FOTO POS KUPANG/ALFRED DAMA
SMA KRISTEN I -- Para siswa SMA Kristen I Kupang saat lomba cerdas cermas UUD 1945 di studio aula Undana-Kupang, Senin (18/5/2009).


SUASANA aula utama kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tidak seperti biasanya pada Minggu dan Senin (17-18/5/2009). Aula di kantor pusat Undana di Jalan Adi Soedjipto ini telah ditata sedemikian rupa mulai dari lighting, latar belakang (back drop), serta sedikitnya empat kamera televisi serta berbagai peralatan elektronik sehingga tempat itu sudah menyerupai sebuah studio televisi.

Telah hadir pula sejumlah kru operasional mulai dari teknisi lampu, sound, kameramen dan tentunya pengarah acara.

Telah hadir juga 18 tim sekolah menengah atas (SMA) terpilih dari berbagai daerah di NTT yakni SMAN 2 Kupang, SMAN 3 Kupang, SMAN 4 Kupang, SMAN 5 Kupang, SMAN 6 Kupang, SMAN 9 Kupang, MAN Model Kupang, SMA PGRI Kupang, SMA Muhammadiyah Kupang, SMA Kristen I Kupang, SMAN I Kupang Timur,

SMAN I Kupang Barat, SMA Adven Nusra-Tarus, SMA Kristen Tarus, SMAN 2 Kefamenanu, SMAK Frateran Podor-Larantuka, SMAK Regina Pacis Bajawa dan SMAK Giovanni Kupang serta para guru dan siswa pendukung dari masing-masing sekolah.

Siang itu merupakan lomba cerdas cermat UUD 1945 yang digelar MPR RI. Menjadi menarik adalah kegiatan lomba ini langsung disyuting oleh salah satu rumah produksi. Dan, menurut rencana acara ini akan ditayangkan oleh salah satu televisi nasional dan lokal.

Lomba tingkat Propinsi NTT ini menjadi ajang adu pemahaman dan pengetahuan tentang berbagai pasal dalam UUD 1945 dan berbagai produk hukum lainnya serta TAP MPR RI. Para peserta juga diuji kreativitas dan seni budaya dalam bentuk yel-yel di awal lomba.

Berbagai pertunjukan diperagakan oleh para siswa ini mulai dari tari-tarian dan nyanyian. Para peserta pada umumnya bersemangat memperagakan yel-yel untuk
memberikan semangat timnya.

Seperti pada semifinal kedua yang menampilkan SMAN 4 Kupang, SMA Kristen 1 Kupang dan SMAK Giovanni Kupang. Tiga tim yang tampil percaya diri dengan yel dan gaya mereka masing-masing.

Kreativitas tim-tim peserta ini bisa dilihat dari kemampuan mereka menggubah lagu asli daerah menjadi lagu nasional dengan tidak merubah not-not dasar. Para siswa ini hanya merubah syair lagu dari bahasa Dawan ke bahasa Indonesia dengan tema tentang kecintaan pada UUD 1945 dan Pancasila.

Bukan saja menggubah, para siswa ini juga membawakan dengan gaya dan kreativitas mereka. Tidak jarang ada yang membawa botol bekas air minum kemasan sebagai alat bantu musik. Pemandangan menarik ketika tim-tim tersebut menunjukan kreativitas dan gaya mereka masing-masing.

Sebanyak 18 tim yang tampil harus menunjukkan kreativitas mereka di hadapan penonton dan juru kamera. Sehingga berbagai atraksi menarik pun menjadi tontonan yang asyik.

Ronaldus Dwicahyo, salah satu anggota tim cerdas cermat UUD 1945 SMAN Giovanni Kupang mengatakan, mereka mempersiapkan yel-yel terseubut hanya sekitar satu jam. Dan, latihan kurang dari satu jam.

Semua ide merupakan kreativitas anggota tim yang dipadu dalam berbagai gerakan tubuh dan lagu. "Kita hanya latihan satu jam saja, karena kita sudah biasa tampil jadi langsung kompak," kata Dwicahyo yang dihubungi usai lomba tersebut.

Latihan dan kreativitas singkat itu juga telah membawa SMAK Giovanni selalu menjadi tim dengan nilai tertinggi dalam gerakan kreativitas tersebut.

Bukan saja yel-yel, para siswa juga ini juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan ekspresi seni mereka dalam acara ini. Pada umumnya para siswa ini tampil membawakan lagu pilihan mereka.

Kemampuan berkreasi ini menunjukkan bahwa para siswa ini tidak hanya pandai dalam hal memahami UUD 1945, Pancasila dan berbagai produk hukum, tetapi juga memiliki kreativitas dalam hal seni. (alf)


Pos Kupang Minggu 24 Mei 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda