Dua Tahun Pacaran Tidak Merasa Bahagia

Dokter Valens Yth,

Salam dalam kasih-Nya. Perkenankan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, Nama saya Risniwati, gadis dewasa yang kini sudah selesai kuliah dan baru mulai kerja di suatu Yayasan di Kupang. Cita-cita saya sejak dahulu sampai sekarang tetap saja satu yaitu ingin hidup damai dan bahagia bersama orang yang saya cintai.

Saya tidak perlu suami yang kaya atau pejabat, karena saya memang dari keluarga campuran NTT dan luar NTT yang pada dasarnya kami hidup sederhana saja. Saya tidak terlalu pemilih (selektif) dalam mencari pacar dan orang yang menjadi pacar saya saat ini adalah Leonard. Kami sudah pacaran hampir dua tahun.

Semua teman dan keluarga sudah tahu, hanya saja kami belum berani ke arah yang lebih serius, tunangan misalnya. Itu belum. Dalam perjalanan cinta kami, kadang saya merasa sepertinya sudah cocok dengan Leonard, tapi kadang-kadang bila saya bandingkan dengan teman lain yang begitu harmonis dengan pacarnya saya mulai ragu apakah Leonard itu cocok dengan saya. Persoalannya kami pacaran, tapi sepertinya datar saja, kurang ada gejolak dalam hati.

Gersang rasanya, karena Leonard orangnya pendiam dan kurang romantis begitu. Kalau bercerita hanya omong sepotong-sepotong, dan terkesan irit kata-kata. Kalau berbuat sesuatu sepertinya harus ikut prosedur dan kalau datang apel, duduk sebentar lalu pulang.

Saat saya ke rumahnya, dia tidak pernah mau antar saya pulang, saya pasti pulang sendiri. Kadang saya merasa, bukan begini yang saya inginkan, tapi sulit juga mau omong. Soal fisik Leonard memang ganteng, tapi entah saya merasa banyak yang kurang. Mungkin saya tidak mampu menggambarkan dengan kata-kata, tapi maksud saya, saya kurang bahagia.

Bagaimana caranya agar saya bisa jadi dengan Leonard dan kamipun bisa bahagia. Demikian surat saya ini semoga dokter mau membalasnya. Dan atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Risniwati - Kupang.


Saudari Risniwati yang baik,
Salam damai sejahtera buat Anda. Menyimak surat Anda, sedikit membuat saya penasaran, karena dari penggalan tulisan Anda tidak banyak menggambarkan secara konkrit apa sebenarnya yang Anda maksud dengan kebahagiaan bersama pacar (Leonard).

Saya mengutip kata-kata Rick Foster, Ph D. dalam bukunya Secrets Of The Happiness, (Rahasia-rahasia kebahagiaan),2003, sebagai berikut: Kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan adalah dua sisi penilaian yang saling bertentangan terhadap situasi-situasi yang kita alami. Jika Anda menilai situasi yang Anda hadapi itu jelek, Anda tidak bahagia.

Sebaliknya, jika Anda menilai situasi yang Anda hadapi itu baik, Anda akan bahagia. Foster melanjutkan, secara hakiki kita ini adalah makluk bahagia. Jika Anda menghilangkan semua emosi (suasana hati) yang membuat Anda tidak bahagia, maka Anda bisa mengalami sensasi kebahagiaan.

Oleh karenanya, tidak sulit mendefinisikan apa itu kebahagiaan. Menurut Foster pula, Anda akan bahagia jika Anda TIDAK merasakan : Benci, depresi, takut, kuatir, tidak puas, bosan, rasa bersalah, marah, frustrasi, sedih, keraguan. Setiap orang yang waras pasti menempatkan kebahagiaan sebagai tujuan final atau yang tertinggi.

Kebahagiaan tampaknya tidak selalu muncul sebagai tujuan yang nyata, karena ada tujuan jangka menengah yang perlu juga dikerjakan untuk mencapai kebahagiaan. Anda perlu memiliki kekuatan kreatif yang menjadi fondasi tanggung jawab pribadi untuk mencapai kebahagiaan yang Anda inginkan.

Bahagia atau tidak sebetulnya bermula dari tanggung jawab pribadi Anda terhadap diri Anda sendiri. Cobalah menyimak lirik terkenal dari lagunya Michael Jackson : " If you want to make the world a better place, take a look at your self, and make a changes ... I am starting with the man in the mirror". (Bila kau ingin menjadikan dunia menjadi lebih baik, lihatlah dirimu dan buatlah perubahan ... mulailah dari orang kau lihat dalam cermin, yaitu diri Anda sendiri).

Bintang Film Nicole Kidman, bahkan mengatakan : jika Anda bisa menghilangkan dorongan untuk mengontrol masa depan Anda, maka Anda memiliki peluang lebih besar untuk merasakan kebahagiaan. Artinya kebahagiaan jangan dicari di hari esok namun rasakanlah dan terimalah dia di hari ini, karena hari kemarin sudah lewat dan hari esok belum datang. Menerima apa adanya Leonard saat ini adalah salah satu cara untuk mempercepat upaya merasakan kebahagiaan itu. Tiga kata ini, Love, Tolerance and Understanding adalah kata-kata indah dimana Kasih dan cinta membuat orang bersikap toleran terhadap orang yang dicintai.

Sesungguhnya Cinta itu tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois, bahkan mencari kesempatan untuk memberi lebih banyak daripada menerima. Orang yang bahagia membiarkan dirinya bahagia, Orang yang tidak bahagia terus menerus melakukan sesuatu yang justru membuat mereka semakin sedih.

Selanjutnya, saran saya agar Andalah yang perlu lebih banyak berinisiatif untuk membangun suasana yang romantis bersama Leonard, karena kebahagiaan merupakan kumpulan dari percikan-percikan peristiwa indah yang Anda alami setiap hari. Nikmatilah saat-saat indah Anda bersama Leonard (walau sedikit), karena semua itu akan membentuk kenangan manis di masa tua. Demikian jawaban saya, semoga Anda mulai bisa lebih bahagia.
Salam, dr Valens Sili Tupen, MKM

Pos Kupang Minggu 13 September 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda