POS KUPANG/ALFRED DAMA
MUSIK PERKUSI--Barang-barang bekas ini bisa menjadi alat musik yang baik bila ada kreativitas bermusik yang baik. Dua pemusik perkusi ini saat tampil dalam Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat di Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009)

Barang Bekas pun Jadi Alat Musik

DUA pemuda, pria dan wanita, sudah berdiri di hadapan barang- barang bekas yang ditata rapi di atas panggung di Area Parkir Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009) malam. Tidak lama, si wanita mulai memukul-mukul dua stik kayu dengan tangan dan menghasilkan bunyi.

Tidak lama berselang, sang pria mulai ikut memukul-mukul berbagai barang bekas sehingga menghasilkan bunyi ala perkusi yang memikat.

Hentakan bunyi-bunyian dari aneka alat musik itu memberi nuansa tersendiri dan berbeda dari musik lainnya. Dua sosok ini adalah salah satu pasangan tim yang ambil bagian dalam audisi Road To Soundrenalin Denpasar 2009 di Denpasar.

Ada enam pasang tim yang bersaing dalam audisi ini hingga akhirnya tim juri memilih Ito dan Ketty yang berhak mendapat fasilitas dari A Mild Live Production untuk menyaksikan pesta musik terbesar tahun 2009 ini di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Denpasar.

Audisi musik kali ini berbeda dari biasanya. Bila biasanya fasilitas yang digunakan adalah alat musik yang biasa dipakai, maka audisi kali menggunakan aneka barang bekas yang ada di rumah. Barang-barang tersebut antara lain botol bekas air mineral ukuran galon yang dijadikan drum, sendok bekas yang digantung menjadi alat musik yang menghasilkan musik gemerincing, drum bekas yang dijadikan bas dan treble serta beberapa barang bekas lainnya.

Meskipun barang bekas, cara memainkan alat ini tidak asal bunyi. Para peserta harus menunjukkan kreativitas mereka dalam menabuh alat-alat ini hingga menjadi bunyi-bunyian yang yang harmonis dan enak didengar. Dan, karena dua orang yang memainkan ini, maka cara memainkan pun harus kompak atau tidak saling bertentangan.

Dengan kata lain, kedua pemusik perkusi ini harus saling mendukung dalam memberikan aura yang berbeda pada penampilan mereka.

Mengingat alat-alat yang digunakan adalah barang-barang bekas yang sederhana, maka kreativitas merekalah yang dituntut. Seperti harmonisasi musik hingga gerakan-gerakan lain yang menunjang permainan mereka. Karena itu apa yang dihasilkan baik dalam bentuk bunyi-bunyian maupun gerakan harus bisa dinikmati oleh penonton.

Agung XAY dari radio Swara Timor sebagai penyelenggara kegiatan ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat. Mix Your Own Beat adalah festival musik yang menggunakan alat-alat selain alat musik biasa atau bisa disebut juga perkusi tetapi menggunakan alat-alat yang biasanya ada di rumah seperti ember, galon, drum, panci dan sebagainya. Yang penting selain alat musik.

"Di event ini A Mild mengajak musisi Kupang untuk lebih kreatif, yang biasanya memainkan alat musik sesungguhnya, sekarang memainkan musik menggunakan drum, galon, panci yang penting menghasilkan satu irama atau musik yang enak didengar, unik dan kreatif," jelas Agung.

Meskipun fasilitas yang digunakan adalah barang-barang bekas, acara ini juga cukup menarik perhatian penonton. Para penoton yang sebagian besar anak muda memberikan apresiasi berupa tepuk tangan pada tim yang tampil. Hal ini jelas menambah semangat mereka yang tampil.

Sementara beberapa tim peserta dalam audisi ini mampu mengeksplorasi kemampuan mereka dalam bermusik perkusi. Semua alat yang disiapkan mampu dimaksimalkan untuk mendapat bunyi yang baik. Namun ada pula tim yang tampil biasa-biasa saja. Alat-alat yang ada pun hanya menjadi pajangan tanpa dimaksimalkan.

Meski demikian, acara ini cukup memberikan motivasi bagi anam muda Kota Kupang untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bermusik di antara musik perkusi yang kini sedang digandrungi anak muda. (alf)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 13

1 komentar:

Seandainya yang seperti itu juga ada di Ende hehehehe *ngayal*

Salam kenal :)

19 November 2009 08.11  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda