Puisi Pongky Seran

Untuk Namamu

Di sudut kota itu
Ketika mentari benamkan sinar
Redupkan sinarnya menuju peraduan
Aku menatap pada batas itu
Adakah setitik sinar yang menerangi hatiku
Adakah sebuah harapan yang bangkitkan jiwaku

Ya., malekat asmara itu
Ia membawa terang di tangannya
Terang cinta nan ajaib
Yang mampu terangi hati
Membakar jiwa yang luluh
Hangatkan jiwa ragaku yang lusu

Sang malaikat bisikan sebuah nama
Batinku bergejolak bergelora
Laksana deru ombak memecah karang
Menghantar bui ke tepian

Lidyana, nama terindah
Dibawa oleh sang malekat beralaskan keindahan
Aku terlena, terlarut oleh pesona cintanya
Gemerlap lembut jiwanya bungkam bibirku
Untuk ungkap sebuah kata

Lidyana,
Untuk namamu aku bertekuk lutut
Kepada Sang Tuhan Aku memohon
Dengarkan suara hatiku
Semoga Tuhan kabulkan satu pintaku
Membawamu ke puncak cintaku
Sebab aku pemuja rahasia
Yang terlanjur sayang padamu

(Bagi dia yang berlindung di kota sahabat
dan mengais ilmu pada surya)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda