Orangtua, Kunci Anak Kreatif


Foto ilustrasi/cache.gawker.com Siapkan waktu untuk bisa bermain dan berkreasi dengan anak.


BETAPA berbedanya permainan anak zaman sekarang dengan permainan anak zaman dulu. Jika dulu alam masih merupakan sumber daya yang sangat luas, sekarang sudah tidak lagi.

Anak-anak zaman dulu bisa bersenang-senang hanya dengan "berbekal" potongan kayu dan kulit jeruk Bali. Zaman sekarang? Bisa jadi anak-anak bingung jika disodorkan permainan seperti itu. Namun, jangan buru-buru menyalahkan siapa pun, karena menurut penelitian, kekurangan gairah untuk berkreasi pada anak justru disebabkan oleh para orangtua.

Kebanyakan anak membawa sikap dan sifat yang mereka pelajari dari lingkungan, secara spesifik, orangtuanya. Sayangnya, menurut literatur yang disebutkan oleh situs MSN, sebanyak 61 persen orangtua bergantung pada sekolah, televisi, dan permainan komputer untuk perkembangan kreatif anak-anaknya. Padahal, menurut presenter acara seni anak SMart, dari stasiun CBBC, Kirsten O'Brien,

"Peran orangtua sangat penting untuk mendukung proses berpikir kreatif dan imajinatif anak-anaknya. Kita perlu membantu para orangtua untuk bisa bermain dan menginspirasi energi kreatif anak. Anak-anak pun akan selalu mengingat pengalaman berbagi mainan dengan orangtuanya itu."


Paul Geraghty, pengarang cerita anak The Hunter and Dinosaur in Danger mengatakan, "Kreativitas adalah bagian penting dalam perkembangan setiap anak. Sama seperti matematika dan bahasa, kreativitas perlu latihan dan dukungan. Kreativitas membawa kepuasan seumur hidup jika didorong sejak dini dan dilatih sepanjang masa kanak-kanak."


Sayangnya, dalam penelitian yang sama ditemukan pula alasan para orangtua mengapa mereka tidak meluangkan waktu untuk berkreasi dengan anak-anaknya. Alasan yang dilontarkan antara lain adalah karena para orangtua tidak punya kemampuan kreatif atau karena tak punya waktu luang.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa membaca buku bersama adalah kegiatan orangtua-anak yang paling digemari. Artinya, sebenarnya tidak sulit membuat anak merasa senang dan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk menyelesaikan puzzle bersama, membuat kreasi seni, atau membuat hastakarya dari situs-situs arts and crafts untuk anak-anak yang bisa ditemukan dengan mudah di internet.(msn/kompas.com)


Resep Keluarga Bahagia

SEPERTI apakah keluarga bahagia itu? Apakah yang selalu tertawa setiap saat? Apakah yang tak pernah menghadapi masalah? Apakah seperti keluarga yang tinggal satu baris dengan rumah Anda? Nyatanya, bahkan keluarga yang terlihat bahagia pun memiliki masalah yang sama dengan keluarga lainnya. Entah itu rumah berantakan, masalah keuangan, anak yang rewel, dan banyak lagi. Lalu, apakah arti keluarga bahagia?

"Menjadi bahagia sebagai sebuah keluarga merupakan hal yang lebih dalam dari sekadar bersenang-senang bersama atau merasakan euforia saat menerima kado," terang Scott Haltzman, MD, penulis buku The Secrets of Happy Families. "Menjadi keluarga yang bahagia memiliki makna mendalam dan tujuan dalam hidup," terang Scott.

Ketika Anda memilikinya, rasa sedih atau stres bisa lebih diatasi dan melihatnya dalam perspektif berbeda. Ditambah lagi, rasa senang dan bahagia jadi lebih bisa terasa. Berikut adalah kunci untuk membangun keluarga yang lebih bahagia.

1. Keluarga bahagia, mengetahui siapa dirinya
Ketika seluruh anggota keluarga Anda sudah memiliki nilai-nilai atau aturan tersendiri, dan secara konstan hidup dengan standar tersebut, maka Anda akan membangun identitas keluarga yang lebih kuat dan mengurangi konflik.

Menentukan nilai-nilai dasar keluarga tak hanya bisa mendukung banyak kualitas yang membangun Anda lebih dekat, tapi bisa menjadi penengah ketika keluarga Anda sedang dalam konflik. Misal, karena Anda dan keluarga mengutamakan kebersamaan, Anda memutuskan untuk berlibur bersama. Bila mungkin, Anda juga akan meliburkan anak-anak dari sekolah selama beberapa hari. Sementara keluarga yang lebih mementingkan pendidikan, akan menunggu libur sekolah tiba untuk untuk berlibur bersama anak-anak.

2. Keluarga bahagia, bersandar pada orang lain
Lingkungan yang dekat dengan Anda, seperti keluarga besar, teman, tetangga, dan lain-lainnya, sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar Anda bisa membantu anak-anak melihat nilai-nilai yang dianut oleh keluarga besar, misalnya saling membantu. Sehingga, nilai-nilai dasar yang dianut keluarga bisa lebih terlihat.

3. Keluarga bahagia, selalu bisa bangkit dari keterpurukan bersama-sama
Melewati masa sulit justru bisa membantu Anda lebih dekat dengan keluarga, ujar Haltzman. Namun, jangan lupa untuk memaksimalkan kemampuan keluarga menghadapi masalah besar. Misal, dengan mengajarkan kepada anak-anak untuk tetap bersyukur dalam segala hal, baik dalam keadaan senang maupun susah. Jangan lupa mencari cara untuk tetap berpikir positif.

Rutinitas dan ritual bersama juga bisa membantu keluarga lebih dekat. Misal, menyiapkan waktu untuk membaca buku bersama atau bermain bersama. Apa pun yang bisa mendekatkan keluarga dan membuat anak lebih bahagia bisa dijadikan rutinitas. Dengan begitu, di mana pun, kapan pun Anda berada, bisa terasa lebih nyaman bersama ketika menghadapi perubahan.

4. Keluarga bahagia, bersantai bersama
Semua manusia butuh liburan, butuh untuk bersantai. Entah itu dengan berlibur, menikmati suasana pantai, jalan-jalan di sore hari, atau memasak bersama. Apa pun kegiatannya, lakukanlah bersama-sama. Anda bisa menyusun rancangan dan tujuan keluarga bersama, tapi Anda dan keluarga juga perlu mundur sejenak untuk menikmati hidup.

Haltzman menyarankan keluarga untuk menyiapkan waktu untuk bersenang-senang tanpa rencana. Misal, menyisihkan waktu setiap sore hari untuk berjalan kaki keliling kompleks rumah bersama keluarga, atau bermain di halaman rumah. Yang diutamakan di sini bukan agenda acaranya, melainkan kebersamaannya. (WebMD/kompas.com)

Pos Kupang Minggu 25 Oktober 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda