Sahabat Baru Ryan

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

PADA suatu hari libur Ryan diajak kakaknya ke panti. Sebagai pegiat LSM yang menangani masalah HIV/AIDS, seminggu dua kali kakak selalu mengunjungi panti. Menurut kakak, panti itu menampung para ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS.

Dari penjelasan kakak pula Ryan tahu bahwa HIV/AIDS adalah sejenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Karena itu para penderita HIV/AIDS akan dengan mudah diserang oleh berbagai penyakit. Celakanya hingga saat ini beluum ditemukn obat yang dapat menyembuhkan seseorang dari HIV/AIDS ini.

Sehingga jika sudah terjangkit virus HIV, maka para penderitanya tidak akan tertolong. Cepat atau lambat mereka akan mengalami kematian.

Rasa penasaran untuk melihat dari dekat para ODHA ditambah niat luhur untuk menghibur mereka, mendorong Ryan mengikuti ajakan kakanya. Tanpa sepengetahuan kakaknya Ryan memaskkan ukulele kesayangannya ke dalam tas juga beberapa potong coklat.

Ryn ingin bernyanyi di hadapan para ODHA dan memotivasi mereka untuk tiiadk berputus asa meskipun menghadapi penderitaan di dalam hidup mereka. Di samping itu dia juga ingin membagikan beberapa potong coklat kepada para ODHA sekedar menyemangati mereka bahwa hidup ini sangat indah untuk dinikmati dan diisi dengan berbagai hal yang bermanfaa, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain di sekitar kita.
* * *
"E eh, kok malah melamun. Kita sudah sampai di panti. Ayo turun", ajakan kakak menyadarkan Ryan dari launannya. Ryan pun bergegas turun dari mobil sambil menenteng tasnya. Di halaman panti sudah menunggu banyak orang. Ryan bingung menyaksikan hal itu

"Kak, katanya petugas di sini hanya dua orang, kok yang menyambut kita banyak orang?" bisik Ryan ke telinga kakaknya. Mendengar itu kaknya tersenyum.
"Ryan, Ryan. Memang petugas di sini hanya dua orang", jawab kakak.
"Lalu yang lainnya?" Ryan masih bingung.

"Mereka itu para ODHA yang ingin kamu lihat itu", jelas kakak. Kini giliran Ryan yang tersenyum.

"Mengapa kamu tersenyum", tanya kakak.
"Rupanya bayanganku tentang para ODHA selama ini keliru, kak. Kupikir semua mereka sdang terbaring di tempat tidur menunggu ajal. Nyatanya mereka
segar-segar dan ceria", ungkap Ryan jujur.

"Muanya memang begitu. Tetapi setelah didampingi dan dimotivsi hasinya seperti yang kamu lihat sekarang ini.Bahkan kamu akan lebih terkejut lagi kalau menyaksikan seorang anak seusiamu bernama Aldo, yang memilki suara yang merdu dan piawai memainkan piano.

Dia selalu tampil dan menghibur setiap saat dibutuhkan masyarakat di sekitar panti ini. Dari bakat dan kemampuannya itu dia memiliki penghasilannyasendiri", tutur kakak. Penuturan itu membuat Ryan penasaran dan mengajak kakaknya untuk segera masuk ke panti.
* * *
Ryan terpukau saat menyaksikan Aldo bermain piano sambil bernyanyi. Penampilan anak itu tak ubah para artis cilik yang sering disaksikannya di televise. Ryan pun tidak mau kalah. Meski dengan suara pas-pasan, dia tampil bernyanyi sambil memainkan ukulele kesayangannya.

Suasana semakin ceria tatkala para ODHA mendaulat Ryan untuk berduet dengan Aldo. Para ODHA pun ikut bergoyang saat keduanya membawakan lagu-lagu berirama ceria. Namun keceriaan tersebut segera berganti keharuan ketika Ryan dan Aldo membawakan lagu Kemesraan karya Iwan Fals pada akhir penampilan mereka.

Di akhir acara Aldo mewakili para ODHA mengucapkan terima kasih kepada Ryan yang telah bersedia mengunjungi mereka. Aldo berharap bahwa kunjungan tersebut bukan kunjungan yang pertama dan terakhir bagi Ryan. Karena oleh para ODHA Ryan sudah dijadikan sahabat Aldo juga meminta Ryan untuk mengajak serta teman-temannya untuk datang ke panti tersebut.

"Masyarakat kita masih beranggapan bahwa para ODHA adalah orang-orang yang terkutuk dan karena itu harus dijauhi. Padahal tidak semua ODHA terjangkit HIV/AIDS karena perbuatan mereka yang tercelah. HIV/AIDS juga menjangkiti orang-orang yang tidak berdosa. Penyakit tersebut dapat tertular melalui transfuse darah,, bisa juga dari ibu yang sudah terjangkit HIV/AIDS kepada anak di dalam kandungannya. Saya ini salah satu contohnya..

Saya sudah terjangkit HIV/AIDS sejak saya masih dalam kandungan ibu, Apakah orang seperti saya ini juga harus dijauhi? tanya Aldo dengan mata berkaca-kaca.Kini giliran Ryan untuk mengungkapkan isi hatinya.

"Sebagai orang yang sehat saya justru merasa iri pada kalian. Karena kalian memiliki semangat hidup yang menyala-nyala. Saya justru harus belajar lebih banyak lagi dari kalian tentang bahaimana mengisi hidup ini. Karena itu saya berjanji akan sering datang ke sini sekedar bertukar cerita atau bernyanyi bersama kalian di sini. Saya juga akan mengajak teman-teman saya untuk berkenalan dengan kalian disini.", janji Ryan yang disambut tepuk riuh para ODHA. Ryan lalu membagi-bagikan coklat yang tadi dibawanya dari rumah.
* * *
Di dalam mobil yang membawanya pulang Ryan melambaikan tangan kepadaa para ODHA. Tampak air mata menggenangi pelupuk matanya. Dia berjanji akan kembali untuk menemui para ODHA, sahabat barunya itu.(*)

Pos Kupang Minggu 6 September 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda