Pensi Kembangkan Kreasi


POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
PENTAS SENI--Para siwa SMANZA Kupang ketika mengikuti pentas seni tari di UPTD Pengembangan Seni Budaya Propinsi NTT, Kamis (18/6/2009).


HISTERIA ratusan pelajar Smanza, sebutan "gaul" untuk SMA Negeri 1 Kupang, semakin membuat semangat teman-temannya yang sedang unjuk kebolehan menari di atas panggung. Para siswa yang menonton begitu bersemangat. Ada yang berteriak sambil memberikan aplaus dan yang lain mengabadikan moment itu dengan kamera ponselnya.

Suasana seperti itu mewarnai pentas seni dua hari di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Seni dan Budaya Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis dan Jumat (18-19/6/2009).

Di tempat ini, para siswa yang rata-rata adalah kelas XI dari berbagai jurusan menunjukkan kebolehan mereka. Ya, lepas sejenak dari rutinitas di sekolah.

Di atas pentas, pelajar yang mewakili sekolahnya berusaha tampil maksimal. Mereka membawakan tari tradisional NTT maupun tari tradisional dari luar NTT. Berbusana sesuai tema dan asal tari yang dibawakan.

Grup Smanza tampil dengan tarian tradisional yang diiringi tetabuhan gong gendang dan dan perkusi yang dimainkan Paracetamol Grup yang juga anak-anak Smansha.

Pentas Seni (Pensi) Tari Pelajar Smanza Tahun 2009 yang tergabung dalam Tim Bengkel Seni Smanza (Bensin) bersama tim MGMP Seni SMA Negeri 1 Kupang merupakan ajang pengembangan potensi siswa agar dapat mengambil peran aktif dalam dunia seni, khususnya seni tari. Kegiatan ini mengusung tema 'Smanza Returns On Art' yang menjadi wadah peningkatan apresiasi pelajar dalam bidang seni tari.

Beberapa siswa kelas XI IPA II, antara lain Yolan Ndaumanu, Jesica Gasong, Putri Dinanti dan Nining Banesi, kepada Pos Kupang, di sela-sela kegiatan tersebut, mengatakan, pentas seni seperti ini sangat positif bagi siswa.

Menurut mereka, era globalisasi ini banyak membuat kawula muda dan remaja melupakan kebiasaan, adat- istiadat dan budaya lokal yang ada, terutama tarian. Anak-anak muda saat ini lebih suka mengenakan pakaian impor dengan tarian-tarian impor pula seperti break dance.

Mereka melupakan tarian-tarian daerah yang kaya makna dan pesan. Padahal, tarian-tarian daerah ini memiliki nilai luhur budaya bangsa.

Yolan Ndaumanu dan Jesica mengatakan, Pensi seperti ini sangat membantu para siswa dan generasi muda untuk mencintai tarian dan daerah serta menggali potensi budaya daerah yang selama ini mulai dilupakan.

Pensi juga bisa meningkatkan nasionalisme para generasi muda untuk semakin mencintai bangsa dan negaranya sendiri.

Selain itu, katanya, para siswa juga merasa sebagai ajang rekreasi dan refrehsing setelah sekian lama sibuk dengan rutinitas belajar di kelas. Menurut mereka, dari pada waktu senggang dihabiskan dengan jalan-jalan saja, lebih baik mengikuti kegiatan Pensi yang memberikan nilai positif.

"Banyak sekali seni tari yang harus digali di daerah ini dan harus ditanamkan kepada generasi muda. Seperti yang kita saksikan di Pensi ini, ternyata tarian daerah kita sangat banyak dan kaya makna," kata Yolan dan teman-temannya yang dalam Pensi ini membawakan tarian Pakarena dari Sulawesi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Drs. Rato Marianus mengatakan, kegiatan tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menumbuhkan apresiasi pelajar terhadap kebudayaan daerah.

Menurutnya, setiap tahun Direktorat Pembinaan Kesiswaan selalu menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan SMA Negeri 1 telah mengirim utusan ke Jakarta menampilkan tarian daerah NTT. Oleh karena itu, katanya, even ini perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk menggali seluruh potensi yang dimiliki siswa.

Dijelaskanya, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler merupakan bentuk kegiatan yang pada dasarnya makin mencerdaskan siswa. Oleh karena itu, lajutnya, pelaksanaan kegiatanya harus mampu menunjang kegiatan intrakurikuler sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa.

Ia berharap, para siswa bisa terus berlatih karena ilmu dari kesempurnaan adalah pengulangan untuk menjadi bekal keterampilan dan keahlian yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. (nia)


Pos Kupang Minggu 21 Juni 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda