POS KUPANG/ALFRED DAMA
MUSIK PERKUSI--Barang-barang bekas ini bisa menjadi alat musik yang baik bila ada kreativitas bermusik yang baik. Dua pemusik perkusi ini saat tampil dalam Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat di Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009)

Barang Bekas pun Jadi Alat Musik

DUA pemuda, pria dan wanita, sudah berdiri di hadapan barang- barang bekas yang ditata rapi di atas panggung di Area Parkir Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009) malam. Tidak lama, si wanita mulai memukul-mukul dua stik kayu dengan tangan dan menghasilkan bunyi.

Tidak lama berselang, sang pria mulai ikut memukul-mukul berbagai barang bekas sehingga menghasilkan bunyi ala perkusi yang memikat.

Hentakan bunyi-bunyian dari aneka alat musik itu memberi nuansa tersendiri dan berbeda dari musik lainnya. Dua sosok ini adalah salah satu pasangan tim yang ambil bagian dalam audisi Road To Soundrenalin Denpasar 2009 di Denpasar.

Ada enam pasang tim yang bersaing dalam audisi ini hingga akhirnya tim juri memilih Ito dan Ketty yang berhak mendapat fasilitas dari A Mild Live Production untuk menyaksikan pesta musik terbesar tahun 2009 ini di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Denpasar.

Audisi musik kali ini berbeda dari biasanya. Bila biasanya fasilitas yang digunakan adalah alat musik yang biasa dipakai, maka audisi kali menggunakan aneka barang bekas yang ada di rumah. Barang-barang tersebut antara lain botol bekas air mineral ukuran galon yang dijadikan drum, sendok bekas yang digantung menjadi alat musik yang menghasilkan musik gemerincing, drum bekas yang dijadikan bas dan treble serta beberapa barang bekas lainnya.

Meskipun barang bekas, cara memainkan alat ini tidak asal bunyi. Para peserta harus menunjukkan kreativitas mereka dalam menabuh alat-alat ini hingga menjadi bunyi-bunyian yang yang harmonis dan enak didengar. Dan, karena dua orang yang memainkan ini, maka cara memainkan pun harus kompak atau tidak saling bertentangan.

Dengan kata lain, kedua pemusik perkusi ini harus saling mendukung dalam memberikan aura yang berbeda pada penampilan mereka.

Mengingat alat-alat yang digunakan adalah barang-barang bekas yang sederhana, maka kreativitas merekalah yang dituntut. Seperti harmonisasi musik hingga gerakan-gerakan lain yang menunjang permainan mereka. Karena itu apa yang dihasilkan baik dalam bentuk bunyi-bunyian maupun gerakan harus bisa dinikmati oleh penonton.

Agung XAY dari radio Swara Timor sebagai penyelenggara kegiatan ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat. Mix Your Own Beat adalah festival musik yang menggunakan alat-alat selain alat musik biasa atau bisa disebut juga perkusi tetapi menggunakan alat-alat yang biasanya ada di rumah seperti ember, galon, drum, panci dan sebagainya. Yang penting selain alat musik.

"Di event ini A Mild mengajak musisi Kupang untuk lebih kreatif, yang biasanya memainkan alat musik sesungguhnya, sekarang memainkan musik menggunakan drum, galon, panci yang penting menghasilkan satu irama atau musik yang enak didengar, unik dan kreatif," jelas Agung.

Meskipun fasilitas yang digunakan adalah barang-barang bekas, acara ini juga cukup menarik perhatian penonton. Para penoton yang sebagian besar anak muda memberikan apresiasi berupa tepuk tangan pada tim yang tampil. Hal ini jelas menambah semangat mereka yang tampil.

Sementara beberapa tim peserta dalam audisi ini mampu mengeksplorasi kemampuan mereka dalam bermusik perkusi. Semua alat yang disiapkan mampu dimaksimalkan untuk mendapat bunyi yang baik. Namun ada pula tim yang tampil biasa-biasa saja. Alat-alat yang ada pun hanya menjadi pajangan tanpa dimaksimalkan.

Meski demikian, acara ini cukup memberikan motivasi bagi anam muda Kota Kupang untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bermusik di antara musik perkusi yang kini sedang digandrungi anak muda. (alf)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Dokter Valens Yth,
SALAM dalam Damai Sejahtera. Saya Cindy, gadis 23 tahun yang sudah menyelesaikan pendidikan diploma dan kini kerja di suatu perusahan swasta yang bonafit. Banyak karyawan dan karyawatinya. Kebetulan saya bekerja di bagian pembukuan bersama dua rekan lainnya yang juga termasuk gadis-gadis manis, Ratna dan Sari. Setelah sekian lama bekerja, kami jadi sangat kompak dan bersahabat. Kami biasanya saling berbagi cerita tentang cinta-cinta monyet yang pernah kami alami.

Kami bertiga belum memiliki pacar yang pasti, jadi semua rasanya enjoy bersama. Makan bersama, belanja bersama, pokoknya kompak banget gitu. Sampai pada suatu ketika perusahaan kami mendapat seorang pelanggan bernama Roy. Pemuda yang memiliki darah campuran Ambon dan Manado ini, bekerja pada suatu perusahaan lain yang banyak berkaitan dengan perusahaan kami sehingga kami jadi sering berurusan bersamanya.

Lama kelamaan kami jadi sering menunggu kehadirannya, karena pemuda ini ganteng, periang dan berwibawa. Roy pernah traktir kami bertiga makan malam di sebuah restoran dekat pantai sehingga nampaknya sangat romantis. Persoalannya adalah kami bertiga sepertinya sama-sama naksir si Roy ini. Hanya saja Roy tidak pernah mendekati seorang secara khusus, justru dia memberi perhatian pada kami bertiga sepertinya sama.

Sepertinya apa yang Roy lakukan pada aku atau pada kedua temanku yang lain, kami tahu bersama. Pada hal, dalam hati, saya sangat mengidamkan cowok seperti Roy itu. Dokter, beberapa hal yang ingin saya tanyakan

1) Kalau ternyata teman saya Ratna atau Sari juga punya perasaan yang sama apakah saya boleh berusaha mendapatkan Roy atau membiarkan kedua temanku yang mendekatinya?

2) Kalaupun Roy bukan memilih saya tapi memilih satu di antara temanku itu saya tidak cemburu, hanya saja Roy belum memilih, apakah saya boleh mendekatinya secara sendirian ?

3). Saya juga kuatir kalau salah satu diantara kami yang mendapatkan Roy, maka kami tidak akan kompak lagi, apakah sebaiknya kami bertiga jangan berusaha memiliki Roy supaya kami tetap kompak? Mohon dokter bisa beri saya jalan keluar dari keruwetan ini. Jawaban dokter saya selalu tunggu di Pos Kupang Minggu. Akhirnya salam hormat dan terima kasih.
Salam, Cindy, Kupang



Saudari Cindy yang baik,
Salam sejahtera juga buat Anda bersama kedua teman Anda yang bernama Ratna dan Sari. Betapa senangnya bila mempunyai sahabat-sahabat yang sangat kompak, sehingga bisa membikin hidup lebih hidup dan bukan basa-basi, karena gak ada loe gak rame.

Hari-hari terasa hangat dan menyenangkan. Kesusahan dibagi-bagi menjadi lebih sedikit dan lebih ringan sementara kegembiraan dibagi-bagi sehingga menjadi lebih banyak dan lebih meriah.

Tetapi soal cinta, dia memiliki warna dan ruang tersendiri. Bila cinta Anda dibagi-bagi ke banyak pria maka Anda bisa disebut "play girl ". Kalau berusaha mencintai kekasih dari teman sendiri namanya, perampokan ?

Selingkuh ? Pengkhianatan?

Apapun sebutannya tetap punya arti yang tidak baik. Anda nampaknya terdampar pada "karang cinta" yang dilematis dan membingungkan. Menjaga kekompakan bersama Ratna dan Sari atau berusaha mendapatkan cinta dari si ganteng Roy dengan risiko kehilangan teman sebaik Ratna dan Sari.

Dari kegalauan yang Anda alami sebetulnya hati kecil Anda dan "komputer" di dalam otak dan pikiran Anda berputar keras untuk mendapatkan cara bagaimana dapat memiliki Roy tanpa harus mengganggu kekompakan Anda bersama Ratna dan Sari.

Saran saya, sebelum Anda memilih alternatif langkah mana yang akan Anda ambil, perlu Anda secara tidak langsung mencari tahu apakah Roy mempunyai perhatian khusus pada Anda atau salah satu dari kalian bertiga.

Apakah Roy belum punya pacar. Bila akhirnya Anda harus memilih untuk melakukan pendekatan khusus pada Roy maka diperlukan "extra effort", bekerja keras secara ekstra untuk itu. John Gray, Ph. D, California AS, dalam bukunya Men Are From Mars , Women Are From Venus, mengatakan bahwa Kaum pria jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dibutuhkan, sedangkan kaum wanita jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dicintai.

Bahkan Gray menguraikan lebih jauh tentang sifat Pria (Mars) dan Wanita (Venus) kedalam enam seksi sebagai berikut:

a) Wanita membutuhkan perhatian, Pria membutuhkan Kepercayaan

b). Wanita membutuhkan pengertian, Pria membutuhkan penerimaan.

c). Wanita membutuhkan rasa hormat, sedangkan Pria membutuhkan penghargaan.

d). Wanita membutuhkan Kesetiaan, Pria membutuhkan Kekaguman.

e). Wanita membutuhkan penegasan, Pria membutuhkan Persetujuan.

f) . Wanita membutuhkan Jaminan, Pria membutuhkan Dorongan.

Setelah Anda tertarik secara fisik karena daya tarik kegantengan Roy, Anda perlu menjangkau lebih jauh dari itu dengan memperhatikan keenam faktor di atas.

Bila memang dialah yang Anda cari, maka cobalah Anda memberanikan diri menyampaikan perasaan Anda ini pertama kepada kedua teman Anda, untuk memperoleh pengertian baik dari mereka. Bila ada dukungan maka Anda sudah bisa lulus dari satu hal, yaitu kekompakan kalian tidak banyak luntur.

Harapan selanjutnya adalah semoga Roypun membalas cinta Anda. Namun bila ternyata Roy naksir salah satu diantara Ratna atau Sari, maka Andapun harus mampu merelakan seperti toleransi mereka terhadap Anda. Toh, Anda sudah mengatakan bahwa Anda tidak akan cemburu.

Begitu pula bila ternyata saatnya Roy mengatakan bahwa kalian bertiga adalah sebatas teman baiknya, dan tidak dipikirnya untuk dijadikan kekasih maka, jangan juga ada kedengkian yang tumbuh dalam hati.

Hidup harus tetap mengalir, ada cowok yang bisa dijadikan suami, namun juga ada cowok yang cukup dijadikan teman baik, keduanya termasuk sah dan halal. Demikian jawaban saya semoga tidak mengurangi kebahagiaan Anda.
Salam, Dr. ValensSili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion


Hery Patiwua bersama istri dan kedua anaknya


Gizi Mutlak Bagi Anak

PERTUMBUHAN dan perkembangan anak yang sehat dan cerdas tidak terlepas dari perhatian orangtua akan asupan gizi yang sehat dan berimbang. Dan, kecerdasan anak juga tidak terlepas dari pemberian makanan yang sehat dan bergizi. Itulah cara pasangan Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion, dalam membesarkan anak-anak mereka.

Bagi pasangan ini, gizi adalah hal mutlak yang harus diberikan kepada anak sejak berada dalam kandungan. Ini tidak bisa ditawar-tawar.

Pasangan ini memiliki dua anak dengan jarak kelahiran yang cukup jauh. Si sulung, Yohanes Agustinus Patiwua, lahir di Larantuka, 6 Agustus 1986, saat ini semester VIII Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang. Anak kedua, Paulina Maria Sofiana Patiwua, lahir di Kupang, 4 September 2007.

Kepada Pos Kupang di kediamanya di Kelurahan Liliba, Kamis (12/11/2009), pria berkumis yang saat ini mengajar di SMA Negeri 2 Kupang didampingi istrinya menceritakan banyak hal soal keluarganya. Istrinya Yuliana AL Lion bekerja di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Bagi keduanya, asupan gizi yang sehat dan berimbang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan fisik dan otak anak. Karena itu, sejak kedua anaknya masih di dalam kandungan, keduanya selalu berusaha memenuhi kebutuhan gizi. Mulai dari makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran hijau, buah- buahan, kacang-kacangan, daging atau ikan, juga susu. Biasanya, kata Hery, dikonsumsi secara baik setiap harinya.

Pantau Perkembangan Anak
Hery mengatakan, memberikan makanan bergizi yang baik kepada anak sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. "Saya selalu yakin itu karena anak-anak saya setelah menginjak usia satu tahun pertumbuhan dan perkembangan begitu bagus. Kami juga memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan membawa anak ke posyiandu setiap bulan sampai anak berusia lima tahun.

Dan, dalam posyandu, anak kesehatannya terpantau dengan berat badanya yang selalu naik sesuai dengan pertumbuhan usianya. Anak pertama juga menjadi anak yang sehat dan cerdas ketika dia sekolah," ujarnya.

Pria kelahiran Bajawa, 16 Juni 1961 ini, mengatakan, selain memperhatikan faktor gizi, keduanya juga memperhatikan karakter kedua anaknya. Menurutnya, faktor jarak yang jauh antara kedua anaknya membuat keduanya memberikan sentuhan pendidikan yang berbeda-beda. Apalagi, putra sulungnya sudah merasa seperti halnya anak tunggal dan memiliki karakter yang keras.

"Anak sulung kan berasi bintal Leo, dengan watak yang sedikit keras kepala, sehingga dan membimbing dan mendidiknya kami juga melakukanya secara berbeda dengan adiknya. Apalagi diusianya yang mulai memasuki masa dewasa saat ini," kata Hery yang juga sebagai Master of Ceremony (MC) dan penyanyi ini.

Ia mengatakan, dengan jarak yang jauh antara kedua anaknya, namun si sulung memang sangat menyayangi adiknya. Dalam hal pendidikan, keduanya selalu memberikan kebebasan anaknya untuk memilih. Keduanya hanya bisa membimbing dan mengarahkan bagaimana anaknya bisa menggapai apa yang diinginkanya dengan baik.

"Karena si sulung sudah besar, kami benar-benar tidak ingin intervensi, kami hanya mengarahkan saja. Dan, anak saya yang sulung ini mungkin karena lama sekali baru mendapatkan adik, dia termasuk anak yang mandiri. Sehingga dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari selalu dilakukan sendiri," katanya.

Anak Mandiri
Saat ini, kata Hery, putra sulungnya malah memilih tinggal di kos dengan teman- temanya dekat kampus. Awalnya, tutur Hery, ia dan istrinya berkeberatan, tetapi anaknya memberikan alasan yang masuk akal. "Dia katakan, ia ingin mandiri. Bagaimana bisa memasak, mencuci, dan melakukan segala hal secara mandiri dan tidak mau merepotkan kedua orangtuanya. Walau anaknya ingin tinggal di kos, namun kami tetap memantau. Begitu pun anaknya setiap akhir pekan pasti pulang ke rumah," katanya.

Untuk mendukung anaknya mengikuti pendidikan dengan baik, keduanya memfasilitasi anak mereka dengan berbagai perlengkapan belajar seperti buku-buku, komputer dan sepeda motor. "Walau sudah agak matang dalam hal keuangan, tetapi kami tidak ingin memanjakan anak-anak. Kami memberikan uang kepada si sulung yang sudah besar uang seadanya saja sesuai dengan keperluan," kata Hery.

Kesibukannya sebagai guru, penyanyi dan MC tentu menyita waktu, namun Hery selalu memanfaatkan waktu senggang untuk keluarga dan anak-anaknya.

Soal talenta yang dimilikinya diturunkan kepada kedua anaknya, Hery mengatakan, taletanya sebagai penyanyi memang kelihatan pada si bungsu Paulina. Sedangkan untuk MC kelihatan pada anak sulungnya Yanto sehingga tepat si sulung masuk jurusan komunikasi di FISIP Unwira Kupang. (nia)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 12 Lanjut...

Olahraga, Perangi Diabetes


Foto ilsutrasi gshvin.org
GULA DARAH-- Uji gula darah untuk mengetahui kadar gula dalam darah



PADA tahun 2007 lebih 246 juta penduduk dunia menderita diabetes. WHO memperingatkan akan terjadinya epidemi diabetes pada tahun 2025 dengan jumlah penderita diabetes mencapai 380 juta. Epidemi diabetes ini terjadi karena masalah diet, obesitas, perubahan gaya hidup. Pada abad 21 di negara berkembang (termasuk Indonesia) akan mengalami epidemi diabetes.

Saat ini, negara kita agaknya kesulitan untuk mengatasi masalah yang disebabkan diabetes melitus secara efektif karena kurangnya fasilitas, dana dan kemampuan serta mudah dialihkan prioritasnya oleh ancaman yang terjadi sewaktu-waktu seperti avian flu, polio, malaria, demam berdarah dan bencana alam.

Pada tahun 2025 di Asia diperkirakan populasi penderita diabetes terbesar di dunia, yaitu sebanyak 82 juta orang. Jumlah tersebut akan terus meningkat dan mendekati proporsi epidemi. Orang dewasa di Asia tampaknya akan menderita diabetes pada umur 10 tahun lebih muda dibandingkan orang Kaukasia.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa diabetes merupakan penyakit negara barat sehingga bahayanya tidak disadari oleh negara berkembang. Padahal sebagian besar negara di Asia sedang terjadi peningkatan jumlah penderita diabetes dengan sangat cepat.
WHO menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke 5 didunia, dengan perkiraan jumlah penderita sebesar 8,3 juta orang. Menurut beberapa penelitian di Indonesia prevalensi diabetes berkisar antara 1,5 persen - 2,3 persen.

Berdasarkan pola pertambahan penduduk seperti saat ini, bila tahun 2005,jumlah penduduk Indonesia 171 juta dengan berasumsi pada prevalensi tersebut di atas, maka terdapat kira-kira 24 juta penderita diabetes di Indonesia.

Untuk mengantisipasi jumlah penderita diabetes yang demikian besar diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai diabetes dan upaya pencegahannya bagi masyarakat, tenaga kesehatan dan pemerintah. Sangat diharapkan juga partisipasi media masa untuk mensosialisasikan penyakit ini.

Tipe diabetes
Diabetes adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon insulin di dalam tubuh. Secara umum terdapat 2 jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 disebut juga dengan insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM). Disebabkan karena tubuh tidak memproduksi atau memproduksi insulin dalam jumlah sangat sedikit. Hal ini disebabkan kerusakan sel-sel yang memproduksi insulin akibat reaksi imunitas. Pada umumnya terjadi pada usia muda dan penderita diabetes tipe 1 ini memerlukan injeksi insulin
Diabetes tipe 2 disebut juga dengan non insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM), keadaan yang diakibatkan karena gangguan produksi dan atau kerja hormon insulin di dalam tubuh.

Lebih dari 90 persen kasus adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 ini biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun, meskipun terdapat beberapa kasus yang muncul lebih awal diakibatkan karena obesitas, perubahan gaya hidup, kebiasaan diet makan yang tidak terkontrol dan tidak olahraga.

Gejala khas dari diabetes adalah rasa haus, buang air kecil terus menerus, berat badan menurun. Gejala lain mudah lelah, sering infeksi, gatal-gatal, gangguan penglihatan, namun terdapat juga pasien yang tidak memiliki gejala-gejala tersebut di atas.

Pengobatan penderita diabetes tipe 1 diberikan injeksi insulin dan pengaturan diet. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2 dianjurkan olahraga, mengatur diet dan pemberian obat.

Banyak penderita diabetes tidak mengerti bahwa dirinya menderita diabetes karena gejala yang berkembang perlahan, biasanya penderita seperti ini berobat karena komplikasi diabetes misalnya gangguan penglihatan.

Diabetes adalah penyakit yang sering tidak diwaspadai, padahal dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian. Dengan semakin berkembangnya pengobatan, seseorang penderita diabetes dapat hidup dan beraktivitas normal. Meskipun bila tidak terdeteksi dan tidak dikontrol akan mengakibatkan bermacam-macam komplikasi yang ditimbulkan.

Kadar gula darah tinggi akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan kerusakan jantung, gagal ginjal, kebutaan, infeksi kaki, gangren dan amputasi kaki. Diabetes melitus juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Melihat kecenderungan penderita diabetes yang terus meningkat, serta komplikasi yang ditimbulkan diperlukan upaya-upaya pencegahan yang terdiri dari olahraga dan pengaturan diet dengan makanan yang sehat.

World Diabetes Foundation adalah salah satu yayasan yang peduli akan upaya pencegahan penyakit diabetes di negara berkembang dan memprakarsai kegiatan Global Diabetes Walk yaitu melakukan kegiatan jalan sehat bersama di seluruh dunia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan penyakit diabetes, baik upaya pencegahan maupun pengobatannya

Tema yang diambil pada tahun ini adalah Global Diabetes Walk
Understand Diabetes and Take Control.
Di Kota Kupang, Klinik Diabetes Kartini bekerja sama dengan PT. Askes memprakarsai kegiatan jalan sehat tersebut pada tanggal 20 November 2009 dengan tujuan mengingatkan masyarakat NTT untuk berolahraga sebagai salah satu upaya pencegahan memerangi diabetes.
(dr. Andreas Nuho Fernandez Lewai, SpPD, Klinik Diabetes Kartini, Jl El Tari 1 No 2 Kupang)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 11 Lanjut...

Cerpen Amanche Franck

SEBENARNYA tidak ada hubungan darah antara Valentino Rossi, pembalap nomor satu dunia dengan kepala desa kami. Aku mengatakannya demikian karena kenyataannya jelas sekali. Valentino Rossi orang Italia, seorang pembalap ternama, kaya lagi, dan ganteng memang. Sedangkan kepala desa kami orang kita, seorang yang sederhana, dengan wajah biasa-biasa kalau tidak mau dikatakan jelek, dan ia hanya kepala desa, aparatur negara kita.

Mungkin hubungan antara Valentino Rossi dan kepala desa kami adalah hubungan sebab akibat. Tersebab oleh si Valentino Numero Uno yang beraksi di laga Moto GP, maka habislah babi-babi di kandang kepala desa kami.

Begini latar belakang ceritanya. Kepala desa kami sangat doyan sama balap motor apalagi Moto GP, lebih lagi sama si Valentino Rossi, yang katanya sangat hebat sampai digelari The Doctor.

Kepala desa kami sangat menghargai si Valentino Rossi. Atau yang paling parah dikatakan dia sangat mencintai figur si Valentino Rossi, atau ngefans, atau sangat mengidolakan si pembalap ini. Bayangkan saja, pakaian kadesnya sering diganti dengan kostum Valentino Rossi yang dibeli di pasar inpres desa kami. Semua barang di kantor desa dan di rumahnya ditempel dengan stiker Rossi.

Mulai dari lemari, laci meja, meja kerja di kantor, sampai peralatan makan di rumahnya berlabel Rossi. Motor win tua berplat merah pun di tulis The Doctor, di samping bodi motor itu. Agenda kerjanya bahkan sangat dipengaruhi agenda Rossi. Kegiatan di kantor desa harus libur kalau malamnya ada balap Moto GP.

Mulai dari pagi kepala desa dan beberapa stafnya sudah mulai menganalisis dan berkonferensi pers ala kadarnya, khusus membahas trik dan strategi terbaru Rossi supaya tetap terdepan. Jangan pernah ada satu staf pun atau warga desa yang menggemari Casey Stoner, Jorge Lorenzo, atau pembalap lain. Tentu, ia langsung bertentangan dengan pucuk pimpinan desa kami, yakni kepala desa kami yang terhormat.

Begini katanya ketika Rossi ingin tampil di sirkuit Sepang Malaysia: "Aaaaaa. Saudara-saudari yang terkasih, para staf desa, sesama penggemar Rossi yang saya hormati. Hari ini kegiatan kita di kantor dihentikan mengingat malam ini ada kegiatan balap dari Saudara kita Rossi di Malaysia. Kebetulan Malaysia sangat dekat dengan negara kita. Jadi sebagai bentuk toleransi baiklah hari ini kita berdiam sambil mengarahkan kegiatan kita di depan layar kaca nanti malam".

Ajakan dan seruan kepala desa itu disambut hangat semua staf. Ada di antaranya yang juga sangat gemar sama Rossi, tapi ada juga yang mau cepat-cepat kembali ke rumah.

Oh yach..., tentang babi-babi milik kepala desa kami yang tak tahu menahu soal ini. Mereka pun menjadi korban lantaran dijadikan taruhan di ajang balap motor Valentino Rossi oleh kepala desa kami. Begini pula kisahnya. Ini pun terjadi setahun silam ketika Rossi harus menyerah dari pesaing beratnya Casey Stoner. Konon, kepala desa kami melakukan taruhan gaya pasang miring dengan seorang pengusaha ternak babi desa kami, sebut saja Om Nabas.

Dan Om Nabas inilah penentang utama Pak Kepala Dosa, eh sori Kepala Desa kami ini, karena si Nabas adalah penggemar berat Stoner. Untuk jumlah babi antara keduanya fitty-fifty alias imbang. Nabas adalah pengusaha babi yang memiliki babi berkandang-kandang, sedangkan kepala desa kami pun memiliki babi nyaris satu kampung.

Malam itu, semua aktivitas desa terhenti. Semua kegiatan di desa terpusat di sirkuit balap untuk Valentino Rossi, Casey Stoner dkk, serta di rumah kepala desa untuk dua petaruh, Om Nabas, dan Kepala Desa serta semua warga desa, tua muda, laki perempuan, kecil besar. Semua hadirin tegang, apalagi dua petaruh besar ini. Di sirkuit balap, Valentino Rossi dan Casey Stoner tampil gagah dengan motor balap masing-masing.

Di rumah Kepala Desa di depan layar televise, Kepala Desa dan Om Nabas tahan napas sambil jantungnya balapan. Rossi sudah mengambil start, begitu pun Stoner dan pembalap lain sudah di lintasan masing-masing. Di samping mereka ada seorang umbrella girl, gadis paying, dengan rok mini, dan senyum manis menggoda.

Di samping Kepala Desa dan Om Nabas ada istri masing-masing dengan rok blus panjang, dengan dandanan menor, serta konde rambut ta'i sapi. Rossi Stoner tegang, kepala desa dan Om Nabas pun tegang, walau beda medan laganya. Dengan sorakkan dan gemuruh seluruh isi sirkuit, Stoner dan Rossi mulai meliuk-liuk, cari posisi terdepan, sambil zigzag seturut kelokan sirkuit. Rumah kepala desa pun riuh reda dengan sorak tepuk tangan dan teriakan-teriakan warga kampung.

Kepala Desa dan beberapa warga Pro Rossi, sedangkan Om Nabas dan sekelompok Pro Stoner. Badan kedua pembalap meliuk-liuk patah kiri dan kanan, dan sampai di trek lurus keduanya saling memburu, inilah adegan di layar kaca. Di ruang rekreasi rumah kepala desa, para pendukung kedua pembalap saling hujat sambil terus mendukung pembalap masing-masing. "Rosi, Rossi, hidup Rossi Numero Uno.." Begitu teriak yang Pro Rossi. " Ayo Stoner, sikut dia, salip dia, potong dia, injak gas.,ini gaya khas yang mendukung Stoner.

Balapan sudah semakin panas karena sudah masuk pada putaran lima belas. Kedua pembalap masih saling kejar. Gemuruh rumah kepala desa tak kalah dengan gemuruh sirkuit balapan. Tinggal beberapa putaran saja, semua orang sudah bisa tahu hasilnya. Om Nabas kelihatan tenang tapi tegang, Kepala Desa terlihat senyum tapi dikulum.

Di dalam televisi, di sirkuit balap, Rossi dan Stoner masih menunaikan tugas masing-masing. Mereka tak tahu, di sebuah desa yang terpencil yang jauh dari keramaian sirkuit balap dan glamour Moto GP, mereka sedang disanjung, dipuja, dan sangat diharapkan untuk menang. Situasi mulai kacau dan ramai di rumah kepala desa dan sirkuit balap, ketika pada dua putaran terakhir kedua pembalap sudah mau saling mendahului. Menit-menit terakhir bagai sakrat maut, ketika dua pembalap saling menyikut dengan satu dua trik untuk semakin terdepan.

Kepala Desa dan Om Nabas sudah berdiri dengan sorakkan-sorakkan permohonan, kiranya idola masing-masing menyentuh garis finish.

Lintasan terakhir adalah lintasan penentu, ketika Casey Stoner dengan mudah melewati si Numero Uno. Seluruh semesta sirkuit seperti sunyi tak berdaya. Begitu pun di rumah kepala desa nun jauh di desa kami. Seluruh jagat desa kami hening sejenak sambil mengakui segala ketidakpercayaan ini. Rossi kalah dan Kepala desa kami pun kalah.

Om Nabas bersorak gempita menyambut kemenangan idolanya Stoner. Ketika Stoner mengadakan Victory Lap untuk merayakan kemenangannya, Om Nabas pun berlari keliling rumah Pak Kades merayakan kemenangannya bertaruh dengan Pak Kepala Desa.

Malam itu Om Nabas pulang dengan sorak sorai sambil membawa 50 ekor babi milik kepala desa. Sesuai kontrak taruhan, pasang miring terjadi dengan 25 ekor babi taruhan Om Nabas, dan 50 ekor babi milik kepala desa kami. Malam itu Om Nabas total mengumpulkan 75 ekor babi. Kepala desa kami, seperti biasanya seorang yang kalah, hanya tertunduk lesu diam tak bicara. Bahkan dari raut wajahnya, mudah ditebak beliau lebih sedih dan terpukul ketimbang si Numero Uno, Valentino Rossi. Demikian kisah tentang kepala desa kami penggemar berat Valentino Rossi.

Ahhh.. Aku hampir lupa menginformasikan kepada anda sekalian, babi-babi di rumah kepala desa kami, sudah habis dijual dan dari hasil penjualan itu, Pak Kepala Desa kami mungkin minggu depan mau membeli tiket nonton langsung Moto GP. Kita berharap beliau dapat bertemu dengan idolanya si Numero Uno, VALENTINO ROSSI.

Untuk Semua Penggemar Moto GP dan Fans Valentino Rossi.
Komunitas Sastra Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui.


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi Pongky Seran

Untuk Namamu

Di sudut kota itu
Ketika mentari benamkan sinar
Redupkan sinarnya menuju peraduan
Aku menatap pada batas itu
Adakah setitik sinar yang menerangi hatiku
Adakah sebuah harapan yang bangkitkan jiwaku

Ya., malekat asmara itu
Ia membawa terang di tangannya
Terang cinta nan ajaib
Yang mampu terangi hati
Membakar jiwa yang luluh
Hangatkan jiwa ragaku yang lusu

Sang malaikat bisikan sebuah nama
Batinku bergejolak bergelora
Laksana deru ombak memecah karang
Menghantar bui ke tepian

Lidyana, nama terindah
Dibawa oleh sang malekat beralaskan keindahan
Aku terlena, terlarut oleh pesona cintanya
Gemerlap lembut jiwanya bungkam bibirku
Untuk ungkap sebuah kata

Lidyana,
Untuk namamu aku bertekuk lutut
Kepada Sang Tuhan Aku memohon
Dengarkan suara hatiku
Semoga Tuhan kabulkan satu pintaku
Membawamu ke puncak cintaku
Sebab aku pemuja rahasia
Yang terlanjur sayang padamu

(Bagi dia yang berlindung di kota sahabat
dan mengais ilmu pada surya)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi Jenes

(Mahasiswi Stikes CHMK)

Cinta Yang Tak Mencintai

Cinta untuk seseorang yang tak mencintai
Sayang untuk seseorang yang tak menyayangimu
Perhatian yang begitu besar untuknya
Kehidupan yang kau berikan padanya

Cintamu bukan dia yang kau cari
Engkau mempunyai cinta lain yang belum kau temukan
Cinta terindah yang menunggumu di gerbang itu
Bertahtakan kepercayaan, kesetiaan, dan cinta kasih

Biarkan semua itu berlalu
Temukan cinta yang memang untukmu
Biarkan dia pergi dari kehidupanmu
Dan katakan pada hatimu biarkan dia pergi


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 6 Lanjut...

Parodi Situasi Putar Balik

KATANYA gara-gara terima suap, Pak Rara ditahan pihak keamanan. Mengapa semua ini mesti terjadi ya? Harus jadi pesakitan di penjara setelah sekian tahun berkuasa dan menjadi salah satu orang paling kaya? Mengapa pula kesandung kasus suap menyuap?
"Sungguh tidak enak jadi Rara!" Komentar Jaki. "Orang penting, penentu kebijakan, harapan rakyat, pemegang tegaknya keadilan damai dan kebenaran, justru menjebakkan diri dalam kasus suap menyuap ya?"

"Kita suap saja orang-orang di sono, biar bisa ubah keputusan. Kita atur sedemikian rupa biar fakta jadi fiksi, fiksi jadi fakta! Hukum bisa diatur tergantung siapa yang punya kepentingan. Dalam hal ini, Rara punya kepentingan, dan kita harus dukung Rara. Bukankah kita bisa putar balik?" Jaki masih mengomel. "Soalnya Rara orang penting, kenapa mesti kesandung kasus suap dan dijerat hukuman?"
***
"Ini yang namanya hukum tidak pandang bulu!" Kata Benza. "Jadi meskipun selama memimpin, seorang pemimpin dikenal tegas, disiplin, pegang aturan, punya kepekaan sosial, punya solidaritas terhadap orang kecil dan terpinggirkan, dan sederetan keunggulan lainnya, kalau melanggar hukum yang tetap diproses! Termasuk Rara."
"Belum tentu Rara salah!" Jaki membela Rara. "Hanya kebetulan saja dia orang nomor satu, kebijakannya, tanda tangannya, perintahnya dibutuhkan, maka terjadilah! Bisa saja terjadi rekayasa sana sini sehingga Rara terjebak!"

"Menyakitkan sekali ya! Harus menjadi korban penjara untuk kepentingan dan keuntungan orang lain," sambung Jaki lagi. "Yang makan untung orang lain, yang kena buntungnya Pak Rara." Jaki terus bicara sendiri sibuk sendiri.

"Ya, dalam sejarah tanah air, tidak sedikit Pak Rara yang apa boleh buat harus duduk di hadapan meja hijau karena kebijakannya melanggar undang-undang!" Benza memberi penjelasan tambahan.

"Mestinya ada keringanan hukuman!" Sambung Jaki. "Bila perlu bebas demi hukum sebagaimana terjadi dengan berbagai kasus pelanggaran hukum yang dilakukan para penguasa, orang-orang penting di tanah air ini. Bila perlu juga putar balikan itu fakta hukum, atur turut suka supaya selamat dari bencana penjara," Jaki berapi-api.

"Ya! Bagaimana mungkin Pak Rara harus menanggung beban penjara gara-gara kesandung kasus? Bagaimana mungkin tidak ada seorang pun yang mencatat kebaikannya selama memimpin. Bagaimana mungkin yang dihitung hanya lembar hitam saja, lembar putihnya tidak pernah dipertimbangkan!" Jaki penuh semangat. "Seharusnya Pak Rara dibebaskan dari semua tuduhan. Bebas murni! Bersih!"

"Harus menurut siapa?" Tanya Benza.
"Menurut rasa keadilan dan damai!" Sambar Jaki.
"Rasa keadilan dan damai demi apa dan siapa?"
***
"Demi kepentingan Pak Rara, nama baiknya, keluarga, perjuangannya selama ini, kelompoknya, orang-orangnya, dan terutama demi aku orang yang selama ini mendapat begitu banyak kemudahan karena beliau!" Kata Jaki dengan wajah memelas.

"He he he, "Nona Mia terkekeh-kekeh. "Kamu ngelindur ya?"
"Ini serius demi aku dan orang-orang dekatnya, demi..." Jaki merasa sesak karena kecewa dengan suara Nona Mia yang masih terkekeh-kekeh.
"Pokoknya keadilan dan damai harus ditegakkan!" Jaki setengah berteriak.
"Tegak di atas apa?" Tanya Nona Mia.

"Jelas di atas kepentingan kami," kata Jaki disambut Nona Mia dengan terkekeh-kekeh lagi. Jaki tersinggung berat, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Soalnya malu hati dengan Nona Mia.

"Lihat saja nanti," Jaki mengancam. "Kekuasaan akan mengubah semuanya!"
"Kekuasaan akan mengubah semuanya?"
"Kamu sadar rupanya ya bahwa Rara adalah orang yang dipercaya menjadi pemimpin, tetapi nyatanya bermental dan berprilaku penguasa bukan pemimpin, bisa rekayasa, atur turut suka barang bukti, buat jebakan sana sini, dengan tujuan utama kepentingan diri dan kelompok. Enak sekali ya ngomong kekuasaan akan mengubah semuanya!"

"Jelas kah, namanya juga saya yang punya kuasa," Jaki tidak peduli.
"Kamu mirip carut marut soal hukum, sidik, lidik, yang melanda tanah air! Buat malu bangsa..." Kata Nona Mia.

Benza hanya tersenyum kecut dan berkata dalam hati. "Kasihan Jaki Rara. Rupanya keduanya hanya pikir kepentingan diri sendiri. Tidak peduli sama sekali dengan rasa keadilan orang lain. Lupa dia, bahwa keadilan dan damai tidak pernah tegak di atas kepentingan, kelompok, korps, keluarga, sahabat, jabatan, dan sejenisnya. Keadilan dan damai hanya tegak di atas kebenaran...
***
"Halo, teman-temanku," Rara datang tiba-tiba. "Semuanya bisa diatur. Gampang! Nanti ada tersangka, ada barang bukti, ada rekaman, ada saksi, ada berbagai keterangan pendukung untuk membebaskan aku!"
"Kamu dapat ide darimana?" Tanya Jaki.

"Apa kamu tidak takut dicap tukang putar balik?" Tanya Nona Mia.
"Ya biasalah. Namanya juga demi kepentingan"
"Kamu tidak malu?"
"Malu? Aku tidak tahu!" (*)


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 1 Lanjut...

Ir. Paulus V.R Mella, M.Si



POS KUPANG/MUKLIS AL LAWI
Bupati Mella di ruang kerja
Bupati Mella bersama keluarga

Prioritaskan Kebutuhan Dasar


TUJUH bulan sudah pasangan Ir. Paulus VR Mella, M.Si dan Drs. Benny A Litelnoni, S.H, M.Si memimpin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sejak dilantik 6 Maret 2009 lalu, banyak titipan dan harapan terhadap pasangan ini untuk menjadikan TTS lebih baik dari sebelumnya.

Namun saat menjabat sebagai bupati, banyak persoalan krusial yang harus dihadapi Ir. Paul VR Mella. Dari masalah anggaran hingga persoalan mendasar yang mendera masyarakat TTS. Untuk menjadikan TTS lebih baik, Bupati Mella tak muluk-muluk membuat program lima tahun ke depan. Visi pasangan Mella-Litelnoni ialah mewujudkan kehidupan masyarakat TTS yang religius, adil, merata, maju, mandiri dan sejahtera. Kepada wartawan Pos Kupang, Muhlis Al Alawi, Bupati Mella berbicara banyak hal tentang pemikirannya mengatasi berbagai masalah dasar 450 ribuan masyarakatnya.

Pertama kali Anda menjabat sebagai bupati kondisi TTS menurut bapak seperti apa?
Saat kami masuk, yang pertama saya lihat harapan masyarakat bahwa pembangunan dari tahun ke tahun belum jalan. Pejabat boleh berganti tetapi kondisi yang sangat dilihat oleh masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan sepertinya tidak ada perubahan. Malah kualitas jalan mundur. Kedua, masyarakat belum menikmati pelayanan dasar yang memadai. Contoh air bersih yang berkualitas. Kemudian penerangan. Ketiga, pembangunan berjalan terus, anggaran semakin banyak tetapi jumlah keluarga miskin naik terus persentasenya.


Dengan kondisi seperti itu sebagai langkah awal fokus program Anda apa?
Fokus pertama memang ada masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Tetapi saya lihat yang harus segera dilakukan adalah pembenahan infrastruktur. Karena itu kemarin dengan dana terbatas saya minta beberapa ruas jalan strategis, terutama ruas-ruas jalan yang sulit segera diperbaiki. Dan itu yang kami fokuskan kemarin. Dan ternyata ada beberapa ruas jalan yang sangat sulit. Kami fokuskan di situ sehingga mungkin sebelum atau sesudah ini ada yang lebih kurang bagus. Selain itu bidang pendidikan. Beberapa waktu lalu kami fokuskan peningkatan mutu pendidikan menjelang ujian. Saya fokus di situ tentang bagaimana persiapan guru-guru menangani anak didik baik tingkat SD, SMP, dan SMA.

Selain masalah itu, apa saja yang Anda lakukan selama tujuh bulan setelah dilantik sebagai Bupati TTS?
Ada beberapa kegiatan yang menjadi fokus agenda waktu lalu seperti pertama menyelesaikan pembahasan anggaran 2009. Dan itu sudah selesai. Bahkan sudah ada perubahan anggaran sudah kami tindaklanjuti dengan program. Kedua penataan kelembagaan dan itu sudah kami lakukan. Mengevaluasi kembali kegiatan yang sedang dilaksanakan sementara atau program yang akan datang. Khususnya program ada kegiatan luncuran dan tunggakan-tunggakan 2008 sudah ada luncurannya.
Kemudian mengatasi masalah kegiatan tahun 2008 yang belum terselesaikan lantaran masalah administrasi ataupun penanganan lebih lanjut yang sudah selesai diseleseaikan.

Dari analisis kondisi seperti itu dan untuk memperbaikinya, kira-kira bapak membutuhkan waktu berapa lama?
Kalau kami hitung secara anggaran, maka lima tahun anggaran untuk membangun jalan, anggaran Kabupaten TTS tidak akan cukup. Anggaran kami tidak cukup untuk mengkover semua. Tetapi untuk mempermudah saya minta untuk klasifikasi jalan-jalan yang penting yang menjadi prioritas utama untuk menjadi perhatian kami bersama. Dan kalau memang lantaran jalan itu mahal, kami tidak bisa aspal semua. Mungkin bisa sirtu sehingga bisa menekan biaya. Dan ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk berupaya dengan pemerintah pusat. Dan bersyukur kemarin sudah ada turun, mudah-mudahan kami bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat, sehingga ada semacam dana kami bisa menggandeng sektor swasta atau BUMN untuk melihat kondisi jalan di TTS. Dan dalam pembahasan RPJMD saya akan mempresentasikan untuk mendapat petunjuk dari Bappenas terkait masalah keuangan. Sebab tidak akan maju bila infrastruktur jalan jelek. Walaupun sektor pertanian masih prioritas, tetapi jalan masih lebih prioritas lantaran menjadi urat nadi dan akses segala aktivitas. Semisal ada daerah yang memilik produksi pertanian bagus, namun terkendala masalah pemasaran lantaran jalan jelek.


Lantas persoalan air bersih?
Banyak masyarakat yang belum menikmati. Saya sudah tugaskan satu tim untuk keliling seluruh TTS merekam seluruh mata air yang ada di wilayah kami, dan bagaimana cara masyarakat mendapatkan air. Saya minta kepada tim untuk mencatat berbagai hal tersebut. Seperti Desa Sini dan Oelat, Kecamatan Amanuban Timur, mereka berjalan tiga hingga empat kilometer untuk mendapatkan sumber air. Terhadap persoalan ini apa yang harus kami lakukan? Apakah dibiarkan saja lantaran sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan warga tetap survive? Di berbagai tempat warga mengonsumsi air yang jelas-jelas tidak memenuhi kualitas. Saya bersyukur Tuhan masih memberikan kekuatan kesehatan bagi masyarakat TTS meski minum air yang tidak memenuhi standar kesehatan. Dalam pembahasan anggaran 2010 saya mengingatkan kepada SKPD untuk mengutamakan mengeluarkan masalah kebutuhan dasar yang dialami masyarakat. Air prioritas. Jangan bicara ternak, manusia saja masih berjuang. Kalau melewati anggaran pemerintah tidak cukup.

Bagaimana dengan jumlah KK miskin di TTS yang masih tinggi?
Saya juga meminta dinas teknis melakukan pemetaan KK miskin. Kita ngomong TTS, KK miskinnya sekian ribu KK, tetapi di mana dan siapa? Betul tidak mereka miskin? Apakah seorang warga yang berumah berdinding bebak dan atap daun gewang dan memiliki sapi lima ekor dikatakan miskin? Mungkin nanti KK miskin dikasih tanda seperti stiker. Nanti bisa jadi masyarakat protes terhadap keberadaan KK yang dicap miskin. Dengan demikian, indikator tidak usah terlalu banyak. Masyarakat sendirilah nanti yang akan memutuskan mana saja warganya yang masuk kategori sebagai KK miskin.

Sinkronisasi dengan program Gubernur NTT yang ingin menjadikan NTT sebagai propinsi jagung, koperasi, dan cendana serta peternakan?
Untuk masalah jagung kami sudah tanda tangan MoU antara Pemerintah NTT dan Pemkab TTS dengan Badan Litbang Deptan RI. Dan sudah sepakat ada rekomendasi benih-benih unggul dengan penangkaran benih di petani TTS. Benih unggul itu, yakni padi, jagung, kacang tanah dan kacang hijau. Empat komoditi itu akan dikembangkan untuk mensuport petani di TTS. Bila gunakan benih lokal satu hektar berkisar satu hingga dua ton, maka dengan benih diharapkan bisa mencapai lima ton per hektarnya. Untuk itu Distan harus menambah speed. Di bidang ternak, TTS salah satu penyuplai bibit dan daging sapi di NTT. Ke depan penggemukan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek. Tetapi jangka panjangnya pembibitan. Saya imbau juga kalau ada investor yang masuk selain penggemukan maka pembibitan harus jalan. Kendala yang masih dihadapi adalah SE. Soal cendana saya sudah minta ke SKPD untuk memikirkan cara terbaik untuk pengembangan cendana. Apakah harus disuplai anakan atau pembibitan diserahkan masyarakat. Saya lebih cenderung pembibitan dilakukan di masyarakat.

Saat ini mangan lagi menghangat di TTS. Apa kebijakan Anda tentang tambang batu mangan?
Kami bersyukur Tuhan masih memberikan kabupaten ini dengan sumber daya alam yang cukup, antara lain mangan. Persoalannya, bagaimana kami mengefektifkan ini untuk semata-mata kesejahteraan pemerintah dan masyarakat. Itu yang harus dibenahi betul-betul. Aturan yang detail belum ada. Tetapi kami harus mempersiapkan kebijakan yang mengatur mangan dan berpihak pada masyarakat. Pengusaha juga harus membangun kerja sama dengan desa, sehingga kehadiran mangan ikut membantu hidupnya kelembagaan desa. Seperti listrik, pengusaha bisa memberikan genset kemudian pemerintah desa mengelola untuk didistribusi ke warga. Sehingga ada pendapatan bagi desa.

Apa upaya yang Anda lakukan untuk membebaskan TTS sebagai kabupaten busung lapar dan gizi buruk?
TTS memang terkenal dengan angkat kematian ibu, anak dan bayi tinggi. Selain itu gizi buruk juga tinggi. Dalam pembahasan untuk menyebut tiga kriterai ini terlalgu banyak. Kepala dinas yang baru ini adalah pekerjaam rumahnya. Walaupun gizi buruk seperti tenang saja, tetapi saya bilang belum puas. Kami jalan ke desa melihat dengan kacamata awam anak-anak banyak yang masih gizi buruk. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas masyarakat.

Banyak apriori terhadap kabinet yang Anda lantik. Apa komentar Anda?
Saya bilang semua SKPD sudah terisi. Saya minta pimpinan SKPD terhadap apa yang saya buat dalam RPJMD itu taruhan pejabat untuk mencapai angka kredit. Dan setiap pejabat harus menjabarkan RPJMD itu dalam renstra. Ketika renstra yang mereka tulis menunjukkan tidak mampu berarti itu penilaian. Pejabat yang mampu harus bisa memperjuangkan terhadap potret-potret TTS yang ada didalam RPJMD baik harus dinaikkan dan diturunkan. (muhlis al alawi)


Belajar dari Orang Desa

MENJADI pucuk pimpinan daerah bukan hal yang gampang. Butuh pengalaman dan keuletan selama melaksanakan tugas-tugas. Bekal pendidikan segudang tidaklah cukup. Butuh pengalaman-pengalaman dari arus bawah agar saat memimpin tidak melupakan suara arus bawah.

Begitu pula dengan Ir. Paulus V.R Mella, M.Si. Bapak tiga anak ini tidak begitu saja melupakan pengalamannya semasa aktif sebagai PNS yang ditempatkan di desa. Banyak pengalaman yang dipetik untuk mengambil kebijakan tatkala menjabat sebagai Bupati TTS periode 2009-2014.

"Saya mengajak seluruh PNS jangan sia-siakan saat pertama ditugaskan di desa. Saya lima tahun tugas di desa. Kita tidak tahu apa, tetapi ternyata pengalaman kita di desa itu melengkapi kita untuk tugas-tugas ke depan. Jadi saya pikir kita merintis kegiatan kita dibentuk dari awal sebagai tenaga kontrak ditugaskan di desa sampai menjadi pimpinan dinas dan sebagai Asisten I. Di Asisten I Setda TTS, saya belajar banyak bukan hal teknis saja yang harus dipelajari. Tetapi mengelola kepemerintahan di dareah," ujar Mella.

Belajar dari pengalaman tersebut, tak membuatnya kaget saat menjadi Bupati TTS. Banyak hal-hal non teknis yang harus diputuskan bagi kebaikan warga TTS. Untuk itu sebelum memutuskan ia selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak agar keputusannya tak merugikan warga TTS.

Bagi Mella menjadi bupati bukanlah pilihan yang gampang. Banyak faktor yang harus dipertimbangan sebelum maju sebagai calon bupati. Termasuk dorongan atau dukungan dari sanak, kerabat, keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Selain itu, faktor pengalaman dan jaringan juga memotivasinya mengikuti Pilkada TTS tahun lalu. "Saya kira saya juga bagian dari ini daerah. Dan mengabdi cukup lama di TTS. Mengawali karier dari tenaga kontrak sampai menjadi PNS dan dibesarkan d sini juga. Dan tentu potret dan pemahaman masyarakat TTS pada umumnya dan sedikit pengalaman itulah yang mendorong dibantu kerja sama yang dibangun. Saya yakin bahwa itulah yang mendoorng saya menwarakan diri ikut serta dalam pilkada ini. Kami tahu pilkada tidak hanya bicara dukungan saja. Tetapi didukung mampu bekerja atau tidak? Dan secara pribadi saya mengenal ini daerah, saya mengenal apa yang dibutuhkan dan apa yang akan dilaksanakan ini daerah," tandas Mella.

Meski telah menjabat sebagai bupati, pria yang dilahirkan di SoE, 50 tahun lalu itu tetap berprinsip harus memberikan contoh bagi para pegawainya. Sebagai orang nomor satu di TTS, ia selalu menanamkan untuk disiplin terhadap diri sendiri.

Meski sibuk dengan urusan kepemerintahan, Bupati Mella tak melupakan anak-anak dan istrinya. Sesempit apa pun waktu ia selalu meluangkan waktu buat anak dan istrinya. Bahkan lantaran saking sibuknya, anak-anaknya pernah memprotes lantaran jarang ada di rumah. (aly)


Data Diri
-----------------

Nama Lengkap : Ir. Paulus Victor Rolland Mella, M.Si
Tempat/Tanggal Lahir : SoE, 18 Juni 1959
Alamat Rumah : Jln. Ampupu No 6 Kesetnana, RT 03/RW 02, Desa
Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, TTS
Istri : Ir. Rambu Atanau Mella
Anak : Leonard Evan Mella, Fomeni Reninda Mella, Winnard Nube Mella


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 3 Lanjut...



POS KUPANG/THOMAS DURAN
AKIBAT KEKERINGAN--Petani kacang di Kabupaten Kupang merasakan dampak kekeringan. Kacang yang ditanam terancam mati akibat kekurangan air. Ini juga akibat kurangnya informasi tentang iklim.



DAMPAK perubahan iklim tak hanya mengakibatkan naiknya suhu secara ekstrim. Para petani juga merasakan dampak besar karena terjadinya pergeseran musim. Hal ini mengakibatkan mereka kesulitan memprediksi musim untuk mulai menanam.

Pada sarasehan iklim "Memperjuangkan Keselamatan di Tengah Perubahan Iklim", Senin (2/11/2009), di Jakarta, para petani dari sejumlah daerah menyampaikan keluh kesahnya. Salah satunya Dominggus Tse.

Dominggus adalah petani jagung di Desa Nusa, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Ia mengisahkan, untuk memprediksi musim, petani di daerahnya menggunakan cara tradisional yang diwariskan secara turun menurun.

"Ramalan dari leluhur kami, sekarang sering meleset, tidak tepat. Biasanya, kami membaca tanda-tanda alam dengan melihat bintang yang sering muncul pertengahan September. Tapi sekarang, ramalannya sering meleset," kata Dominggus.

Musim hujan yang biasanya datang pada bulan Oktober hingga Maret pun tak datang seperti biasanya. Tanaman jagung di desa Nusa, menurut Dominggus, normalnya ditanam pada masa-masa awal hujan turun.

"Bibit yang ditanam kadang habis. Kalau hujan tidak turun dan tanah kering, jagung akan mati. Kalau hujannya lama, tanah basah, jagung juga akan tumbuh kerdil dan buahnya lebih kecil," kata dia.

Dominggus dan para petani didaerahnya menamakan hujan yang tak jelas ini dengan "hujan tipu". Air hujan memang menjadi sumber utama untuk pertanian tanaman pangan di Desa Nusa. Guna mengatasi dampak perubahan musim dan gagal panen, para petani menerapkan sistem pertanian tumpang sari.

Petani juga membuat bak mini untuk menampung air hujan, sehingga dapat digunakan untuk menanam sayur pasca panen jagung.

Keluhan yang sama juga datang dari Kamsari, petani asal Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut Kamsari, petani di desanya bisa mulai melakukan penanaman pada pertengahan November. "Beberapa tahun terakhir musim tidak bersahabat pada kami karena sering banjir sehingga pola tanam tidak menentu dan merugikan petani. Akibatnya, petani sering gagal panen.

Perubahan iklim ini merugikan petani," ujar Kamsari.
Biasanya, dalam setiap kali panen, para petani bisa menghasilkan hingga 3,5 ton gabah kering panen. "Tapi sejak musim bergeser, panen sering gagal, padi tidak berisi dan hasil panen turun drastis sampai kurang dari 50 persen," ungkapnya.

Para petani ini pun menitipkan harapan pada pemerintah, agar bertindak cepat untuk membantu petani mengurangi dampak perubahan iklim. "Kami berharap, pemerintah bisa membantu menjembatani keadaan sekarang agar petani lebih sejahtera menyongsong masa depan," ujar Kamsari.


Adaptasi Perubahan Iklim
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, pengaruh perubahan iklim memang sangat beragam. Perubahan musim hujan yang biasanya turun pada media Oktober-Maret, membutuhkan waktu lama untuk mengadaptasi kepada para petani.

"Perubahan musim ini juga mengakibatkan perubahan kebiasaan dan adaptasi. Perubahan harus simultan dan menggerakkannya secara simultan. Untuk itu membutuhkan waktu, sehingga masih banyak kegagalan," kata Gatot.

Akan tetapi, Gatot mengapresiasi inisiatif para petani yang membuat tandon khusus untuk menampung air. Persediaan air ini dinilai bisa meredam bencana banjir dan kekeringan. "Marilah kita memecahkan masalah masa depan dengan teknologi masa depan. Jangan masalah saat ini diatasi dengan teknologi masa lalu," kata dia. (kompas.com)


Pemeritah Efektifkan Pelayanan

DAMPAK global warming (pemanasan global) kini pun dirasakan oleh petani. Prediksi iklim dengan melihat fenomena alam pun tidak akurat lagi akibat perubahan cuaca. Sehingga musim hujan yang biasanya ditandai dengan formasi bintang sudah tidak efektif lagi. Kondisi ini membuat petani bingung.

Dalam kendisi ini maka pemerintah harus mengambil peran yang lebih efektif lagi dalam memberikan pelayanan dan informasi yang benar terhadap petani. "Pemerintah harus mengambil posisi yang strategis untuk mengantisipasi ini. Sebab, alam tidak menjadi jaminan pada petani untuk menentukan jadwal tanam yang pasti," jelas pengamat pertanian, Ir. Rafael Leta Levis, M.Si.

Pengamat pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) ini, mengatakan, pengamatan cuaca dengan melihat bintang merupakan bentuk kearifan lokal. Namun perubahan iklim secara global saat ini bukan tidak mungkin mengubah gejala-gejala alam yang selama ini menjadi patokan bagi petani.

Sehingga petani kini membutuhkan pelayanan pemerintah baik dalam hal informasi yang jelas tentang bibit tanaman yang cocok untuk ditanam dan informasi mengenai cuaca dan jadwal tanam yang tepat.

Bila pemerintah tidak mampu memenuhi itu maka ancaman yang dihadapi oleh petani adalah gagal tanam dan gagal produksi yang berdampak pada kekurangan pangan.

Dampak lanjutan adalah kelaparan yang terjadi secara luas. "Saya khawatir hal ini bisa menyebabkan ancaman kelaparan bukan saja untuk petani, tetapi juga untuk kita semua," jelasnya.

Pelayanan yang mesti dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan informasi yang jelas pada petani tentang iklim, mengarahkan petani untuk menggunakan bibit tanaman yang cocok dengan kondisi iklim dan upaya- upaya lain untuk mendorong meningkatkan produksi pertanian. (alf)


Pos Kupang Minggu, 8 November 2009, halaman 14 Lanjut...


POS KUPANG/ALFRED DAMA
Aksi Panggung DJ Beta La Costa


MUSIK menghentak menggema di Kingstone Hall, Jumat (6/11/2009) malam. Ratusan pengunjung pun larut dalam hentakan musik yang memacu adrenalin. Suasana makin meriah dengan penampilan tiga seksi dancer dengan gaya dan aksi yang menggoda.

Malam penuh gairan ini pun dimanfaatkan oleh penggila dunia malam di Kota Kupang. Mereka larut dalam suasana malam yang germerlap. Lampu warna warni ditambah warna lazer yang beraneka ragam semakin menambah kental semarak dugem malam itu.

Suara tawa, canda dan teriakan-teriakan halus seakan bersatu dengan hentakan musik yang menggoda kaki dan pinggul untuk ikut bergoyang.

Di balik meja dj (disk jokey) sound, berdiri luwes DJ Beta La Costa. Wanita asal Rusia yang sudah akrab dengan dunia malam di Indonesia ini terus menyuguhkan musik agar clubers Kupang tetap bersemangat. DJ Beta La Costa yang tampil energik dari balik dj soun inilah yang menjadikan malam di Kingstone menjadi begitu semarak.

Suasana malam di Kota Kupang seperti ini bukan hal yang baru. Namun jadi berbeda karena sang DJ adalah warga asing. Setidaknya, dengan kehadiran dj asing ini, pecinta dunia malam di Kota Kupang atau dugem mania bisa merasakan aura musik di tempat-tempat hiburan malam di Kupang.

Beberapa pengunjung mengaku baru pertama kali datang ke tempat itu namun suasana di tempat itu tidak kalah dengan tempat-tempat hiburan lain di Kota Kupang. Bahkan, yang datang ke tempat itu kebanyakan golongan menengah ke atas.

"Yang datang ke sini pada umumnya orang-orang yang sudah mapan, ya ingin melepas penat di sini, sama seperti saya," ujar salah satu pengunjung, Jerry yang tinggi di Merdeka Kupang.

Beberapa pengunjung lainnya mengatakan hal senada. Jadwal hiburan pada Jumat malam dan Sabtu malam dianggap sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hiburan, namun bila hiburan yang sama digelar setiap malam maka dinamika Kota Kupang pun akan semakin terasa.

Sementara Anky Taka, pimpinan Vaganzha Indo Production (VIP), even organizer yang menghadirkan DJ Beta L Costa, mengatakan, menghadirkan berbagai DJ merupakan agendanya untuk disuguhkan kepada warga Kota Kupang, khususnya pecinta dunia malam.

Ini dimaksudkan agar dunia malam di Kota Kupang semakin meriah. (alf)


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Dokter Valens Yth,
Salam Jumpa. Saya Johan, pemuda Flores, usia 28 tahun. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta bonafid di Kupang. Penghasilan saya bagus dan punya tabungan cukup banyak. Kesuksesan in bukan semata-mata rejeki yang tiba-tiba.

Semuanya lewat keuletan dan kerja keras serta kepercayaan yang besar dari pimpinan perusahaan. Latar belakang pendidikan saya adalah sarjana (S1) bagian manajemen. Sudah dua tahun ini saya pacaran dengan Lidya.

Gadis manis asal campuran Sulawesi - NTT, saya kenal pada pesta wisuda salah satu teman saya. Kami berdua pun akrab dan selanjutnya pacaran. Orangtua kami tak bermasalah karena kebetulan agama kami juga sama.

Lidya seorang diploma bidang matematika. Dia pintar dalam bidangnya. Menurut teman kuliahnya, Lidya selalu jadi tempat bertanya teman-temannya. Hal ini membuat saya bangga.

Memiliki calon istri yang pintar, siapa yang yang tidak bangga? Persoalan yang makin terasa mengganjal adalah ketika masa pacaran kami semakin serius ada rencana masa depan yang sedikit berbeda. Hal lain cocok, tetapi ketika soal anak dan soal kerja kami punya perbedaan rencana. Karena keluarga saya kurang orang, saya ingin anak kami lebih dari tiga.

Menurut Lidya cukup satu atau dua saja karena dia ingin kerja. Menurut pandangan saya dan keluarga saya, biarlah Lidya tak perlu kerja di kantor. Soal biaya hidup rasanya gaji dan penghasilan saya sudah cukup. Salah satu di rumah mengurus rumah dan anak-anak akan lebih baik.

Tapi Lidya kelihatan keberatan. Dan dia serius saat mengungkapkannya. Untuk dokter ketahui, bahwa saya termasuk pria yang pencemburu. Saya sulit menerima kalau Lidya terlalu berpisah jauh dariku, dan berada di antara pria lainnya.

Apakah perbedaan pendapat untuk hal ini termasuk masalah besar atau kecil? Pertanyaan kedua, Bisakah diberikan jawaban tentang baik buruknya suami - istri yang dua-duanya bekerja? Mudah-mudahan surat saya bisa dibalas secepatnya.
Johan di Kolhua-Kupang.


Saudara Johan yang Baik,
Salam kenal juga buat Anda. Secara sepintas perpaduan Anda dan Lidya semestinya cukup serasi. Kebahagiaan dalam hidup banyak ditentukan oleh cara kita meramu antara urusan sosial yang sifatnya lebih fleksibel dengan memasukkan sedikit rumus-rumus ilmu pasti yang agak ketat. Anda punya bidang manajemen (sosial) dan Lidya cerdas di bidangnya, matematika (ilmu pasti).

Perpaduan semacam ini tidak banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Perkawinan tidak hanya berpadu secara fisik namun jauh lebih banyak ditentukan oleh perpaduan unsur-unsur non-fisik. Seperti dikatakan Erich Fromm, (psikolog, terkenal): ”Orang dengan gampang terjerumus untuk mengartikan bahwa mereka telah saling mencintai karena saling menginginkan secara fisik. Mencintai orang bukanlah semata-mata karena perasaan yang kuat. Cinta adalah keputusan, pertimbangan dan janji.”

Dikatakannya juga bahwa persahabatan adalah hal yang paling penting dalam perkawinan. Selain itu, Paul Hauck mengatakan (dikutip dari buku: Common Sexual Problems and Solutions, Profesor Prakash Kothari, Ph.D, 1999),

”Ketika Anda tak melakukan aktivitas seks, ketika Anda tak lagi membutuhkan banyak penghasilan atau makanan, maka satu-satunya kualitas terpenting yang Anda cari dari kekasih Anda adalah persahabatan.”

Dengan demikian apa pun yang ingin kalian peroleh dari pernikahan Anda berdua harus merupakan output (hasil) dari musyawarah Anda berdua secara bersahabat.

Bila Anda membicarakan perbedaan pada pertanyaan pertama itu dengan dasar cinta dan persahabatan maka Anda akan menemukan bahwa hal yang tadinya dianggap perbedaan besar ternyata hanya suatu riak kecil yang mudah diatasi.

Tidak ada yang terlalu sulit dan tidak ada pula yang terlalu gampang bila itu dilaksanakan berdasarkan cinta yang murni. Prof. Dr. dr. H Dadang Hawari (seorang psikiater), menulis dalam bukunya Love Affair (2002), bahwa pada umumnya terdapat dua motivasi yang mendasari seorang istri bekerja yaitu mengembangkan karier (kepuasan psikologis) dan turut mencari tambahan penghasilan.

Bagi istri yang bekerja, dilemanya ada tiga, yaitu perannya sebagai istri, sebagai ibu dari anak-anaknya dan sebagai ibu rumah tangga. Perannya sebagai ibu rumah tangga, mungkin dapat digantikan oleh orang lain (pembantu). Namun perannya sebagai istri dan ibu dari anak-anak tidak dapat digantikan orang lain.

Masalahnya akan lebih berat manakala anak-anak masih kecil yang memerlukan asuhan seorang ibu. Kebutuhan anak terhadap materi dan fisik lainnya mungkin masih dapat diberikan oleh orang lain, tetapi kebutuhan afeksional (kasih sayang) anak yang amat penting bagi perkembangan jiwanya sulit untuk digantikan oleh orang lain.

Perhatian dan rasa kasih sayang (kebutuhan afeksional) ini pun dibutuhkan oleh suami selain kebutuhan biologis yang juga tidak dapat digantikan oleh orang lain. Untuk istri yang bekerja diharapkan kemampuan manajemen waktu, energi dan kondisi fisik serta psikologisnya dalam upaya menjaga keharmonisan rumah tangga.

Pengertian dan toleransi dari suami sangat diperlukan dalam upaya meringankan beban istri yang berfungsi ganda tersebut. Bagi istri yang bekerja hendaknya memperhatikan dampak psikologis pada suami karena sering timbul keluhan dari para suami sebagai berikut:

1) Sejak istrinya punya penghasilan sendiri, wibawa dirinya sebagai suami terhadap istri menurun.

2) Istrinya yang berpenghasilan jauh lebih tinggi dari suami menimbulkan rasa rendah diri dan cemburu dari pihak suami.

3) Saat suami tidak bekerja lagi ( sakit, pensiun, nganggur/PHK dll.) peran kepala rumah tangga/keluarga dapat berbalik ke tangan ibu. Hal ini dapat menimbulkan rasa rendah diri pada suami, harga diri menurun, wibawa terhadap istri menurun.

Sehingga sering terjadi komplikasi psikologis yang disebut "inferiority complex"dengan gejala seperti suami menjadi dingin, pencemburu, pemarah dan kasar. Untuk itu istri yang bekerja, perlu menghindari sikap high profile", demi menjaga keseimbangan dan keharmonisan keluarga.

Kalau soal berapa banyak anak yang Anda inginkan, silahkan kompromi berdua. Ingat, suami itu cuma menitip umpannya, sedangkan yang repot mengurus ”hasil kegiatan” adalah istri. Jadi perlu runding.

Nah Saudara Johan, dengan berbekal sedikit penjelasan ini Anda dan kekasih Anda akhirnya harus bisa menemukan sikap apa yang diambil untuk hidup Anda di masa yang akan datang. Semoga bahagia.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM

Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Kesalahan dalam Membesarkan Anak


foto ilustrasi myreadablefeast.com
Mendidik Anak harus baik dan benar


JADWAL kerja yang padat, dan problema sehari-hari seringkali membuat orangtua sulit bertemu anaknya. Tak jarang, anak-anak ditinggal bersama pengasuh atau dititipkan ke kakek-neneknya.

Ketika hal ini terjadi, tak ada yang bisa memastikan anak akan mendapatkan pelajaran mengenai moral atau nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam hidup bermasyarakat. Anda mungkin tak menyadari, namun ada hal-hal yang seringkali lalai kita ajarkan pada anak:

Memanjakan anak
Bukan rahasia lagi, para orangtua mencintai anak-anaknya dan ingin mereka mendapatkan segala yang tak mereka miliki di masa kecilnya. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk perlakuan seperti ini.

Tak sedikit orangtua yang bermaksud baik untuk anak-anaknya malah berujung memanjakan anak-anaknya ke tingkat sampai si kecil tidak bahagia dengan apa yang ia miliki. Ini akan menghasilkan anak yang tak pernah puas, dan selalu meminta lebih.

Padahal, umumnya, si kecil bukannya ingin punya selemari mainan, tetapi waktu untuk bersama orangtuanya. Jika orangtua terus memanjakan anaknya, bagaimana mereka akan belajar menerima kekecewaan dalam hidup di masa depan? Atau bagaimana mereka akan belajar bersyukur atas apa pun?

Kekurangan disiplin
Ketika Anda terlalu malas untuk mendisiplinkan anak, Anda menciptakan "monster cilik" untuk mengganggu kerabat, guru, orangtua teman-temannya, dan siapa pun yang kenal dengannya. Adalah hal yang tak benar jika membiarkan si kecil menggunakan perabot rumah sebagai tempatnya bereksperimen.

Berlompatan, berlarian, merusak barang, membuat keadaan rumah seperti kapal pecah, atau membongkar barang seenaknya. Mereka seharusnya bisa bertingkah sopan dan tenang, baik di dalam maupun di luar rumah. Anda tak mau, kan, anak Anda menciptakan kekacauan di rumah temannya? Jika bukan Anda yang mendisiplinkan si kecil, orang lain mungkin akan melakukannya, dan Anda tak akan suka hal ini.

Tanggung jawab
Anak-anak seharusnya tidak menunggu imbalan ketika mereka harus melakukan pekerjaan di rumah. Tempat tinggal mereka adalah rumah, bukan hotel. Mereka seharusnya menyadari bahwa itu adalah tempat tinggal bersama, dan ada tanggung jawab untuk menjaganya tetap bersih dan nyaman.

Jika mereka tumbuh tanpa tanggung jawab yang cukup, bagaimana mereka bisa bertanggung jawab ketika mereka bekerja nanti? Atau bagaimana mereka bisa menyelesaikan kuliah yang butuh kemandirian, dan mempertanggungjawabkan uang orangtuanya?

Bukan pasangan terbaik
Seperti kita ketahui, anak mencontoh orang dewasa di dekatnya dengan sangat baik. Bagaimana Anda dan pasangan bertingkah di depan si kecil adalah hal yang penting. Tanpa kita sadari, perilaku dan tingkah kita terhadap pasangan akan dicontoh anak dalam memperlakukan pasangannya di masa mendatang.

Bagaimana Anda memanggil, berteriak ketika bertengkar, atau membelai lembut, akan menjadi pembelajaran mereka. Anak belajar lebih banyak lewat pandangan mereka ketimbang lewat pendengaran.

Jika Anda memperlakukan pasangan Anda dengan cinta dan hormat, ini juga akan menunjukkan kepada anak-anak Anda nilai sebuah keluarga.

Hal ini akan membantu mereka merasa bahwa keluarga merupakan tempat bernaung dan nyaman, di luar dunia yang terlihat gelap dan menyeramkan.

Ekspektasi berlebihan
Ketika berjanji kepada anak-anak, Anda harus menge-set ekspektasi yang masuk akal, terutama ketika berhadapan dengan yang masih amat kecil. Jangan berharap berlebihan kepada si kecil.

Misalnya, agar si kecil bisa duduk diam ketika Anda pergi ke restoran. Jangan juga mengharap anak laki-laki Anda ikut tim basket, padahal ia lebih senang ikut marching band.

Akan lebih baik jika Anda mampu mengenali kelebihan anak, dan membimbing mereka untuk mengekspresikan dirinya dalam bidang tersebut.

Terbiasa dilayani
Jangan biarkan anak tumbuh menjadi anak yang cengeng. Anak-anak jaman sekarang terbiasa dibantu dan dilayani dalam segala hal. Dari membersihkan kamar hingga memasang plester. Karena terlalu sering dilayani, anak-anak sekarang menjadi kurang ajar.

Mengajarkan mereka untuk bertahan melewati masa susah, atau sakit, akan membuat mereka lebih kuat. Ajarkan mereka untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan si Mbak. Hal ini bukan berarti Anda tidak mencintainya. Justru karena mencintainya, Anda ingin mereka bisa mandiri.

Memaksakan tren
Biarkan anak-anak menjadi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak mendorong tren kepada anak-anak. Karena Anda tidak berhasil menjadi juara lomba kecantikan di masa kecil, bukan berarti Anda bisa membuat si kecil mengikuti dan memenangi kontes-kontes seperti itu.

Mengajarkan anak soal gairah dan tujuan memang baik, tetapi biarkan mereka tumbuh menjadi apa yang mereka mau. Si kecil sudah cukup merasakan kesulitan untuk tumbuh besar di lingkungan yang penuh tekanan, jadi jangan paksa mereka menjadi seseorang yang Anda impikan terjadi pada Anda dulu.

Pembangkang
Ini termasuk hal yang sulit dilakukan. Jika Anda mengultimatum si kecil dengan hukuman jika melakukan kenakalan, lakukan jika ia melakukan kenakalan tersebut. Meski berat, namun hal ini penting untuk menunjukkan kepada si kecil bahwa Anda serius dengan perkataan Anda. Jika tidak, omongan Anda hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Ujung-ujungnya, anak-anak tak akan menaruh kepercayaan lagi pada orangtuanya. (kompas.com)


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 12 Lanjut...

Bom

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

SUASANA di kelas siang itu terasa muram.. Pasalnya Eki, si ikan hias yang lincah dan Teki, si terumbu karang yang ceria hari itu tidak muncul. Meski bukan bintang kelas, namun kehadiran keduanya membuat suasana di kelas selalu penuh dinamika. Eki dengan gerak geriknya yang lincah bagaikan bola bekel selalu menggoda teman-temannya sehingga suasana kelas menjadi hidup dan penuh semangat.. Sedangkan Teki dengan celoteh-celoteh segarnya selalu membuat teman-temannya tersenyum penuh sukacita.

Kemuraman suasana kelas seolah bertambah dengan kehadiran Pak Albar, guru mata pelajaran yang matematika yang terkenal kiler itu. Pelajaran matematika yang selama ini menjadi momok para murid terasa kian menyiksa. Waktu terasa lamban bergerak. Satu detik terasa seperti seabad lamanya. Para murid terpaku di tempat dduduknya masing-masing mencari aman. Mereka tidak mau teledor melakukan sesuatu kesalahan yang mengundang amarah Pak Albar.
***
Kemuraman siang itu semakin lengkap ketika Bapak Kepala Sekolah muncul di depan kelas. "Anak-anakku sekalian, hari ini kita mendapat kabar yang menyedihkan. Dua sahabat kalian, Eki dan Teki mengalami bencana. Kompleks Terumbu Karang, tempat tinggal mereka terkena bom.

Berbagai bangunan yang ada hancur lebur dan luluh lantak hingga rata dengan tanah. Mereka berdua kehilangan beberapa kerabat, namun beruntung, kedua sahabat kalian bersama keluarganya selamat", kata Bapak Kepala Sekolah dengan bibir bergetar. Semua murid yang mendengarnya terpaku di tempat duduknya.

"Mungkin kalian belum lahir saat bom atom dijatuhkan di kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang pada akhir Perang Dunia II yang lalu. Namun kalian bisa membayangkan kehancuran itu seperti yang dialami gedung World Trade Center di New York saat terjadi serangan teroris pada 11 September 1999 lalu. Gedung itu runtuh dan rata dengan tanah.,
Sementara sekitar dua ribu orang yang sedang berada di dalam gedung itu ikut meninggal atau menjadi korbannya", jelas Bapak Kepala Sekolah.

"Sangat mengerikan, ya Pak? Lalu bagaimana Eki, Teki dan keluarga mereka bisa selamat, Pak?" Tanya Edy memecah kesunyian kelas.
"Kedua keluarga itu selamat karena pada saat kejadian mereka tidak berada di tempat. Mereka sedang menghadiri hajatan nikah saudaranya di luar kota ", jawab Bapak Kepala Sekolah.
* * *

Keesokan harinya Eki dan Teki sudah muncul di sekolah. Dengan pakaian seadanya dari hasil sumbangan tetangga Eki dan Teki tampak lucu di hadapan teman-teman mereka. Namun hal itu justru semakin membuat murid-murid di kelas itu semakin iba kepada mereka.

Teman-temannya meminta keduanya menceritakan kembali bencana bom yang menimpa mereka itu. "Tindakan itu sangat terkutuk karena menghancurkan seluruh anggota keluarga kami. Bahkan juga ikut menghancurkan masa depan keluarga kami.

Karena untuk membangun kembali kompleks Terumbu Karang tersebut diperlukan waktu selama satu generasi. Pelakunya harus dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya", kata Eki sambil menyusut air mata di sudut mata beningnya.

"Kalian bisa membayangkan, bagaimana susah payahnya keluarga kami membangun kompleks Terumbu Karang itu selama berpuluh-puluh tahun. Semua dilakukan tanpa pamrih hanya untuk tumbuh kembang keluarga kami juga penghuni kompleks lainnya. Bahkan secara tidak langsung juga memberikan manfaat yang besar bagi manusia. Namun semuanya itu hancur lebur hanya dalam beberapa detik akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab", sambung Teki dengan raut sedih..

"Sekarang kami tidak tahu lagi di mana kami akan tinggal", ungkap Eki
"Dibutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun lagi untuk membangun kembali kompleks Terumbu Karang seperti yang kami miliki sebelumnya", ujar Teki Mendengar itu seisi kelas membuat pernyataan, mereka meminta pihak berwajib segera menindak pelaku pemboman itu Mewakili teman-temannya Edy menyerahkan pernyataan tersebut kepada Bapak Kepala Sekolah..(*)


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 12 Lanjut...


FOTO Dokumen P.Vincent AG Meka, SVD
TARIAN ASAL FLORES--Salah satu tarian dari Flores saat Misa Flores di Kota Gdansk-Polandia, yang diperankan oleh anak-anak Polandia anggota Sendratari Damai, Minggu (25/10/2009)


(Dari Misa Flores Edisi Kedua di Polandia)

Oleh P.Vincent AG Meka, SVD

HUJAN rintik-rintik turun sejak pagi, menimbulkan gelombang-gelombang kecil di genangan air di jalanan kota tua Gdansk. Di sana-sini trotoar mengkilat, seperti dicuci bersih oleh hujan yang turun semalaman. Bibir-bibir pucat anak-anak penari Sendratari Damai berusaha menyunggingkan senyum.

Dengan penuh gairah meskipun dingin, memasuki kamar ganti dan bersiap-siap mengenakan bali-belo (hiasan kepala wanita dari Manggarai) dan kain kebaya. Monika kecil (9 tahun, anggota penari termuda) berbisik, "Romo Vincent, gendang dan gong sudah siap di samping altar." Di musim gugur, di hari Minggu (25 Oktober 2009) pada jam 12.00, di sela gemerincing bali-belo, Misa Flores dalam rangka Festival The Window on to The World (jendela menuju dunia) pun mulai.

Misa dengan Bingkai Etnik
Seperti dalam edisi sebelumnya -- 14 September 2008-- (Pos Kupang, 28 September 2008), yang berperan sebagai Master of Ceremony (MC)/pembawa acara adalah aktor handal Polandia, Ryszard Ronczewski. Misa kudus dipimpin oleh P. Firmin Kossi Azalekor, SVD, misonaris muda asal Togo (Afrika), didampingi oleh rektor gereja Tritunggal Mahakudus P. Tomasz Jank, OFMConv., Prof. Dr. Jacek Jan Pawlik, SVD (sebagai wakil SVD) dan Rm. Tyberiusz Kroplewski (kaplan Klub Rugby Gdansk).

Setelah sepatah kata sambutan dari wakil Baltic Sea Culture Center, ibu Elzbieta Pekala (Direktur Lawrence Ok Ugwu jatuh sakit), misa pun di mulai dengan tarian Ndundundake dari daerah Manggarai, yang mengantar perarakan para imam dan putra-putra altar menuju meja perjamuan kudus. Lambaian selendang yang melambangkan sayap-sayap burung elang di tengah dentuman gendang dan gong yang ditabuh P. Vincent Adi Gunawan Meka, SVD, Lambertus Lako Soli, penari Marta Fethke dan si kecil Monika membangkitkan decak kagum ribuan umat yang hadir di Gereja Tritunggal Maha Kudus di Gdansk.

Unsur baru yang menjadi urat nadi dari segala persiapan menjelang dan pada saat Misa Flores adalah gema alat-alat musik etnis Indonesia, seperti angklung dan kolintang. Sentuhan lembut tangan-tangan mungil anggota Sendratari Damai bersama ibu Jadwiga Mozdzer mengiringi ayat-ayat Mazmur. Tidak lupa grup Ikenga Drummers dengan ritme Afrikanya membahana mengumandangkan Alleluya, diiringi saksofon jazzman wahid Przemek Dyjakowski.

Lalu, pada saat perarakan persembahan para penari menampilkan tarian Sulintang dari Jawa Barat, dalam alunan lembut melodi Bali Sembahan Sudra. Di dalam perarakan disajikan bunga-bungaan, roti, madu, dua ekor ikan salmon seberat tujuh kilogram, nasi tumpeng mini, yang dijinjing oleh anak-anak balita, para kawula Gdansk, grup etnik Kaszubi dan keluarga-keluarga Indonesia dan Filipina yang berdiam di Kota Gdansk.

Seperti pada edisi tahun 2008, kali ini Misa Flores juga bersifat multilingual. Bacaan pertama dibawakan oleh ibu Caritas Dyah Poerwonggo dalam bahasa Indonesia, sedangkan bacaan kedua dalam bahasa grup etnik Kaszubi di Polandia utara. Berbagai bahasa juga menggema pada saat Doa Umat, yakni bahasa Polandia, Indonesia, Jawa, Kaszubi, Ewe (Togo-Afrika), Inggris, dan Italia.

Angklung dan kolintang kembali bergema pada saat Komuni Kudus, dengan memainkan lagu kesukaan alm. Bapa Suci Yohanes Paulus II berjudul Barka (Jadilah Penjala Manusia). Lagu tersebut ditampilkan dengan begitu memikat dan mengharukan. Umat yang hadir pun turut menyanyi. Setelah Komuni, Sendratari Damai menampilkan tari Tifa dari Maluku, dengan diawali oleh gerakan perang Lambertus Lako Soli.

Pada akhir misa para penari mengantar para imam dan putra-putra altar dalam tarian Ja'i diiringi kolintang yang dimainkan P. Vincent Adi Gunawan Meka, SVD dan Lambertus Lako Soli (vokal), bersama dengan dentuman genderang Afrika (Combo, Conga dan Jemba) yang ditabuh grup Iikenga Drummers. Lalu setelah tarian Ja"i, grup Sendratari Damai memainkan dan menyanyikan lagu When All The Saints go Marching In dengan akompaniamen angklung, kolintang dan genderang grup Ikenga Drummers.

Solidaritas Korban Bencana
Misa Flores menggendong ide perdamaian dunia, keselarasan dan harmoni dalam hidup bersama. Edisi tahun 2009 sedikitnya mendekati intensi awal di tahun 2006, yaitu dukungan doa dan bantuan material untuk korban gempa Padang. Tentang ini ditegaskan dan dipuji oleh Duta Besar Republik Indonesia di Warsawa, Hazairin Pohan, yang hadir bersama Ibu Ade Pohan, Ibu Anny Muryani (Kepala Staf Sospolbud KBRI Warsawa), Ketua H.O.C. KBRI Warsawa Meita Timoer Poerwonggo bersama keluarga.

Bapak Poerwonggo mempresentasikan tayangan singkat tentang gempa dan para korban di layar lebar, diiringi lagu patriotik Indonesia Tanah Air Beta, yang dinyanyikan oleh putra beliau Antonius Iman Prasetya (8 tahun). Suasana hening bercampur kagum memenuhi langit-langit gereja berusia 600 tahun dan berkapasitas 1.300 umat tersebut.

Setelah misa umat yang hadir diajak untuk memasukkan recehan seadanya ke dalam kotak yang dijaga oleh para frater SVD dari Pieniezno. KBRI Warsawa juga mempersiapkan kalender-kalender kecil dengan ucapan terima kasih atas kebaikan hati, yang dibagi-bagikan kepada hadirin yang berminat menolong korban gempa Padang, Sumatera Barat.

"Pulau Sumatera jauhnya 20.000 kilometer dari Polandia, tetapi saya berterima kasih, bahwa tragedi yang terjadi di sana ternyata membangkitkan rasa solider di hati kita semua yang berada di gereja ini, " kata Dubes Pohan. (*)

* Vincent Adi Gunawan Meka, SVD
Mahasiswa S3 Musikologi di John Paul II Catholic University of Lublin, Polandia.


Pos Kupang Minggu 8 November 2009, halaman 11 Lanjut...

Sebelum Sajak Bercerita

Cerpen Mario F Lawi

AKU telah selesai berjalan dan jarum jam terus berputar. Aku tak tahu apa yang harus aku tulis lagi bagimu hari ini. Jalan kita semakin sempit dan sepertinya kantuk telah menggapaiku.

Debar kita tak pernah menyepi dan sajak-sajak yang lahir dari debar-debar rinduku, kuingin kaubaca dengan bergetar. Jiwailah! Di sini, aku pun sedang berusaha merasuki debar-debar rindu hatimu.

Kauinginkan langit kita senja agar kemerahan lembayung yang dilambaikan matahari dari ufuk barat kaumaknai sebagai sajak baru untukmu.

Tapi mimpimu datang terlalu cepat dan senja-senja terlalu lekas menghilang sehingga sajak-sajak baru bagimu hanyalah setitik kelam dan gelap yang dikirimkan oleh angin dan sepi malam. Kelam dan gelap yang amat menggembirakan, oh kekasih! Kutahu rembulan akan membantu.

Tak ada lagi raung akibat gaung hentak kakiku di jalan itu, jalan yang menuju padamu. Namun kauinginkan aku terus berjalan dan mendapatimu seolah-olah kau tak lagi berdaya di ujung sana.

Padahal mungkin sekarang kau sedang berjingkrak atau mungkin menari dan juga bernyanyi sambil menerjemahkan sajak-sajak yang kukirimkan bagimu. Aku tahu, kau tak pernah kesepian.

Sepi tak akan bisa berbicara kepadamu sebab engkau tahu cara membunuh sepi. Maka datanglah kemari! Perlihatkanlah jingkrak dan tarianmu pada orang-orang yang menertawakan keadaanku.

Angin saja tak akan cukup membawa rindumu. Rindumu terlalu berat, mahal dan indah untuk dibawa angin.

Dekapan angin yang kuat selalu kuharapkan agar rindumu kuterima dengan utuh dalam peluk ingatan dan hatiku. Tapi angin tak pernah kuat dalam memeluk sebab bukan hanya kau yang membutuhkannya. Masih banyak jendela yang harus ia ketuk. Masih banyak telinga yang harus ia bisiki.

Karena itu, aku sangat senang bila memandang kupu-kupu. Aku yakin bahwa kupu-kupu yang beterbangan, lahir dari ceceran rindumu di atas kelopak-kelopak bunga. Sisa-sisa rindumu saja sudah cukup kuterima bila indah sayap-sayapnya mengirimkan aku harum bunga dan wangi kelopak tubuhmu.

Sisa-sisa rindu yang kuterima, walaupun separuh, namun sanggup menjalari tubuhku, terasa manis di lidah, kemudian aku tersengat aliran-aliran rindu yang dibawa kupu-kupu.


Harum pantai, tarian bakau dan santigi dan suara debur ombak pantai tempat terakhir kali kita bertemu masih segar dalam ingatanku.

Rambutmu yang terurai, tawamu yang berderai, bening matamu yang menerawang jauh ke tepian horison, dan segala hal tentang dirimu terus kurasakan dengan segenap inderaku. Bahagiamu adalah lengkung senyum yang tak akan pernah luntur dari bibirku.

Derai-derai tawamu adalah suara-suara muara yang bersidekap dengan lautan kegembiraanku. Pengertianmu kepadaku adalah kerelaan hulu mengalirkan air bagi muara.

Kau dan aku ibarat air yang tak bisa dipisahkan. Bila matahari datang dan membakar kita, aku akan menguap dan kau pun begitu adanya. Kita menguap lalu kembali menjadi air.

Ketika udara dan awan mengembun, kita menjelma hujan dan embun yang mengaliri sungai-sungai, menyegarkan tetumbuhan dan segala makhluk serta mengisi danau, rawa-rawa dan lautan.

Kalau kuibaratkan dengan energi, kita adalah energi yang sama. Energi yang tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Kita hanya bersalin rupa. Tapi jika kita bersalin rupa, maka perubahan itu tak akan memisahkan kau dari diriku dan aku dari dirimu. Kita adalah listrik yang menyalakan lampu-lampu. Kita adalah cahaya yang menerangi malam-malam yang gelap dan membiasi lorong-lorong paling sempit.

Kini aku teringat padamu. Aku tahu, sebelum aku berkata, aku teringat padamu, kau telah lebih dahulu mengetahuinya. Bahkan sebelum aku memikirkannya -saat masih melayang-layang dan belum berada dalam benakku- atau sebelum pikiranku sampai padamu, kau telah mengetahuinya.

Kau telah mengetahui, bahwa kata-kata itu, bahwa pikiran dan angan-angan itu akan sampai kepadamu. Aku tak tahu kekuatan apa yang ada di dalam diri kita sehingga mampu membuat kita melampaui batas-batas yang telah diciptakan oleh alam dan orang-orang.

Tapi aku tahu bahwa kini aku teringat padamu, dan karena aku teringat padamu maka aku jadi ingat pertemuan terakhir kita sebagai sahabat sekaligus pertemuan pertama kita sebagai kekasih.

Saat itu, kau berkata bahwa kau menyukaiku (cakrawala mulai membisiki lautan). Tapi, sebelum kau mengatakan bahwa kau menyukaiku, kau telah mengetahui bahwa aku menyukaimu (dan bisikan cakrawala didengar pula oleh camar).

Dan saat kau menanyakan pernyataan persetujuanku atas pernyataan cintamu, aku tahu kau sedang berbohong sebab kau mengetahui bahwa aku menyukaimu (bisikan itu mulai menggema di lautan).

Aku juga berbohong -walaupun dalam taraf memendam rasa yang yang sudah kauketahui- tapi kau pun mengetahuinya (lautan menyampaikan bisikan cakrawala pada buih putih ombak di bibir pantai).

Saat itu, kita sama-sama tahu bahwa kita saling membohongi tapi kita saling menyukai (dan camar menyampaikan bisikan cakrawala pada dedaunan dan dedahanan bakau dan santigi). Kita saling membohongi dan saling menyukai namun kita tak menyukai kebohongan (lalu bakau dan santigi menjawab bisikan cakrawala dengan lambaian dedaunan dan dedahanan).

Dan sejak saat itu, kita telah sepakat untuk tidak membangun hubungan kita di atas dasar kebohongan -meski awalnya kita saling membohongi dan menyembunyikan perasaan kita hingga kau akhirnya mengalah- (dan bibir pantai menjawab bisikan cakrawala dengan mengembalikan deburan ombak pada lautan).

Saat kita menerima cinta, sepi yang semula lebih banyak berbicara, kini hilang dalam tiada. Tiada sepi yang berbicara. Tiada hening yang memekik. Kita telah menggantinya dengan lagu. Lagu cintamu untukku yang kauuntai dengan jemari rindumu. Lagu cintaku untukmu yang kususun dengan sajak-sajak dirimu dan selalu kuantarkan lewat malam.

Malam akan mengendap-endap memasuki jendela kamarmu sebelum diriku menjadi nyata dalam khayalmu. Malam yang sama akan kembali padaku bersama angin yang mendekap rindumu padaku (betapa angin telah sanggup mendekap).

Percayakah kau pada malam? Aku percaya pada malam sebab ia selalu jujur dalam mengungkapkan perasaan-perasaan kita meski banyak orang takut padanya.

Atau mungkin karena kita setia pada janji kita sehingga perasaan-perasaan ingin, rindu dan sayang, selalu kita ungkapkan pada malam hari. Dan malam tak pernah berbohong sebagaimana bintang-gemintang tak pernah berbohong dalam memberikan sinarnya pada malam.

Kita menginginkan cinta sekuat keinginan para petani
untuk memperoleh panenan terbaik. Kita mendambakan keabadian cinta seabadi keinginan para penyair akan sajak-sajak terbaik yang berbuah dari pepohonan ilham mereka pada alam.

Bahkan kita menginginkannya lebih dari apapun. Bahkan lebih tinggi dari keinginan langit saat memberi ruang bagi kepak-kepak sayap burung-burung dan juga lebih tinggi dari keinginannya saat memberi tempat bagi cahaya-cahaya langit.


Keinginan kita lebih dalam, melebihi dalamnya kemauan lautan memberi hidup pada ikan-ikan dan memberi inspirasi bagi para penyair.
** *
Sesungguhnya kita sedang terbakar. Ya, kita sedang terbakar. Api itu, api yang membakar kita itu bernama cinta. Api itu telah membakar hati kita. Ia telah membakar perasaan dan keinginan kita agar kita saling merindukan. Ia telah membakar simpul-simpul di antara kita agar tali-temali kita bersatu dan kita tak akan lagi berpisah.

Cinta membakar degup jantung kita agar jika debar hati kita bicara, maka panasnya rindu dapat kita rasakan. Cinta membakar paru-paru kita dan kini kurasakan dengusan-dengusan asmara yang beriringan dalam tarikan napasmu.

Cinta membakar-bakar kita! Cinta membakar segala yang ada pada kita. Lalu kudengar degup-degup jantungmu menyebut namaku. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama.

Awalnya aku tidak percaya bahwa kita bisa saling merindukan seperti sekarang ini. Aku tidak percaya bahwa hubungan kita bisa sampai sejauh ini. Karena yang aku tahu bahwa kita saling membenci pada awalnya. Bila kita berpapasan di tengah jalan atau kebetulan bertemu di koridor kampus, maka tatapan kita bertemu tetapi mulut kita membisu dan ekspresi kita membeku padahal mungkin sejak saat itu kita mulai saling mengagumi.

Kita seperti seorang murid yang ketika sedang melamun tiba-tiba ditanyai oleh gurunya, seperti orang-orang bingung yang tak mempunyai apa-apa ketika rasa panik melanda mereka. Atau mungkin kita seperti orang-orang yang tidak saling mengenal dan hanya kebetulan bertemu.

Padahal sebenarnya kita tahu bahwa yang harus kita lakukan adalah saling melempar senyum atau sapa atau apa saja yang dapat menandakan bahwa kita saling mengenal. Dan mungkin karena hal itu tidak kita lakukan maka tanda tanya dan rasa penasaran bertumbuh semakin besar di dalam hati kita.

Semakin sering kita bertemu tanpa menyapa, semakin besar pula rasa penasaran itu tumbuh di hati kita berdua, hingga saat ini tiba, saat di mana kita tak lagi membutuhkan tatapan palsu penuh kebohongan yang sebetulnya menampakkan secara jelas bahwa kita memang saling menyukai. Aku mengetahuinya.

Dan aku pun tahu bahwa kau mengetahuinya. Kini kita tak lagi membutuhkan kepura-puraan yang menyenangkan itu. Kepura-puraan yang menyenangkan? Kepura-puraan itu memang menyenangkan sebab saat kita berpura-pura tidak saling mengenal, saat itu kita merasakan cinta tumbuh semakin tinggi dan akar-akarnya menancap kuat di lubuk hati kita.
* * *
Aku telah selesai berjalan dan jarum jam terus berputar. Aku tak tahu apa yang harus aku tulis lagi bagimu hari ini. Jalan kita semakin sempit dan sepertinya kantuk telah menggapaiku.

Haruskah aku bertanya padamu tentang kantuk yang menggapaiku ini? Kurasa tak perlu sebab bukankah kau telah mengetahuinya? Kini bersiaplah menerima ribuan sajak yang akan lahir bagimu setelah rindu ini selesai kauterima. Kutahu bahwa kau menyukai suatu pemberian yang tulus. Kau pun pernah berkata bahwa sesuatu yang diberikan dari kekurangan jauh lebih bernilai harganya. Terima kasih atas pengertianmu.

Maka terimalah sajak-sajak itu nanti sebab mereka lahir dari seluruh kekuranganku yang telah berusaha mencintaimu apa adanya. Mereka lahir dari mimpi-mimpi kita yang tak selesai sebab senja kita yang lekas menghilang tak lagi menguntai mimpi kita. Karena itu, kau pasti menyukai sajak-sajakku sebab mereka lahir dari kekurangan untaian mimpi-mimpi senja kita.

Akan kupastikan bahwa hadiah ini akan sampai dengan utuh di hatimu. Tak akan kuminta angin ataupun malam untuk membawanya padamu sebab hubungan kita sendiri pun sudah merupakan pengantara yang dapat dipercaya.

Sebelum aku mengakhiri cerita ini dan memulai menulis sajak bagimu, aku ingin memintamu terlebih dahulu agar dapat menunggu hadiah ini dengan penuh kesabaran. Buah-buah kesabaran selalu manis pada akhirnya.

Dan satu hal lagi yang ingin kuminta daripadamu, jangan lagi meminta angin sebagai pengantara penyampai rindumu sebab kini cintaku padamu tak hanya sebatas rindu. Cinta yang tak terbahasakan dengan kata-kata dan hanya bisa dipahami oleh hati kita berdua.

Pakailah hatimu untuk menyampaikan pesanmu tentang rindu maka semuanya akan tertampung di hatiku dan tak satu pun akan kubiarkan tercecer. Kupastikan bahwa lubuk hatiku telah menjadi semakin dalam semenjak cinta mempersatukan kita sehingga apapun tentang dirimu dapat ditampungnya.

Biarlah kusimpan dirimu di sini, di hangatnya lubuk hatiku. Mari kita jaga api cinta yang telah kita nyalakan sambil terus menyanyikan lagu-lagu itu.

Selamat menjadi tamu di mimpi malam hariku dan selamat beristirahat di atas untaian rindu kita. Desir-desir cinta ini semakin kuat. Karena itu aku harus menghentikan pertemuan kita lewat lembaran ini dan biarkan rindu dan sajak kita berbicara tentang cinta kita. Selamat menjadi inspirasi dalam sajak-sajakku untukmu. *

Oepoi, Maret 2008

Untuk Komunitas Sastra Seminari Oepoi


Pos Kupang Minggu 8 November 2009,halaman 6 Lanjut...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda