Rey Ratukore, Jaga Identitas NTT

KETIKA Rey Ratukore menjadi juara Indoprix Seri I 2009, publik balap motor Indonesia terhenyak. Seorang pembalap dari 'daerah tidak terkenal' dalam sejarah balap motor Indonesia mampu mengalahkan pembalap- pembalap nasional yang sudah malang melintang di dunia balap internasional.

Rey tidak menjadi juara karena sedang kebetulan atau karena dewi fortuna sedang ada di pihaknya. Dua race di seri pertama dilahapnya tuntas. Dia menjadi yang terbaik. Dominasinya di arena balap paling bergengsi di tanah air pun diteruskan pada Seri II di Sirkuti Sentul, 10 Mei lalu.

Rey yang ikut Indoprix 2009 dengan status wild card yang diperolehnya karena mendapat rekomendasi dari IMI DKI Jakarta, tak perduli kalau dia tidak boleh ikut seri Indoprix berikutnya. Dia tetap bangga karena sudah meninggalkan pesan, NTT yang jauh dari hingar bingar balap nasional menunjukkan kemampuan yang layak diperhitungkan.

Dua pekan lalu, Rey dipercaya oleh PP IMI, mewakili Indonesia di Sugo, Jepang, mengikuti FIM UAM Asia Cup Road Racing (ACRR) 2009. Rey berhasil naik podium di posisi ketiga di bawah pembalap Thailand dan Jepang, yang adalah mantan pembalap MotoGP 125 cc.
Di saat Indonesia sedang merayakan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September lalu, Rey merayakannya dengan prestasi. Bagaimana obsesi Rey ke depan, targetnya, strategi yang dipakai dan apa harapannya untuk dunia balap motor NTT? Ketika ditelepon oleh wartawan Pos Kupang, Sipri Seko, beberapa waktu lalu, Rey Ratukore, sangat optimis menatap masa depannya di dunia balap motor nasional bahkan dunia.

Selamat Rey, Anda sekarang sudah menjadi pembalap peringkat atas di Indonesia. Pembalap NTT pertama yang menembus dominasi daerah lainnya di arena balap nasional. Ini prestasi spektakuler.
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTT yang sudah mendukung saya lewat doa. Saat ini saya sudah menjadi pembalap nasional karena ini merupakan kerja keras kita semua.

Menjadi pembalap nasional, itu berarti, kalau Anda mengikuti kejuaraan di luar Indonesia, semua keperluan ditanggung oleh PP IMI?
Betul! Semua keperluan seperti fasilitas akomodasi dan transportasi dari dan ke lokasi perlombaan semua ditanggung PP IMI. Saya hanya siap fisik dan mental saja untuk balap, karena semua keperluan sudah disiapkan oleh tim yang dibentuk IMI.

Ini jelas menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bukan hanya buat Anda tapi bagi seluruh masyarakat NTT. Bagaimana perasaan Anda?
Bangga dengan prestasi. Bagi saya itu merupakan sesuatu yang wajar. Dan, kalau masyarakat NTT merasa bangga dengan pestasi saya, saya mengucapkan terima kasih. Saya tetap minta kepada seluruh masyarakat NTT untuk mendukung karir saya di balap motor lewat doa.

Anda berasal dari keluarga yang suka balap motor. Bagaimana Anda memulai karier sebagai pembalap?
Sejak saya kecil, saya sudah melihat kaka, bapak, om dan saudara saya yang menjadi pembalap. Karena sering mengikuti dan menonton mereka balap, saya bercita-cita agar suatu saat bisa membalap seperti mereka. Saya mulai balap sejak SD, namun belum untuk kejuaraan resmi. Biasanya di sela-sela kejuaraan, saya diperbolehkan ikut balap, namun hanya sekadar mencoba saja. Setelah sekolah di STM Negeri Kupang, baru saya ikut balap.

Apa yang mendorong Anda keluar dari Kupang dan bergabung dengan klub-klub di luar?
Oleh banyak rekan dan senior, mereka melihat ada potensi dalam diri saya untuk bisa berkembang menjadi pembalap besar. Saya didorong untuk berani bertualang ke luar NTT agar menimba ilmu balap. Mulanya, orang tua masih keberatan, mungkin karena sayang dan tidak mau jauh dari saya, namun setelah tamat sekolah, saya diperbolehkan pindah ke Denpasar, Bali. Di sana saya bergabung dengan team Honda Bali HSO Iskandar Federal Oil.

Bergabung dengan team Honda Bali HSO Iskandar Federal Oil, Anda kemudian menggunakan sepeda motor Honda sebagai tunggangan. Untuk Region III, itu untuk pertamakalinya motor Honda ikut road race. Apa Anda tidak takut kalah ketika mau menggunakan motor Honda untuk balapan?
Honda memang dianggap tidak akan mampu bersaing dengan tim pabrikan lain. Ketika ada yang menawari saya menggunakan Honda, saya harus ujicoba dulu. Dan, hasilnya sangat luar biasa. Saya juga tidak pernah menyangka akan sehebat itu. Karena meski baru pertamakali menggunakan Honda, saya langsung menjadi juara Region III.

Atas prestasi di Honda, Anda kemudian mulai dilirik banyak tim pabrikan. Suzuki menjadi tim yang beruntung mendapatkan Rey untuk bergabung di Jakarta. Lalu kenapa Rey kembali bergabung dengan Honda?
Memang betul, saya bergabung dengan tim Suzuki Junior Motor Sport di Jakarta. Namun, di sana prestasi saya hanya satu musim. Saya kemudian harus memilih Honda karena mungkin di sana saya akan lebih sukses.

Apakah Anda menyesal atau kecewa tidak diperbolehkan untuk mengikuti semua seri Indoprix, padahal kamu tampil sangat luar biasa di dua race pertama?
Rasa kecewa pasti selalu ada. Mau apa lagi, regulasi tak bisa diubah. Tapi, saya puas karena pada penampilan saya karena saya mampu membuktikan sebagai yang terbaik. Kalau saja saya diperbolehkan ikut semua seri, saya yakin persaingan di klasemen akan beda.

Sekarang, masih ada beberapa seri yang harus Anda lewati. Apa yang akan Anda lakukan?
Saya akan berusaha agar semua bisa dijalani dengan sukses. Saya ingin konsentrasi penuh di beberapa seri yang akan dijalani, sehingga tahun depan saya akan fokus di ajang balapan yang lebih tinggi. Di sana persaingannya sangat ketat, sehingga harus konsentrasi dan disiplin penuh. Mudah-mudahan Tuhan tetap memberikan kekuatan dan kesehatan yang baik sehingga saya bisa menjalani semuanya dengan baik.

Kalau begitu, apa obsesi Anda untuk tahun depan?
Saya berharap, tahun depan karier saya di balap motor lebih baik. Untuk Indoprix saya akan tampil di semua seri karena saya juara di Motoprix, itu merupakan salah satu syarat mutlak. Saya yakin, tahun depan kalau tidak adan halangan harus menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya juga akan berusaha agar di kejuaraan lainnya di level Asia maupun dunia, bisa lebih baik.

Selain Indoprix dan FIM Asia, Anda akan mengikuti kejuaraan lainnya tahun depan?
Betul. Tahun depan saya akan fokus di Grand Prix Super Sport 600 cc. Saya sudah menandatangani kontrak untuk bermain di kejuaraan ini. Saat ini saya sudah mulai latihan super sport 600 cc di Sirkuit Sentul sebagai persiapan agar tahun depan bisa tampil dengan baik.

Luar biasa. Kalau demikian, Anda akan masuk balapan tingkat dunia. Masyarakat NTT tentu terus mendukung Anda.
Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTT yang terus mendukung saya. Saya menerima banyak SMS dan telepon maupun lewat internet dari masyarakat NTT yang mendukung saya. Saya tetap optimis untuk bersaing di balapan level yang lebih tinggi. Saya minta masyarakat NTT untuk terus mendoakan saya agar sukses dalam balapan.

Apa motivasi utama Anda dalam meraih prestasi?
Tuhan adalah kekuatan utama bagi saya sehingga saya selalu yakin, dalam nama Tuhan, semua rintangan pasti bisa dilewati. Yang kedua adalah orang tua dan saudara-saudara saya serta seluruh pecinta otomotif. Saya selalu berusaha untuk menginformasikan kepada mereka kalau saya hendak berlomba sehingga mereka bisa mendukung lewat doa.

Anda sepertinya sudah sangat konsen dan tidak mau meninggalkan balap motor. Fasilitas apa saja yang sudah Anda dapatkan lewat membalap?
Saya membalap karena hobi. Mengenai fasilitas yang saya peroleh, syukurlah, semua sudah saya miliki. Penginapan, honor, uang saku dan fasilitas lainnya sudah tidak menjadi masalah lagi di Jakarta.

Selain membalap, apa saja kesibukan Anda?
Saya kuliah (sambil tertawa). Saya kuliah di Universitas Bung Karno di Jakarta, Fakultas Ekonomi. Sebuah jurusan yang sangat bertolak belakang dengan karier, latar belakang dan hobi saya saat ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat nanti.

Satu hal yang luar biasa dalam diri Anda adalah, tidak pernah meninggalkan identitas sebagai anak NTT, meski sudah menjadi 'milik Indonesia.' Ini menunjukkan bahwa Anda tidak pernah lupa diri.
Bagi saya, NTT adalah segala-galanya. Saya mau tunjukkan kepada daerah lainnya di Indonesia, bahkan dunia, bahwa NTT yang dikenal miskin, tandus, tidak punya apa-apa, ternyata punya talenta yang bisa berprestasi. Ini yang saya mau tanamkan kepada rekan- rekan lainnya untuk tidak takut mengejar prestasi meski di tanah orang. Dalam diri saya, persaingan adalah hal utama yang harus ditaklukkan. Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki, meski berlomba di luar negeri, saya tetap yakin bisa meraih prestasi. Bagi saya, hanya olahraga yang bisa mengangkat nama NTT di tingkat nasional, bahkan dunia.

Apa yang Anda sarankan bagi IMI NTT?
Sebenarnya, pengurus IMI NTT sudah ditempati oleh orang-orang yang gila motor. Namun, yang masih menjadi masalah adalah minimnya IMI NTT menggelar event. Event, bagi saya adalah satu-satunya jalan untuk menciptakan dan meningkatkan prestasi. Tanpa event, sehebat apapun potensi yang dimiliki, tidak akan pernah mampu bersaing dengan daerah lainnya. *



Berawal dari Airnona

REY Ratukore merupakan pembalap usia 21 tahun kelahiran Airnona, Kupang, NTT. Ia memulai balapan di Kupang dari klub Kolam Racing Team (KRT). KRT yang pernah melahirkan pembalap kenamaan NTT seperti Dios Ratukore, Jefry Saba dan lainnya. KRT berhasil menempa Rey menjadi pembalap muda yang patut diperhitungkan.
Rey kemudian dikontrak selama beberapa tahun oleh PT Surya Mahkota Kencana, main dealer Suzuki di Kupang. Selama kurun waktu tersebut, Rey beberapa kali ikut seri kejurnas Region III, namun hasilnya tidak begitu menonjol. Selepas tamat dari SMKN 1 Kupang, Rey bertualang ke Denpasar, Bali.
Kariernya di balapan nasional pun dirintis dari sini. Tahun 2007, ia bergabung di team Honda Bali HSO Iskandar Federal Oil. Rey menjadi juara region motoprix dan peringkat ketujuh di OMR Honda. Namun Rey hanya bertahan beberapa saat, karena dia kemudian kembali dikontrak oleh Suzuki. Sejak saat itu, Rey ikut Indoprix ke Suzuki Junior Motor Sport. Ini dikarenakan Honda tidak memiliki anggaran untuk Indoprix saat itu. Karier 2008 di Suzuki JMS bersama M Nurgianto tidak terlalu baik. Hal ini disebabkan motornya kurang kompetitif. Prestasinya hanya berada di sepuluh besar.
Tahun 2009, Rey kembali bergabung dengan tim Honda. Di BRT Indopart KBC, awalnya yang dijadikan rider bukan Rey, namun Dony Buwono. Pada keikutsertaannya di seri pertama Motoprix Cikarang, hasilnya nihil. Sebabnya karena Rey tidak disiplin dalam berlatih. Manajer tim tersebut, Tomy Huang memberhentikan Rey.
Namun, karena membutuhkan pembalap yang siap pakai, Tomy kembali memanggil Rey dan memberikan fasilitas sedikit lebih besar dibanding tim yang lama dengan masa percobaan enam bulan. Bila tidak berprestasi maka Rey akan dikeluarkan. Prestasi di seri pembuka OMR Honda cukup bagus, finish ketiga. Meskipun ada masalah pada saat race pertama, namun Tomy menyukai daya juang Rey .
Dengan status wild card yang didapat dari IMI DKI Jakarta, Rey Ratukore mengikuti dua seri Indoprix dan latihan dibimbing Bima Octavianus. Dua seri Indoprix, Rey memuncaki poin sementara klasemen pembalap. Namun, sebagai pembalap wild card, Rey hanya boleh ikut dua seri, dan selanjutnya harus membalap di motoprix baru bisa ikut semua seri Indoprix tahun 2010.
Motivasi lebih yang dimiliki Rey adalah dia selalu menomorsatukan Tuhan dalam hidupnya. "Doa bagi saya adalah motivasi terbesar dalam berlomba. Saya berdoa, saya juga meminta rekan, sahabat, keluarga dan penggemar untuk berdoa bagi saya. Tuhan di atas segala-galanya," ujar Rey.
Sikapnya yang rendah hati, menghargai yang lebih senior dan disiplin dalam berlatih membuat Rey diyakini akan menuai masa gemilangnya dalam waktu dekat. Rey sudah menunjukkan kepada dunia bahwa dari NTT, ada potensi yang spektakuler. Untuk itu, kita jangan pernah merasa rendah apalagi sudah kalah sebelum bertanding. Rey menjadi contoh prestasi. Dia kini menjadi motivator dan contoh bagi atlet lainnya yang ingin berprestasi. Jangan pernah berhenti menargetkan juara dan menjadi yang terbaik. (eko)

Data Diri
Nama: Rey Ratukore
Lahir: Kupang, 20 April 1987
Kuliah: Fakultas Management Ekonomi, Universitas Bung Karno, Jakarta
Klub: BRT Indopart KBC Federal Oil, Jakarta
Prestasi: Juara Motoprix Region III 2006 dan 2007
Juara Indoprix seri I dan II 2009
Peringkat III FIM UAM ACRR 2009 di Jepang
Juara FIM Asia 2009 kelas matic di Malaysia
Juara Motoprix 2009
Peringkat 7 OMR Honda 2008
Dan, banyak kejuaraan tingkat region, nasional dan internasional lainnya

Pos Kupang Minggu 13 September 2009, halaman 13

1 komentar:

meski snde kenal..tp sebagai orang NTT (kupang), bt bangga..karna anak NTT (kupang)..bisa buat prestasi...akan muncul ana-anak muda NTT (kupang) yg berprestasi di lain bidang...BRAVO..REY KUPANG RATUKORE


andri

30 April 2010 03.40  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda