Jomblo, Gangstar Wildman dan Mr Love

(Dari Malam Kreasi Frater Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui Kupang)

Oleh: Frater Amanche Franck OE Ninu & Frater Melkhior Ekhas Meak*

ALLAH mencipta hanya karena cinta, Kristus mati di salib karena cinta, manusia hidup oleh karena cinta. Segalanya ada dalam cinta. Cintalah yang utama dan pertama. Bahasa yang terindah adalah bahasa cinta. Dan setiap pribadi manusia adalah pribadi cinta. Cinta akhirnya menjadi simpul utama kehidupan manusia, di sini dan di sana, kini dan nanti.

Rangkaian ekspresi cinta ini muncul dari penampilan para pemuda Calon Imam Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui Kupang, dalam acara malam kreasi bertajuk Demi Cinta, di Aula Seminari ini, Jumat (13/11/2009) malam. Dalam kemasan acara yang apik dan menarik, 43 Frater Tingkat I Seminari ini, berhasil memukau penonton malam itu. Fr. Paul Tao, Fr. Dani Jemantur, Fr. Paul Sawa, Fr. Rio Kosat, Fr. Andy Toda, dkk yang menjadi aktor-aktor drama Pria Kesepian tampil elegan dan sempurna.

Drama yang disutradarai Fr. Marsel Naikei dan Fr. Valentino Nuga ini mengagetkan dan menggelitik para Romo dan para Frater di malam Jumat itu. Drama ini berangkat dari kisah dua kelompok geng yang melakukan aksi kejahatan pemerasan dan perampokan di berbagai perusahaan besar. Dua kelompok ini yakni Tim Jomblo alias Tim Anti Cinta dan Gangstar Wildman. Bos Tim Jomblo yang diperankan oleh Frater Paul Sawa tampil dingin dan terkesan sarkastis.

Tim Jomblo ini berniat menumpas semua cinta dan kehadirannya di muka bumi ini. Frater Andi Toda yang memerankan Bos Gangstar Wildman tampil ganas dan mendebar sebagai lawan kelompok Jomblo yang telah secara sepihak membatalkan kontrak perjanjian kerja di antara mereka. Mr Love seorang penjahat misterius yang diperankan oleh Frater Paul Tao menjadi sosok yang disegani oleh Gangstar Wildman sebab ia sering kali menggagalkan aksi-aksi mereka.

Kasus-kasus kejahatan yang dilakukan oleh Tim Jomblo, Gangstar Wildman dan Mr Love telah dicium oleh pihak kepolisian yang diperankan oleh Frater Dani Jemantur dkk. Suatu ketika diadakan kontrak perjanjian antara tim Jomblo dan Gangstar Wildman namun secara sepihak tim Jomblo membatalkan kontrak itu dengan alasan mereka telah mendapat kontrak baru yang dinilai lebih menguntungkan. Hal ini membuat Gangstar Wildman menjadi amat marah apalagi setelah mereka mengetahui bahwa ternyata Mr Love adalah dalang dari semuanya itu. Ketika tim Jomblo sedang melancarkan aksinya, Polisi datang untuk membekuk mereka namun usaha polisi ini gagal. Tim Jomblo berhasil melarikan diri dan bersembunyi di suatu Biara.

Di Biara ini mereka bertemu dengan Pater Leonard Wong seorang yang sangat murah hati dan penuh belas kasih, ia mempersilahkan mereka untuk tinggal sementara di Biara itu guna menyembunyikan diri dari Polisi dan Gangstar Wildman yang sedang mencari mereka.

Setelah sekian lama berada di dalam Biara mereka mulai sadar akan arti cinta yang sesungguhnya, merekapun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian itu dan membangun suatu hidup baru yang penuh dengan cinta kasih. Ketika akan meninggalkan Biara itu mereka dikejutkan oleh kedatangan Gangstar Wildman.

Suasana menjadi tegang sebab semua senjata milik Gangster Wildman telah diarahkan pada setiap kepala anggota Tim Jomblo. Suasana di Biara itu kian memanas ketika tanpa disadari Mr Love seorang penjahat misterius dengan topeng andalannya muncul di tengah mereka sembari mengarahkan senjatanya ke arah pemimpin Gangstar Wildman.

Kedatangan aparat polisi yang tak terduga membuat para pelaku kejahatan ini tak berkutik sedikitpun dan dengan paksa mereka digiring ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka. Ketika tiba waktu persidangan, Jaksa Penuntut Umum memerintahkan untuk melepaskan secara paksa topeng yang melekat di wajah Mr Love untuk mengetahui wajah asli pria misterius itu. Dan ketika topeng itu dilepas dari wajahnya serentak

Tim Jomblo dan ketiga Bruder yang sempat hadir di persidangan itu amat terkejut, heran dan bingung sebab ternyata Pria Misterius yang dikenal dengan nama Mr Love itu adalah Pater Leonard Wong seorang pendiri Biara yang terkenal baik hati dan penuh cinta kasih. Spontan hal ini menimbulkan pertanyaan besar dalam persidangan itu.

Setelah mengetahui bahwa ternyata Mr Love adalah Pater Leonard, Jaksa pun meminta penjelasan lebih lanjut mengapa semuanya ini bisa terjadi. Dengan suara lantang ia berkata bahwa semuanya itu terjadi karena ia memiliki masa lalu yang kelam. Ia sama halnya dengan Tim Jomblo dan Gangster Wildman yang tak pernah mengenal dan mendapatkan cinta dari kedua orang tua mereka, bahkan lingkungannya tak memberi kondisi yang penuh cinta kepadanya. Ia akhirnya menjadi pribadi yang bertumbuh dalam kemunafikan.

Menjadi biarawan baginya adalah sebuah topeng untuk menyembunyikan jati diri yang sesungguhnya. Itulah kisah paradoksal Mr Love alias Pater Leonard Wong dalam drama Pria Kesepian. Didukung dengan latar lampu, dekorasi, dan tata panggung yang kreatif, para frater tingkat I menebar aura penuh cinta untuk Komunitas Sint Mikhael. Drama dengan durasi satu jam ini meninggalkan pesan yang sarat makna bagi para Frater Calon Imam bahwasannya mereka harus mencintai Kristus dengan tidak bertopeng kemunafikan, berwajah dan berprilaku ganda, serta mendua hati dalam cita-cita suci ini. Para Frater calon Imam masa depan harus menjadi manusia yang tulus murni dengan jati diri yang asli, sambil terus berjuang menjadi pribadi yang beriman teguh akan Kristus, Sang Pribadi Penuh Cinta.

Drama Pria Kesepian ini diselingi pariwara Pangan Lokal ( Laku Tobe-Dawan, Kenari dan Jagung Titi-Alor, Gula Rote, dan Kompiang-Manggarai ). Malam bernuansa cinta ini ditutup dengan Vokal Group dan Lagu Kuat Kita Bersinar dari album Superman Is Death, yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh Fr Hery Caban.

Kreativitas dan ekspresi positif dari para Frater Filosofan ini memberi warna lain dalam rutinitas para Frater Seminari Tinggi Sint Mikhael. Sebagai calon imam di masa kini ekspresi diri yang positif dan kreatif perlu, agar para Frater menjadi pribadi yang jujur dan lugas di tengah dunia. Penampilan ini juga memberi pesan kaya arti bagi para Frater calon Imam, bahwa cinta ynag tulus dan tak bertopeng dituntut demi panggilan menjadi Imam.

Ketika dunia sekarang menawarkan topeng-topeng yang beraneka, para calon Imam harus berani mengatakan YA pada jalan panggilan mereka. Demi cinta mereka kepada Kristus dan sesama, mereka harus berani menanggalkan berbagai topeng dalam diri mereka. Bisa jadi selama menjadi calon Imam mereka selalu bertopeng pada kepalsuan dan kemunafikan.

Bila calon Imam sendiri tidak berusaha melepaskan diri dari topeng mereka, maka ada kemungkinan topeng mereka akan dibuka paksa oleh orang lain, bahkan di depan publik seperti kisah MR LOVE dalam drama tadi. Demi Cinta kepada Kristus dan sesama, para calon Imam harus selalu jujur, setia, dan taat pada jalan menuju Imamat.
Frater Tingkat V Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui Kupang.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda