Puisi Vinsen Making

Duka di tengah Padang

Berguncang bumi di senja kelabu
Runtuhkan thakta permata lazurit
Robohkan puri bersepuh emas
Hilang lenyap segala kemewahan
Dalam gelap badai September

Menjerit hati terhimpit reruntuhan
Menangis jiwa terkubur longsor
Meronta merintih.
Pilu.perih sakit.

Mentari menjadi merah
Bulan enggan menampakan diri
Saat kelopak membuka mata
Tak ada siapa-siapa
Yang tersisa hanya genangan darah

Sanak lenyap di telan bumi
Kerabat mati tertimpa langit-langit
Berontak jiwa ingin berlari
Namun tak tahu kemana arah

Tanah minang tanah berseri
Kini berkabung bersama langit
Padang nan permai lagi kaya
Kini tergolek lesu dalam tandu


Tuhan..,
Kepadamu Kami bersujud
Menyembah penuh pasrah
Terimalah arwah mereka yang telah berpulang
Kuatkan batin kami yang tertinggal di lorong ini

(Buatmu sama saudaraku korban gempa di Sumatra)

Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id
atau poskpg@yahoo.com


Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda