Bola Bergerigi

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

KALAH taruhan karena MU keok dua kosong, membuatnya bungkam. Hati sakit setengah mati, tapi apa boleh buat. Sudah kalah taruhan pilkada, kalah taruhan caleg, sebenarnya taruhan MU bakal memenangkan pertandingan akan membuatnya tertawa kembali.

Nyatanya MU gagal total. Kalau Eto'o dan Messi bintang Barca ada di sini, sudah dihajar sampai babak belur. Seharusnya MU menang, di atas kertas MU menang, semua orang juga bilang begitu. Berani taruhan lima untuk MU banding satu untuk Barca. Bayangkan, MU menuju ke Roma sebagai juara bertahan.

Klub sepak bola yang mendapat julukan Setan Merah ini telah meraih tiga gelar yakni trofi Piala Dunia Antar Klub, Piala Carling, dan Premier League Inggris. Bagaimana mungkin bisa kalah?

Gara-gara MU kalah, saku pun rata. Pilkada kantong terkuras, caleg kantong lebih terkuras, bola pun terkuras lagi. Ternyata politik dan sepak bola sama-sama menyakitkan hatinya.

***

Siapa bilang politik dan sepak bola sama sakitnya? Kalau bola itu bundar menggelinding, sedangkan politik bundar bergerigi terguling menusuk. Bukankah bola sungguh menghibur hati? Daripada sakit kepala menikmati pertarungan politik yang penuh intrik, saling menjatuhkan lawan, dan bunglon, bukanlah lebih nyaman menikmati pertarungan lapangan hijau. Lari, jatuh, bangun, kejar, lari, sundul, tembak, dan goooool. Nikmat bukan? Semua serba transparan.

Semua mata ditujukan pada si bundar sepanjang pertarungan. Kalau politik, mata tertuju ke semua arah angin ribut. Tidak tahu pasti bola bergerigi ini nyangkut dimana dan melukai siapa.
"Tetapi harusnya MU menang! MU jauh lebih hebat."
"Makanya, jangan anggap sepeleh kekuatan lawan. Messi dan Eto'o memang hebat, jempol ke atas," Jaki pun menari-nari.

"Kalau Ronaldo dan Roonney jempol ke bawah. Barca pun punya modal cemerlang. Tim raksasa dari Spanyol ini punya gelar Copa del Rey dan Liga Primera. Pantas kalau piala Liga Champions ada dalam genggamannya."

"Jadi kamu mau reken murah MU?" Rara mainkan jurus tinju. Untung Jaki bergerak cepat. Kalau tidak giginya bakal rontok dua buah.

***
Bukan Rara namanya kalau tidak membawa kekecewaannya ke mana-mana. Maklum sudah menderita kerugian terlalu banyak. Bagaimana mungkin kekalahannya tahun ini bertubi-tubi, tak tersisa. Gagal memperjuangan jagoannya dalam pilkada, masih bisa diatasi.

Gagal caleg, membuatnya frustrasi. Dia sudah berkorban mulai dari nasi bungkus sampai uang bensin. Belum ditambah dengan korban senyum sana sini di daerah pemilihannya. Ujung bibirnya sampai tertarik kiri dan kanan akibat senyuman sepanjang waktu. Kalah! Politik kalah, sepak bola pun kalah.

"Kalau aku, pilih Barca karena pelatihnya Mister Pep Guardiola masih muda, ganteng lagi. Duh, seandainya ada di sini sudah kupeluk dan tak akan aku lepaskan lagi. Benar-benar laki-laki idaman yang atletis dan bodi bola," kata-kata Nona Mia membuat Rara tak berkutik. "Salah kamu sendiri kenapa jatuh cinta sama Sir Alex Ferguson. Memang pengalamannya tua tetapi penampilan persis Mister Kentucky Fried Chicken."

"Oh, jadi kamu mau reken murah Sir Alex Ferguson?" Rara mencoba angkat tangan untuk menampar Nona Mia. Tetapi Nona Mia yang memang belajar ilmu bela diri sejak kecil, langsung tangkis, dan Rara pun tersungkur.

***
Benza dan Jaki tertawa melihat Rara bertekuk lutut di kaki Nona Mia. Sepak bola memang sungguh luar biasa. Ada di belahan dunia yang sangat jauh dari Flobamora tercinta ini. Tetapi begitu dekat, masuk rumah, masuk kamar, ada di depan mata, ada di kepala, ada di hati. Teknologi komunikasi telah membuat dunia begitu sempit.

"Benza! Kamu pegang MU bukan?" Rara mencari dukungan. "Mereka menghina Ronaldo dan Rooney, menghina Sir Alex Ferguson, menghina MU. Saya tidak terima! Bayangkan! Saya sudah menderita kekalahan politik sekarang menderita kekalahan sepak bola. Ooooh tetapi saya masih punya kesempatan taruhan pilpres. Berani taruh Lima untuk SBY Budiono! Lima juga untuk JK Wiranto."

Jangan anggap remeh kekuatan lawan! SBY Budiono, Mega Prabowo, JK Wiranto sama-sama kuat sama-sama unggul, sama-sama punya kekurangan. SBY memang di atas angin sekarang, tetapi siapa bilang Mega Prabowo tidak kuat, siapa bilang JK Wiranto tidak menarik! Sama seperti Liga Champions, dunia boleh bilang MU, nyatanya pertandingan usai dengan kemenangan Barca.

Jadi, hati-hati menjatuhkan pilihan. Politik dan sepak bola sama-sama tujuannya gawang. Bedanya gawang bola pakai jaring, kalau gol bola kembali ke tengah lapangan! Sedangkan gawang politik bolong, jika gol bola melayang, tidak pasti siapa yang dapat bolanya.
***

"Pokoknya kalau SBY Budiono menang, saya akan terbang ke markas MU untuk memotivasi Ronaldo dan Rooney agar bangkit kembali. Kalau JK Wiranto menang, saya akan undang Sir Alex Ferguson datang ke Kupang," kata Rara.

"Kalau Mega Prabowo menang, saya akan terbang ke markas Barca, khusus untuk memeluk idolaku Pep Guardiola," sambung Nona Mia. "Hubungan kita pun putus!"

"Ooooh Nona Mia, jangan tinggalkan daku," Rara merengek. "Aku akan mendukung Barca. Aku akan mendukung Mega Prabowo, yang penting jangan tolak cintaku..."
"Dasar bola bergerigi!" Nona Mia berlalu. (*)

Pos Kupang Minggu 31 Mei 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda