Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion


Hery Patiwua bersama istri dan kedua anaknya


Gizi Mutlak Bagi Anak

PERTUMBUHAN dan perkembangan anak yang sehat dan cerdas tidak terlepas dari perhatian orangtua akan asupan gizi yang sehat dan berimbang. Dan, kecerdasan anak juga tidak terlepas dari pemberian makanan yang sehat dan bergizi. Itulah cara pasangan Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion, dalam membesarkan anak-anak mereka.

Bagi pasangan ini, gizi adalah hal mutlak yang harus diberikan kepada anak sejak berada dalam kandungan. Ini tidak bisa ditawar-tawar.

Pasangan ini memiliki dua anak dengan jarak kelahiran yang cukup jauh. Si sulung, Yohanes Agustinus Patiwua, lahir di Larantuka, 6 Agustus 1986, saat ini semester VIII Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang. Anak kedua, Paulina Maria Sofiana Patiwua, lahir di Kupang, 4 September 2007.

Kepada Pos Kupang di kediamanya di Kelurahan Liliba, Kamis (12/11/2009), pria berkumis yang saat ini mengajar di SMA Negeri 2 Kupang didampingi istrinya menceritakan banyak hal soal keluarganya. Istrinya Yuliana AL Lion bekerja di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Bagi keduanya, asupan gizi yang sehat dan berimbang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan fisik dan otak anak. Karena itu, sejak kedua anaknya masih di dalam kandungan, keduanya selalu berusaha memenuhi kebutuhan gizi. Mulai dari makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran hijau, buah- buahan, kacang-kacangan, daging atau ikan, juga susu. Biasanya, kata Hery, dikonsumsi secara baik setiap harinya.

Pantau Perkembangan Anak
Hery mengatakan, memberikan makanan bergizi yang baik kepada anak sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. "Saya selalu yakin itu karena anak-anak saya setelah menginjak usia satu tahun pertumbuhan dan perkembangan begitu bagus. Kami juga memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan membawa anak ke posyiandu setiap bulan sampai anak berusia lima tahun.

Dan, dalam posyandu, anak kesehatannya terpantau dengan berat badanya yang selalu naik sesuai dengan pertumbuhan usianya. Anak pertama juga menjadi anak yang sehat dan cerdas ketika dia sekolah," ujarnya.

Pria kelahiran Bajawa, 16 Juni 1961 ini, mengatakan, selain memperhatikan faktor gizi, keduanya juga memperhatikan karakter kedua anaknya. Menurutnya, faktor jarak yang jauh antara kedua anaknya membuat keduanya memberikan sentuhan pendidikan yang berbeda-beda. Apalagi, putra sulungnya sudah merasa seperti halnya anak tunggal dan memiliki karakter yang keras.

"Anak sulung kan berasi bintal Leo, dengan watak yang sedikit keras kepala, sehingga dan membimbing dan mendidiknya kami juga melakukanya secara berbeda dengan adiknya. Apalagi diusianya yang mulai memasuki masa dewasa saat ini," kata Hery yang juga sebagai Master of Ceremony (MC) dan penyanyi ini.

Ia mengatakan, dengan jarak yang jauh antara kedua anaknya, namun si sulung memang sangat menyayangi adiknya. Dalam hal pendidikan, keduanya selalu memberikan kebebasan anaknya untuk memilih. Keduanya hanya bisa membimbing dan mengarahkan bagaimana anaknya bisa menggapai apa yang diinginkanya dengan baik.

"Karena si sulung sudah besar, kami benar-benar tidak ingin intervensi, kami hanya mengarahkan saja. Dan, anak saya yang sulung ini mungkin karena lama sekali baru mendapatkan adik, dia termasuk anak yang mandiri. Sehingga dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari selalu dilakukan sendiri," katanya.

Anak Mandiri
Saat ini, kata Hery, putra sulungnya malah memilih tinggal di kos dengan teman- temanya dekat kampus. Awalnya, tutur Hery, ia dan istrinya berkeberatan, tetapi anaknya memberikan alasan yang masuk akal. "Dia katakan, ia ingin mandiri. Bagaimana bisa memasak, mencuci, dan melakukan segala hal secara mandiri dan tidak mau merepotkan kedua orangtuanya. Walau anaknya ingin tinggal di kos, namun kami tetap memantau. Begitu pun anaknya setiap akhir pekan pasti pulang ke rumah," katanya.

Untuk mendukung anaknya mengikuti pendidikan dengan baik, keduanya memfasilitasi anak mereka dengan berbagai perlengkapan belajar seperti buku-buku, komputer dan sepeda motor. "Walau sudah agak matang dalam hal keuangan, tetapi kami tidak ingin memanjakan anak-anak. Kami memberikan uang kepada si sulung yang sudah besar uang seadanya saja sesuai dengan keperluan," kata Hery.

Kesibukannya sebagai guru, penyanyi dan MC tentu menyita waktu, namun Hery selalu memanfaatkan waktu senggang untuk keluarga dan anak-anaknya.

Soal talenta yang dimilikinya diturunkan kepada kedua anaknya, Hery mengatakan, taletanya sebagai penyanyi memang kelihatan pada si bungsu Paulina. Sedangkan untuk MC kelihatan pada anak sulungnya Yanto sehingga tepat si sulung masuk jurusan komunikasi di FISIP Unwira Kupang. (nia)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda