Dia Yang Kucintai Mengidap Penyakit TBC

Dokter Valens Yth,

Damai sejahtera buat pak dokter dan kru Pos Kupang.
Saya Yonas 24 tahun, saya lebih merasa sebagai orang Kupang, meskipun kedua orangtuaku bukan asli dari kota ini, namun mereka sudah lama kerja di sini, dan sayapun lahir dan dibesarkan di kota karang ini. Saat ini saya sudah tamat kuliah dan baru mulai bekerja sebagai guru pada salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama.

Karena sudah bekerja itulah maka keluarga saya (ortu dan saudara/i) sering menggoda dan bertanya kapan jadinya nikah dengan Merry. Dia yang disebut terakhir ini sudah berpacaran dengan saya selama dua setengah tahun. Merry berasal dari daerah asal orangtua saya. Dia gadis langsing penuh pesona, yang hadir dengan kesederhanaan yang memikat hati. Di kampus Merry amat pintar sehingga sering jadi rebutan mahasiswa.

Saya, walaupun tidak sekampus dengannya tapi merasa lebih beruntung menggaet Merry karena dia teman dekat adik saya Alice. Apalagi ada hubungan daerah asal maka saya mempunyai kemungkinan lebih besar. Ya.. Jadilah dia pacar saya. Tapi dokter, saya agak kuatir dan menjadi ragu karena keluarga besar dari kampung orangtua saya justru tidak setuju. Mereka katakan keluarga Merry (orangtua dan saudaranya) keturunan TBC. Merrypun kelak sakit TBC, begitu kata mereka. Mendengar berita itu saya awalnya tidak percaya. Toh, Merry kelihatan sehat-sehat saja. Cuma memang akhir akhir ini, saat musim kering tiba Merry sering Flu dan batuk-batuk.

Saya kadang terpengaruh juga. Jangan - jangan berita dari kampung itu memang benar. Dokter, Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan beberapa hal sehungan dengan kekuatiran saya itu. Apakah Merry yang sering batuk pilek itu merupakan tanda dari penyakit TBC.

Apakah seandainya benar orangtuanya sakit TBC berarti diturunkan juga kepada Merry?.

Bagaimana caranya untuk tahu apakah Merry sakit TBC atau tidak ? Bagaimana menanyakan hal ini pada Merry?

Dokter, saya mencintai Merry tapi kalau dia menderita penyakit TBC, apakah saya putuskan saja hubungan kami?

Saya tidak tahu bagaimana mengatakan alasannya. Saya juga tidak ingin menyakiti hatinya. Ah, serba sulit rasanya. Mohon dokter bantu saya. Saran dokter pasti sangat berarti buat saya. Akhirnya semoga dokter mau membalas surat saya ini.
Salam Yonas - Kupang.


Saudara Yonas yang baik,
Salam jumpa buat Anda. Saat ini kota Kupang sudah jauh lebih maju dan semarak. Anda nampaknya sudah makin cinta dengan kota Kupang; itu bagus. Namun yang paling bagus adalah berperilaku benar sebagai orang kota, yang selain taat aturan (hukum), Anda harus lebih mampu melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dibanding orang dari desa.

Cara Anda mewaspadai penyakit yang mungkin diderita oleh pacar Anda Merry, ada benarnya. Namun dari surat Anda, saya mengetahui bahwa Anda belum paham betul soal penyakit yang Anda takuti itu. Selain Anda, masih banyak masyarakat kita yang belum paham. Hal yang dihadapi seharusnya berat (serius) dianggap enteng dan hal yang tidak serius (enteng) dimengerti sebagai hal yang sangat berat.

Untuk itu sembari menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda sekaligus saya menjelaskan hal-hal penting menyangkut TBC (tuberculosis). Pertama-tama penyakit TBC bukanlah penyakit keturunan. Penyakit ini sering kena pada anggota keluarga yang sama karena mereka berada (terpapar) pada suatu lingkungan, tempat tinggal, rumah, yang kondisinya kurang bersih, dan banyak kuman TBCnya.

Kuman TBC berasal dari dahak penderita. Bila PHBSnya salah, sering buang dahak sembarangan di rumah yang berdebu, kuman bercampur dalam debu kering yang dihirup dan masuk dalam paru-paru penghuni rumah. Rumah berdebu yang tidak berjendela dan kurang dimasuki sinar matahari, sering menjadi tempat yang paling potensial untuk hidupnya kuman TBC berlama-lama.

Membuka jendela dan sinar matahari masuk rumah akan membunuh kuman TBC yang ada dalam rumah (PHBS lagi). Kuman TBC juga bisa berjangkit langsung lewat dahak yang terlontar saat batuk. Menjawab pertanyaan berikut tentang batuk pilek, bukan selalu merupakan gejala TBC. Perlu anda ketahui bahwa gejala umum TBC yaitu batuk terus menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih. Gejala lain yang sering dijumpai adalah: dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, napsu makan menurun, berat badan turun, berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, dan demam meriang lebih dari satu bulan.

Nah bila orang yang mempunyai gejala seperti itu patut dicurigai (suspek) TBC. Dia harus diperiksa dahaknya ke Puskesmas atau Rumahsakit untuk memastikan ada atau tidak kuman TBC. Bila ada kuman TBC di dalam dahaknya berarti dia sakit TBC, tapi bila tidak ada kuman pada dahaknya berarti dia tidak berpenyakit TBC.

Anda mencintai Merry dan tidak ingin menyakiti hatinya. Bila demikian anda harus berbuat sesuatu untuk dia. Kalau dia sering batuk Anda bisa mengajaknya untuk memeriksakan dahaknya ke Rumah sakit atau puskesmas. Tentunya Anda menggunaka cara yang halus sehingga Merry tidak tersinggung bahkan bertambah cintanya karena perhatian Anda begitu besar padanya. Bila saat pemeriksaan ternyata ada kuman, Anda tak perlu kuatir karena saat ini sudah ada cara untuk mengobati penyakit TBC sampai sembuh tuntas.

Dengan meminum obat secara teratur selama enam bulan penderita bisa sembuh. Kepastian sembuh 90 persen. Yang paling penting buat Anda adalah manakala Anda mengantar Merry dan ternyata dahaknya tidak ada kuman TBC, Anda memperoleh kepastian untuk membantah rumor dari keluarga yang di kampung. Nah,. Ada atau tidak kuman TBC pada pemeriksaan tersebut, ternyata ada jalan keluar untuk membuat Merry mendapatkan kepastian kesehatannya dan mendapatkan kepastian cintanya.

Bila demikian apakah Anda masih berpikir untuk memutuskan hubungan dengan Merry yang secara nyata telah mempesona dan meluluh - lantakan hatimu. Anda yang harus menjawab karena Andalah yang mampu melihat dan meraba-rasakan "kembang" yang mekar dalam hati Merry dan hati Anda sendiri. Benarkah ada kuntum cinta yang terus tumbuh?.....semoga. Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 19 Juli 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda