Sulit Sesuaikan Diri dengan Teman Kerja

Dokter Valens Yth,

Salam jumpa, dan salam kenal. Saya Yuda, pemuda bujangan berumur 26 tahun, sudah selesai kuliah dan enam bulan ini saya bekerja pada salah satu instansi pemerintah.

Karena banyak bidang tugas yang dikerjakan oleh kantor kami ini, maka jumlah pegawai di kantor kami ini sekitar 72 orang. Saya berasal dari keluarga yang biasa saja, level orang NTT kebanyakan.

Dalam niat saya ketika mendapat kesempatan diterima di tempat tugas ini saya merasa akan dapat banyak kawan dan bisa bekerja demi masa depan saya dan saudara-saudara saya serta dapat membalas jasa orangtua.

Namun ketika masuk dalam situasi kerja di kantor ini, walau sudah enam bulan saya rasa seperti kesendirian.

Karena orang-orang di tempat kerja ini menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak diantaranya orang-orang serius (termasuk kepala kantor kami) sehingga hampir tak pernah ngobrol dengan yang lain.

Ada lagi yang suka marah-marah dan menggerutu yang kadang menyebalkan. Juga saya lihat juga ada staf yang nampaknya tidak senang dengan kesuksesan orang lain dan sangat iri hati kalau teman lain dapat kepercayaan jadi pimpro.

Sementara itu Windy, seorang gadis yang jadi staf di kantor ini, sulit saya nilai apakah dia termasuk cuek atau pemalu saya jadi agak ragu. Ada keinginan untuk mendekati Windy entah untuk berteman ataupun lebih lanjut jadi pacar malah sulit karena dia tidak banyak omong, juga sering menghindar.

Lain lagi dengan salah satu staf yang namanya Agus. Dia itu staf biasa tapi lagaknya suka perintah seperti bos-bos. Begitulah dokter, saya sudah kerja enam bulan dan saya belum bisa lihat siapa diantara orang-orang yang lebih senior ini bisa dicontohi.

Atau barangkali saya yang tidak tahu bergaul? Dari situasi yang saya gambarkan ini, barangkali dokter berikan saran pada saya bagaimana saya harus berbuat.

Apakah saya lebih baik pindah tempat kerja ke kantor lain?

Atas dimuatnya surat saya ini di Pos Kupang saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam, Yuda, AF - Kupang


Saudara Yuda yang Baik,
Salam jumpa juga buat Anda. Suatu ungkapan bermakna cukup dalam berbunyi sebagai berikut: Betapapun jauhnya Anda pergi, kurang berguna jika tidak dalam arah yang benar.

Sejak Anda mulai bekerja sebenarnya Anda mulai start untuk berjalan maju dengan tujuan yang jelas yakni memperbaiki masa depan serta membalas jasa orangtua Anda. Selain itu ada harapan dari Anda untuk memperoleh banyak kawan.

Kenyataan yang Anda hadapi saat ini justru adanya kesulitan besar yang memberi pengaruh pada tujuan pribadi Anda. Anda sudah berjalan enam bulan namun arah yang Anda ingin tuju, masih kabur bahkan membingungkan karena terhalang oleh sifat-sifat orang yang serba sulit (orang serius, iri hati, penggosip dan pemalu serta berlagak bos-bos).

Anda mau mundur atau menarik diri dari tempat kerja itu ke tempat lain, itu bukan solusi yang baik. Para pakar ilmu jiwa menganjurkan bila Anda berada pada suatu lingkungan pergaulan yang amat sulit, jangan biarkan hubungan yang sulit itu membakar habis kesempatan Anda untuk menjadi lebih baik daripada diri Anda yang sekarang.

Jangan biarkan hubungan yang serba sulit itu mengurangi proses untuk memperoleh tujuan utama yang telah Anda cita-citakan. Sepanjang Anda mau berusaha pasti ada jalan lain yang bisa digunakan. Cara mengintrospeksi diri (apakah bukan saya yang sulit bergaul) memang tidak gampang mengakuinya.

Namun pengakuan semacam itu merupakan satu langkah bagus yang disebut sebagai kerendahan hati. Kerendahan hati akan memuluskan jalan bagi lahirnya sifat-sifat yang baik lainnya. Untuk mengatasi kesulitan bergaul tersebut Anda tidak boleh tergoda untuk menyerah (give up) dan "lari bersembunyi".

Harus ada kebulatan tekad untuk berjuang mengatasinya dan menjadikannya lebih baik. Selanjutnya unsur penting untuk membuat hubungan dengan teman kerja yang sulit ini menjadi lebih baik, adalah unsur penerimaan.

Sering kali nampak bahwa jauh lebih mudah bagi kita unttuk mendiagnosis, menyebutkan dan mengklasifikasikan orang-orang yang bersifat aneh itu dari pada mengabaikan, melupakan kelemahan mereka (sifat-sifat jelek) dan menerima mereka apa adanya.

Dengan menerima mereka apa adanya akan mengurangi kekecewaan Anda terhadap hubungan yang sulit itu dan memberi kessempatan kepada Anda untuk mempersenjatai diri dalam menghadapi "luka-luka" yang terjadi berulangkali. Misalnya, terhadap orang yang hari-hari senantiasa nampak serius, bila Anda ada kontak pembicaraan yang melibatkannya, Anda tak perlu mengumbar banyak senyum, sehingga ketika tak ada sesungging senyum dari bibirnya sebagai balasan, Anda tidak perlu merasa frustrasi dan tertekan.

Selain kerendahan hati Anda untuk mengakui tabiat teman-teman yang sulit dalam bergaul, Anda perlu bertekad dan berniat penuh untuk memperbaiki hubungan tersebut serta menerima apa adanya mereka, maka yang tak boleh hilang adalah pengharapan.

Karena harapan adalah kekuatan yang sangat berpengaruh dalam memulihkan dan memelihara setiap hubungan pergaulan yang sulit. Ingat! Ketika segalanya menjadi gelap, pengharapan memancarkan terang. Dalam surat , Anda katakan, tak seorangpun diantara rekan kerja yang lebih senior itu bisa dijadikan contoh.

Saya ingin katakan bahwa dalam hubungan yang serba sulit dan membingungkan, tak perlu Anda mencari model, contoh ataupun patron. Be your self, itulah kata paling pas untuk Anda. Jadilah dirimu sendiri, tak perlu meniru orang lain.

Sepanjang Anda menyadari bahwa ada banyak kelemahan yang ada pada rekan-rekan kerja Anda, dimana Anda tak mampu mengubah dan tak dapat menyesuaikannya maka jadilah diri sendiri yang punya identitas spesifik dimana setiap orang harus mengakui bahwa itulah Yuda. Semoga jawaban saya ini lebih membuat Anda sebagai seorang pribadi yang utuh.
Salam... dr Valens Sili Tupen, MKM

Pos Kupang Minggu 9 Agustus 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda