FOTO ISTIMEWA di Foto Minggu, 20 September 2009
Dominggus Hauteas dan Istri

Dukung Bakat dan Minat Anak

MEMILIKI anak yang cerdas dan penurut menjadi kebanggaan tersendiri bagi orangtua. Apalagi anak-anaknya memiliki minat dan bakat yang unik dan mendukung kreativitas hidupnya.

Sebagai orangtua, pasangan Dominggus Hauteas, S.T, dan Enggelina Hauteas-Benu, tentunya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Sebagai orangtua yang baik, keduanya mendukung bakat dan minat anak-anaknya di bidang musik. Makanya, apapun yang yang diinginkan anaknya, mereka berusaha menyediakan alat-alat musik di rumah agar anaknya bisa berkreasi.

Kepada Pos Kupang di kediamannya di Jalan Tiflosar, Kelurahan Oebufu - Kupang, Jumat (18/9/2009), pasangan yang menikah tahun 1986 ini mengatakan, setiap orangtua menginginkan agar anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dengan masa depan yang baik.

Untuk itu, kata Kepala Seksi Pemeliharaan, Perbaikan, dan Pengendalian UPTD PSDA Wilayah Sumba ini, wajib mendukung bakat dan minat anak-anaknya.

Pasangan ini punya empat anak, putra sulung, Ginsi Hauteas, lahir di SoE, 7 Desember 1987, saat ini semester VII Fakultas Hukum, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Yogiarto Hauteas, lahir di SoE, 1 September 1991, kelas III SMK Kristen Kupang, Rizky Hauteas, lahir di Kupang, 29 Januari 1994, saat ini kelas III SMP Negeri 2 Kupang dan Nade Hauteas, lahir di Kupang 8 Juni 1997, saat ini kelas I SMP Negeri 13 Kupang.

Dominggus mengatakan, anak-anaknya memiliki grup band bernama SKY Band. Band ini merekrut beberapa temannya dari luar dan sudah malang melintang sejak tahun 2005 di jagat musik di Kota Kupang. Tidak heran, kalau band ini juga sering meraih beberapa juara dalam perlombaan baik di Kota Kupang maupun di daratan timor. Terakhir, band anaknya ini tampil sebagai salah satu band pembuka pada Konser Grup Band Padi di lapangan Polda NTT, September 2009.

Menyadari hobi anak-anaknya yang suka akan musik keduanya sepakat untuk mengadakan peralatan musik di rumah, sehingga anak-anaknya dan beberapa temannya yang tergabung di band ini bisa berlatih bersama di rumah. Menurutnya, tujuanya adalah agar anak-anaknya tidak berkeluyuran di luar rumah.

Dominggus dan Yane mengatakan, biasanya band diidentikan dengan narkoba dan kegagalan, sehingga setiap kesempatan bersama di rumah, keduanya selalu mengarahkan anak-anaknya. Keduanya selalu memotivasi anaknya agar melalui band mereka juga bisa sukses dan meraih masa depan yang baik.

Selain arahan-arahan motivasi yang diberikan, keduanya juga menguatkan anak- anaknya dengan hal-hal kerohanian yang kuat. Dengan demikian mereka yakin dengan dasar dan fondasi iman yang kuat dari rumah, anak-anaknya tidak akan melangkah ke hal-hal negatif di luar rumah.

"Memang ada kekhawatiran ketika mereka sudah memasuki masa remaja dan dewasa seperti saat ini. Namun, kami tetap yakin pendidikan kerohanian menjadi dasar pijak bagi mereka untuk melangkah ketika berada di luar rumah. Anak-anak ini setiap hari lebih banyak berkecimpung di dalam rumah. Kalaupun mau latihan band, biasanya teman-temanya yang datang ke rumah. Inilah yang memudahkan kami untuk mengontrol mereka.

Selain itu, katanya, jika ada jadwal latihan di luar atau ada perlombaan dan tour ke luar daerah mereka selalu menginformasikanya kepada kami, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi seperti Handphone," kata Alumnus Fakultas Teknik Undana tahun 2000 ini.

Keduanya merasa bangga karena apa yang diajarkan bisa diikuti dengan baik oleh keempat anaknya. Sehingga sebelum tampil di luar rumah jika ada perlombaan, anak- anaknya dan rekan-rekanya akan melakukan doa penyerahan bersama di rumah. Selanjutnya, jika sudah selesai tampil, anak-anaknya dengan sendirinya kembali ke rumah untuk melakukan doa pengucapan syukur sebelum membagi-bagi berkat yang mereka terima.

Soal jadwal belajar, Dominggus dan Yane, mengaku anak-anaknya sudah tahu dan sadar akan jam belajar masing-masing sehingga tidak sulit untuk mengatur. Sebagai orang tua, keduanya hanya bisa mengarahkan dan memberikan motivasi kepad anak- anaknya agar bisa terbuat yang terbaik dalam kehidupan mereka.

Dominggu sdan Yane mengatakan, biasanya putra sulungnya yang selalu memberikan contoh kepada adik-adiknya. Selain kegiatan ngeband di rumah anak- anaknya juga mengikuti program olah raga fitness.

Menurut keduanya, sebanyak apapun kegiatan di luar rumah atau walaupun memiliki bakat dan minat luar biasa di salah satu bidang, namun keduanya selalu mengatakan bahwa belajar dan sekolah adalah nomor satu.Dengan begitu, anak-anaknya pun merasa termotivasi dengan apa yang mereka bicarakan. (nia)

Pos Kupang Minggu 20 September 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda