Cincin Kenangan

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda


RUTIN tiap lima tahun terjadi ribut-ribut soal cincin kenangan, lencana, hadiah purnabakti dan sejenisnya untuk anggota DPR DPRD yang terhormat. Tidak heran jika Jaki ikutan disoroti. Maklum satu anggota Dewan ini dikenal vokal mengkritisi berbagai ketimpangan yang terjadi di kalangan masyarakat maupun di kalangan orang dalam.

Bagi Jaki, budget untuk rakyat kecil, itulah yang terpenting. Begitulah, soal cincin kenangan dan sejenisnya itu dia diam seribu bahasa. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tiada seorang pun yang tahu. Jaki memang lain daripada yang lain. Dia beda dengan rekan sejawat yang tampak wajar dan tenang saja menghadapi protes masyarakat soal cincin kenangan.

***
Konon, sejak cincin kenangan dan sejenisnya diagendakan, Mister Jaki kena tulah nomor satu, tidak bisa bicara. Lidahnya keluh dan mulutnya terkunci rapat. Dia sudah berobat dari satu dukun ke dukun lainnya, namun belum berhasil. Terakhir, gara-gara operasi dukun, bibir Jaki jadi dower seperti bibir Umi Sarah dalam Inayah Sinetron kejar tayang di salah satu tivi swasta. Al hasil mulut Jaki lebih terkunci rapat.

Para wartawan kecewa berat, sebab tidak dapat mewawancarai Jaki yang terkenal jago bicara soal membela masyarakat kecil dan terpinggirkan. Anehnya, menulis pun Jaki tidak sanggup. Jemarinya kaku akibat kena tulah nomor dua, tidak bisa menulis. Dua hal yang sangat mengkhawatirkan semua orang yang mengenal Jaki. Maklum saja penampilan Jaki selama ini, selain dikenal vokal, Jaki juga gagah perkasa sangat percaya diri, dan dalam beberapa hal mirip benar dengan Abi suami para istri dalam Inayah. Kasihan Jaki!

***
Untuk mengetahui Jaki tidak setuju atau setuju dengan hadiah cincin kenangan dan sejenisnya, menjadi lebih sulit, setelah Jaki kena tulah nomor tiga, tidak bisa menggeleng dan mengangguk. Padahal setuju atau tidak setuju ini penting sekali diketahui, sebagai syarat kesembuhan Jaki. Semua orang pun heran.

Gaya Jaki selama ini dikenal ringan dan kocak. Jika dibandingkan dengan bintang sinetron, gaya geleng dan angguknya Jaki mirip benar dengan Marvel suami Melati dalam sinetron Melati Untuk Marvel. Banyak perempuan tergila-gila padanya hanya karena gaya Marvelnya ini. Namun apa daya tulah yang diderita Jaki belum dapat disembuhkan.

Nona Mia dan Benza sahabatnya masih mengharapkan Jaki dapat memberi isyarat melalui kedipan mata, namun astaga! Sayang sekali, Jaki pun kena tulah nomor empat, yaitu matanya buta. Apa yang telah terjadi? Padahal mata Jaki mirip benar dengan matanya Ari Wibowo, bukan mata orang kita. Matanya kebiru-biruan menambah kegantengan Jaki. Kalau mata sampai buta, betapa menyesalnya! Seandainya mata Jaki hitam, kuning, atau hijau, biarlah buta tidak mengapa.

Tetapi mata biru, sungguh sayang untuk dibiarkan buta. Karena itulah Nona Mia bertekad mencari dukun yang paling jitu untuk mengusir semua tulah yang menimpa sahabat baiknya Jaki.
"Penyembuhannya sederhana saja. Tulah akan segera lenyap dari Jaki. Syaratnya hanya satu. Jaki harus sanggup menjawab setuju atau tidak setuju dengan cincin kenangan dan sejenisnya," kata Rara sang dukun sakti.

"Apa yang akan terjadi kalau Jaki jawab setuju?" Tanya Nona Mia.
"Apa yang akan terjadi kalau Jaki jawab tidak setuju?" Tanya Benza.
"Apa yang akan terjadi?" Sang Dukun mengangkat wajahnya tinggi-tinggi. "Jawabannya akan datang dengan sendirinya kalau jawaban sudah ditentukan Jaki. Sepanjang Jaki belum menjawab, saya pun tidak dapat menjawab!"

"Bagaimana caranya?" Nona Mia setengah memaksa. "Temanku Jaki kena tulah tidak bisa bicara alias bisu, tulah tidak bisa menulis, tulis tidak bisa menggeleng dan mengangguk, dan tulah tidak bisa melihat. Bagaimana mungkin mendapat jawaban darinya? Tolonglah kami tuan dukun bagaimana caranya agar kami dapat jawaban ya atau tidak dari Jaki. Tolong kami..."
"Bukankah dia masih bisa mendengar? Tanya padanya. Kalau setuju hadiah cincin kenangan dan sejenisnya, dia bisa maju dua langkah. Kalau tidak setuju, dia bisa mundur dua langkah.

Gampang sekali!" Rara sudah tidak sabar. Dia merasa reputasinya sebagai dukun terkenal sudah dicemari oleh kasus Jaki.

***
Jaki kena tulah nomor lima, tidak dapat bergerak kiri kanan muka belakang. Jaki hanya diam, dan kaku di tempat. Jaki seperti patung hidup yang dipajang di etalase tokoh pakaian olahraga. Kasihan Jaki. Nona Mia dan Benza sedih bukan main melihat nasib Jaki sahabatnya.

"Panggil dukun!" Pinta Nona Mia. "Bawa dukun kemari agar dapat melihat dari dekat kondisi terakhir Jaki. Dia harus segera ditolong.

"Dengan cara apa aku harus menyembuhkannya? Lima tulah telah mengepung dirinya..." Sang Dukun Rara berpikir keras. "Ooooh aku tahu, berikan padaku cincin kenangan itu. Kenakan pada jari manisnya!"

Nona Mia dan Benza segera mencari cincin kenangan. Sang Dukun menyematkannya pada jemari Jaki. Astaga! Jaki sembuh dari semua tulah. *


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda