Menabung

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

MINGGU pagi itu Ira berkunjung ke rumah Echa, teman sekelasnya. Ternyata Echa sedang duduk santai di ruang tengah ditemani sebuah boneka panda berukuran besar. Dia asyik menonton film Dora Emon di televisi.
"Wah, boneka pandanya bagus sekali, Cha. Baru dibelikan Mamanya, ya ?" tanya Ira.


"Boneka ini aku beli sendiri, Ir ," jawab Echa.
"Tapi uangnya diberikan Mama kan ?" Kalau begitu sih, sama saja artinya boneka itu dibelikan Mama," kata Ira sambil tertawa
"Boneka panda itu aku beli dengan uangku sendiri Ir ," jelas Echa.
"Uangmu sendiri ? Apa kamu sudah punya gaji ," Ira heran.
"Ha ha ha , Iraàà.. Ia. Uangku , ya ààdari tabunganku ," ujar Echa.
"Hebat kamu Cha, sudah bisa membeli sesuatu dari tabunganmu. Pasti Mama- mu memberimu uang jajan yang banyak sehingga sisanya bisa kamu tabung ," tebak Ira.

"Ah tidak juga. Setiap harinya Mamaku memberikanku uang jajan dua ribu rupiah. Tetapi karena setiap pagi aku sarapan, sehingga saat istirahat pertama aku masih kenyang. Aku baru jajan saat istirahat kedua. Sehingga setiap hari aku mem-bawa pulang seribu rupiah dan menyimpannya di celengan ," tutur Echa.
"Ternyata uang jajanmu sama besarnya dengan jumlah uang jajanku. Sayang-nya aku jarang sarapan di rumah. Sehingga tidaklah mengherankan kalau uang jajanku itu semuanya kuhabiskan di kantin ," Ira menyadari kesalahannya selama ini.
* * * *

"Echa, sebentar sore temani aku ke toko ya? Aku ingin membeli boneka panda seperti punyamu itu ," ajak Ira. Ajakan itu disanggupi Echa.
"Hebat benar kamu Ir, baru satu bulan menabung tetapi sudah mendapatkan uang sebanyak itu ," puji Echa.

"Sebetulnya uangku belum seberapa. Tetapi karena Tanteku memberiku uang cukup banyak, maka kuputuskan untuk membeli boneka panda ," aku Ira jujur.
"Ya, karena kamu sudah mau menabung sepertiku, maka aku bersedia mene-manimu ke toko sore nanti ," jawab Echa.

Sore harinya kedua sahabat itu ke toko. Karena sudah mengetahui tempat serta harganya, maka tidak berapa lama kemudian Ira sudah mendapatkan boneka panda yang diinginkannya. Keduanya pun pulang.

"Cha, sekarang ini uang tabungan saya digunakan untuk membeli boneka panda karena aku menginginkannya. Tetapi bagaimana kalau uang tabunganku banyak tetapi aku belum menginginkan untuk membeli sesuatu ?" tanya Ira.

"Kamu tetap menabungnya. Hanya saja kalau jumlahnya sudah banyak, tidak terlalu aman jika tetap disimpan di rumah. Karena hal itu bisa mengundang pencurian, baik oleh orang di dalam rumah sendiri, misalnya oleh pembantu yang biasa member-sihkan kamarmu, maupun pencuri dari luar rumah. Karena itu aku sarankan untuk disimpan di bank saja. Di bank lebih aman ," jawab Echa.
"Aku takut nanti aku sulit mengambil uangku ," Ira khawatir.

"Kamu tinggal menuliskan jumlah uang yang akan kamu ambil di slip pengambil-an. Lalu slip itu diserahkan ke petugas bank bersama buku tabunganmu. Tidak lama kemudian petugas bank memberikan uangmu ," ujar Echa.
"Kalau begitu aku mau menabung di bank saja ," sahut Ira. (*)


Pos Kupang Minggu 28 Juni 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda