FOTO ISTIMEWA
Ignasius Repelita Lega dan keluarga


Didik Anak Disiplin Sejak Dini

MEMILIKI anak semata wayang atau anak tunggal kerap membuat para orangtua selalu memberikan perhatian yang lebih. Rasa khawatir baik pada kesehatan dan kebutuhan anak terkadang membuat para orangtua ini merasa repot untuk memenuhi keinginan anak.


Banyak orangtua harus memanjakan anak-anak mereka sehingga anak-anak menjadi manja. Akibatnya, tidak sedikit orangtua mengeluh dengan sikap manja anak tunggal mereka. Tetapi itu tidak berlaku pada pasangan Ignasius Repelita Lega dan Veronika Djahari.

Pasangan yang menikah tahun 2001 ini memiliki cara lain dalam mendidik anak semata wayang mereka. Keduanya menerapkan disiplin sejak dini dalam kehidupan rumah tangganya. Pasangan ini memiliki satu putri, Maria Yosefa Elista Lega, lahir di Kupang, 5 Juni 2002. Saat ini duduk di bangku kelas II SDK Sta. Maria Assumpta Kupang.

Kepada Pos Kupang di kediamannya, kompleks Perumahan RSS Oesapa, Kota Kupang, pasangan yang sama-sama bekerja sebagai PNS di Kantor Bappeda Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Propinsi NTT ini mengatakan, memiliki anak semata wayang memang kadang merepotkan. Namun, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkan disiplin dalam kehidupan setiap hari di rumah.

Diakui Ignas, cara ini memang belum maksimal dilakukan mengingat usia anak yang masih labil. Namun Ignas dan Vero tetap berusaha agar minimal bisa diterapkan di rumah. Disiplin, kata alumnus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini, diterapkan mulai dari bangun pagi.

Disiplin yang dibangun dalam keluarga ini mulai dengan bangun pagi pukul 05.00 Wita mempersiapkan segala sesuatu ke kantor maupun ke sekolah. "Kalau bangun pagi awalnya dia susah dengan waktu yang ditentukan, namun lama-kelamaan terbiasa, dan sekarang kadang dia bangun sendiri," kata Ignas.

Bagi pasangan ini, anak merupakan anugerah dan berkat dari Yang Kuasa kepada setiap pasangan suami dan istri, sehingga harus dijaga dan dididik, tentunya dengan metode sebagai manusia. Anak menjadi seorang yang mandiri dan sukses suatu saat nanti, semuanya berasal pendidikan yang berasal dari rumah.

"Kalau pendidikan orangtua di rumah baik, biasanya tergambar dalam kehidupan anak di sekolah maupun di lingkungan luar ketika anak mulai bergaul dan bersosialisasi. Sehingga sebagai orangtua harus memberikan dulu contoh yang baik," kata Ignas.

Keduanya mengatakan, anak adalah harapan keluarga dan harapan bangsa, sehingga sejak kecil harus ditanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik, seperti sopan santun, saling menghargai, tolong menolong dan sebagainya. Karena, kata Ignas, mubazir kalau anak memiliki kepintaran luar biasa dalam pendidikan di sekolah tetapi perilakunya jelek. Untuk itu, katanya, mental anak perlu ditempa sejak dini sehingga ketika dewasa terbawa di mana pun anak berada.

Selain itu, katanya, untuk menjadikan anaknya bertumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas dan berguna bagi orang lain, pola asuh menjadi faktor utama dalam kehidupan berkeluarga oleh pasangan suami istri. Untuk itu, katanya, perhatian orangtua harus dimulai sejak anak berada alam kandungan sampai berusia enam tahun.Menurutnya, keluarga merupakan faktor utama dalam pembentukan kepribadian anak.

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat Camat Maulafa-Kota Kupang ini mengatakan, memiliki anak semata wayang dan usia yang masih kanak-kanak tentu sangat membutuhkan perhatian dari mereka. Untuk itu, prinsip utama dalam hidup pasangan ini adalah membangun kasih sayang dan kedisiplinan sehingga apa yang disampaikan orangtua tidak terkesan membela anak.

"Kalau salah satu marah atau memberikan nasihat pada anak, biasanya yang lain memilih diam. Dan, kami sepakat untuk jangan sampai terkesan membela si anak di hadapan anak. Karena kalau begitu dia akan merasa dibela dan tidak ada lagi rasa hormat dan menghargai orang lain," kata Ignas.

Walau demikian, keduanya tetap memperhatikan harga diri anak sehingga anak tidak merasa disepelekan, tidak dihargai. Karena itu apa yang dibicarakan biasanya dijelaskan secara baik kepada anak sehingga anak memahaminya.

Sesibuk apa pun dengan pekerjaan di kantor, Ignas dan Vero tetap memanfaatkan waktu luang dengan anaknya. Biasanya pasangan ini memanfaatkan waktu akhir pekan bersama anaknya. Keluarga ini memanfaatkan waktu luang ke pantai ataupun berjalan-jalan ke mall. (nia)

Pos Kupang Minggu 13 September 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda