Penyebab Pemanasan Global di Sekitar Kita

FOTO neinaa.files.wordpress.com
Asap rokok bukan saja berbahaya bagi perokok tetapi juga bagi warga di sekitar perokok itu


SETIAP tanggal 5 Juni, masyarakat dunia memperingati hari lingkungan hidup. Pada peringatan hari lingkungan ini, setiap orang diajak untuk merenungkan kembali tentang ancaman global yang terkait dengan kerusakan lingkungan atau pemanasang global.
Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi yang ikut memberi kontribusi pada kerusakan lingkungan dan berdampak pada pemasan global, namun setiap orang juga memiliki potensi untuk mencegah atau mengurangi pemanasan global.


Aktivitas setiap hari tanpda disadari memberi andil dalam pemanasan global. Dan, pengrusakan lingkungan juga memberi andil pada kesehatan manusia. Jadi sadar atau tidak pemanasangan global telah berada di sekitar kita. Beberapa jenis pengrusakan lingkungan yang berdampak pada pemanasan global dan kerusakan lingkungan antara lain.

1. Asap Kendaraan Bermotor
Asap kendaraan bermotor hampir ditemui di setiap aktivitas kita khususnya di daerah perkotaan.Asap kendaraan merupakan bentuk kontrubusi dalam pencemaran udara. Pencemaran udara selain menyebabkan penyakit bagi manusia seperti gejala kanker juga mengancam secara langsung eksistensi tumbuhan dan hewan, maupun secara tidak langsung ekosistem di mana mereka hidup. Beberapa unsur pencemar (pollutant) kembali ke bumi melalui deposisi asam yang berbahasa bagi maklum hidup bai di darat maupun di perairan.

Pencemaran juga mengubah struktur atmosfir bumi sehingga membuka celah masuknya bahaya radiasi sinar matahari (ultra violet). Dan pada waktu yang bersamaan, keadaan udara yang tercemar merupakan fungsi insulator yang mencegah aliran panas kembali ke ruang angkasa, dengan demikian mengakibatkan peningkatan suhu bumi. Proses inilah yang dikenal sebagai greenhouse effect (efek rumah kaca).

Para ilmuwan memperkirakan bahwa peningkatan suhu bumi, atau yang diistilahkan sebagai global warming, pada akhirnya akan mempengaruhi banyak hal seperti pasokan makanan dunia, perubahan tingkat permukaan air laut, serta terjadinya penyebaran penyakit tropis serta iklim yang berubah-ubah cuaca yang ekstrim serta bencana alam.
Zat-zat yang berbaha dari asap kendaraan bermotor antara lain karbon monoksida (CO), partikulat matter dan nitrogen dioksida (N02).

Dan, kerugian yang ditimbulkan dari kasus pencemaran udara, lebih terasa jika ditinjau dari aspek kesehatan. Dari setiap unsur dalam komponen polutan udara berpeluang merugikan bagi kesehatan setiap organisme.Salah satunya timbal. Timbal secara umum dikenal dengan sebutan timah hitam, biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin.

Fungsinya, selain meningkatkan daya pelumasan, juga meningkatkan efisiensi pembakaran. Sehingga kinerja kendaraan bermotor meningkat. Bahan kimia ini bersama bensin dibakar dalam mesin. Sisanya sekitar 70 persen keluar bersama emisi gas buang hasil pembakaran. Dan timbal yang terbuang lewat knalpot itu adalah satu diantara zat pencemar udara.

Timbal banyak digunakan oleh industri otomotif, karena setiap tambahan 0,1 gram timbal/liter mampu meningkatkan oktan sebesar 1,5 hingga dua satuan.
Menggunakan bahan bakar alternatif seperti gas, bahan bakar bio, tenaga matahari atau tenaga angin merupakan bentuk bahan bakar yang bisa menyelamatkan bumi.

2. Asap Rokok
Tanpa disadari, asap rokok juga memiliki andil yang cukup kuat dalam polusi udara dan kerusakan lingkungan. logam-logam berat seperti arsenik, kadmium, dan timbal telah dideteksi dalam asap rokok,dengan menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik ini bisa merambat sampai jarak berbeda-beda alam aliran udara.

Rokok yang sedang terbakar menghasilkan lebih dari 4.000 zat kimia; banyak diantaranya yang bersifat toksik dan sekitar 40 menyebabkan kanker. Senyawa-senyawa ini tetap berada di udara sebagai asap tembakau lingkungan yang dihirup oleh orang lain di kawasan tersebut.

Ada dua tipe asap rokok, yaitu asap rokok utama yang keluar dari mulut perokok dan asap sampingan yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.

Ketika meneliti logam-logam berat dalam asap rokok sampingan, para peneliti di perusahaan rokok Philip Morris, Amerika Serikat (AS), menemukan tumpukan arsenik dalam cerobong asap yang digunakan dalam tahap pertama pada peralatan mereka. Fenomena ini tidak ditemukan untuk kadmium atau timbal. Mereka menganggap bahwa yang menyebabkan ini terjadi adalah bahwa arsenik bisa menjadi uap cair sedangkan kadmium dan timbal adalah partikulat padat.


Bahkan, asap rokok lebih berbahaya dari polusi udara biasa. semakin dini orang mulai merokok, maka semakin cepat orang tersebut terkena kanker paru-paru. Sebab, hasil penelitian menunjukkan, asap rokok jauh lebih berbahaya dibandingkan polusi udara.
Prof. dr. Anwar Jusuf, Guru Besar Tetap FKUI yang dikukuhkan beberapa waktu lalu oleh Rektor Universitas Indonesia (UI) Usman Chatib Warsa mengatakan ''Asap rokok mengandung zat kimia yang sebagian bersifat karsinogen. Kemampuan zat ini memicu sel-sel normal menjadi ganas. Proses perangsangan itu terjadi bertahun-tahun.''

Kendatipun ada faktor lain penyebab terjadinya kanker paru-paru, jelas spesialis paru itu, namun merokok merupakan faktor utama penyebab keganasan. Pencemaran udara oleh kegiatan industri, menurut Anwar, bisa menambah risiko terjadinya kanker paru-paru. Beberapa zat kimia yang terkait dengan industri, seperti asbestos, arsen, krom, nikel, besi, asap arang batu, uap minyak dan uranium merupakan contoh zat-zat yang meninggikan risiko tersebut. Namun, risiko yang ditimbulkan oleh pencemaran udara jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang ditimbulkan akibat rokok sigaret.

Anwar menjelaskan, proses terjadinya kanker paru-paru membutuhkan waktu 10 tahun sampai 20 tahun. Biasanya gejala kanker paru-paru diawali umur 40 tahun dan puncaknya pada usia 60 tahun. Apabila semakin dini orang merokok dan terus berkelanjutan, risikonya semakin besar. Apabila orang merokok pada usia 10 tahun lebih tua, risikonya setengah dari orang yang merokok pada usia lebih muda.'

3.Daging
Daging secara langsung ikut memberikan andil pada pemanasan global. Para ahli lingkungan telah banyak melakukan penelitian tentang pengaruh daging pada lingkungan hidup. Beberapa faktor yang menunjukan pendapat tersebut benar adalah daging berasal dari hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba dan ayam. Ternak-ternak ini membutukan kawasan yang luas sebagai area peternakan sehingga luas tutupan kawasan hijau menjadi lebih sedikit.

Selain itu, kotoran hewan yang mengandung gas metan yang ikut langsung menyumbang terhadap pemanasan bumi.
Masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat berpartisipasi mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi makan daging. Kurangi makan daging, karena dengan Dengan mengurangi makan daging, yang berarti pula mengurangi peternakan maka akan berdampak kepada lahan untuk dihijaukan yang berfungsi sebagai hutan.

Di pihak lain, pemanasan global bisa dikurangi dengan menggalakkan pola pemupukan organik yang diyakini bisa memperkaya oksigen. Selain itu, bisa menjadi orang tidak makan daging sama sekali (vegetarian) berarti secara individu telah ikut mengurangi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. (bebagai sumber)


Pos Kupang Minggu 7 Juni 2009, halaman 14

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda