Tentang Gempa Bumi

BANGSA Indonesia kembali berduka setelah pada Rabu (30/9/2009) pukul 17.16 WIB, Kota Padang porak poranda akibat gempa bumi teknonik yang berpusat di selatan Pulau Sumatera.

Gempa ini meruntuhkan gedung-gedung megah dan rumah warga di Sumatera Barat dan sekitarnya, ratusan orangpun ditemukan tewas serta ribuan lainnya luka-luka. Bahkan hingga kini, ratusan orang masih terjebak dengan nasib tidak menentu dalam puing- puing bangunan yang runtuh.

Sebelumnya wilayah Indonesia juga dilanda gempa bumi. Pada 4 Juni 2000 Bengkulu dilanda gempa tektonik berkekuatan 7,3 skala Richter (SR). Sebanyak 94 orang meninggal dunia dan ratusan luka-luka.

Pada 26 Desember 2004, lebih dari 300 ribu orang tewas dan hilang ketika gempa 9,15 SR memicu tsunami menerjang Aceh dan Sumatra Utara.

Pada 28 Maret 2005, gempa 8,5 SR menewaskan 900 orang lebih. Pulau Nias paling hebat dilanda bencana dan 633 orang meregang nyawa, 50 orang hilang dan 27 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Pada 6 Maret 2007, gempa berkekuatan 5,8 SR mengguncang Sumatra Barat. Sebanyak 78 orang tewas dan sejumlah bangunan dan jalan rusak berat.

Dan, dibutuhkan biaya yang mahal juga untuk memperbaiki dampak gempa ini. Sebut saja, gempa Aceh dan Nias (2004) ada dana Rp 5 triliun, gempa Yogyakarta (2006), Rp 3.300 miliar; gempa Jawa Barat (2006) Rp 1,4 triliun; gempa Pangandaran (2009), Rp800 miliar.

Sebenarnya gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba.

Penyebab Gempa
1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
2. Aktivitas sesar di permukaan bumi
3. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4. Aktivitas gunung api
5. Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.

Gejala dan Peringatan Dini
* Kejadian mendadak/secara tiba-tiba
* Belum ada metode pendugaan secara akurat. (BNPB/Kompas.com/ant/alf)



Bila Terjadi Gempa Bumi

JIKA gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun Anda berada.

Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda.

Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.

Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.


Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah
Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala Anda dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang Anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop,
dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

Dengarkan informasi
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.(BNPB/kompas.com)


Pos Kupang Minggu 4 Oktober 2009, halaman 11

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda