Anggur Pasar Kasih

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

Mengapa SBY, JK, dan Mega ke pasar? Sebab pasar adalah tempat orang berjual beli. Dalam defenisi KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar itu tempat terjadinya kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. Di salah satu pasar tradisional Jakarta, Mega beli ayam pedaging. Di salah satu pasar di Surabaya, Nyonya Uga Wiranto dan Nyonya JK beli jilbab dengan merek nama mereka. Kalau di Pasar Kasih, kira-kira SBY, Mega, dan JK beli apa ya?

***
"Saya berani taruhan! SBY pasti beli daging se'i, gula lempeng, gula aer, gula hela, ubi nua bosi, anggur merah, dan jagung titi," kata Jaki dengan antusias. Bahkan dia akan buka tenda di tengah Pasar Kasih lengkap dengan jualan yang pasti dibeli SBY. "Wah, tercatat dalam sejarah hidupku. Kalau SBY jadi presiden, kiosku akan kuberi nama paten Kios SBY - Boediono! Laris manis!"

"Aku spesial jual jagung titi," sambung Rara. Maaf ya, semua jagung titi sudah kuborong dan Janjinya kalau JK- Win menang dia akan jadi bandar jagung titi, pemasok untuk semua supermarket dan pasar swalayan Jakarta.
"Tidak bisa begitu teman!" Potong Jaki. "SBY harus kebagian jagung titi untuk oleh-oleh ke Istana Negara. Bukankah ini saatnya kita pamerkan keunggulan pangan lokal kita? Apalagi jagung titi ditambah anggur merah. SBY- Boediono pasti langsung nyenyak tidur setelah goyang lidah jagung titi dan hirup anggur merah."

"Anggur merah, jagung titi, dan daging se'i khusus buat Mega - Pro," sambung Nona Mia yang memiliki prinsip pemilu dan pilpres perempuan pilih perempuan. "Sudah saya borong semua, khusus dijual kalau Mega-Pro datang ke Pasar Kasih," katanya yakin. "Pokoknya semua makanan lokal, termasuk di dalamnya jagung bose, jagung titi dan gula lempeng dan anggur merah khusus buat Mega-Pro presidenku!"
***
Jaki dan Rara tidak berhasil membujuk Nona Mia untuk bagi jualan keunggulan lokal saat capres kunjungi pasar kasih. Karena itulah keduanya mohon bantuan Benza. Hasil bujukan Benza memang jitu. Nona Mia bersedia berbagi semua produk makanan, minuman, pakaian, tenunan, dan berbagai souvenir lokal lainnya untuk dijual Jaki dan Rara. Kecuai, anggur merah! Menurut Nona Mia, anggur merah itu produk khusus untuk Mega-Pro. Pasangan lainnya, maaf saja!


"Tetapi tanpa anggur merah bagaimana mungkin dagangan kami laris!" Protes Jaki dan Rara hampir bersamaan. "Lagi pula Mega itu capres perempuan. Bagaimana mungkin perempuan minum anggur merah!"

"Sorry teman! Ini anggur merah bukan laru, bukan moke, bukan tuak! Namanya juga anggur merah, minuman berperspektif jender untuk minuman perempuan dan laki-laki yang mau hidup dengan pemberdayaan berorientasi kerakyatan lengkap dengan anggaran untuk rakyat menuju kesejahteraan!" Nona Mia membela diri. "Pokoknya anggur merah untuk Mega-Pro! Untuk anggur merah, jangan harap aku berbagi dengan kalian berdua!"

***
"Justru anggur merah yang paling penting, Nona Mia!" Kata Benza dengan tegas. "Semua makanan akan bertambah enak kalau dilengkapi dengan anggur merah. Kata Pater Dr. Paul Budi Kleden, di Australia orang minum anggur sambil menikmati musik tradisional. Orang-orang sekampung akan menjamu para pendatang dengan anggur terbaik, sekalian setiap orang yang mencicipi akan menilai mana anggur yang paling berkuaitas!"

"Oooooh begitu!" Nona Mia, Jaki, dan Rara mengangguk-angguk.
"Jadi, kesimpulan pertama, anggur merah kita harus diberikan untuk SBY - Boediono, Mega - Prabowo, dan JK - Wiranto. Semuanya harus menikmati anggur merah, apalagi anggur merah terbaik! Tetapi satu hal saja yang penting diperhatikan," kata Benza lebih lanjut.

"Apa?" Sambung Rara, Jaki, Nona Mia.
"Kata Pater Budi Kleden, anggur merah mesti dijaga agar tidak dikotori limbah tambang yang beracun. Jadi, kesimpulan kedua, anggur merah mesti dijaga agar tidak dikotori oleh berbagai jenis limbah pasar kasih. Sebab, Benza menahan diri sejenak dan Rara langsung sambar. "Aku tahu alasannya. Sebab kasih itu lemah lembut, sabar, sederhana. Kasih itu murah hati, rela menderita...."
***
"Bukan! Bukan itu alasannya!" Kata Benza.
"Apa alasannya?"
"Sebab SBY - Boediono, Mega - Prabowo, dan JK - Wiranto masuk pasar bukan untuk membeli tetapi menjual!" Benza menjelaskan langsung pada poinnya. "Jual anggur merah! Siapa pedagang yang paling laris di antara ketiga pasangan itu?
"Pasti yang menjual anggur merah berkualitas!" (*)


Pos Kupang Minggu 14 Juni 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda