POS KUPANG/ALFRED DAMA
DUTA WISATA -- Para peserta Pemilihan Duta Wisata Propinsi NTT saat berparade dalam Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Propinsi NTT.


SEPASANG remaja yang mengenakan busana tradisional Kabupaten Sikka berjalan perlahan di atas panggung diiringi musik instrument Maumere Manis..e.

Tatapan yang luas serta senyuman ke arah sekitar 200 orang penonton membuat dua remaja asal Kabupaten Sikka ini terlihat begitu anggun. Tepuk tangan penonton pun menyambut kehadiran Duta Wisata Kabupaten Sikka ini di atas panggung grand final Pemilihan Duta Wisata Propinsi NTT, Jumat (28/8/2009) lalu.

Dua remaja ini adalah Agustinus Meha dan Renya Rosari. Dua remaha ini merupakan salah satu dari tujuh pasangan yang tampil dalam Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Propinsi NTT Tahun 2009.

Tujuh pasang ini tampil sangat memikat dalam penampilan mereka. Selain menunjukkan kemampuan dalam hal wawasan, tujuh pasang ini juga diwajibkan memperagakan salah satu kesenian daerah.

Tujuh pasang remaja masing-masing tujuh pria dan tujuh wanita itu adalah Alfianus Tise dan Emerensiana (Manggarai Barat), Agustinus Meha dan Renya Rosari (Sikka), Derlis Urli dan Lesni Ekawati Manek (Sumba Timur), Yahya Ei dan Santi Olivia Fanggi (Rote Ndao), Raymundus Bala dan Fransisca Naidule (Timor Tengah Utara), Erik Oktavianus dan Septianis Nubatonis (Kabupaten Kupang) dan pasangan Gabriel Busa dan Meisye Woda (Kota Kupang).

Para remaja terbaik dalam ajang Pemilihan Duta Wisata tingkat kabupaten/kota di NTT ini telah menunjukkan luasnya wawasan mereka mengenai obyek-obyek wisata di NTT dan wilayah lain di Indonesia.

Bukan saja wawasan dalam dunia pariwisata, para duta wisata kabupaten/kota ini juga tampil menarik dengan busana ciri khas daerah masing-masing.

Bahkan mereka juga mampu membawakan tari dan nyanyian khas masing-masing daerah. Dan, dalam Pemilihan Duta Wisata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2009.

Bertempat di Aula El Tari, tujuh pasang remaja tersebut harus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di tingkat Propinsi NTT. Kompetisi bukan saja menyangkut wawasan mengenai dunia pariwisata, tetapi keterampilan membawakan tarian daerah atau menyanyikan lagu tradisional daerah sebagai salah satu syarat menjadi Duta Wisata NTT.


Seperti halnya, pasangan dari Kabupaten Kupang, Oktavianus dan Septianis Nubatonis. Pasangan ini membawkan sebua tarian dawan Kupang dengan apik.

Demikian juga peserta dari Kota Kupang, Gabriel Bussa dan Meisye Woda hal yang sama juga dipertunjukan oleh pasangan asal Kabupaten Timor Tengah Utara Raymundus Bala dan Fransisca Naidule. Satu-satunya pasangan membawakan lagu daerah adalah pasangan asal Kabupaten Sikka, Agustinus Meha dan Renya Rosari.

Pasangan ini membawakan lagu berjudul Higi Mitang. Pasangan ini menggunakan musik pengiring tradisional yaitu tempurung kelapa atau bahasa daerah disebut korak dengan cara dipukul-pukul atau dibenturkan hingga menghasilkan bunyi.

Sepintas, ajang ini hanya sekedar kompetisi antar daerah, kompetisi berpenampilan terbaik dalam mengenakan busana tradisional atau kompetisi saling memperkenalkan wisata di daerah masing-masing.

Namun nilai lebih yang ditunjukan oleh para remaja tersebut patut diberi pujian. Karena para remaja ini telah menunjukkan identitas diri sebagai remaja NTT yang mau mengenakan busana tradisional NTT dan mau membawakan tarian dan lagu khas NTT.

Pemahamaman dan mengusai pengetahuan tentang obyek wisata dengan baik untuk menujukan bahwa para remaja ini memiliki wawasan tentang budaya daerah- daerah di NTT. Ini menunjukan bahwa remaja NTT juga peduli tentang kepariwisataan di daerah NTT.

Tujuh pasang remaja ini bisa mewakili remaja dan pemuda di NTT tentang penggalian dan pemanfaatan objek wisata yang ada di wilayah ini. Hanya tinggal bagaimana para remaja di NTT diberdayakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah ini. (alf)

Pos Kupang Minggu 6 September 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda