POS KUPANG/ALFRED DAMA
BINGKAI--Tanaman Pisang yang ditanam di atas terasering teknik bingkai A di Komples SMK t.Pius X Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara ini meurapakan model yang digunakan untuk menjebak air, sekaligus mencegah erosi tanah.



LAHAN diatas tanah yang kemiringan tertentu sangat berpotensi terjadinya erosi dan longsor. Namun para petani kini memiliki model tanam yang baru yang memungkinkan pemanfaatan tanah di lereng bukit secara maksimal.
Seperi halanya para petani di Desa Nunmafo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur memanfatkan konservasi lahan dengan menggunakan teknik model Bingkai A.

Menurut mereka, cara yang diperkenalkan oleh sebua lembaga swadaya masyarakat sekitar tahun 2000 ini cukup membantu mereka dalam memaksimalkan lahan-lahan yang berada di lereng bukit, namun tidak menyebabkan erosi. Bahkan, model ini diyakini bisa menjebak air agar tidak langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah tetapi langsung meresab ke dalam tanah.

Sumon Nuba, salah satu petani di Desa Nunmafo yang ditemui beberapa waktu lalu di Desa Nunmafi, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu menjelaskan, sejak mengenal terasering dengan teknik bingkau A, hasil yang didapat relatif lebih baik. Dengan model konservasi lahan ini, mereka tidak lagi melakukan penanaman berpinda-pindah sebab lahan dengan model bingkai selalu dianggap layak untuk tetap digunakan. Selain itu, tanaman yang ditanam diatas teras sering ini juga cenderung tanaman yang hasilnya bisa dipanen beberapa kali.

Di atas terasering dengan model Bingkai A, bisa ditanam pisang. Menanam pisang memiliki keunggulan seperti mencegah terjadinya erosi, sebagai jebakan air pisang juga dianggap bisa mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St. Pius X Insana- Kabupaten Timor Tengah Utara juga diperkenalkan dengan bingkai A ini. Para guru di sekolah ini meminta para siswa untuk menanam membuat terasering dengan teknik bingkai A pada tanah dengan posisi kemiringan di sekitar danau kecil di bagian depan komples sekolah tersebut.

Menurut Kepala Unit Produksi, SMK Katolik St. Pius X, Rm. Yerem Seran, teknik terasering teknik bingkau ini sengaja di dibuat sebagai jebakan air. Air yang terjebak dengan selokan-selokan kecil akan dengan sendirinya berguna bagi pisang yang ditanam di atas pematang jebakan tersebut. Selain itu, air juga tidak langsung mengalir. Sebab, bila air mengali akan membawa serta material seperti tanah dan kerikil kecil yang akan bisa mendangkalkan danau kecil yang menjadi sumber air untuk pertanian di tempat itu. Dan, air yang meresp karena terjebak akan mengalir melalui cela-cela dalam tanah hingga menjadi sumber mata air untuk danau tersebut.

Model teknik bingkai A, merupakan salah satu teknik dalam konservasi lahan. Teknik ini untuk memaksimalkan fungsi air hujan yang jatuh di tanah yang berada di wilayah lereng. Sehingga air langsung meresap dan akan keluar kembali dalam bentuk mata air di tempat yang lebih rendah. Dan, selama air yang terjebak masih berada dalam tanam tersebut maka menyebabkan tanah menjadi lembab sehingga bisa menghidupi tanaman yang ada di atasnya. (alf)



Pembuatan Bingkai A

KONSERVASI lahan dilakukan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan lahan, terutama pada lahan-lahan yang kritis dan mengalami kesulitan dalam mengadopsi air dan hara dari dalam tanah. Melakukan konservasi lahan memberi keutungan antara lain mengurangi aliran air di permukaan tanah, mengurangi resiko kekeringan, mencegah terjadinya erosi serya menghindari terkenah curah hujan secara langsung serta menciptakan kesuburan tanah.

Salah satu usaha konservasi pada lahan-lahan miring yang cukup efektif adalah dengan cara teknik sipil, yakni dengan pembuatan terasering. Bentuk terasering yang akan dilakukan pada lahan usahatani tergantung pada besar-kecilnya kemiringan lereng. salah satu teknik konservasi lahan adalah membuat model Bingkai A

Kegiatan ini diawali dengan menentukan titik-titik kontur sepanjang lereng dengan alat bantu sederhana berupa bingkai A, selanjutnya dijadikan garis kontur dan dijadikan terasering.

Alat sederhana bingkai A adalah suatu alat yang paling mudah dan efektif dalam membuat terasering. Cara penggunaan diawali dengan menentukan lahan yang akan diolah, lalu menentukan titik terluar bagian atas lereng dan diberi tanda sebagai titik pertama. Letakkan salah satu kaki bingkai A pada titik awal, dan kaki yang lainnya pada arah dalam lahan. Selanjutnya memperhatikan titik potong tali dan kayu palang bingkai A yang diberi tanda titik.

Jika perpotongan tepat pada titik maka pada bagian kaki yang lain bingkai A diberi patok sebagai titik kontur berikutnya. Lakukan hal yang sama hingga terdapat titik-titik kontur pada daerah lereng dan dilakukan hal yang sama pada kontur yang kedua dan seterusnya sehingga membentuk garis-garis kontur.

Bentuk - Bentuk Teras Untuk Konservasi
Pembuatan teras dalam usaha konservasi lahan harus dibuat berdasarkan prosentasi kemiringan lereng. Hal ini karena semua teras tidaklah sama sehingga cenderung tidak efisien penggunaannya. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya ketidak efisienan maka bentuk teras yang dianjurkan berdasarkan kemiringan lereng adalah diantaranya adalah;

a). Kemiringan lahan 0-2,5 persen tidak dianjurkan untuk pembuatan teras karena kemiringannya dianggap kurang berbahaya dalam kegiatan usahatani.
b). Kemiringan lahan kurang dari 6 persen dibuatkan teras Guludan Biasa. Guludan ini dimaksudkan untuk mengendalikan aliran permukaan yang mengalir menurut arah lereng. Pada guludan yang dibuat, dapat ditanami rumput penguat atau tanaman pakan lainnya.
c). Kemiringan 6 persen-15 persen dibuatkan Teras Gulud. Pembuatan guludan ini dengan menggali pembuangan air, sehingga tanah galian ditimbun untuk membentuk gulud dengan ketinggian lebih kurang 30 cm. Pada guludan tersebut dapat ditanami tanaman penguat teras seperti tanaman perdu (leguminosae). Sedangkan pada lahan antara guludan dapat ditanami tanaman pangan dan hortikultura lainnya.(sinartani.com)

Pos Kupang Minggu 12 Juli 2009, halaman 14

1 komentar:

terimakasih atas infonya yah

27 April 2012 14.45  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda