FOTO NASA/MODIS KEBOCORAN MONTARA
Gambaran luasan pencemaran minyak mentah di Laut Timor yang sudah mendekati bagian timur Pulau Rote.


MELEDAKNYA ladang gas Montara di Laut Timor pada 21 Agustus lalu, telah memuntahkan ribuan barel minyak di wilayah perairan yang kaya dengan berbagai jenis spesies laut itu. Berbagai jenis spesies laut seperti ikan paus, lumba-lumba, tuna, kakap merah dan penyu, biasa melewati kawasan perairan yang tercemar itu dan bermigrasi di kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle).

Menurut laporan jaringan Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) dari Canberra, Australia sebagaimana disampaikan Ketua YPTB yang juga pemerhati masalah Laut Timor, Ferdi Tanoni, tumpahan minyak mentah dari ladang gas Montara itu rata-rata 500.000 liter setiap hari atau sekitar 1.200 barel.

Direktur Program Kelautan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Wawan Ridwan dalam siaran persnya, Jumat (16/10/2009) mengemukakan, kawasan yang telah dicemari minyak mentah itu merupakan tempat hidupnya ratusan hingga ribuan ular laut, penyu, dan burung laut.

"Yang lebih mengkhawatirkan lagi, daerah tumpahan tersebut dengan kawasan lindung laut terbesar di Indonesia, yakni Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur (NTT)," katanya.

Laut Sawu dipilih menjadi kawasan konservasi nasional terhadap mamalia laut, karena wilayah laut yang letaknya antara Provinsi NTT dan Australia itu merupakan habitat terbesar ikan paus dan merupakan jalur migrasi 14 jenis ikan paus, termasuk jenis langka, yakni ikan paus biru (balaenoptera musculus) dan ikan paus sperma (physeter macrocephalus).

Ahli mamalia laut, Dr Benjamin Kahn dari APEX Environmental Program Cetacean Laut Asia-Pasific mengatakan, ada sekitar 32 jenis mamalia laut, paus dan lumba-lumba yang melakukan migrasi di wilayah perairan NTT sampai utara Australia.

Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 14 jenis ikan paus dan lumba-lumba yang melakukan migrasi lewat Laut Sawu. Laut Sawu, menjadi wilayah migrasi mamalia laut langka, karena merupakan pusat tujuan arus dari berbagai benua yang nota bene sangat dikagumi dan disenangi mamalia laut.

Oleh karena itu, kata Kahn, langkah yang diambil pemerintah Indonesia untuk menjadikan Laut Sawu sebagai konservasi nasional dalam melindungi mamalia laut merupakan pilihan terbaik, karena banyak limbah industri seperti sampah plastik, serta penyebaran jaring raksasa di Laut Sawu untuk menangkap mamalia laut tersebut.

"Kami mengharapkan pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan pemerintah Australia untuk mengatasi masalah ini. Montara perlu mengambil tindakan penanganan segera untuk mengatasi kebocoran ini karena sangat merugikan masyarakat dan lingkungan," kata Wawan Ridwan.

"Kerusakan yang mungkin ditimbulkan terhadap sumber daya laut Indonesia sangat tinggi harganya, mengingat hal itu bisa berdampak terhadap keanekaragaman hayati, kehidupan masyarakat pesisir, serta investasi kita di sektor perikanan dan wisata," katanya.

Nelayan NTT Terancam
Menurut Wawan Ridwan, pihak yang paling terancam dalam waktu dekat adalah nelayan di pesisir selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang jumlahnya tidak kurang dari 7.000 orang.

Demikian juga dengan komoditas perikanan sebesar 130.000 ton per tahun, yang terdiri dari berbagai macam komoditas perikanan dan rumput laut hasil budidaya.
"Lebih jauh lagi adalah kerugian atas investasi Indonesia dalam bentuk kawasan lindung karena biaya rehabilitasi bila kebocoran mencapai kawasan terumbu karang di KKPN Laut Sawu akan sangat besar," kata Ridwan.

Hampir dua bulan setelah kebocoran terjadi, kepala sumur pengeboran minyak tetap belum tertutup setelah upaya penyumbatan pada minggu ini mengalami kegagalan. Bahan berbahaya terus menyebar. Sedikitnya, 6.000 km2 kawasan itu telah terkena.

Segitiga Terumbu Karang, yang meliputi lautan seluas 6 juta km2, mencakup kawasan perairan Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste, adalah rumah bagi enam dari tujuh jenis penyu yang selama ini diketahui bermigrasi dari kawasan ini ke Australia.

WWF-Australia dan sebuah tim ahli ekologi kelautan independen telah mengadakan survei terhadap kehidupan liar di kawasan Laut Timor yang terdampak kebocoran ladang minyak Montara tersebut.

Gilly Llewellyn, Direktur Konservasi WWF-Australia, memimpin tim peneliti untuk mengkaji jumlah dan keadaan kehidupan liar yang ditemukan di kawasan terdampak tersebut. "Hampir dua bulan setelah kebocoran itu, minyak terus menyebar ke samudra," kata Lewellyn.

"Karena tumpahan ini tidak terjadi di hadapan kita, bukan berarti kita bisa mengabaikannya. Kita harus melawan mitos bahwa tumpahan minyak hanya akan berdampak pada kehidupan liar laut ketika itu mencapai pantai," katanya menambahkan.

"Lebih penting lagi, karena lebih banyak infrastruktur minyak dan gas yang terus tumbuh di kawasan ini, kita harus memastikan bahwa ancaman nyata kebocoran lainnya harus diperhitungkan," ujarnya.

Menurut Benjamin Kahn, dampak yang paling besar menimbulkan amblasnya habitat mamalia laut adalah limbah plastik yang terbawa ke laut, limbah industri yang ada di wilayah pesisir serta pengeboran minyak lepas pantai seperti yang terjadi di Laut Timor saat ini.

"Pengeboran minyak lepas pantai ini tidak memperdulikan soal analisa dampak lingkungan (Amdal) terhadap migrasi mamalia laut di wilayah perairan sekitarnya. Ini yang sangat berbahaya, karena mamalia laut itu sangat rentan terhadap limbah industri dan desingan mesin," katanya.

Laut Sawu dengan luas sekitar 4,5 juta hektare itu dinilai sangat cocok dan menjadi satu-satunya kawasan konservasi nasional khusus untuk melindungi mamalia laut langka seperti ikan paus biru (balaenoptera musculus) dan ikan paus sperma (physeter macrocephalus).

Coral Triangle terancam
Coral Triangle adalah kawasan dengan keanekaragaman biota laut tertinggi di planet Bumi, yang sama pentingnya seperti hutan hujan Amazon dan cekungan Kongo bagi kehidupan di Bumi. Coral Triangle mencakup perairan dengan lebih dari 500 spesies karang pembentuk terumbu, mencapai luas 6 juta kilometer persegi, membentang di enam negara di Indo-Pasifik, yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Niugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Coral Triangle menjadi rumah bagi 3.000 spesies ikan karang dan ikan bernilai komersial, seperti tuna, paus, lumba-lumba, pari, hiu, dan enam dari tujuh spesies penyu laut yang dikenal selama ini.

Coral Triangle menyokong kehidupan lebih dari 120 juta orang dan merupakan lokasi penting pemijahan atau perkembangbiakan dan pembesaran tuna. Sementara itu, terumbu karang dan ekosistem pesisir yang sehat memungkinkan pertumbuhan sektor pariwisata.

Bekerja sama dengan LSM lain, WWF bersama pemerintah dan lembaga multilateral di seluruh dunia mendukung upaya-upaya konservasi dalam kawasan Coral Triangle untuk kepentingan bersama.

Menurut hasil penelitian terbaru dari WWF, bukit terumbu karang yang sumber kehidupan biota laut, sebagian besarnya sudah musnah dari wilayah Segitiga Koral Samudera Pasifik pada akhir abad ini. Hal itu, menurut WWF, dapat pula mengancam stok makanan dan penghidupan sekitar 100 juta orang. Bencana yang tak dinginkan itu bergantung pada aksi global cepat terhadap perubahan iklim.

Menurut Lembaga Perubahan Iklim dan Segitiga Koral, aksi itu harus dibarengi pula dengan solusi lokal regional atas penangkapan ikan berlebihan dan polusi kawasan, jika tidak manusia dan masyarakat bakal alami resiko besar. Hasil studi yang dilakukan oleh WWF itu disampaikan pula pada Konferesi Lautan Dunia (WOC) di Manado, Sulawesi Utara pada Maret 2008 lalu.

"Area yang musnah dari wilayah Segitiga Koral Samudera Pasifik itu adalah 'mahkota permata planet' yang terbuat dari beragam terumbu karang," kata Catherin Plum, Direktur Program Segitiga Koral dari WWF AS.

Meskipun demikian, katanya menambahkan, masih ada kesempatan untuk mencegah tragedi itu dan membuatnya kehidupan di dalamnya bertahan berkelanjutan, dimana jutaan orang bergantung pada kekayaan sumber alam tersebut.

Hasil studi itu menawarkan dua skenario yang berbeda secara dramatis untuk Segitiga Koral, yang membandingkan area lepas pantai, bukit karang, dan lautan di negara Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste, kawasan dimana Segitiga Koral itu berada.

"Bila diukur, Segitiga Koral hanya satu persen dari permukaan bumi, namun kawasan itu merupakan rumah 30 persen koral dunia, 76 persen spesies bukit-terumbu karang, dan juga tempat tinggal lebih dari 35 persen spesies ikan terumbu karang dan juga menjadi lahan vital ikan komersial penting lainnya seperti tuna," ujar Plum.

"Dalam satu skenario kami tetap mengikuti alur iklim saat ini dan melakukan perlindungan seperlunya dengan lingkungan pantai dan bawah laut dari pembantaian ancaman lokal," tambah Hoegh Guldberg, guru besar dari Universitas Queensland.

"Di dalam dunia ini orang-orang melihat harta karun biologi berupa Segitiga Koral dihancurkan dalam satu abad karena peningkatan temperatur air laut yang cepat, kadar keasaman, dan permukaan laut, sementara objek-objek lingkungan bawah laut juga diperburuk oleh kelemahan manajemen manusia terhadap laut," tambahnya.

Menurut dia, kemiskinan akan meningkat, keamanan stok makanan berkurang, ekonomi menderita, dan orang-orang di kawasan pantai semakin bermigrasi ke kawasan perkotaan.

Laporan WWF juga menyorot celah untuk menghindari skenario kasus terburuk di wilayah melalui pengurangan nyata emisi gas rumah kaca, dan investasi internasional untuk memperkuat lingkungan alami regional. Cara yang dianggap Hoegh sebagai solusi yang akan membantu membentuk lagi objek-objek dan memperbaiki Segitiga Coral, dimana ekonomi dapat tumbuh, pasokan makanan dan lingkungan alami dapat tetap terpelihara.

"Perubahan iklim di Segitiga Koral sangat menantang, tapi dapat dimanajemen, dan setiap kawasan akan merespon baik untuk mengurangi tekanan terhadap lingkungan lokal dari penangkapan ikan berlebih, polusi, dan penurunan kualitas dan kesehatan air laut," katanya lagi.

Meski di bawah skenario terbaik, komunitas di wilayah lokal tetap akan mengalami kehilangan terumbu karang secara dramatis akibat peningkatan ketinggian laut, aktivitas badai meningkat, kemarau panjang, dan kekurangan sumber makan akibat penangkapan ikan.

WWF berpendapat, pemimpin dunia memiliki peran untuk membantu negara-negara di Segitiga Koral guna memperkuat manajemen sumber daya laut melalui aksi internasional terhadap perubahan iklim. "Kita harus membentuk perjanjian internasional yang kuat untuk menghasilkan pengurangan tajam atas produksi gas rumah kaca di Konferensi Iklim PBB, Kopenhagen pada Desember 2009 mendatang," kata Plume menegaskan.

Ancaman terhadap kawasan segitiga terumbu karang, kini semakin menyata dengan meledaknya ladang gas Montara yang tiap hari dilaporkan memuntahkan 500.000 liter minyak dan telah memasuki kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Operator ladang gas Montara PTTEP Australasia telah menyetujui untuk mendanai suatu program pemantauan secara terus-menerus di Laut Timor yang tercemar akibat ledakan sumur minyak Montara pada 21 Agustus lalu, selama sekitar dua tahun."Ini sebuah kesepakatan yang telah dibuat oleh Menteri Lingkungan Hidup pemerintah federal Australia Peter Garrett dengan PTTEP Australasia di Canberra, Australia, Jumat (16/10)," kata Ferdi Tanoni.

Ia mengemukakan adanya kesepakatan tersebut berdasarkan laporan jaringan YPTB yang bermarkas di Canberra, terkait dengan perkembangan penanganan masalah pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor.

Menteri Garrett dalam laporannya mengatakan, pemantauan tersebut mencakup survei kehidupan laut, penelitian satwa liar dan habitat, kualitas air, pengaruh terhadap pantai serta penilaiannya.

PTTEP Australasia mengatakan kesepakatan akan mencakup pemantauan jangka pendek dan jangka panjang serta potensi dampak dari tumpahan minyak yang telah terjadi tersebut.

Selama ini, kata Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedubes Australia ini bahwa konservasionis Australia sangat keras dan kritis terhadap cara-cara penanganan tumpahan minyak di Laut Timor oleh perusahaan operator ladang gas Montara PTTEP Australasia dan Pemerintah Federal Australia yang dinilai sangat buruk dan kurang bertanggung jawab.(lorensius molan/antara)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 14 Lanjut...

Saya Dianggap Cowok Dingin

Dokter Valens Yth.

Salam jumpa. Sekaligus salam kenal. Nama saya Simson, pemuda 26 tahun. Sudah bekerja dengan penghasilan yang cukup memadai. Saat ini sedang menjalin cinta dengan Rieny, gadis berdarah Rote yang kukenal di tempat kerja. Setelah mengenal Rieny, rasanya wanita lain tak ada yang lebih manis dari dia.

Kami sudah enam bulan ini berpacaran. Rieny nampaknya serius dan apalagi saya (lebih serius lagi). Jadi urusan saya denga Rieny, nampaknya " OK banget ".

Sedangkan masalah saya saat ini sebenarnya bukan dengan Rieny, tapi dengan Ratna. Nama terakhir ini, entah di mana dia berada saat ini.

Tiga tahun setelah kami berpacaran Ratna pergi dengan membawa beban berat. Selama kami berpacaran kami begitu yakin akan dapat bersama terus sampai ke jenjang pernikahan. Hubungan kamipun sudah begitu jauh layaknya suami istri. Namun pada suatu saat karena kami salah paham, Ratna begitu tersinggung dan pergi meninggalkan saya.

Saat itu saya mempertahankan pendirian saya sementara menurut dia sayalah yang salah. Setelah dia pergi saya mencoba berpikir jernih ternyata persoalan yang kami hadapi saat itu benar karena kesalahan saya.

Kini dia pergi membawa duka. Dari temannya yang lain saya pernah mendengar bahwa Ratna tidak ingin berpacaran lagi karena merasa dirinya sudah tidak gadis lagi.

Ratnapun mulai membenci laki-laki. Sejak mendengar itu, saya mulai merasa bersalah dan menyesal. Saya sering sekali terganggu dengan perasaan bersalah seperti ini.

Sayapun mau minta maaf tapi Ratna sudah pergi jauh. Saya juga tidak tahu dia ada di mana. Karena keadaan saya seperti itu, saya agak tertekan.

Hal ini ternyata dinilai Rieny - pacar saya sekarang ini, sebagai suasana pacaran yang dingin. Dengan Rieny saya benar hati-hati.

Saya takut terulang lagi seperti dulu. Kadang Rieny agak berani saat kami sedang kencan tapi saya meresponnya dengan seadanya, agar tidak terjerumus.

Tapi Rienypun pernah mengeluh pada temannya bahwa saya cowok yang dingin. Nah kalau Rieny lantas tinggalkan saya bagaimana dokter. Pertanyaan saya yang lainnya yaitu : Bagaimana mengatasi rasa bersalah kepada Ratna itu?

Kalau saya diam saja saya rasa makin bersalah, tapi mau minta maaf Ratna tidak ada. Apakah saya perlu jelaskan ini pada Rieny?

Itu saja pertanyaan saya mudah-mudahan dokter mau membalas surat saya ini. Terima kasih. Salam.
Simson, Oesapa - Kupang.



Saudara Simson yang baik,
Selamat bertemu buat anda. Persoalan utama yang sedang anda hadapi adalah bahwa anda terganggu oleh masa lalu anda dengan Ratna. Dalam buku Gestalt Therapy, Excitement and Growth in the Human Personalitiy, Frederick Perls, menamakan masalah seperti yang anda hadapi sebagai : " Urusan Yang Tidak Selesai ".

Konsep ini mencakup perasaan-perasaan yang tidak terungkapkan seperti dendam, kemarahan, kebencian, sakit hati, kecemasan, kedukaan , rasa berdosa (rasa bersalah) , rasa diabaikan dan sebagainya. Bahkan dilanjutkannya lagi bahwa : Rasa sesal dan dendam paling sering menjadi sumber dan menjadi bentuk urusan yang paling buruk. Karena tidak terungkapkan di dalam kesadaran, maka perasaan-perasaan itu tetap tinggal pada latar belakang kehidupan.

Hal itu akan tetap terbawa dalam kehidupan sekarang dengan cara-cara yang menghambat hubungan yang efektif dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Menyangkut hal ini pula Polster E. & M. Polster, dalam buku mereka Gestalt Therapy Integrated, mengatakan bahwa " Arah-arah yang tak selesai itu mencari penyelesaian dan apabila arah-arah tersebut memperoleh cukup kekuatan, maka Anda disulitkan oleh pikiran yang tak berkesudahan, tingkah laku kompulsif, kehati-hatian, energi yang menekan dan banyak lagi perilaku yang mengalahkan diri.

Selanjutnya para psikolog diatas mengatakan bahwa, "Urusan yang tak selesai " itu akan bertahan sampai Anda menghadapi dan menangani perasaan yang tak terungkapkan itu.

Bahkan menurut Perls, pengungkapan rasa sesal itu merupakan suatu keharusan. Rasa sesal yang tidak terungkapkan acapkali berubah menjadi perasaan berdosa.

Sehingga disarankan, bilamana Anda merasa berdosa, temukan dan ungkapkan rasa sesal Anda. Persis seperti persoalan yang sedang Anda hadapi, maka jalan keluarnya adalah upayakan agar pesan tentang apapun isi perasaan Anda sekarang harus Anda yakin sampai pada Ratna.

Dengan kata lain, Ratna harus tahu apa yang Anda rasakan saat ini. Anda nampaknya sulit menemui Ratna secara langsung, tapi lewat keluarganya, teman-temannya atau Anda bisa sampaikan surat pada Ratna bahwa Andapun menyesal.

Mungkin Ratna tak akan kembali pada Anda (karena sudah ada Rieny), namun paling kurang luka hati Ratna sedikit terobati dan beban perasaan yang menindih Andapun menjadi ringan.

Bila beban perasaan (emosi) Anda sudah berangsur hilang, maka akan mempengaruhi perilaku Anda. Keceriaan akan kembali terbentuk dan gairah dalam berpacaranpun akan mewarnai hubungan Anda dengan Rieny. Dengan demikian terpenuhilah metode terapi yang dikembangkan oleh Albert Ellis, yang menekankan bahwa manusia berpikir, beremosi dan bertindak secara simultan.

" Ketika mereka beremosi, mereka juga berpikir dan bertindak. Ketika mereka bertindak, mereka juga berpikir dan beremosi. Ketika mereka berpikir, mereka juga beremosi dan bertindak. Emosi (suasana hati) adalah produk pemikiran manusia.

Jika kita berpikir buruk tentang sesuatu, maka kitapun akan merasakan sesuatu itu sebagai hal yang buruk. Nah, bila semuanya sudah kembali normal dan bekerja secara simultan Anda tak perlu ragu lagi untuk dikatakan sebagai cowok yang dingin.

Yang penting Anda ingat adalah bahwa sehangat dan sepanas apapun Anda sebagai cowok, Anda tak ingin terantuk pada batu yang sama untuk kedua kalinya, karena hal itu hanya buat keledai. Semoga Anda bahagia. Salam,
Dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 13 Lanjut...

Tips Cantik ala Claudia Schiffer


Foto revolution-press.com
Claudia Schiffer, supermodel kelas dunia selalu menjaga kulit cantiknya dengan minum air putih minimal 1 liter per hari.

SUPERMODEL dunia asal Jerman yang baru-baru ini mengumumkan pensiun dari dunia catwalk, Claudia Schiffer, berbagi tips seputar tata rias. Berikut di antaranya;

* Jangan terlalu ikut tren rambut
Claudia menyatakan bahwa ia pernah membabat habis rambutnya ketika masih remaja, dan seketika itu pula ia merasa menyesal. Ia menyadari akan pentingnya memiliki gaya yang sesuai pribadinya sendiri. Kalau untuknya, ia memilih rambut pirang panjang, dan lurus. Maka, ketika ia merasa bosan dengan gaya rambutnya, ia cukup melakukan perubahan kecil. Misal, membuat belahan rambut di sisi berbeda, menambahkan poni, atau atau membiarkan rambutnya tumbuh hingga melebihi pundak. Ia tak mau lagi melakukan perubahan drastis.

* Berdandan sesuai bentuk tubuh
Claudia diberkahi dengan bentuk tubuh jam pasir yang lebar pundak dan pinggulnya sejajar, namun bagian tengah (perut) menyempit. Untuk bentuk tubuh seperti ini, ia punya kiat khusus:
- Buat bagian tengah tubuh terlihat menarik. Gunakan gaun yang memberikan definisi bagian pinggang. Pilih jaket dan sweater yang panjangnya hingga di bagian tengah tubuh Anda itu.
- Untuk membuat tubuh berlekuk terlihat lebih tinggi, gunakan kardigan atau jaket ringan yang memeluk pinggul.
- Hindari celana jins tipe low-rise. Pilih celana jins yang pas tubuh, dan tak memberi ruang terbuka di bagian belakang pinggang.

* Berjalan dengan sepatu hak tinggi
Bagi sebagian wanita, berjalan dengan sepatu hak tinggi adalah hal yang menegangkan. Namun bagi Claudia, sepatu hak tinggi adalah keharusan. Ia menyarankan, untuk menjaga keseimbangan tubuh saat mengenakan sepatu hak tinggi, coba keraskan otot betis. Saat otot betis mengeras, Anda akan lebih seimbang dan tidak limbung, meski mengenakan hak yang sangat tinggi sekalipun. Untuk menguatkan otot kaki tanpa membuatnya besar, Claudia memilih latihan Pilates.

* Tinggalkan makeup, pilih kacamata
Saat ini Claudia memiliki dua anak dari suaminya, Matthew Vaughn. Setiap hari ia berusaha menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan mengurus keluarga. Untuk menyiasati ketika tak sempat menggunakan makeup, ia memilih menggunakan kacamata hitam berukuran cukup besar. Kacamata semacam ini bisa menutupi mata yang lelah, sekaligus melindungi dari sinar matahari.

* Minum untuk kulit
Ada banyak krim yang bisa membantu kulit terlihat cantik dan terasa lembut. Namun, Claudia masih percaya akan kekuatan air untuk tubuhnya. Ia memastikan untuk meminum air putih setidaknya 1 liter per hari atau beberapa cangkir teh peppermint. Ia mengakui, ini adalah cara terbaik untuk membuat kulit berseri.

* Ratu masalah darurat
Saat mempersiapkan diri di belakang panggung peragaan busana, tak jarang Claudia menemukan baju-baju yang rusak saat akan dikenakan. Entah itu robek, terlalu besar, atau lain sebagainya. Supaya menghemat waktu, ia selalu membawa peralatan jahit darurat di tasnya. Tak lupa dengan peniti beragam ukuran; yang besar untuk kain robek, yang kecil untuk mengatasi keliman yang terbuka.

* Biarkan rambut sedikit lembap
Untuk mengatasi ujung rambut yang pecah-pecah (tipe rambutnya kering), Claudia menggunakan krim khusus dari Kerastase. Hal ini juga membantunya menata helaian rambut yang mencuat, atau sering disebut rambut yang "keluar-keluar". Tips dari salah satu pakar rambut yang selalu ia ingat adalah, setiap usai keramas dan akan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, jangan mengeringkannya 100 persen. Biarkan masih terkesan lembap. Ini akan membantu tampilan natural rambut terlihat menarik.

* Tak perlu gunakan foundation, pilih concealer
Ketika Claudia memulai kariernya sebagai model di usia 17, para makeup artis selalu menggunakan foundation teralalu banyak. Dari pengalaman itu wanita berusia 38 tahun ini belajar, untuk mendapatkan tampilan lebih natural dan cantik sebaiknya kita tidak menggunakan foundation, melainkan concealer. Kuncinya, cukup oleskan concealer di tempat-tempat yang diperlukan saja. Claudia selalu membawa 3 warna concealer. Ia memulaskan concealer berwarna agak gelap di bagian pipi dan dahi, dan concealer dengan warna paling muda pada bagian bawah mata. (InStyle/kompas.com)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 13 Lanjut...

Orangtua, Kunci Anak Kreatif


Foto ilustrasi/cache.gawker.com Siapkan waktu untuk bisa bermain dan berkreasi dengan anak.


BETAPA berbedanya permainan anak zaman sekarang dengan permainan anak zaman dulu. Jika dulu alam masih merupakan sumber daya yang sangat luas, sekarang sudah tidak lagi.

Anak-anak zaman dulu bisa bersenang-senang hanya dengan "berbekal" potongan kayu dan kulit jeruk Bali. Zaman sekarang? Bisa jadi anak-anak bingung jika disodorkan permainan seperti itu. Namun, jangan buru-buru menyalahkan siapa pun, karena menurut penelitian, kekurangan gairah untuk berkreasi pada anak justru disebabkan oleh para orangtua.

Kebanyakan anak membawa sikap dan sifat yang mereka pelajari dari lingkungan, secara spesifik, orangtuanya. Sayangnya, menurut literatur yang disebutkan oleh situs MSN, sebanyak 61 persen orangtua bergantung pada sekolah, televisi, dan permainan komputer untuk perkembangan kreatif anak-anaknya. Padahal, menurut presenter acara seni anak SMart, dari stasiun CBBC, Kirsten O'Brien,

"Peran orangtua sangat penting untuk mendukung proses berpikir kreatif dan imajinatif anak-anaknya. Kita perlu membantu para orangtua untuk bisa bermain dan menginspirasi energi kreatif anak. Anak-anak pun akan selalu mengingat pengalaman berbagi mainan dengan orangtuanya itu."


Paul Geraghty, pengarang cerita anak The Hunter and Dinosaur in Danger mengatakan, "Kreativitas adalah bagian penting dalam perkembangan setiap anak. Sama seperti matematika dan bahasa, kreativitas perlu latihan dan dukungan. Kreativitas membawa kepuasan seumur hidup jika didorong sejak dini dan dilatih sepanjang masa kanak-kanak."


Sayangnya, dalam penelitian yang sama ditemukan pula alasan para orangtua mengapa mereka tidak meluangkan waktu untuk berkreasi dengan anak-anaknya. Alasan yang dilontarkan antara lain adalah karena para orangtua tidak punya kemampuan kreatif atau karena tak punya waktu luang.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa membaca buku bersama adalah kegiatan orangtua-anak yang paling digemari. Artinya, sebenarnya tidak sulit membuat anak merasa senang dan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk menyelesaikan puzzle bersama, membuat kreasi seni, atau membuat hastakarya dari situs-situs arts and crafts untuk anak-anak yang bisa ditemukan dengan mudah di internet.(msn/kompas.com)


Resep Keluarga Bahagia

SEPERTI apakah keluarga bahagia itu? Apakah yang selalu tertawa setiap saat? Apakah yang tak pernah menghadapi masalah? Apakah seperti keluarga yang tinggal satu baris dengan rumah Anda? Nyatanya, bahkan keluarga yang terlihat bahagia pun memiliki masalah yang sama dengan keluarga lainnya. Entah itu rumah berantakan, masalah keuangan, anak yang rewel, dan banyak lagi. Lalu, apakah arti keluarga bahagia?

"Menjadi bahagia sebagai sebuah keluarga merupakan hal yang lebih dalam dari sekadar bersenang-senang bersama atau merasakan euforia saat menerima kado," terang Scott Haltzman, MD, penulis buku The Secrets of Happy Families. "Menjadi keluarga yang bahagia memiliki makna mendalam dan tujuan dalam hidup," terang Scott.

Ketika Anda memilikinya, rasa sedih atau stres bisa lebih diatasi dan melihatnya dalam perspektif berbeda. Ditambah lagi, rasa senang dan bahagia jadi lebih bisa terasa. Berikut adalah kunci untuk membangun keluarga yang lebih bahagia.

1. Keluarga bahagia, mengetahui siapa dirinya
Ketika seluruh anggota keluarga Anda sudah memiliki nilai-nilai atau aturan tersendiri, dan secara konstan hidup dengan standar tersebut, maka Anda akan membangun identitas keluarga yang lebih kuat dan mengurangi konflik.

Menentukan nilai-nilai dasar keluarga tak hanya bisa mendukung banyak kualitas yang membangun Anda lebih dekat, tapi bisa menjadi penengah ketika keluarga Anda sedang dalam konflik. Misal, karena Anda dan keluarga mengutamakan kebersamaan, Anda memutuskan untuk berlibur bersama. Bila mungkin, Anda juga akan meliburkan anak-anak dari sekolah selama beberapa hari. Sementara keluarga yang lebih mementingkan pendidikan, akan menunggu libur sekolah tiba untuk untuk berlibur bersama anak-anak.

2. Keluarga bahagia, bersandar pada orang lain
Lingkungan yang dekat dengan Anda, seperti keluarga besar, teman, tetangga, dan lain-lainnya, sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar Anda bisa membantu anak-anak melihat nilai-nilai yang dianut oleh keluarga besar, misalnya saling membantu. Sehingga, nilai-nilai dasar yang dianut keluarga bisa lebih terlihat.

3. Keluarga bahagia, selalu bisa bangkit dari keterpurukan bersama-sama
Melewati masa sulit justru bisa membantu Anda lebih dekat dengan keluarga, ujar Haltzman. Namun, jangan lupa untuk memaksimalkan kemampuan keluarga menghadapi masalah besar. Misal, dengan mengajarkan kepada anak-anak untuk tetap bersyukur dalam segala hal, baik dalam keadaan senang maupun susah. Jangan lupa mencari cara untuk tetap berpikir positif.

Rutinitas dan ritual bersama juga bisa membantu keluarga lebih dekat. Misal, menyiapkan waktu untuk membaca buku bersama atau bermain bersama. Apa pun yang bisa mendekatkan keluarga dan membuat anak lebih bahagia bisa dijadikan rutinitas. Dengan begitu, di mana pun, kapan pun Anda berada, bisa terasa lebih nyaman bersama ketika menghadapi perubahan.

4. Keluarga bahagia, bersantai bersama
Semua manusia butuh liburan, butuh untuk bersantai. Entah itu dengan berlibur, menikmati suasana pantai, jalan-jalan di sore hari, atau memasak bersama. Apa pun kegiatannya, lakukanlah bersama-sama. Anda bisa menyusun rancangan dan tujuan keluarga bersama, tapi Anda dan keluarga juga perlu mundur sejenak untuk menikmati hidup.

Haltzman menyarankan keluarga untuk menyiapkan waktu untuk bersenang-senang tanpa rencana. Misal, menyisihkan waktu setiap sore hari untuk berjalan kaki keliling kompleks rumah bersama keluarga, atau bermain di halaman rumah. Yang diutamakan di sini bukan agenda acaranya, melainkan kebersamaannya. (WebMD/kompas.com)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 12 Lanjut...

Semut-Semut di Baju Nuri

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

NURI adalah anak yang manis, cerdas, rendah hati dan suka berteman dengan siapa saja. Dengan pembawaan seperti itu tentu saja Nuri memiliki banyak teman, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumahnya. Di sekolah Nuri menjadi kebanggaan teman-teman sekelasnya. Setiap ada lomba cerdas cermat pasti Nuri tampil mewakili kelasnya dan selalu membawa pulang piala.

Tidak jarang juga ada teman-teman laki-laki naksir dan menggoda Nuri. Namun oleh Nuri semua teman, baik laki-laki maupun perempuan diperlakukan sama. Tidak ada yang diistimewakan. Dengan demikian teman laki-laki tersebut akan malu dengan sendirinya. Nuri ingat pesan mama, masih di bangku SD itu masih kecil jadi belum boleh pacaran. Utamakan belajar.
** *
Siang itu jam pelajaran kosong diisi oleh Ibu Guru Wali Kelas. Ibu Wali Kelas biasa menghukum murid yang bersalah dengan mencubit seperti gigitan semut. Cubitan itu mengejutkan para murid. Seperti semut yang menggigit tubuh manusia tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Hari itu rupanya Nuri melakukan kesalahan. Baju seragamnya tidak dimasukkannya ke dalam rok seusai ke toilet tadi. Rupanya kelalaian itu tertangkap oleh mata Ibu wali Kelas. Nuri dipanggil ke depan kelas.

"Kamu tahu apa kesalahanmu, Nuri?" Tanya Ibu wali Kelas.

"Hmmm, tahu, Bu," jawab Nuri agak gugup.

"Apa itu?" Tanya Ibu wali Kelas lagi.

"Tidak memasukkan baju ke dalam rok, Bu," jawab Nuri.

"Anak-anak, kalian ingat kan akan kesepakatan yang telah kita
buat bersama? Kalau ada kesalahan seperti ini harus ada apa?" Ibu Wali Kelas meminta penegasan dari seisi kelas. Namun murid-murid diam. Mereka tidak rela kalau Nuri harus dihukum.

"Ada apa, anak-anak?" desak Ibu Wali Kelas.

"Ada semut-semut yang merayap di baju, Bu. Tapi...," kata Goris, dia ragu untuk meneruskan kalimatnya.

"Tapi apa, Goris?" Ibu Wali Kelas tidak sabar.

"Tapi sebaiknya semut-semut itu jangan merayap di baju Nuri, Bu. Sebagai gantinya biar semut-semut itu merayap di baju saya saja, Bu," usul Goris diikuti tepuk riuh teman-temannya.

"Ya Bu, kami tidak tega kalau semut-semut itu harus merayap di tubuh Nuri. Ibu bisa memilih di antara kami. Kami siap menggantikan Nuri, Bu", tambah Olga. Kelas bertambah riuh.

"Kalau itu masih kurang, Ibu boleh menghukum kami semua, yang penting Nuri tidak dihukum," celetuk Lidya dari salah satu sudut kelas.
***

"Teman-teman sekalian, saya harapkan kalian semua mendengarkan saya", Nuri berusaha menenangkan teman-temannya. Seisi kelas pun terdiam. Nuri melanjutkan perkataannya.

"Kesepakatan yang telah kita buat dengan Ibu wali Kelas adalah kesepakatan kita semua, bukan? Artinya kesepakatan tersebut berlaku tanpa ada perkecualian. Bahkan juga terhadap diri saya.
Kalau sampai ada perkecualian, maka kasihan teman-teman yang sudah terkena hukuman sebagai konsekwensi dari berlakunya kesepakatan itu. Saya tahu kalian semua menyayangi saya Namun tidak pada tempatnya kalau rasa sayang tersebut kalian ungkapkan dengan cara seperti ini. Karena jika cara ini yang dipakai, akan terjadi ketidakadilan di kelas ini. Bukankah begitu, teman-teman?"

"Betul", jawab teman-temannya serempak.

"Nah, supaya adil, sekarang biarkan saya menjalani hukuman itu", ujar Nuri. Dia lalu maju ke hadapan Ibu Wali Kelas untuk menerima hukuman. Melihat itu teman-temannya menutup mata, Mereka tidak tega melihat semut-semut jemari Ibu Wali Kelas merayap di baju Nuri.(*)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 12 Lanjut...

Foto www.austin-rocketry.addr.com
Venesia yang indah dan romantis


SIAPA yang yang nggak ingin menjalankan liburan romantis? Atau mungkin ingin merasakan bulan madu dan bulan madu berikutnya dalam kondisi penuh romantisme? Maka tidak ada salahnya Anda mulai mencari tempat yang paling romantis di dunia bukan? Daripada susah-susah mencari, coba Anda lihat dulu daftar tempat paling romantis yang ada di bawah ini:

Paris
Siapa sih yang tidak kenal dengan romantisme Paris? kota bagi para kekasih dengan makanan yang nikmat, anggur dan nuansa yang menyenangkan. Makan malam romantis dengan lilin indah di dekat menara Eiffel, berjalan bergandengan sepanjang Champs Elysees atau piknik di taman. Paris memberikan romansa dan keindahan bagi pasangan yang jatuh cinta selama berabad-abad.


Hawaii
Ternyata Hawaii adalah kota tempat tujuan bulan madu terbesar di dunia, terutama di kalangan orang Amerika. Entah Anda di Maui, atau pulau besar lain di Hawaii, tempat ini selalu menawarkan pilihan terbaik pagi pasangan. Pantai dan hutan tropis, kamar hotel mewah, olahraga, dan berbagai hal menarik di alam bebas!

St. Thomas
Kota ini terletak di Virgin Islands, dan merupakan kota pantai yang terkenal oleh jajaran pantai indah dan tempat belanja menarik. Kota ini dipenuhi dengan penginapan yang dapat menampung pasangan atau bahkan keluarga. Di kota ini juga dibuat batasan untuk jumlah pesta dan peserta pesta, jadi Anda tidak akan kesulitan jika ingin bermesraan dengan pasangan Anda!

Venesia
Perjalanan dengan gondola di kanal-kanal kota ini sudah menjadi simbol romantisme kota ini. Perjalanan dengan duduk berdekatan dengan pasangan dan dengan penuh kekaguman melihat bagian kota yang indah. Makan malam romantis di restoran Italia dengan berbagai liku-liku menarik yang terkadang akan membawa Anda ke gereja indah romantis. Venesia adalah tempat yang akan membuat Anda jatuh cinta dan jatuh cinta lagi.

Tahiti
Daerah tenang yang terletak di Pasifik Selatan, dengan bungalow pantai indah, yang memungkinkan Anda berenang tenang di pagi hari. Bersantai di pasir putih dengan pohon kelapa indah dengan para karyawan hotel yang siap membantu Anda apapun dan kapanpun. Pemandangan luar biasa indah di saat matahari terbenam juga tidak akan bisa Anda lupakan dengan mudah!

Belize
Belize adalah tempat paling indah bagi para pasangan. Pulau yang terletak di tengah karang ini akan membuat pasangan melupakan semua orang karena banyak pantai yang jadi 'milik pribadi' dengan air yang dipenuhi ikan karang berwarna warni akan menemani Anda. Anda takut berenang? bukan masalah, pantai indah dan pohon palem yang bergoyang menanti Anda!

Maladewa
23 pulau yang terletak di tengah Samudra Indonesia ini adalah salah satu dari surga dunia. Pulau-pulau karang yang ada hanya sedikit sekali berada di atas permukaan laut, dan gugus karang yang melingkupi pulau ini penuh dengan kehidupan. Negara kecil yang indah dan romantis ini memang adalah tempat paling pas untuk kehidupan yang romantis

Seychelles
Kepulauan yang ada di Samudra Indonesia ini sebenarnya berada di lepas pantai Afrika dan merupakan tempat yang paling santai di dunia. Kehidupan yang eksotis dan nuansa yang tenang akan selalu menanti Anda dan pasangan Anda. Lapangan golf, spa, perjalanan memancing dan minuman segar tropis akan membuat pasangan yang sedang berbulan madu tidak akan mau kembali ke negara asal mereka lagi.

Bruges
Kota kuno dengan setting abad pertengahan di Brussel ini adalah cara terbaik untuk melarikan diri dari segala kebisingan kota. Kota kecil yang tenang ini menjaga kondisi kota tetap seperti kondisi kota ini di abad pertengahan. Jalan-jalan yang dilapisi batu, dengan kafe-kafe kecil di udara terbuka akan membuat Anda berasa kembali ke zaman abad pertengahan, lengkap dengan berbagai hal romantis dan indah, minus masalah dan ribut.

Tuscany
Daerah yang penuh dengan kebun anggur, villa, dan kota-kota kecil Italia, akan membuat Anda merasa seperti berada dalam perjalanan romantis. Anda dapat tinggal di villa bersejarah, dengan makanan terbaik dan Anda dapat bersepeda berkeliling kebun anggur yang Anda pilih dan minum anggur terbaik pula. Jika Anda berada di tempat ini, pasti Anda akan mengerti kenapa beberapa orang sama sekali tidak ingin kembali begitu sampai di tempat ini. Singkatnya, tidak ada yang lebih indah dan romantis di Italia daripada Tuscany (hotelclub.com/ari)


Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 11 Lanjut...

Cerita Cinta dari Kaki Ile Ape

Cerpen Magdalena Ina Tuto

PANAS terik membakar, hanguskan segala yang ada. Hembusan angin kemarau yang menerpaku kian menusuk hingga ke dalam sum-sum tulangku.

Aku sedikit mengedipkan mata menahan perih akibat tertempel debu-debu yang menyeruak dari lingkungan di sekitarku. Siang itu aku sedang menyusur jalan setapak menuju ke kebun. Kebun ini letaknya cukup jauh dari rumah.

Maklum ini adalah warisan yang paling berharga dari keluarga kami. Ibuku telah ada di sana sejak pagi tadi. Aku datang agak terlambat sebab masih membereskan rumah dan mencuci beberapa potong pakaian.

Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adikku masih duduk di sekolah dasar. Ayahku telah meninggal beberapa tahun yang lalu di tanah perantauan. Kini tinggal ibu yang menopang keluarga kami.

Usianya telah lebih dari setengah abad, walau demikian semangat kerjanya masih tetap seperti dulu. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak yang berdebu.

Sengatan sang mentari seakan memecah ubun-ubun kepalaku, padahal ini baru pukul 10 lewat lima menit. Aku menyeka keringat yang bercucuran di leherku. Aku terus berjalan.


"Ina mau ke mana?" sapa tanta Tin dari bawah pohon asam, tepat beberapa meter dariku.

"Saya mau menyusul mama ke kebun" jawabku sambil melempar senyum padanya. "O,..iya, engko punya mama sudah dari tadi pagi pigi kebun. Mungkin ada petik jagung itu,.." lanjut tanta Tin, sambil memungut buah asam yang berserakan di atas tanah.

"Kalo begitu saya lanjut dulu tanta,.." jawabku sambil berlalu. Aku baru tamat SMA tahun ini. Sekolahku ada di Kota Lewoleba, Ibu kota Kabupaten Lembata.

Saat melihat tanta Tin anganku kembali saat aku masih di SD dulu. Waktu itu tugasku adalah memilih buah asam, mencungkil- memisahkan kulit buah dari biji dan menjualnya. Hasilnya bisa buat membeli buku dan pinsil.

Kebun kami sudah kelihatan dari arahku. Aku mempercepat langkah. Di hadapanku tegak berdiri gunung kebanggaanku, Ile Ape, yang berarti gunung berapi.

Mungkin dari namanya inilah yang membuat panas suhu di sekitarnya. Jenis tanaman yang mampu ditanam dan hidup di musim hujan juga amat terbatas.

Pada umumnya tanaman tersebut antara lain jagung dan ubi-ubian.


Untuk jenis tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi tidak dapat tumbuh di lereng gunung ini. Namun aku sangat heran.

Pada umumnya penduduk atau masyarakat yang menghuni lereng gunung ini memilih beras sebagai bahan makanan pokok. Ubi dan jagung sudah hampir terlupakan. Orang enggan makan nasi jagung atau ubi. Katanya takut dicap miskin dan tidak mampu.

Demikian cerita teman-temanku di sekolah. Kebetulan juga di Lewoleba aku tinggal di kos. Jadi aku dapat mengamati semua pola makan dari teman-temanku.

Berasal dari keluarga sederhana aku telah terbiasa mengonsumsi nasi jagung sejak kecil. Sebab yang ada di lumbung rumah kami hanya jagung. Hasil panen selama satu musim tanam bisa kami makan selama satu tahun penuh dan bahkan masih ada sisanya.

Sisanya tersebut biasanya kami jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menjual jagung biasanya lewat pengolahan terlebih dahulu. Teknik pengolahannya sangat sederhana.

Ada yang digiling, ada pula yang dititi (jagung titi) dengan batu setelah biji-biji jagung dipanaskan terlebih dahulu dalam tembikar (periuk yang terbuat dari tanah liat).

Dan yang bertugas meniti jagung ini biasanya aku dan juga mama. Kadang aku berpikir mengapa teman-temanku tersebut enggan makan jagung? Padahal gizi yang terkandung dalam jagung lebih tinggi dari beras. Ini terbukti, dari makan makanan jagung ini, telah dihasilkan manusia-manusia handal dan produktif yang kini sedang memimpin propinsi ini dan bahkan ada yang menjadi orang penting di negara ini. Mereka ini pada umumnya mengonsumsi jagung pada saat masih kecil.

Dari semua hal inilah saya bercita-cita menjadi seorang ahli gizi yang dapat mengolah semua pangan lokal yang ada di lereng gunung Ile Ape ini menjadi makanan pokok yang lezat dan bergizi tinggi.

"Mama..., istirahat dulu...." kataku sambil meletakkan bawaanku di pondok kecil yang terbuat dari daun tuak. Mama menghentikan pekerjaannya. Ia berjalan ka arahku. Pakaian kebaya kumal yang dikenakannya basah oleh keringat.

Ia kelihatan amat letih. Beberapa tumpuk jagung yang baru dipetik terletak di sisi kiri kanan. Sorot mata keibuannya memancar kuat di balik kelopaknya yang mulai keriput dimakan usia.

"Adik-adikmu sudah pulang sekolah?" Tanya ibu sambil duduk di sampingku. "Belum Ma, tapi tadi saya sudah pesan, kalo pulang sekolah langsung ganti pakaian dan ikut ke kebun...," jawabku kalem.

Semenjak ditinggal ayah, keadaan kami semakin terpuruk. Uang yang didapat dari hasil jualan jagung titi, manisan asam, dan siput kering seakan tidak dapat lagi menopang hidup kami berempat. Untung di sekolah saya mendapat beasiswa dan kini telah tamat dengan nilai tertinggi. Kedua adikku juga selalu rangking dalam kelas.

Aku membuka bungkusan dalam bakul yang kubawa tadi. Satu periuk nasi jagung dan beberapa ikat siput kering yang telah dibakar. Ini untuk empat porsi.

"Mama makan dulu...," ajakku pelan.
Ia menatapku dengan tatapan penuh iba. "Mama tidak lapar sayang..," kata-katanya pelan, namun sangat jelas terdengar. "Mama..., saya bisa tanya?" Aku merapatkan dudukku ke sisinya. Ia mengangguk.

"Mama..., bagaimana dengan sekolahku? Apakah aku bisa lanjut ke perguruan tinggi?" Mama diam..., air mukanya berubah. Kudapati kesedihan yang amat dalam di sana. Air matanya menetes perlahan, bercampur dengan peluh yang ada di wajahnya. Aku merebahkan kepalaku ke pangkuannya.

"Mama..., saya tahu keadaan kita dan saya tidak paksa mama bahwa saya harus lanjutkan sekolah....," kata-kata ini mengalir bersama tetesan air mataku yang jatuh ke pangkuan ibuku.

Aku tidak bisa memaksa keinginanku, tetapi aku juga tidak bisa menyembunyikan cita-citaku untuk menjadi seorang ahli gizi. Suara isak tangis kami ini menyatu dalam buaian angin kemarau, lantas menghembuskannya ke segala pejuru dan akhirnya hilang lenyap di balik gunung Ile Ape. (*)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi Benyamin Baso

Kuli Tinta

Inilah kisah hidupku
yang kugoreskan di kusamnya kertas ini
Kata demi kata kuukir
baris demi baris kugoreskan
Sebagai ganti rasaku yang tak dapat bicara


Aku berjalan dipayungi panasnya mentari
Aku melangkah dialasi kerasnya karang
Mereka bilang aku gila
karena berjalan tak tentu arah

Mereka bilang aku sombong
karena terlalu mengekspos
Mereka bilang aku sok pintar
karena riang mengumbar berita

Tapi aku tetaplah aku
yang hanya menulis untuk hidup
Yang mengukir kata hanya untuk cinta
Tapi mereka tetap bilang

aku hanyalah kuli tinta
Tapi aku yakin
tinta yang kugoreskan
akan menjadi pelita
di hati dan pikiran mereka

(Dibawakan oleh penulis dalam acara Launching Teenagers Space di Kantor SKH Pos Kupang, Sabtu (17/10/2009)


Penghuni Pondok Bobrok


Dengarkan suara kami
penghuni pondok bobrok ini
tak berdaya diusir dari rumah kami
tangisan, jeritan ditelan bangunan megah
diinjak, dicaci harga diri kami
jadi sampah dibuang, dimusnahkan

kami terdiam dengan seribu keluh-kesah
menyesakkan dada
ditiduri seribu janji tak pasti
dirampok habis hak hidup kami

Akankah ini berlalu dan berakhir dari hidup kami?

Wahai kau penguasa
tidakkah kaulihat kedukaan kami?
Tidakkah kaulihat seribu tetes air mata?

Adakah secuil rasa kasih
bagi kami yang malang ini?
Adakah kesejukan jiwa
bagi kami yang menderita?

Kami tak butuh janjimu
tak butuh hartamu

Berikan cintamu
berikan jiwamu
jadi secercah harapan hidup kami


Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id
atau poskpg@yahoo.com



Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 6 Lanjut...

Makanan Lokal

Parodi Situasi Oleh Maria Mathilds Banda


"EH, kamu ini orang-orang pada makan makanan lokal kok kamu malah makan bakso? Kemarin aku lihat kamu makan tahu isi, kemarinnya lagi makan tempe goreng, molen, terus kemarinnya lagi makan soto sate, es potong, gule kambing, rawon mateng," komentar Rara melihat Jaki dengan lahapnya makan bakso.
"Makanan lokal? Kriterianya apa?" Tanya Jaki.

"Makanan yang dipamerkan pada hari-hari tertentu dan dipromosikan pada saat-saat tertentu, dan dikonsumsikan oleh Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu pada event-event tertentu, dikemas hanya untuk kepentingan tertentu, dan yaaa segala yang berhubungan dengan hal-hal tertentu! Itu yang namanya makanan lokal!" Jawab Rara.
"Ha ha ha ternyata kamu salah mengerti tentang makanan lokal! Kamu salah alias keliru besar! Ternyata sempit sekali ya pemahamanmu tentang makanan lokal!"
***
"Tadi sudah kumakan jagung bose di tempat pameran, setelah itu mau cari jagung bose di mana? Memangnya ada yang dorong gerobak jagung bose seperti dorong gerobak bakso? Jadi janganlah engkau tatap aku seperti itu karena aku makan bakso! Aku maunya makan jagung bose tetapi siapa yang jual. Dimana-mana bertebaran bakso yang didorong-dorong sambil pukul panci teng teng teng..."
"Mau molen?" Jaki menawar pisang molen yang masih panas.

"Wah, kamu ini habis lahap bakso langsung sambar molen!" Komentar Rara. "Pada hal kamu bisa makan jagung titi, kue rambu, ubi ndota...dan masih banyak lagi makanan lokal kita!"

"Memangnya ada kue rambu dijual di jalanan setiap malam? Ada jagung titi dijual di setiap tikungan di kota kita ini? Ada ubi ndota? Ada jagung goreng dan jagung bakar khas orang kita? Mana? Kalau ada kubeli sekarang!"

***
"Ha ha ha Rara! Kamu maunya aku makan nasi ra'a rete ya? Apa ada gerobak dorong keliling kota kita yang jual nasi ra'a rete? Mana? Kita ini ngomong makanan lokal, promosi makanan lokal, makan makanan lokal, hanya ngomong sa... saat-saat tertentu saja. Setelah itu kembali ke bakso, rawon, soto, sate, bahkan kamu sendiri larinya ke hot dog hamburger, dan hoka-hoka bento, dan entah apalagi yang aneh-aneh dari negeri luar..."


"Aduh, kamu kenapa makan makanan lokal kok di warung Padang?" Rara gemas melihat temannya yang bernama Jaki terus-menerus makan makanan yang menurutnya bukan makanan lokal.

"Hoi, apa urusanmu dengan makanan lokal? Tahu apa kamu tentang makanan lokal? Mau kutonjok rahangmu, mau!" Ancam Jaki. "Dari tadi ngomong makanan lokal, sementara kamu sendiri tidak tahu apa sebenarnya makanan lokal itu!"
"Aduh! Kamu mau menghina ya? Saya labrak kamu!"

"He he he, bisanya cuman maen otot, tunjuk diri macam sudah terlalu hebat sa," Jaki menangkis dan siap mencekik leher Rara. "Apa makanan lokal!"
***
"Makanan lokal itu defenisinya apa ya?" Rara pusing tujuh keliling memikirkan makanan lokal yang dipertengkarkan dengan Jaki. Rara mau tanya ke Nona Mia atau terpaksa Rara bertanya pada Benza. Terpaksa, sebab pada dasarnya Rara tidak suka bicara dengan Benza yang dianggapnya sok tahu.

"Makanan lokal? Kita punya berbagai jenis makanan lokal," Nona Mia menjawab santai saja. "Bakso atau ra'a rete ya? Kue cucur atau kue bendera atau hamburger ya? Yang jelas kita sama sekali tidak dapat terhindar dari bakso dan berbagai jenis makanan yang beredar sampai ke ujung kampung! Jadi kalau bicara tentang makanan lokal, ya makanan! Itu saja!"

"Bagaimana soal ketahanan dan kedaulatan makanan lokal!" Tanya Rara.
"Bukan soal makanan lokal saja, tetapi lebih dari itu, soal ketahanan dan kedaulatan pangan lokal?" Benza memberi penjelasan.

"Luas dan dalam menyangkut pemberdayaan masyarakat soal lembaga pangan dan gizi desa, gerakan konsumsi pangan 3 B, Bergizi Berimbang Beragam. Pengembangan sistem ketahanan pangan, menyangkut ketersediaan pangan dan pemantaban produksi, lumbung pangan keluarga dan desa, sistem distribusi dan sistem konsumsi, perbaikan gizi keluarga, makanan tambahan ibu hamil dan balita.

Pengembangan sarana prasarana itu berkaitan dengan sarana prasarana usaha tani, teknologi tepat guna, pasar dan lain-lain! Itu yang tertulis di buku dan majalah-majalah, kalau dalam kenyataannya, kita perlu berjuang keras untuk mewujudkannya!"
***
"Aduh, kamu buat saya pusing. Sebenarnya inti bicaramu itu apa dan siapa?" Rara tidak sabar menunggu untuk mengerti apa sebenarnya pikiran Benza. Rasanya jauuuuh sekali dari pengertiannya tentang makanan lokal.

"Intinya peduli petani, semuanya demi petani, keluarga-keluarga di desa-desa kecil. Tidak ada ketahanan pangan tanpa ketahanan petani. Tidak ada kedaulatan pangan tanpa kedaulatan petani..." jawab Benza.

"Kenapa mesti petani?" Rara kebingungan.
"Kalau bukan dari oleh untuk petani, segala aktivitas menyangkut ketahanan dan kedaulatan pangan, hanya lipstik!" Kata Benza menutup pembicaraan.
"Bagaimana dengan bakso?" Rara tidak puas.

"Bakso, tahu isi, tempe goreng, molen, soto sate, es potong, gule kambing, rawon mateng, nasi goreng, roti bakar semuanya makanan. Sepanjang pasar tentang ini menghidupkan sistem produksi dan ketersediaan pangan, distribusi dan sistem informasi pasar, serta sistem konsumsi yang selanjutnya membuat petani sejahtera, sekali lagi membuat petani sejahtera, itulah yang dicari! Mengerti?"
"Kedaulatan petani? Makanan lokal itu bakso atau bose ya?" Rara tetap bingung. (*)


Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 1 Lanjut...

Pius Weraman,SKM,M.Kes


Foto POS KUPANG
Pius Weraman,SKM,M.Kes
Pembantu Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang



Tingkat Pendidikan Berdampak Kesehatan


SALAH satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat adalah kesehatan. Makin tinggi derajat kesehatan suatu kelompok masyarakat, dapat dikatakan makin sejahtera kelompok tersebut. Sebaliknya, makin rendah derajat kesehatan makin rendah pula derajat kesejahatan suatu kelompok masyarakat. Derajat kesehatan juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat makin sadar masyarakat tersebut untuk menjaga kesehatan dan sebaliknya.


Tingkat pendidikan masyarakat NTT yang rata-rata lima tahun atau setara dengan kelas lima SD menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat di daerah akan kesehatan masih rendah. Hal ini bisa nampak dari wabah muntaber atau diare selama ini.
Kehadiaran Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Unadan) Kupang yang melahirkan sarjana kesehatan masyarakat (SKM) di NTT diharapkan bisa memotong siklus wabah tersebut, dan menjadikan masyarakat NTT lebih sadar menjaga kesehatan.

Pius Weraman, SKM,M.Kes, Pembantu Dekan I FKM Undana Kupang mengungkapkan, banyak perilaku masyarakat yang menyimpang dari upaya-upaya meningkatkan kualitas kesehatan. Hal ini akibat rendahnya tingkat pendidikan. Ia mencontohkan, masyarakat di beberapa daerah yang mengkonsumsi air yang sudah tercemar karena ketidaktahuan tentang kualitas air tersebut. Berikut perbincangan Pos Kupang dengan Pius Weraman

FKM Undana sudah menghasilkan sarjana untuk NTT. Apa sebenarnya hakekat lembaga ini?
Berkaitan dengan misi akademik untuk pengembangan masyarakat bagi seorang sarjana kesehatan masyarakat, harus menempuh pendidikan selama delapan semester atau empat tahun pendidikan. Untuk FKM yang memiliki jurusan Epidemologi dan Bio Statistia, harapannya orang yang ouput dari prodi ini bisa melakukan pengumplan data, menganalisis data yang berkaitan dengan trend penyakit, perkembangan suatu penyakit dan mencari solusi bagaimana melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, kemudian mengukur derajat kesehatan pada suatu wilayah, bisa tingkat RT/ RW, desa, kecamatan, kabupaten, kota dan propinsi. Bahkan antar- negara sehingga dengan trend penyakit itu, ia bisa membuat rekomendasi berdasarkan masalah bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan.

Kita juga punya jurusan gizi kesehatan masyarakat. Itu akan menghasilkan seorang sarjana gizi dan dia harus paham benar bagaimana mengukur status kesehatan yang berkaitan dengan gizi. Kita juga punya jurusan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. Fokusnya pada upaya-upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan seperti tersedianya jamban keluarga dan sarana air bersih, kualitas airnya. Itu ditangani oleh sarjana kesehatan kerja. Ada juga jurusan pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku atau bisa disebut juga dengan promosi kesehatan. Jadi dia harus mendesain materi penyuluhan, metode penyuluhan, media penyuluhan dan melakukan monitoring serta evaluasi yang berkaitan dengan promosi yang dilakukan. Ada juga jurusan administrasi kebijakan kesehatan menangangi sistem manajemen, terutama teknis media administrasi di rumah sakit, puskesman, dan pustu atau itu ditangai oleh SKM dari jurusan administrasi kesehatan masyarakat.

Apakah seorang bertitel SKM memiliki fungsi yang sama dengan dokter?
Secara umum tugas antara dokter dengan seorang SKM berbeda. Perbedanmya pada peran dan funsginya. Kalau sarjana kesehatan megobati keluraga dan kelompok masyarakat, sedangkan dokter itu mengobati individu. Kalau terapi dokter itu lebih pada obat-obatan hasil pabrik, terapi kesehatan masyarakat lebih banyak mengatasi faktor risiko. Misalnya, faktor risiko lingkungan, bagaimana upaya mengatasi lingkunga itu sendiri. Misalnya perkembangan jentik nyamuk yang tinggi, bagaimana upaya mengatasi masalah itu? SKM lebih banyak berperan pada advokasi, memberikan rekomendasi, kemudian bagaimana anggaran kesehatan itu naik. Dia memberikan advokasi pada eksekutif atau legislatif berdasarkan data base atau masalah yang dia miliki pada kelompok orang. Kalau dokter hanya memberikan penyuluhan pada individu, tidak pada kelompok. Itu perbedaan mendasarnya. Prinsipnya yang satu indivisu yang satu kelompok.

Sejauh mana kebutuhan tenaga SKM di NTT?
Idealnya kita harus memiliki satu SKM untuk melayani 300 orang. Tapi tenaga SKM di NTT masih sangat minim dan jauh dari populasi. Seharusnya satu unit di Dinas Kesehatan harus ada satu SKM, dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan. Karena di seksi dinas kesehatan propinsi dan kabupaten berbeda-beda. Seperti pemberantasn penyakit menular, itu membutuhkan seorang SKM dari epidemologi, kalau gizi yang dibutuhkan adalah SKM dari gizi. Tapi kenyataan yang kita lihat dari 324 puskesmas di NTT dan 21 kabupaten, di mana satu kabupaten memiliki empat seksi berarti ada 84 posisi yang harus ditempati oleh tenaga sarjana kesehatan masyarakat. Tapi fungsi-fungsi itu diisi oleh tenaga kesehatan non SKM, bahkan ada yang tenaga non kesehatan. Saat ini setiap dinas kesehatan rata-rata punya dua sarjana kesehatan. Sehingga sistem manajemen di kabupaten belum berjalan baik karena belum memiliki tenaga SKM. Tenaga SKM ini lebih banyak sebagai tenaga manajerial program, tetapi ditempati dokter yang mestinya harus berperan mengobati orang. Dokter itu secara teknis harus di rumah sakit atau puskesmas. Dia kurang paham menata sistem manajerial di tingkat kabupaten dan propinsi. Kita masih sangat kurang tenaga SKM di NTT.

Mahasiwa FKM juga praktik di rumah sakit. Apa yang mereka lakukan di sana?
Jadi SKM tidak langsung menangani pasien, tapi dia lebih mengelola adiministrasi. Misalnya, dia bertugas di bagian gizi, maka ia hanya mengatur diet pasien. Kemudian pengolahan di dapur, tapi dia tidak langsung melakukan perawatan pada pasien. Kalau di administrasi kebijakan, maka tugas adalah medical record. Dia hanya melakukan analisis data dan mengambil solusi pada saat ia mengkaji data itu tapi dia tidak bersentuhan langsung dengan pasien.

Masih banyak orang NTT belum punya jamban berstandar kesehatan. Kenapa demikian?
Karena penduduk kita belum memahami secara benar tentang pentingnya kesehatan karena promosi kita belum sampai pada masyarakat. Kita harus ingat bahwa pendidikan kita masih rata-rata kelas 5 SD, walaupun di tingkat nasional sudah kelas tujuh. Dapat dibayangkan pola pemahaman orang yang masih kelas lima SD, tentu belum memahami secara komperhensif tentang kesehatan. Kemudian untuk jamban kesehatan dan lain-lain tergantung budaya. Kadang-kadang budaya kita lebih enak di balik pohon daripada duduk jongkok di kamar mandi. Bahkan ada daerah di NTT yang mendapat bantuan Belanda berupa jamban keluarga tapi tidak dimanfaatkan. Jamban ini hanya digunakan untuk tamu terhormat yang datang, sementara keluarga itu tidak menggunakan dan memilih membuang hajat di pinggir kali, di bawa pohon atau di tempat terbuka. Ada lagi yang kamar kecil (WC) digunakan untuk menyimpan bahan makanan. Ini kebiasaan. Untuk mengubah perilaku ini tentu butuh waktu yang lama. Dengan tingkat pendidikan yang masih rendah dan keterjangkuan informasi terkait dengan geografis, tapi itu bukan alasan. Upaya kita bagaimana mendekatkan pelayanan sehingga orang yang tinggal di balik bukit, di lembaga itu bisa mengakses informasi.

Wabah penyakit di NTT seperti diare atau muntaber seperti siklus tahunan. Mengapa demikian?
Memang jamban ini adalah satu faktor. Saya contohkan seperti di Belu selatan. Di wilaya itu sering terjadi banjir dan pasca banjir sering terjadi diare. Karena air permukaan di sekitar kali itu sudah tercemar. Masyarakat yang tinggal di daerah hulu biasanya buang air besar (hajat) di dekat kali, nah ini megandung eccoli. Eccoli ini dibawa oleh air permukaan di dataran rendah. Akibatnya, air di semua sumur tercemar, padahal air itu dikonsumsi oleh semua warga di tempat itu. Apalagi kalau tidak di masak, akan terjadi wabah diare. Wilayah kita selalu kesulitan air pada musim kemarau sehingga masyarakat tidak punya pilihan untuk mendapat air bersih dengan mengambil air yang sudah tercemar. Secara teori, sumur yang dekat jamban keluarga berisiko sehingga diharapkan sumur itu harus lebih dari 15 meter, tapi kita di NTT banyak sumur yang dekat jamban. Apalagi sumur dengan jamban di daearah yang sifat tanahnya labil. Itu sangat berbahaya karena eccoli akan menembus ke sumur. Apalagi sumur tanpa bibir sumur. Contohnya di Solor, kita di sana pada musim kemarau selalu kesulitan air. Akibatnya, masyarakat mengkonsumsi air yang sudah tercemar. Mengatasi itu perlu pengadaan air bersih. Pengadaan air bersih bukan tugas dinas kesehatan, tapi tugas orang pekerjaan umum Tugas kesehatan adalah memantau kualitas air.

Pemerintah Propinsi NTT sedang mengkampanyekan makanan lokal. Apakah makanan lokal juga mengandung gizi yang layak dan diperlukan oleh tubuh?
Baru-baru ini kita ada kegiatan yang namanya Ipteks pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang dibiayai oleh Dikti. Kita dari jurusan gizi bekerja sama dengan jurusan lain mencoba membuat yang namanya bahan makanan campuran (BMC) berbasis potensi lokal. Jadi, mereka mengkaji bahan makanan lokal seperti jagung, kacang hijau, kacang nasi lalu diolah seperti yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu di kampung dengan susunan menu menggunakan parameter yang sesuai dengan susunan menu seimbang. Bukan hanya itu, harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran dan protein. Ternyata BMC sangat cocok menggunakan bahan makanan lokal. Karena setelah dicoba pada bayi dan setelah tiga bulan dievalusi bayi yang menggunakan BMC ini mengalami trend kenaikan berat badan. Jadi penggunaan bahan makanan lokal sangat cocok karena kita mulai dengan makanan pokok yang ada di desa. Ada juga pengembangan jagung bose instan. Nanti ada kapsul dari marungga karena kapsul ini memiliki sat gizi yang tinggi untuk anak-anak dan balita. Ini dikembankan oleh Care International dengan kita. Cuma belum sampai pada pembuatan kapsulnya sudah berhenti karena pembiayaan. Saya kira makanan lokal kita ini cukup memberikan nilai gizi, tapi belum dikembangkan baik.

Mengapa mahasiswa perempuan di FKM Undana harus memakai rok saat kuliah? Apakah ada pertimbangan kesehatan untuk perempuan?
Jadi itu ada surat keputusan dekan yang terkait dengan norma dan tolak ukur kehidupan kampus, sehingga mahasiwa diwajibkan harus memiliki rambut pendek untuk pria, harus menggunakan baju berkerah atau tidak boleh memakai baju kaos oblong, Perempuan atau mahasiswi harus memakai rok. Dengan demikian, mereka terbiasa di tempat kerja nanti, dia sudah menunjukan wajah disiplin dari dirinya. Memang saat ini ada tempat kerja mewajibkan wanita menggunakan celana panjang saat ke kantor, tapi budaya dari dulu itu mengharuskan perempuan pakai rok. Itu hanya upaya mendisiplinkan diri sehingga terbiasa di tempat kerja.

Kelihatannya mahasiswa FKM banyak kegiatan. Apakah itu motivasi dari dosen?
Iya. Di sini ada kelompok-kelompok kerja di kampus. Kita ada nama folks godensia untuk kelompok penyanyi, itu unggulan dari FKM yang sebagian besar dari grup ini bergabung di universitas untuk kegiatan Pesparawi Internasional. Waktu Pesparawi di Manado, Sulawesi Utara, mereka juara II, atau mendapat silver. Selain itu memmperkuat paduan suara Undana, yaitu Belakantari Undana. Semua itu adalah kreativitas mahasiwa karena input kita itu bagus. Input ini adalah unggulan di SMA sehingga bisa masuk ke FKM. Kalau mereka unggulan di SMA lalu masuk di sini, kita tidak susah-susah mengatur. Mereka lebih kreatif membuat apa saja.

Berapa lama rata-rata mahasiwa menyelesaikan pendidikan untuk mendapat gelar SKM di lembaga ini?
Di FKM ini kalau dilihat dari kecepatan lulusan hampir rata-rata empat tahun sudah selesai ini karena input kita bagus, prosesnya baik sehingga ouptnya lebih cepat. Dan, rata-rata umur 23 tahun sudah sarjana. Saya katakan pada mereka, kalau Anda lulus pada usia 23 tahun dan saat 25 tahun sudah kerja, 10 tahun yang akan datang sudah jadi bos. (alfred dama)


Tertarik Pekerjaan Kesehatan

MENJADI seorang perawat tidak cukup bagi Pius Weraman,SKM,M.Kes untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Meski sudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Kupang tahun 1984, tidak membuatnya berpuas diri. Masih ada obsesinya memberikan pelaynan yang lebih luas sehingga ia memilih melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur.

Ayah empat anak ini mengatakan, sudah mengenal sarjana kesehatan saat ia masih di SPK. Sejak saat itu ada minat untuk melanjutkan pendidikan ke FKM. "Saya mengetahui benar tentang ilmu kesehatan masyarakat ini sejak di SPK. Ternyata praktikum untuk kesehatan masyarakat lebih bagus ketimbang kita di rumah sakit karena hanya melayani satu orang atau invidu. Kita lebih banyak menemukan banyak orang yang sakit itu di masyarakat," ujarnya.

Suami dari Katrina Lou Ola ini memilih melanjutkan ke FKM karena lebih tertarik dengan keadaan kesehatan masyarakat ketimbang kesehatan individu. "Ketika itu saya praktek di Niuk Baun. Kita lebih banyak melayani masyarakat yang sehat dan yang sakit. Kalau jadi perawat hanya melayani masyarakat yang sakit saja, jadi ruang lingkup terbatas. Itu yang membuat saya tertarik," jelasnya.

Saat ini, pria murah senyum ini menjadi pengajar tetap dan menjabat Pembantu Dekan FKM Undana. Sudah bekerja bukan berarti berhenti belajar, pria ini melanjutkan lagi ke program magister kesehatan masyarakat di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Pada tahn 2008 lalu, menjadi salah satu pemenang lomba menulis bahan ajar untuk mahasiwa FKM. Pius merupakan salah satu dari 40 dosen yang dinyatakan menang dari sekitar 1.300 dosen FKM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Saya boleh bangga karena saya pemenang nasional untuk menulis bahan ajar. Dari 1.300 peserta di Indonesua, hanya 40 orang yang terpilih termasuk saya. Itu berkaitan dengan buku ajar survelence Kesehatan Masyarakat tahun 2008," jelanya.
Pria yang mengaku hanya penikmat olahraga ini hobinya membaca dan menulis. Kini, salah satu buku karyanya telah menjadi bahan ajar untuk FKM di Indonesia.
Kebanggaan baginya sebagai seorang SKM adalah bisa mengabdi di mana dan kapan saja."Jadi, seorang sarjana kesehatan bekerja di mana saja dan kapan saja, tidak terikat waktu, ruang atau pada orang-orang yang terlibat," ujarnya. (alf).


Data Diri
Nama : Pius Weraman,SKM,M.Kes
Tempat dan Tanggal lahir : Baopukang-Lembata, 1 Mei 1964
Jabatan : Lektor, Pembantu Dekan I FKM Undana
Bidang Keahlian : Epidemiologi Lapangan


Pendidikan
1 SD St. Mikhael Baopukang 1977- Baopukang-NTT
2 SMP AWAS Hinga 1981-Hinga -Adonara Flotim NTT
3 SPK Kupang 1984 -Kupang- NTT
4 Sarjana Muda Keperawatan Bandung 1991 Keperawatan Bandung- Jawa Barat
5 S-1 FKM Universitas Airlangga 1997
6 S-2 IKM - Epidemiologi lapangan UGM 2000 Epidemiologi Lapangan Yogyakarta

Keluarga . Istri Katrina Lou Ola
Anak 1 Maria Agustina Making
2 Antonius Lewo Making
3. Dionesia Kidi Making
4. Greogoria Bebe Aran Making



Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 3 Lanjut...



Foto satelit yang menunjukkan pergerakan minyak mentah sedang menuju ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

ilustrasi/the40yearplan.com
Beginilah gambaran tambang minyak lepas pantai di lautan. Kecelakaan seperti kebocoran pipa berpotensi menyebabkan laut di sekitarnya tercemar.



PARA nelayan di Kupang, NTT, yang telah menjadikan Laut Timor sebagai "ladang kehidupan", kini mulai merasa terancam setelah wilayah perairan tersebut tercemar minyak mentah akibat meledaknya ladang gas Montara di Laut Timor pada 21 Agustus.

Ladang gas yang diolah PTTEP Australasia, sebuah perusahaan minyak milik mantan Perdana Menteri Thailand Thakshin Shinawatra yang dikudeta militer negara itu dua tahun lalu, memuntahkan 500.000 liter minyak atau sekitar 1.200 barel setiap hari ke Laut Timor.

Menurut laporan Otorita Keselamatan Maritim Australia kepada Direktorat Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Indonesia menyebutkan, pencemaran minyak mentah (crude oil) itu sudah mencapai sekitar 51 mil laut dari Pulau Rote, NTT. Tumpahan minyak jenis "light crude oil" itu bersumber dari "Blok West Atlas" Laut Timor dan butiran minyak kecil telah memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Gab Oma (33), nelayan asal Oesapa Kupang, mengemukakan, setelah mereka pulang mencari ikan di wilayah perairan tersebut pada 6 September, dia menemukan ribuan ekor ikan berbagai jenis mati mengapung di atas wilayah perairan Laut Timor.

Dia menduga, ikan itu mati akibat tercemarnya wilayah perairan tersebut dari tumpahan minyak mentah.
Matinya ikan-ikan tersebut dapat dilihat dari gambar yang terekam di kamera telefon seluler milik para nelayan yang baru pulang melalut di sekitar ZEE Indonesia serta wilayah perairan sekitar Pulau Pasir (ashmore reef), kawasan yang sudah dijadikan cagar alam oleh Australia itu.

"Kami mendapatkan ikan-ikan yang mati itu pada kordinat 11-39 LS dan 124-30 BT," kata Gab Oma sambil menunjukkan rekaman peristiwa tersebut dari telepon genggamnya kepada para wartawan saat itu.

"Kami pulang hanya membawa empat ekor ikan kakap merah. Biasanya ratusan ekor yang didapat dalam tempo sehari semalam dengan cara memancing dan memanah," katanya.

Haji Mustafa (34), Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor (Antralamor), mengatakan, wilayah perairan yang tercemar saat ini merupakan basisnya kakap merah yang biasa dicari para nelayan tradisional Indonesia khususnya asal NTT. "Kami yakin, ikan-ikan yang ada di wilayah perairan Laut Timor akan mencari wilayah perairan lain atau mati, karena sudah tercemar minyak mentah," ujarnya.

Gab Oma menambahkan, ketika mereka berada pada kordinat 10-30 LS dan 24-30 BT, mereka mendapati gumpalan minyak mentah di wilayah perairan sekitar 20 mil dari Pantai Tablolong, Kupang Barat, atau sekitar 30 mil dari pantai selatan Kolbano, wilayah Timor Tengah Selatan (TTS).

"Berdasarkan hasil foto satelit maupun pemantauan lewat udara yang dilakukan pemerintah Federal (Australia) menemukan adanya gumpalan minyak mentah di Laut Timor," kata Manager Hubungan Masyarakat Kedubes Australia untuk Indonesia di Jakarta, Toby Lendon yang dihubungi dari Kupang.

Laut Timor Tercemar
Lendon mengemukakan, Pemerintah Federal Australia secara resmi telah menyampaikan hasil pantauan tersebut ke Pemerintah Indonesia di Jakarta dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi dampak lingkungan dari pencemaran tersebut.

"Australia telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari tumpahan minyak akibat meledaknya ladang minyak Montara di Laut Timor beberapa waktu lalu," kata Lendon.

Sejak saat itu, kata Lendon, penerbangan reguler di atas Laut Timor mengindikasikan kilauan minyak, terutama di dalam wilayah ZEE Indonesia yang kadang kala muncul gumpalan-gumpalan kecil minyak di atas permukaan laut.

Ladang gas Montara itu terletak sekitar 690 km barat Darwin, Australia Utara, dan 250 km barat laut Truscott di Australia Barat dan letaknya lebih dekat dengan gugusan Pulau Pasir.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya meminta pertanggungjawaban perusahaan pengelola ladang minyak tersebut, PTTEP Australasia, jika Laut Timor tercemar minyak mentah.

Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Departemen Luar Negeri meminta pemerintah Propinsi NTT untuk segera mengambil langkah koordinasi dengan instansi tersebut dalam kerangka penyelesaian masalah pencemaran di Laut Timor.

"Saya belum tahu permasalahan yang terjadi di Laut Timor saat ini, tetapi kalau benar bahwa ada pencemaran, maka segera dilaporkan secara lengkap ke Deplu untuk ditangani sesegera mungkin," kata Deputi Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Theo Satrio Nugroho di Kupang, Kamis (15/10/2009).

Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) VII Kupang, Laksamana Pertama Amri Husaini mengakui adanya gumpalan-gumpalan minyak mentah di perairan Laut Timor.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa telah ditemukan gumpalan minyak yang berupa lempengan di perairan Laut Timor. Ini menunjukkan bahwa Laut Timor sudah tercemar," katanya.

Penyumbatan Belum Berhasil
Langkah-langkah yang diambil pemerintah Australia adalah dengan menyemprotkan minyak yang sangat licin (dispersant) untuk menenggelamkan tumpahan minyak mentah di atas permukaan laut ke dasar laut.

Ilmuwan Australia Jamie Oliver mengatakan, lembaga-lembaga Pemerintah Federal harus berhati-hati memutuskan, apakah akan terus menggunakan "dispersant" yang sangat licin ini untuk menenggelamkan minyak mentah yang terapung di atas perairan Laut Timor ke dasar laut.

Ia mengatakan, penyemprotan minyak "dispersant" secara terus-menerus mungkin dapat membantu mamalia laut dan burung-burung, akan tetapi bisa membahayakan setiap terumbu karang di Laut Timor.
Sementara itu, organisasi konservasi alam WWF Australia sedang mengoperasikan sebuah kapal di wilayah pantai timur Australia dan melaporkan bahwa kebocoran minyak ini dapat mencakup 15.000 km bujur sangkar.

Wilayah yang menjadi korban kebocoran minyak itu selain merupakan tempat makanan bagi sekitar 400-500 jenis ikan dan binatang laut, juga merupakan tempat migrasi burung-burung.

Ilmuwan Jamie Oliver memperingatkan bahwa tidak terhitung banyaknya burung laut, ikan, ular laut, penyu, dan lumba-lumba sedang terancam keselamatnnya.

PTTEP Australasia, operator ladang gas Montara yang meledak tersebut, sedang berupaya membor 2,6 kilometer ke dalam dasar laut untuk memotong kebocoran dari sumur minyak dan menyumbatnya dengan lumpur.

Jose Martins, pejabat dari PTTEP Australia dalam laporannya mengatakan, upaya kedua untuk menyumbat kebocoran pada kepala sumur Montara, telah ditunda karena pengeboran harus melewati formasi batu karang yang sangat keras dan dalam. "Situasi ini telah mengakibatkan lambatnya upaya penyumbatan dimaksud," katanya.

Upaya penyumbatan dimaksud antara lain dengan melakukan pengeboran menyamping dari sisi sumur melewati formasi batu karang yang sangat keras, sehingga terasa sulit dan lambat yang berakibat pada makin frustrasinya banyak orang. (lorensius molan/antara)


Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 14 Lanjut...

Dokter Valens Yth.

Salam Sejahtera. Saya menulis surat ini dari Kabupaten Sikka. Sudah setahun lebih ini saya bekerja pada satu yayasan yang bergerak dalam upaya peningkatan ekonomi rakyat pedesaan. Saya sendiri bernama Eman, umur 23 tahun, tamatan SMU. Belum melanjutkan sekolah karena saya belum punya biaya yang cukup. Mungkin tahun depan kalau orang tua dan juga saya bisa nabung sedikit-sedikit agar bisa kuliah.

Kami bekerja di pedesaan dengan berbagai kelompok masyarakat sederhana. Kebanyakan mereka ibu-ibu atau kaum perempuan. Banyak laki-laki pergi merantau. Ada yang ke Kalimantan ada juga yang pergi keluar negeri, khususnya ke Malaysia. Kaum pria pergi jauh dan membiarkan istri dan anak di kampung. Banyak juga kaum ayah yang di perantauan itu mengirim uang untuk keluarganya di kampung .

Tapi banyak juga yang kawin lagi di negri orang. Nah. belakangan ini kaum perempuan juga mulai ikut û ikut pergi merantau. Mereka kerja di rumah-rumah bos (toke) di Malaysia. Di antara mereka itu ada juga Nina, gadis yang sudah lama saya taksir. Tapi ya.. mau bilang apa. Sudah delapan bulan Nina dengan rombongannya sudah berangkat. Memang, pernah saya dapat satu surat, katanya mereka sudah bekerja di rumah orang kaya. Tapi bekerja dari pagi sampai malam, jadi tidak sempat tulis surat. Nina itu teman sekolah waktu SMP.

Dia lebih muda satu tahun dari saya. Dokter, ketika saya mengeluh hal ini pada rekan kerja yang lebih senior, mereka jawab, ya sekarang ini jamannya jender. Atau kadang mereka jawab saya, biar too, musti ada emansipasi. Memang saya tamat SMU, dan saya pun pernah dengar istilah-istilah itu, tapi untuk mengertinya lebih jauh saya belum. Apalagi menerima kenyataan bahwa pacar juga pergi merantau ini ini juga karena jender. Itu bagaimana dokter ?.

Hal lain lagi yaitu, kalau lama-lama tidak ada berita saya mau putus saja, biar lewat surat. Bila kemudian hari saya cari pacar baru lagi saya akan larang dia supaya jangan pergi merantau. Kalau itu yang saya lakukan, baik atau tidak dokter? Soalnya kalau pacaran jarak jauh kan susah, mana tahan dokter. Akhirnya atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Eman, Sikka.


Saudara Eman yang baik.
Selamat bertemu buat Anda di Sikka. Mudah-mudahan setelah Anda banyak mengalami berbagai situasi di masyarakat, Anda mulai semakin memahami bahwa beginilah kehidupan riil itu adanya. Ketika Anda masih di bangku sekolah, hidup itu dirasakan seperti sesuatu yang sudah ada rutenya. Setelah Sekolah Dasar, masuk SLTP, setelah SLTP masuk SMU, sudah ada "track" nya. Namun ketika masuk "sekolah" masyarakat kenyataan menunjukkan lain. Hidup tidak lagi seperti garis lurus. Rutenya banya, dan bervariasi satu dengan yang lainnya.

Hidup mempunyai lekak-lekuk, ada riak dan gelombangnya. Ada juga jalan pintas atau bahkan ada lompatan yang melambung. Yang dilakukan Nina adalah mencoba melewati jalan pintas, walau terasa agak sulit, tapi mudah-mudahan di ujung jalan pintas ini ada suatu kesuksesan menanti. Satu point ini Nina mempunyai nilai lebih, dia menggunakan ôrisk taking behaviourö(Nina mau mengambil suatu resiko).

Umumnya perilaku ini kita temukan pada pria, tapi tidak salah juga seorang wanita melakukannya. Nina ingin merubah hidupnya sendiri dan hidup keluarganya. Mungkin juga anda sedang diperhitungkan Nina dalam upaya dia melakukan perubahan itu.

Sebagai contoh, bisa saja saat ini, Nina sedang benar-benar sibuk bekerja, demi mengumpulkan uang di perantauannya agar kelak dia bisa pulang dan bersama anda membangun suatu keluarga yang mandiri. Atau bahkan demi cintanya kepada Anda dia mampu mencari uang dan membantu Anda untuk lanjutkan kuliah, agar ketika Anda sudah selesai kuliah, Anda berdua bisa lebih mampu hidup. Sampai di sini apakah Nina masih salah ? Belum bukan ?

Nah inilah yang dimaksudkan dengan Gender (jender) itu. Masalah Gender merupakan situasi sosial dan budaya masyarakat kital yang selalu mengkonstruksikan perbedaan sifat kaum pria dan wanita.

Misalnya wanita selalu dianggap lemah lembut, emosional dan keibuan, hanya jaga rumah dan bukan pencari nafkah. Laki-laki dikenal kuat, rasional, jantan dan perkasa. Namun sebetulnya semua sifat yang disebutkan di atas tidak mutlak hanya dimiliki wanita atau hanya oleh laki-laki. Artinya ada pria yang juga emosional dan lemah lembut, keibuan, sementara juga ada perempuan yang kuat, rasional dan perkasa. Sifat-sifat ini dapat dibentuk dan dapat dirubah dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi dlsb. Semua yang dapat dipertukarkan antara sifat wanita dan pria, berubah dari waktu ke waktu, dari budaya ke budaya lain itulah yang disebut dengan konsep jender.

Kenyataan bahwa Nina bisa pergi kerja di Malaysia sama nyatanya dengan adanya beberapa Mentri di negara kita yang Perempuan, seperti Mentri Kesehatan, Mentri Perdagangan, atau ada Bupati atau Gubernur yang juga perempuan. Selanjutnya, dalam surat Anda katakan bahwa Anda ingin tulis surat putus dengan Nina.

Kelihatannya Anda mempersoalkan jarak. Memang jarak dalam situasi tertentu dapat menjadi momok bagi suatu ikatan cinta. Namun pernahkah anda mendengar ungkapan ini : Jauh di mata dekat di hati. Dalam lirik sebuah lagu dari Inka Christi dan salah seorang penyanyi rock Malaysia, Amy Search, mereka mengungkapkan: andai dipisah laut dan pantai tak akan goyah gelora cinta, andai dipisah api dan bara tak akan pudar sinaran cinta.

Saat inilah sinar cinta Anda berdua sedang diuji. Bila Anda berdua saling setia, sampai kelak Nina kembali dan Andapun sudah menggapai cita-cita, maka jangan ragu, saya jamin Anda bisa mendirikan bahtera rumah tangga Anda di atas batu karang yang kokoh.

Dengan penjelasan saya yang panjang lebar ini saya yakin Anda tidak lagi membutuhkan jawaban untuk pertanyaan Anda yang kedua ( yang mana tahan itu). Nah, semoga Anda bisa tahan.
Salam Dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 13 Lanjut...

Tampil Gaya Saat Bepergian


Foto ilustrasi/thefitchick.com
Tampil gaya dalam perjalanan juga membantu rasa percaya diri



ANDA berencana jalan-jalan dan travelling? Banyak cara bisa dilakukan agar Anda terlihat menarik selama bepergian dan Anda pun akan semakin percaya diri. Simak tips berikut untuk tetap tampil gaya saat bepergian.

Tunik unik
Tunik adalah pakaian ideal untuk berlibur. Kenakan dengan celana jins skinny di siang hari. Untuk malam harinya, kenakan dengan celana agak formal dan sepak hak tinggi.


Akhir mingguan
Hanya berencana menghabiskan 2 hari saja di tempat mertua? Cukup bawa beberapa pakaian yang mudah dipadupadan, dan ringan untuk dibawa. Misal, dua summer dress, satu celana bahan, dua atasan, dan satu kardigan atau jaket. Anda bisa menambahkan aksesori untuk malam hari.

City chic
Mau mampir di kota besar? Ketimbang mengenakan celana panjang kain yang formal, coba kenakan celana pendek yang sopan tapi tetap gaya. Bisa juga mengenakan celana 3/4. Anda tak hanya terlihat chic, tetapi juga ringkas.

Tas selempang
Untuk memudahkan Anda saat di perjalanan, baik itu saat sedang berjalan kaki atau di mobil, pilihlah tas yang diselempangkan di dada, ketimbang tas yang ditenteng di satu tangan. Selain itu, tas model selempang juga memudahkan Anda menghindarkan tangan-tangan jahil para copet.

Sepatu balerina
Saat Anda harus sering berjalan, Anda akan butuh sepatu yang enak saat dikenakan. Coba bawa sepatu flat yang ringan, seperti sepatu model balerina. Sebelum mulai jalan-jalan, coba kenakan sepatu tersebut di sekitar rumah untuk mengetahui apakah sepatu tersebut bisa mengakibatkan lecet atau tidak saat dipakai berjalan lama.

Berdamai dengan cuaca
Kalimat "Astaga, panas sekali hari ini", adalah kalimat yang sering terlontar belakangan ini. Ya, cuaca yang tak menentu memang menjadi hal yang harus dimaklumi belakangan ini. Namun, Anda tak perlu mengeluh terus-menerus. Berdamai sajalah dengan cuaca, dan selalu siaga. Bawalah payung kecil untuk ditenteng, yang bisa digunakan baik saat hujan maupun terpapar sinar matahari. Jangan lupa bawa juga kardigan lengan panjang atau pashmina di dalam tas Anda setiap saat. Ini akan sangat diperlukan, ketika Anda masuk ke dalam ruangan yang dingin padahal Anda baru saja dari luar ruangan yang suhunya sangat panas.(kompas.com)

Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 13 Lanjut...

Bruno Kupok dan Maria Lisdawaty


Drs. Bruno Kupok dan keluarganya


Didik Anak Agar Disiplin

MENDIDIK anak agar bersikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu cara yang dilakukan pasangan Bruno Kupok dan Maria Lisdawaty. Disiplin pula yang menjadikan anak-anak mereka berprestasi di sekolah.

Kepada Pos Kupang di kediaman mereka, Jumat (9/10/2009), pasangan yang menikah tahun 1983 ini menceritakan banyak hal tentang kehidupan rumah tangganya.

Pasangan ini memiliki tiga anak, yaitu Maria Elisabet Angraeni, lahir di Surabaya, 18 Mei 1984, saat ini sudah menjadi apoteker dan PNS. Anak dedua, Maria
Helena Ayu Permatasari, lahir di Kupang, 28 Maret 1989, saat ini Semester V Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan si bungsu, Mario Andreas Himawan, lahir di Kupang, 20 Juli 1999, saat ini Kelas VI SD Katolik St. Yosep II, Naikoten-Kupang.

Menurut Bruno, sapaan akrab Drs. Bruno Kupok, keberhasilan anak tidak terlepas dari peran istri. Sebagai ibu rumah tangga yang setia, sang istrilah yang intens membimbing anak-anak di rumah.

Kesibukan di kantor, katanya, sangat menyita waktu untuk anak-anaknya. Untuk itu, peran istrinyalah yang paling banyak untuk mendidik dan membimbing anak- anak mereka. "Sebagai suami istri, kami saling membagi tugas. Saya sebagai suami bekerja dan memenuhi semua kebutuhan keluarga dan anak, sementara istri saya karena hanya tinggal di rumah, dialah yang mengambil peran dalam mendidik dan membesarkan anak-anak saya. Inilah kesepakatan yang kami lakukan agar saling membantu," kata Kepala Biro Umum, Setda NTT ini.

Sementara Maria Lisdawaty mengatakan, dirinya memahami betul keterbatasan yang dimiliki anak- anaknya. Menurutnya, apa yang diperoleh anak di sekolah sangat terbatas. Sebab mereka hanya beberapa jam saja di sekolah. Selebihnya anak berada di rumah bersama orang tua.

Selalu Utamakan Belajar
Sebagai ibu yang mempunyai banyak waktu dengan anak-anak di rumah, ia selalu mengutamakan belajar bagi anaknya. Selesai belajar, barulah anak-anak membantunya.

Biasanya, Lisdawaty memberikan kesempatan sebaik- baiknya untuk belajar bagi anak dan menanamkan disiplin kepada anak. Disiplin yang diterapkan adalah disiplin waktu, yakni waktu untuk makan, belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, istirahat dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

"Walau saya bukan ibu guru, tetapi saya merasa sebagai ibu adalah guru di rumah. Saya katakan sejak anak sulung, saya memberikan pelajaran kepada anak dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Saya memang sedikit keras sampai anak menangis, tetapi saya tidak melakukan kekerasan, karena saya ingin anak-anak harus belajar. Begitu pun dengan anak kedua dan anak ketiga walau agak sedikit kepala batu. Saya tidak paksakan mereka, tetapi dari diri sudah ada disiplin sehingga sampai saat ini mereka termasuk anak-anak yang baik dan cerdas," katanya.

Maria mengatakan, ketiga anaknya memiliki kedisplinan yang tinggi dan sebagai orangtua hanya membantu mengawasi dan mengarahkan. Keinginan untuk berhasil berasal dari diri mereka sendiri.

"Saat ini anak sulung saya sudah selesai kuliah dan sudah lulus PNS di Dinas Kesehatan Propinsi NTT, namun masih melakukan orientasi di Biro Urusan Pegawai (UP) Setda NTT," jelas Lisdawaty.

Hal penting lain yang dilakukan oleh keluarga ini adalah membangun komunikasi dengan anak. Baginya, biar tidak makan yang penting komunikasi dengan seisi keluarga berjalan baik. Keluarga ini juga menanamkan nilai-nilai budi pekerti pada anak-anak sejak kecil seperti menghargai orang lain.

Penerapan disiplin dalam rumah tidak pernah membebani anak-anak dan mereka melakukannya dengan enjoy. "Kami memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak dalam suasana santai.

Bagaimana menghormati orang lain dan lingkungan, adik terhadap kakak, kakak terhadap adik, bagaimana sapa menyapa, keluar harus pamit dulu, dan lain-lain," katanya.

Soal jadwal belajar, Maria mengatakan, dirinya tidak pernah menerapkan jadwal khusus untuk belajar di rumah, namun yang penting setiap hari minimal satu jam baca buku, sehingga saat ujian tidak memaksakan anak untuk belajar berjam-jam.

Disiplin, katanya, juga diterapkan pada hal keuangan. "Biasanya anak-anaknya sangat irit dan kalau masih ada uang, mereka tidak akan minta lagi. Biasanya mereka selalu merasa cukup dengan uang yang diberikan," katanya.

Keyakinan Seorang Ibu
Soal anak-anaknya yang mulai beranjak remaja dan dewasa, Maria mengatakan, sebagai umat beriman, ia memiliki keyakinan sebagai seorang ibu bahwa anak- anak memiliki dasar iman yang kuat, sehingga walau mereka jauh di Surabaya dan dimana saja, pasti bisa.


"Yang penting saya sering komunikasi dengan mereka melalui telepon saya tanyakan kebaradaan mereka, sedang melakukan apa. Untuk pendidikan, memang kadang kami memberikan arahan dan memberikan gambaran bahwa mencari sekolah yang bisa menjanjikan. Namun kami tidak memaksa karena kami hanya bisa memberika gambaran," katanya.

Anak-anak, juga diberikan kesempatan untuk berorganiasi di bidang keagamaan seperti legio maria remaja, bergabung dengan OSIS. Ketiga anaknya, katanya, memiliki hobi membaca semua sehingga uang hanya dimanfaatkan untuk membeli buku.

Selain membantu anak-anaknya menyelesaikan pekerjaan rumah dan pekerjaan sekolah lainnya, ia juga mendidik anak-anaknya tentang budi pekerti dan ahlak.
Hal ini dilakukan, katanya, agar ketiga anaknya tidak saja diisi dengan kecerdasaan intelektual yang didapatkan di sekolah, tetapi juga diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.(nia)

Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 12 Lanjut...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda