Manggarai

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

TERNYATA bola memang benar-benar bulat bundar, bukan bundar bergerigi. Ambisi PSN untuk pertahankan piala ETMC, gagal di kaki Manggarai dan PSKK andalan favorit juara terpaksa kandas di kaki anak-anak buaya Komodo. Persetim yang baru pertama kalinya masuk ETMC telah mematikan langkah PSKK. Gol emas Decky Kadja telah memuluskan lenggang Manggarai menuju kandang empat besar. Kali ini, Manggarai. Dari Barat sampai ke Timur benar-benar di atas angin.


***
Tentu tidak pernah sama, kandang sepak bola Lebijaga dan kandang alamnya buaya Komodo yang lagi jadi sorotan. Gubenur akan menghadap Menhut untuk berbicara langsung soal kemungkinan akan dipindahkannya buaya komodo ke Bali. Hampir semua elemen masyarakat menolak keras rencana memindahkan buaya komodo yang terkenal di seantero dunia itu ke Bali atau ke wilayah lain mana pun. Forum Peduli Komodo pun demo di di DPRD Bali.

Intinya menolak pemindahan komodo termasuk yang ada di Wae Wuul pindah ke tempat mana pun di dunia ini. Kalau saja kandang buaya komodo hanya selebar kandang sepak bola tentu lain ceritanya.
"Kita ke Bajawa dulu! Nonton bola, bela tim kita Manggarai biar bisa masuk final. Kita bisa kalahkan Bajawa, itu artinya kita bisa kalahkan setan bola mana pun. Mari kita pergi buat hati senang di Lebi Jaga! Soal komodo nanti dulu, teman!" Ajak Jaki.

"Komodo lebih penting dari bola!" Bela Rara.
"Bukan! Bola lebih penting dari buaya komodo!" Sambung Jaki.

"Memang kamu ini, benar-benar orang kita! Geger, kalau ancaman sudah datang. Benar-benar pemadaman kebakaran! Sayangnya, tiba di lokasi setelah api padam dan semuanya hangus. Sayangnya lagi mobil tangki tanpa air, akhirnya malah gagap di tengah jalan," Kata Nona Mia sedikit emosi.

"Selama ini kamu ada dimana? Baru kaget ya, setelah SK Menhut RI nomor SK.384/Menhut-II/2009 sudah keluar. Nanti, kalau buaya kita sudah benar-benar dibawa terbang keluar Flores, baru kamu menangis sampai air mata darah.

Apa pernah kamu urus baik-baik itu suaka Wae Wuul? Ataukah kamu lepas saja turut kamu punya suka! Jadi jangan marah kalau Menhut keluarkan SK untuk pindahkan 10 ekor buaya untuk diselamatkan di suaka marga satwa yang lain, biar pengembangbiakannya terjaga dan binatang langka itu tidak gampang punah dari muka bumi! Kamu berdua saja yang nanti tinggal jadi penghuni Wae Wuul!"
"Jangan terlalu cerewet Nona Mia!" Rara emosi. "Kamu kira kamu siapa! Kamu mau samakan kami dengan buaya komodo?"

"Ya! Kamu lelaki buaya darat! Selamatkan itu buaya komodo biar kamu tidak kena cap pemadam kebakaran. Biar kamu tidak jadi penghuni Wae Wuul!" Nona Mia tambah emosi.

Jaki dan Rara mati kata, akibat terkejutnya mereka mendengar kata-kata Nona Mia yang begitu kasarnya. Pada hal selama ini Nona Mia dikenal selalu manis kalau bicara. Mengapa Nona Mia begitu berubah demikian rupa? Jaki dan Rara bingung bukan buatan.

"Sabar Nona Mia, sabar. Soal buaya bisa kita atur supaya tidak dibawa pergi. Santai saja, pasti ada hikmah dari semua ini! Bukankah akan ada tambang di Komodo. Kita pasti dapat untung besar dan uangnya bisa kita pakai untuk selamatkan buaya darat kita.

Uangnya buat dipakai membuat suaka margasatwa Wae Wuul yang super hebat demi menjaga buaya-buaya kita. Kita bangun Taman Nasional Komodo super canggih! Kita akan menjadi kaya raya, sejumlah tambang akan memberikan kesejahteraan.

Buaya-buaya pun akan berkembang biak! Itu hikmahnya!" Rara berusaha setenang mungkin.
"Ooooooh ternyata itu hikmahnya?" Sambar Nona Mia. "Mau kaya raya dari tambang, lalu korbankan buaya komodo? Apa kamu tidak tahu bahwa tambang adalah tambang, buaya komodo adalah buaya komodo. Dua hal yang sangat berbeda, dua hal yang perlu penanganan yang sama-sama serius, dua hal yang yang mesti transparan urusannya."

***
"Masih bicara soal buaya komodo dan tambang di Manggarai?" Benza yang sejak tadi diam saja memberi tanggapan dengan lebih santai. "Seperti sudah diatur oleh bumi Manggarai saat masih bersatu dulu, bahwa ketiganya memang Manggarai, ketiganya memang sesaudara. Ketiganya kini mesti kompak mempertahankan komodo asli NTT, Varanus comodoensis yang terkenal berdiam di Taman Nasional Komodo. Kini ketiganya mesti tetap bersatu menjaga kadal raksasa itu.

Ketiganya mesti berjuang dan kita semua harus mendukung untuk mempertahankannya!"
"Ketiganya tidak hanya hebat dalam sepak bola ETMC Lebi Jaga Bajawa! Ketiganya juga mesti hebat berjuang demi buaya komodo! Kalau kompak, kalau sepakat, kalau benar-benar serius dan tidak mudah dijual dan menjual buaya, semuanya pasti beres! Kita mesti taruh kepercayaan penuh kepada semua pihak yang menangani urusan ini dan yakinlah bahwa buaya kita akan selamat.

Sekarang, saatnya kita nonton bola!" Ajak Benza. "Setelah pesta ETMC Bajawa usai, kita kembali duduk dan selesaikan soal komodo ini!"


***
"Itu dia yang kutunggu-tunggu!" Sambung Rara. "Menurutmu, siapa buaya Bajawa dalam ETMC kali ini?"
"Yang pasti, kalau bukan Flotim, tentu saja Manggarai! Tidak peduli Manggarai, Manggarai Timur, atau Manggarai Barat!" Kata Benza.
"Kali ini, Manggarai benar-benar buaya komodo!"
"Bukan! Buaya Bola!" *


Pos Kupang Minggu 2 Agustus 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda