Puisi Willem B Berybe

Pulau Inspirasi

(Sebuah apresiasi untuk Dedikasi Sastrawan Umbu Landu Paranggi sebagaimana diikrarkan seniman sastra dan akademisi di Taman Budaya Denpasar, Bali, 9 Juli 2009)


Telah lama aku mengembara
Mencari sebuah pulau bernama Pulau Inspirasi
Mengapung, diam
Di atas cadar laut Sawu yang lepas
Bagai seekor kerbau raksasa yang sedang tidur
Dengan mulut berbusa mengunyah rumput kehidupan
Sembari mengibas lalat-lalat nakal sekujur punggungnya
Itulah pulau yang kukejar dalam nafasku

Aku terpana
Kehadirannya tak terselami
Aku tidak mengerti rahasia daya magisnya
Membuat para penggila kata-kata bersastra
Berpetualang
Bagiku
Pulau Inspirasi adalah sebuah teks sastra
Yang tak terbaca oleh mata awam

Akalku semakin meronta
Kedua bola mataku bergulir
Ingin mengejar dan menangkap bayang-bayangnya
Aku bercita-cita memetik inspirasi di sana

Aku coba belajar dari seniman-seniman musafir itu
Sudah lama mereka melepas rindu di Pulau Inspirasi
Mereka hebat
Menembus ruang dan waktu
Ada pena tajam dalam tas
Berkelana di tengah samudra sabana dan alang-alang pekat
Mereka tahan terpaan angin kering yang menggigit
Serta bau dan ringkik kuda yang kental

Lantas
Mereka pun pulang
Membawa sebakul nyanyian alam
Taufik Ismail dengan ôBeri daku Sumbaö
F. Rahardi dengan ôDi Sumba Anak-anak ituö
Ada Vivek R Bammi
Lelaki asal Assam, India bagian Timur
Memotret kuda-kuda itu yang berlari kencang
Tak peduli ilalang di padang maha luas
Lalu
Foto itu diberi judul ö Berkudaö
Buat pustaka dengan nama A Feast for The Senses

Pencaharian panjang itu terhenti di sebuah titik.
Sumba adalah Pulau Inspirasi itu
Sebuah puisi alam yang tak pernah habis
Dan adalah Umbu Landu Paranggi yang memulainya.

BTN, Kolhua, Kupang,3 September 2009


Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id
atau poskpg@yahoo.com


Pos Kupang Minggu 18 Oktober 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda