Pentingnya Berlatih

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

MARCO merasa lucu dengan sikap adiknya Marsel. Adik bungsunya itu bercita-cita menjadi seorang drummer atau penggebuk drum. Namun setiap hendak diajaknya berlatih di studio, Marsel selalu menolaknya dengan berbagai alasaan.

Usianya yang masih muda, postur tubuhnya yang masih kecil, tidak ada uang untuk menyewa peralatan hanyalah beberapa di antara sekian banyak alasan yang diberikan adiknya itu untuk menghindar dari ajakannya.

Suatu hari Marco mengajak adiknya itu menyaksikan festival band di kotanya. "Festival ini sangat bergengsi karena diikuti hampir seluruh kelompok band yang ada di kota kita. Di samping itu festival tersebut juga dimeriahkan Wayang Band, kelompok band terkenal dari Pulau Jawa.

Kelompok band tersebut terkenal karena salah seorang drummer atau penggebuk drumnya adalah Gilang, seorang anak seusiamu. Dia diajak bergabung di band itu karena sebelumnya menjadi drummer terbaik se-Jawa. Dijamin kamu tidak akan kecewa. Soal tiket masuk, biar kakak yang bayar," kata Marco setengah berpromosi.

"Kalau begitu, aku ikut, kak," sahut Marsel senang.
"Ingat Marco jaga adikmu baik-baik," ibu berpesan ketika kedua kakak beradik itu meninggalkan rumah menuju tempat festival.

***
Suasana di tempat festival benar-benar membuat Marsel tercengang. Berbagai band tampil mengadu kemampuannya di atas panggung. Mereka berusaha menarik perhatian penonton dan mencuri hati para juri dengan memberikan penampilan terbaiknya. Penampilan demi penampilan selalu mengundang decak kagum dan tepuk sorak riuh dari penonton yang ada. Waktu bergerak tanpa terasa.

Saat menunggu juri menyimpulkan penilaian mereka, di panggung utama tampil Wayang Band. Perhatian semua penonton tersedot ke sana. Mata Marsel tidak lepas dari penampilan Gilang, drumernya yang masih tergolong cilik tersebut.

Meski masih muda dari sisi usia, namun penampilan sang drummer tidak ubahnya drummer lainnya. Sungguh luar biasa. Marsel terpukau menyaksikan kepiawaian sang drummer berekspresi menggebuk drum.

Berbagai perangkat yang berukuran lebih besar dari postur tubuhnya itu dimainkannya dengan leluasa. Lagu demi lagu yang dibawakan Wayang Band di atas panggung diiringinya dengan sempurna.

Pada bagian tertentu, personil lain sengaja memberikan kesempatan baginya untuk mempertunjukkan kebolehannya. Kesempatan itu dimanfaatkan Gilang dengan memberikan penampilan terbaiknya. Hal itu membuat penonton jatuh hati padanya.

Teriakan dan tempik sorak mengeluh-eluhkan namanya.
"Gilang, Gilang, ulang, ulang!" teriak penonton meminta sang drummer mengulangi penampilannya. Dia pun memenuhinya. Kembali sorak sorai dan tepuk tangan bergema.

***
"Wah hebat ya kak, Gilang itu," puji Marsel dalam perjalanan pulang.

"Ya, sungguh luar biasa," jawab Marco sambil mengangkat jempolnya.

"Marsel ingin jadi drummer seperti dia. Bisa kan kak?" tanya Marsel.

"Bisa, tapi ada syaratnya," jawab Marco sambil tersenyum.

"Apa syaratnya, kak?" Marsel penasaran.

"Harus rajin berlatih. Setahu kakak, Gilang itu sudah berlatih main drum sejak dia berusia lima tahun. Selanjutnya dia berlatih selama dua jam dalam seharinya. Bahkan pada saat hendak mengikuti festival drum se-Jawa, dia berlatih lima jam sehari. Apakah kamu sanggup?' tanya Marco.

"Ternyata tidak gampang juga ya, kak menjadi drummer seperti Gilang. Tapi Marsel berjanji kak, mulai besok Marsel akan mulai giat berlatih," ujar Marsel bertekad. Mendengar itu Marco tersenyum senang. (*)

Pos Kupang Minggu 13 Agustus 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda