Per B dan Genesis. Grup-grup band ini tampil secara live atau biasa dikenal dengan live band. Selain live band, Dancing Hall juga diramaikan oleh disc jokey (DJ) performance dan aksi seksi para penari seksi dancer.

Dari berbagai suguhan ini, live band merupakan pilihan yang paling dinamis. Bila seksi dancer hanya menunjukkan tarian modern dengan busana seksi dan performa DJ hanya menyuguhkan musik-musik berirama cepat dan bervolume tinggi, maka live band menyuguhkan berbagai jenis musik.

Bahkan pengunjung juga bisa meminta sendiri lagu apa yang diinginkan. Lebih dari itu, para pengnjung tempat hiburan tersebut pun bisa menikmati malam dengan ikut bernyanyi bersama.

Interaksi antara personil band dan pengunjung dalam bentuk request lagu dan bernyanyi bersama yang dipandu sang vokalis ini tentunya menjadi daya tari tersendiri bagi pengunjung tempat hiburan malam.

Seperti yang dilakukan oleh personil Neo,G band, grup ini mengatur saat rehat untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk meminta lagu yang diinginkan. Lagu tersebut kemudian dinyanyikan bersama. Bila hanya ingin mendengarkan saja maka para vokalis band juga akan membawakan lagu tersebut secara utuh, sementara peminta lagu hanya menikmati lagu tersebut.

"Kita bisa membawakan lagu apa saja, baik Bahasa Inggris maupun dalam bahasa kita sendiri, jadi pengunjung bisa meminta lagu apa yang dibawakan," jelas Kiki, personil Neo,G saat ditemui di sela penampilan mereka di Dancing Hall- Flobamora Mall.

Menyaksikan penampilan live band juga tak ubahnya menonton konser. Apalagi di Kupang sangat minim dengan penampilan band-band sehingga live band memberikan alternatif hiburan segar bagi pecinta musik. Bila hanya ingin menyegarkan suasana dengan musik, maka bisa menikmati live musik di tempat hiburan malam.

Owner Flobamora Mall yang menaungi manajemen Dancing Hall, Ventje Yapola, yang ditemui terpisah menjelaskan, untuk mendukung penampilan band-band yang tampil di Dancing Hall, pihaknya menambah beberapa fasilitas pada sound sistem. Hal ini dilakukan untuk menata kembali berbagai vasilitas yang sudah dimiliki tempat hiburan malam di Kota Kupang ini.

"Sound yang kita miliki sekarang sudah lebih baik, kita ingin agar band-band yang tampil bisa menyuguhkan musik yang benar-benar diharapkan oleh pengunjung. Band-band yang tampil secara live juga bisa maksimal dan membisa membuat pengunjung senang," jelasnya.

Beberapa pengunjung Dancing Hall yang ditemui mengatakan cukup senang dengan kehadiran live musik. Bagi mereka, live musik membuat mereka mendapat hiburan yang bisa membuat mereka menikmati malam dengan tujuan hanya sekedar melepas lelah atau sekadar refreshing.

Di Kota Kupang sebenarnya ada beberapa tempat hiburan yang menyuguhkan live band, namun tidak sedikit pula tempat hiburan yang hanya menyuguhkan musik karaouke. Apapun itu hiburannya, tempat-tempat tersebut menyughkan musik. Namun dengan live band tetap memberi warna tersendiri dalam dunia hiburan malam. (alf)


Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 13 Lanjut...

Konsultasi Jendela Hati Bersama dr.Valens Sili Tupen, MKM

Dokter Valens Yth,
Salam sejahtera selalu buat pak dokter. Saya bernama Brama, berasal dari Flores. Saya seorang mahasiswa semester V di salah satu perguruan tinggi di Kupang. Sejak satu setengah tahun yang lalu saya mengenal Lin, seorang gadis asal Timor yang kebetulan bekerja sebagai pegawai kontrak di kampung saya di Flores.

Sebagai pegawai kontrak, Lin memperoleh gaji yang cukup banyak, sehingga dia pun sering mengirim saya uang. Kalau ada kesempatan cuti, Lin berusaha datang ke Kota Kupang untuk menemui saya di kost, tempat yang saya tinggal. Lin bahkan sudah memperkenalkan saya pada orangtuanya di Timor ini.

Kami berdua saling mencintai dan pernah berikrar untuk terus bersama sampai ke jenjang perkawinan kelak. Saat bertemu kami pun sering bermesraan. Kami tidak pernah melakukan hubungan seks, walaupun Lin pernah memintanya.

Dua bulan lalu saya mendapat kabar yang mengejutkan dari keluarga di Flores bahwa Lin sudah hamil besar. Saya disuruh pulang kampung oleh orangtua saya. Kepada Kepala Desa dan orang-orang di kampung, Lin tidak mau mengatakan nama orang yang menghamilinya.

Dia hanya menjawab bahwa suaminya sedang kuliah di Kupang. Saya sakit hati sekali dan benar-benar merasa dikhianati oleh Lin. Yang paling berat adalah Lin tidak terus terang siapa yang telah menghamilinya. Dokter, mohon bantuan, apa yang harus saya lakukan. Soalnya semua orang di kampung sudah tahu kalau Lin itu pacar saya, tapi sungguh, bukan saya yang bikin dia hamil. Atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Brama – Oesapa – Kupang.

Saudara Brama yang baik,
Salam kenal buat Anda di Oesapa. Surat Anda sempat membuat saya tertegun sejenak. Saya maklum bahwa Anda pasti dalam suasana hati yang galau, namun menyimak isi surat Anda, saya kira Anda perlu bersyukur karena Anda belum pernah melakukan hubungan seks dengan sang pacar.

Pada banyak kasus, pria sering terjebak dalam urusan cinta model ini. Kalau saja Anda pernah menyetujui ajakan Lin untuk melakukan hubungan seks, maka meskipun Anda berani bersumpah sekalipun tak ada orang yang mempercayai Anda, Anda langsung KO. Dalam hal cinta, faktor jarak memang bisa jadi momok, tapi bisa juga jadi penyelamat. Ada pepatah Jawa mengatakan Tresno Jalaran Soko Kulino”, orang akhirnya jatuh cinta karena selalu berdekatan. Dalam kasus ini rupanya Anda kalah jarak.

Ada orang lain yang lebih berani memanfaatkan kesempatan di saat Anda jauh dari Lin. Persoalan menjadi lain ketika Lin ternyata tidak mau mengatakan secara jelas siapa yang telah menghamilinya, bahkan secara tersamar justru mengarah kepada Anda yang sedang kuliah di Kupang. Saya mencoba mengurai, apa sebab Lin tidak segera berterus terang mengatakan siapa yang menghamilinya.

Pertama, Lin masih mencintai Anda dan dalam hati kecilnya berharap Anda akan menerimanya dalam keadaan apa pun, meskipun dia sudah hamil dengan orang lain. Namun menurut saya, kemungkinan untuk alasan ini kecil.

Kedua, Lin sedang melindungi orang yang telah menghamilinya, karena bila diungkapkannya maka keadaan akan menjadi lebih kacau. Ketiga, Lin mungkin telah keliru melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak sepenuh hati dicintainya dan tidak ingin orang itu dijadikan suaminya.

Dan yang berikut, mungkin saja Lin memang sedang bingung menyebut siapa pria yang menghamilinya karena dia berhubungan seks tidak dengan satu orang saja. Saudara Brama, memang berat bagi Anda hanya berdiam diri di Kupang dan membiarkan opini orang di kampungmu berkembang ke arah Anda.

Anda perlu mengambil sikap untuk menunjukkan bahwa Anda tidak ikut terlibat memberikan andil terhadap kehamilan Lin, Anda harus menggunakan cara yang sopan, yang menunjukkan kedewasaan Anda. Kemarin mungkin Anda masih sangat marah kepada Lin, namun saya sarankan mulai saat ini jangan lagi Anda marah, justru ikut prihatin atas beban yang diderita Lin.

Tidak ringan. Bila ada liburan di akhir tengah tahun ini, pulanglah ke kampung dan bersama Bapak Kepala Desa, temui Lin secara langsung untuk mencari jalan keluar terbaik. Adalah hak Lin untuk memberitahukan atau tidak memberitahukan siapakah gerangan orang yang telah menghamilinya.

Namun adalah hak Anda juga untuk membersihkan diri dari opini masyarakat desa yang terlanjur telah salah terbentuk oleh kasus kehamilan Lin. Bila semua ini Anda lakukan secara gentleman, maka semua orang di kampungmu akan memberi rasa hormat dan bangga pada Anda.

Selanjutnya Anda harus segera kembali ke Kupang untuk menyelesaikan studi yang tinggal sedikit lagi itu, dan jangan lupa mengucapkan good bye buat Lin, karena dia sudah menjadi masa lalu Anda. Semoga Anda berhasil.
Salam, Dr. Valens Sili Tupen, MKM



Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 13 Lanjut...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda