Tagetes Sebagai Salah Satu Sumber Lutein



Foto ilustrasi/wikimedia.org
Bunga Tagetes


Oleh Bertha Bale Ana Ndiha dan M. Martosupono

Program Pascasarjana Magister Biologi
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

TAGETES sering disebut sebagai kenikir, randa kencana, dan ades (Indonesia), tahi kotok (Sunda), amarillo (Filipina), african marigold, aztec marigold, american marigold, big marigold (Inggris), mempunyai nama Latin Tagetes erecta L. Tagetes masuk keluarga Compositae (Asteraceae) dan mempunyai 59 spesies.

Tanaman ini merupakan salah satu herba hias yang biasa digunakan sebagai tanaman pagar dan pembatas atau digunakan secara komersial sebagai bunga potong, karena mempunyai bentuk bunga yang unik dan warnanya mencolok. Taksonomi Tagetes, sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Ordo : Asterales
Keluarga : Asteraceae
Suku : Tageteae
Genus : Tagetes
Spesies : Tagetes erecta, Tagetes filifolia, Tagetes lacera, Tagetes lucida, Tagetes minuta, Tagetes patula, Tagetes tenuifolia

Tagetes merupakan tumbuhan tahunan yang dapat tumbuh pada tanah dengan pH netral di daerah yang panas, cukup sinar matahari, dan drainase yang baik. Tanaman tumbuh tegak setinggi 0,6-1,3 m, daun menyirip berwarna hijau gelap dengan tekstur yang bagus, berakar tunjang, dan dapat berkembang biak dengan biji. Tagetes mempunyai bunga berukuran 7,5-10 cm dengan susunan mahkota bunga rangkap, bunga mempunyai warna cerah, yaitu putih, kuning, oranye hingga kuning keemasan atau berwarna ganda. Bunga berbentuk bonggol, tunggal, atau berkumpul dalam malai rata yang jarang, dan dikelilingi oleh daun pelindung.

Senyawa Aktif dalam Bunga Tagetes
Senyawa aktif dalam bunga tagetes antara lain monoterpen, sesquiterpen, diterpen, triterpen, sterol, flavonoid, thiophenes, dan senyawa aromatik, yang masuk dalam golongan terpenoid. Penyebab aroma pada bunga adalah sesquiterpenoid dan monoterpenoid. Monoterpen berfungsi menghambat pertumbuhan tanaman pesaing dan dapat juga bekerja sebagai insektisida atau berdaya racun terhadap hewan tingkat tinggi.
Senyawa terpenoid yang lain adalah golongan tetraterpenoid yang mempunyai jumlah karbon kurang lebih 40. Biasanya senyawa tetraterpenoid merupakan suatu pigmen berwarna yang dikenal sebagai karotenoid. Karotenoid dapat larut dalam pelarut non polar dan mempunyai warna kuning sampai merah yang terdapat pada seluruh bagian tanaman, khususnya bunga. Ada 2 jenis karotenoid dalam Tagetes yaitu karoten dan xantofil. Karoten merupakan karotenoid berkerangka hidrokarbon, sedangkan karoten teroksidasi disebut xantofil. Salah satu jenis karotenoid xantofil yang terdapat pada bunga Tagetes adalah lutein. Bunga Tagetes dikenal sebagai salah satu sumber lutein yang digunakan dalam berbagai keperluan pengobatan. Lutein yang terdapat pada daun dan bunga Tagetes sering dimanfaatkan sebagai pewarna makanan dan bahan tambahan dalam obat-obatan sebagai antikanker dan antioksidan. Jenis karotenoid lain yang terdapat pada bunga Tagetes adalah zeaxantin, ß-karoten, cryptoxantin, dan 14 karotenoid lainnya yang sering digunakan dalam pengobatan kanker, pewarna alami, sumber vitamin A, dan antioksidan. Penggunaan ekstrak bunga Tagetes untuk makanan manusia belum disetujui oleh FDA.

Manfaat Bunga Tegetes
Manfaat dari bunga Tegetes, selain sebagai bunga potong dan tanaman pembatas, tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna, obat, dan pakan ternak. Oleh karena banyaknya senyawa aktif yang terkandung di dalam tanaman tersebut, Canada dan Mexico memanfaatkan kandungan karotenoid pada bunga sebagai pakan ternak. Pakan ternak tersebut khususnya untuk unggas supaya dihasilkan telur dengan warna kuning tua. Senyawa ß-karoten, trans-lutein, lutein ester, dan xantofil digunakan sebagai pewarna makanan, pewarna kosmetik, antioksidan, antikarsinogen, dan produk obat-obatan.
Masyarakat Indonesia menggunakan bunga Tagetes untuk mengobati infeksi saluran napas, antiradang, mengencerkan dahak, mengatasi batuk, dan obat untuk luka. Masyarakat Filipina menggunakan bunga Tagetes dalam pengobatan untuk anemia, menstruasi yang tidak lancar, rematik, dan sakit pada tulang. Banyak negara yang masyarakatnya menggunakan bunga Tagetes untuk mengobati penyakit mata dan sedatif.
Di bidang pertanian, bunga Tagetes efektif dalam pencegahan nematoda pengganggu tanaman (Meloidogyne sp., Pratylenchus sp., dan lain-lain) sehingga digunakan sebagai tanaman tumpang sari, penangkal serangga, herbisida, dan antijamur. Minyak atsiri dari bunga Tagetes efektif menghambat pertumbuhan bakteri, antijamur pada Saprolegnia ferax, serta sebagai larvasida pada Culex quinquefasciatus, Anopheles stephensi, dan Aedes aegypti.

Lutein pada Bunga Tagetes
Kelopak bunga Tagetes mengandung 8 g karotenoid/kg kelopak bunga kering dan 80% dari karotenoid tersebut adalah lutein, yang terdiri dari dipalmitat, dimyristat, myristat-palmitat, palmitat-strearat, dan distearat ester. Lutein merupakan karotenoid xantofil yang selain terkandung dalam bunga Tagetes, juga terdapat pada bayam, brokoli, kentang, cabai, jagung, labu, pepaya, kiwi, dan jeruk. Karotenoid tersebut bersifat lipofilik dan berwarna merah-oranye. Dalam bidang kesehatan manusia, lutein berfungsi untuk mencegah penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, dan melindungi kulit dari cahaya biru ultraungu. Konsumsi lutein yang dianjurkan sebesar 6 mg/hari.

Struktur Kimia Lutein
Struktur molekul karotenoid memiliki 2 gugus hidroksil, yang menentukan fungsi biologis dari karotenoid tersebut. Gugus hidroksil pada struktur molekulnya membedakan lutein dengan karotenoid lain. Dengan adanya gugus hidroksil ini, lutein lebih bersifat polar daripada karotenoid lain, seperti beta-karoten.
Pembuatan ekstrak bunga Tagetes untuk digunakan sebagai pewarna melalui beberapa tahap. Kelopak bunga Tagetes setelah dipanen kemudian diekstrak dengan pelarut heksana. Setelah didapatkan ekstrak pigmennya, pelarut diuapkan, kemudian ekstrak pigmen disaponifikasi dengan 40 persen potasium hydroxide dan diatur pHnya menjadi 6-8, produk ekstrak bunga Tagetes siap digunakan. Ekstrak bunga Tagetes biasanya digunakan sebagai campuran dalam pakan ternak. Untuk pewarna makanan biasanya dibuat dalam bentuk serbuk. Ekstrak bunga Tagetes sangat stabil terhadap panas, suhu, pH, dan belerang dioksida. Bunga Tagetes mempunyai warna kuning sampai oranye yang sangat cocok digunakan untuk mewarnai pasta, minyak sayur, margarin, mayonnaise, roti, permen, susu, es krim, dan yogurth. Di Amerika, pewarna bunga Tagetes ini hanya diijinkan untuk pewarna dalam pakan ternak.(*)

Korespondensi. Telp : +62 298 321212; Email: Bertha.diha@yahoo.com


Pos Kupang Minggu 28 Juni 2009, halaman 11

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda