Puisi Vinsen Making

Cerita yang Tertinggal

Harapan terbang bersama awan
Bersanding dengan para bidadari langit
Kini pupus dalam gelap dunia kriminal
Terjerat cinta terlarang pada rupiah



Mati nurani digerogot ambisi
Hilang cinta dibakar ego diri
Prahara tersulut dalam keluarga
Mati sanak ditebas saudara

Akh...
Malu hati menatap sesama
Yang mencibir penuh amarah
Sesal mungkin datang terlambat
Namun tak mampu mengubah segalanya
Sebab ia telah mati terbunuh oleh tangan anak ibunya

Cinta yang ternoda
Berjuang dalam gelora asmara
Menekan hawa nafsu, mengubur hasrat
Pada lekuk tubuh duniawi
Yang molek indah menantang

Berperang di medan cinta
Bergulat dengan prahara yang berkobar
Membakar habis jerami kasih sayang
Yang tergolek di atas permadani kesetiaan

Cinta nan suci kini tergores noda
Tercemar oleh masa lalu yang kelam
Menangis meratapi keperawanan yang hilang
Direnggut iblis jahanam bergelar penyayang

Kini hilang sudah mahkota kehormatan sang perempuan
Terinjak hancur di telapak kaki makluk perkasa
Yang bernama laki-laki
Yang tersisa kini hanya sebuah sesal tanpa akhir

Wahai Perempuan,
Berapakah harga keperawananmu?
Dapatkah dibeli atau digadai dengan cinta?
Jawabannya ada dalam nurani seorang pria


POS KUPANG Minggu 23 Agustus 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda