Jangan Sepelekan Hipertensi


ilustrasi healthylivingtip.com
Mengukur tekanan darah secara teratur akan mengetahui tingkatan tekanan darah.



Oleh dr. Budiana, Sp.PD
Spesialis penyakit dalam bertugas di RSUD Atambua.

HIPERTENSI sering disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) karena tanpa adanya tanda dan gejala terlebih dulu menimbulkan kerusakan organ tubuh. Dalam dunia kedokteran disebut hipertensi kalau tekanan darah dalam arteri tinggi.

Umumnya batasan hipertensi dinyatakan bila tekanan sistolik adalah 140 mmHg atau lebih secara terus-menerus, tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih secara terus-menerus atau keduanya. Tanpa penanganan yang baik hipertensi akan diikuti penyakit ikutan yang lebih berbahaya seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan kerusakan pada mata.

Sebagian besar penderita hipertensi tidak memberikan gejala/keluhan.Sebaliknya hanya 10 persen penderita mengeluh sakit kepala, berdebar-debar, sulit tidur, mudah lelah, penglihatan kabur, hidung berdarah, telinga mendenging, dunia terasa berputar.

Ada dua penyebab hipertensi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Yang paling sering dijumpai adalah hipertensi primer. Antara 90-95 persen, penderita hipertensi termasuk katagori ini.

Hipertensi primer berbeda dengan sekunder karena tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Tampaknya hipertensi primer merupakan hasil dari gabungan beberapa faktor seperti: pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, kenaikan jumlah cairan dalam darah,sekresi hormon, produksi zat kimia yang mempengaruhi pembuluh darah, dan kontrol saraf terhadap sistem kardiovaskular.

Hipertensi Sekunder
Adapun hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui dengan jelas penyebabnya karena penyakit lain yaitu: tumor anak ginjal, pil kb, kehamilan dll.

Sekitar 5-10 persen kasus hipertensi termasuk katagori ini. Hipertensi sekunder biasanya terjadi lebih cepat dan menyebabkan kenaikan tekanan darah lebih tinggi dari hipertensi primer.Dibandingakn hipertensi primer, hipertensi sekunder kadang-kadang bisa disembuhkan.

Apabila penyakit atau kondisi pasien diperbaiki, bahkan pada orang tertentu akan menjadi normal kembali.
Hipertensi dapat mempercepat penumpukan lemak di dalam dan dibawah lapisan dinding arteri. Pada awalnya timbunan lemak ini hanya merupakan garis-garis yang terbentuk dari sel-sel yang berisi lemak. Tetapi dengan semakin menumpuknya timbunan, lapisan yang lebih dalam dari dinding arteri akan terdesak sehingga dinding menjadi berparut.

Penumpukkan lemak dalam jumlah banyak disebut plak. Bahaya terbesar penumpukan plak adalah penyempitan pembuluh darah dan organ yang dialiri darah oleh pembuluh darah ini akan kekurangan darah dengan akibat tubuh berkompensasi menaikkan tekanan darah supaya aliran darah meningkat. Organ-organ yang paling dipengaruhi hipetensi adalah arteri jantung, otak, ginjal dan mata.

Beberapa kerusakan organ yang sering terjadi akibat hipertensi yang tidak terkendali dengan baik adalah kerusakan kardiovaskuler ( jantung dan pembuluh darah), gagal jantung, otak terserang stroke, gagal ginjal,dan kebutaan pada mata.

Mengunakan obat dengan bijaksana
Dengan Obat penurun tekanan darah memastikan tekanan darah tetap dalam batas normal dan dapat menurunkan risko komplikasi hipertensi yang tidak terkendali, termasuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan demensia. Namun sebagian besar pasien harus minum obat seumur hidup.

Disamping itu agar berhasil dianjurkan pula mengendalikan tekanan darah tanpa obat-obatan, perlu dengan mengendalikan berat badan,membatasi minum alkohol.

Kiat Mengelola Hipertensi
Hipertensi sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Empat hal penting yang dapat diubah dalam kaitan mengatasi hipertensi antara lain sebagai berikut:.

Turunkan berat badan. Diantara semua faktor risiko yang dapat dikendalikan berat badan adalah salah satu yang paling erat kaitannya dengan hipertensi. Dibandingkan orang kurus, orang gemuk lebih besar peluangnya kena hipertensi. Perlindungan terbaik terhadap hipertensi pertama adalah jangan sampai kegemukan.

Bergeraklah. Olah raga sangat bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskuler, juga mencegah munculnya darah tinggi dan dapat menurunkan berat badan. Dengan gerakan fisik dalam taraf tertentu dibutuhkan tubuh untuk menjaga tekanan darah agar bekerja sebaimana mestinya. Dan akan memperbaiki fungsi arteri agar tidak berkerut (aliran darah lancar).

Diet. Berdiet dimaksud adalah mewaspadai asupan zat-zat pemicu naiknya tekanan darah seperti membatasi konsumsi garam.

Kontrol stres. Ketegangan jiwa yang dialami bertahun-tahun pada seseorang akan meningkatkan risiko terkena hipertensi. Sebaliknya orang dengan berpikiran positif dan optimis akan lebih kecil peluangnya mendapat hipertensi. Karena itu, bila selama ini tidak mungkin kita keluar dari kondisi yang membuat stres, maka lakukan perubahan pola persepsi untuk melihat masalah, lebih tenang, positif, dan bijak.

Mengingat begitu banyak akibat buruk dari hipertensi, dan sekitar 90 persen hipertensi tidak memberikan gejala pada penderita maka jangan sekali-sekali menyepelekan keluhan dan tanda dari hipertensi, agar terhindar dari bahaya hipertensi. (*)


Pos Kupang Minggu 5 Juli 2009, halaman 11

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda