Puisi Amanche Franck

Pantun Pesta Perak Seminari Oepoi

Kami mengenang nostalgia suci
Di rumah kami Seminari Oepoi
Ketika panggilan suara Ilahi
Menyentuh kalbu menggerakkan hati


Pagi merekah beranjak hari
Desah kami doa terlantun
Kami menanti pelajaran Latin
Hic et nunc, di sini dan kini

Kami menimba air mandi
Di sumber air yang sudah dekat
Agar cepat di pagi hari
Mereguk nikmat sumber rahmat

Kacang ijo protein jasmani
Kami santap setiap pagi
Ekaristi suci gizi rohani
Kami rayakan saban hari

Scientia et sanctitas
Ilmu pengetahuan dan perihal kudus
Sanitas, sapientia, et solidaritas
Kesehatan, kebijaksanaan dan persaudaraan tulus

Kalau gadis itu Puella
Maka mawar artinya Rosa
Jika Ecclesia adalah Gereja
Maka sumber dan puncak di Liturgia

Selama hayat dikandung badan
Selalu ada pengharapan
Selama Gereja butuh panggilan
Calon imam jadi harapan

Cita-cita kami di rahim Rafael
Ikut Kristus hingga kekal
Cinta kami di Seminari Oepoi
Bagi Gereja dan bangsa ini

Dalam kepakkan sayap Rafael
Dalam rangkulan kasih Kristus
Seturut ajaran Gereja Kudus
Kami mengabdi lokal universal

Pro Patria et Ecclesia
Untuk tanah air dan Gereja
Kami menyerahkan jiwa raga
Menjadi bentara sabda selamanya

Malaikat Rafael tabib agung
Dokter surgawi penyembuh Ilahi
Sembuhkan kami calon imam Kupang
Agar hidup kami selalu suci

Dari berbagai penjuru persada
Utara selatan timur dan barat
Seluruh hidup untuk imamat
Dari Oepoi untuk Gereja

Flores Sumba Timor dan Alor
Rote Sabu Semau dan Solor
Sehati sejiwa kami bersama
Menggapai cita serta cinta

Di antara pucuk-pucuk lontar permai
Hasrat menjulang amat tinggi
Antara Penfui dan Oepoi
Kami menggantung kecapi kami

Sepak bola dan bola voli
Persaudaraan kami kuatkan raga
Menjadi atlet untuk Gereja
Dalam tubuh nan sehat jiwa pun murni

Kami lahir di era digital
Terkadang tingkah sangat nakal
Tapi kami tak sekedar berkaul
Ikut Kristus hingga kekal

Di bawah rimbun rumpun pisang
Kami menimbun jantung pisang
Kawan muncul rambut keriting
Tertawalah kami bunyi giring-giring

Selalu ada niat untuk bolos
Namun kadang tidaklah lolos
Kandidat Imam tak harus plontos
Asal niatnya selalu polos

Bukan kami ya Romo bukan kami
Melainkan kehendak Dia yang terjadi
Aku ini hina dina hamba-Mu
Jadilah padaku seturut Sabda-Mu

Bila hari telah senja
Matahari beranjak pergi
Di dalam bait-Mu bertelut kami
Di dalam doa bersama Bunda

Angin sepoi di sela angsana
Terdengar lirih dendang surga
Nun jauh di Oepoi dalam kapela
Calon imam lantunkan Salve Regina

Maafkan kami Ibunda Rafael
Sering kami berlaku jahil
Bahkan nyaris ternina bobo
Karena godaan moleng makao

Hari yang satu ke hari yang lain
Malam yang satu ke malam berikut
Kami kisahkan sampai berlarut-larut
Ikutlah Kristus berduyun-duyun

Tiada kata yang tersisih
Dalam iman harap dan kasih
Kami ucapkan terima kasih
Sbab kami diasah diasuh diasih

Ujung kata kalimat akhir
Beta tak bermaksud main bibir
Dirgahayu untukmu terukhir
Jayalah Seminari Oepoi hingga akhir

Komunitas Sastra Seminari Oepoi


Pos kupang Minggu 27 September 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda