POS KUPANG/ALFRED DAMA
TARI JA'I --Para siswa SMAN 3 Kupang yang tergabung dalam sanggar tari di sekolah tersebut, Kamis (10/9/2009), menari jai pada perayaan HUT SMAN 3 Kupang, Kamis (10/9/2009).



DUA gadis manis begitu lincah saat tampil di panggung HUT ke-36 SMAN 3 Kupang yang berlangsung di halaman depan sekolah tersebut, Kamis (10/9/2009). Dua gadis ini adalah Cintia Kambuna dan Maya Pea yang membawakan tarian Flobamora, sebuah tarian kreasi baru yang menggabungkan beberapa tarian khas NTT. Keduanya adalah siswa SMAN 3 Kupang yang ikut memeriahkan perayaan HUT sekolah tersebut.


Cintia dan Maya merupakan dua dari sekian banyak siswa sekolah tersebut yang memeriahkan acara HUT SMAN 3 Kupang. Para siswa lainnya memeriahkan acara tersebut dengan membawakan tarian ja'i dan paduan suara.

Delapan siswa yang membawakan taruan ja'i mendapat sambutan istimewa dari para para undangan antara lain Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi NTT, Drs. Klemens Meba, para guru dan para siswa sekolah tersebut.

Gerakan kaki yang menghentak dan ringan, panggung yang meliuk-liuk mengikuti iringan musik mengundang rasa kagum hingga tepuk tangan para undangan dan penonton. Tepuk tangan pun diberikan kepada kelompok tarian ja'i yang sangat energik membawakan tarian asal Ngada tersebut.

Bukan saja kemampuan dalam bidang seni, para siswa SMAN 3 juga menunjukkan kebolehan mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ini ditunjukkan oleh Yeni Sinaga, Erni Tefa dan Yunita Radja. Tiga siswa yang baru meraih juara II Lomba Debat Bahasa Inggris yang digelar Panitia Pameran Pembangunan Propinsi NTT Tahun 2009 di Arena Promosi NTT-Fatululi ini dengan sangat cakap berpidato dalam Bahasa Inggris.

Yang paling menarik dan paling mendapat perhatian adalah penampilan paduan suara SMAN 3 Kupang. Kelompok vokal pimpinan Apolinaris Tukan ini, selain membawakan Hymne SMAN 3 Kupang, juga membawakan lagu-lagu yang menarik perhatian penonton. Apalagi Apolinaris yang mempimpin langsung penampilan paduan suara ini sambil memainkan gitar. Dengan dialek Timor, Apoli dengan gaya jenaka mengajak para tamu untuk memberikan bantuan pembangunan sekolah tersebut.

Selain atraksi seni dan kemampuan bahasa Inggris, para siswa sekolah ini juga diajak berkreasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih di sekolah itu. Langkah yang dilakukan oleh sekolah dan panitia adalah menggelar lomba pembuatan tempat sampah. Hasilnya, puluhan tempat sampah yang terbuat dari drum bekas siap digunakan. Bahkan tempat sampah tersebut lebih menarik dari tempat sampah kebanyakan.

Apresiasi siswa lainnya pada acara tersebut juga luar biasa. Mereka betah menyaksikan penampilan teman-teman mereka hingga usai acara.

Ada pesan yang ingin disampaikan oleh para siswa di Sekolah Rintisan Berstandar Internasional (RSBI). Mereka tidak saja larut dalam kegiatan-kegiatan akademis yang rutin setiap hari, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan diri dalam seni dan ilmu pengetahuan. Ini dibuktikan oleh tiga siswa sekolah ini, yaitu Yeni Sinaga, Erni Tefa dan Yunita Radja yang berhasil keluar sebagai juara II Lomba Debat Bahasa Inggris di Kota Kupang. Bahkan dua siswa lainnya, Cintia dan Maya bisa mewakili NTT dalam Festival Siswa Sekolah Tingkat Nasional di Yogyakarta bulan Mei lalu.

Setidaknya para siswa di sekolah ini akan lebih maju bersama makin bertambahnya usia sekolah ini. Dirgahayu Smantiq. (alf)

Pos Kupang Minggu 13 September 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda