Masa Adven; Persiapan Kedatangan Kristus

Oleh: Arnold Lema, Christo Ngasi, Amanche Franck

BAGI umat Nasrani, kini telah memasuki masa adven. Masa persiapan menuju Natal. Gegap gempita persiapan Natal mulai terasa sekarang. Ada begitu banyak persiapan untuk menantikan kedatangan Kristus pada hari raya Natal. Persipan-persiapan itu bisa berupa persiapan lahiriah, juga bisa berupa persiapan batiniah.

Ada banyak orang yang mempersiapkan ornamen- ornamen Natal yang indah, kegiatan-kegiatan Natal yang menarik, pakaian yang bagus, makanan dan minuman yang enak dan lezat serta pesta-pesta Natal yang dikemas unik dan menarik.

Hal-hal ini menambah semarak perayaan Natal. Namun, kita mesti menyadari bahwa persiapan menuju Natal tidak melulu adalah persiapan lahiriah.

Persiapan batiniah sering ditingggalkan di tengah gegap gempita persiapan Natal yang terlalu lahiriah. Justru kehidupan batin kitalah yang harus lebih disiapkan untuk menyambut kedatangan Kristus.

Dalam tulisan ini, kami ingin memperkenalkan tentang masa adven sebagai masa persiapan Natal. Masa adven perlu dipandang sebagai persiapan yang sungguh- sungguh untuk perayaan yang penuh iman. Di sini kami akan menginformasikan tentang apa sesunguhnya adven itu, dan maknanya bagi kita. Penjelasan kami ini, berangkat dari kebiasaan merayakan adven di kalangan kristiani pada umumnya, khususnya arti dan makna adven dalam liturgi dan kebiasaan Katolik.

Adven berasal dari bahasa Latin adventus artinya kedatangan. Adven adalah masa persiapan menantikan kedatangan Tuhan. Dalam kalender Liturgi Gereja Katolik, masa adven terdiri dari empat minggu sebelum Natal.

Minggu adven pertama dipandang sebagai awal tahun liturgi. Minggu pertama masa ini berbicara tentang kedatangan Kristus pada akhir zaman. Pada minggu yang kedua dan ketiga, kita diarahkan pada tokoh Yohanes Pembaptis yang mengajak setiap insan untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan.

Liturgi minggu terakhir menampilkan Maria, Ibunda yang melahirkan Yesus, yang dengan penuh iman menerima kehendak Allah dalam dirinya. Makna masing-masing minggu ini dapat ditemukan dalam bacaan-bacaan suci yang diwartakan, doa dan pujian yang ada dalam perayaan liturgi.

Adven mempunyai dua tujuan yakni, pertama, perayaan persiapan hari raya Natal yaitu hari raya peringatan kedatangan putra Allah yang pertama lewat peristiwa inkarnasi. Dengan memperingati adven sebagai persiapan Natal, kita menghormati secara mendalam misteri besar Allah menjadi manusia.

Dengan menghormati misteri inkarnasi kita juga memahami hakekat keberadaan kita sebagai anak-anak Allah. Adven sebagai persiapan Natal memampukan kita untuk memahami sejarah penyelamatan Allah dan membawa kita pada kerinduan akan Kristus.

Kedua, adven mengarahkan umat beriman supaya menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman dengan penuh harapan. Pada kedatangan Tuhan yang kedua ini Dia datang sebagai penyelamat yang berkuasa mulia (Injil Lukas 21:25-36). Dia akan datang sebagai hakim yang adil tapi penuh belas kasih.

Warna liturgi masa ini adalah ungu yang menandakan pertobatan. Pada masa ini, umat beriman kristiani diberi kesempatan untuk bertobat demi menantikan kedatangan Kristus di hari kelahiran-Nya dan menantikan kedatanganNya yang kedua.

Masa tobat ini tidak sedikit pun mengurangi kegembiraan persiapan Natal, karena kerinduan akan kedatangan Kristus yang begitu besar dalam diri kaum beriman. Masa adven juga berdimensi tobat, karena pada masa ini umat beriman diajak untuk berjaga-jaga dan berdoa, serta memperbaharui sikap hidup.


Ada banyak kebiasaan yang dipraktekkan untuk memaknai masa adven. Salah satunya adalah kebiasaan membuat lingkaran adven dengan lilin-lilin. Lingkaran adven ini bermula dari satu kebiasaan tua.

Biasanya di akhir November dan awal Desember dipasang simbol terang. Biasanya pohon terang. Salah satu sumber tentang lingkaran adven menceritakan bahwa kebiasaan ini sudah ada sejak tahun 1833. Ada seorang pendeta Protestan Johann Henrich Wichern (Hamburg) yang terlibat dalam karya sosial karitatif.

Ia mendirikan rumah khusus untuk anak-anak dan orang muda. Untuk mempersiapkan mereka menjelang pesta Natal ia meletakkan satu salib di lantai dan menempatkan empat batang lilin di sudut-sudut salib itu.

Kemudian ditambahkan ranting-ranting pinus yang melingkari lilin-lilin dan salib itu. Lingkaran pinus itu kemudian diperbesar dan di dalamnya dipasang banyak lilin yang bernyala. Maksudnya untuk menonjolkan terang.

Maksud Pendeta Johan yakni menggambarkan cahaya Kristus yang dinantikan oleh umat manusia yang berada dalam kegelapan dosa.

Dalam liturgi Gereja Katolik ada kebiasaan meletakkan lingkaran adven dengan empat lilin di depan altar. Kebiasaan ini kemudian berkembang dengan tafsiran bahwa keempat lilin itu adalah lambang keempat hari minggu adven. Lilin-lilin ini dibakar satu per satu selama empat minggu di awal perayaan ekaristi.

Lingkaran yang melingkari lilin-lilin itu melambangkan kekekalan (eternitas), sedangkan daun pinus atau cemara yang hijau melambangkan harapan dan hidup. Makna keempat lilin, serta lingkaran adven ini menunjukkan semangat adven yang mesti dihidupi oleh setiap kaum beriman Kristiani.

Masa adven sesungguhnya memberi ruang kesempatan yang luas untuk sebuah persiapan kini dan nanti. Adven tak boleh hanya dipandang sebagai persiapan perayaan Natal, tetapi juga sebagai persiapan kedatangan Kristus untuk kedua kali.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Santo Agustinus, seorang filsuf dan teolog Katolik:”Jangan kita tolak kedatangan yang pertama, agar kita tidak cemas dengan kedatangan yang kedua”.

Hendaklah kita mempersiapkan Natal kita dengan sungguh-sungguh agar kita pun tidak cemas dengan kedatanganNya yang kedua. Semoga dengan merayakan adven, hati kita semakin diarahkan pada pertobatan demi menyambut Kristus Sang Raja Damai.

Semoga pula adven kita semakin mempersiapkan jalan yang lurus bagi Tuhan. Dan akhirnya marilah kita menyatukan diri dalam senandung rindu kedatangan Kristus. Datanglah Tuhan, datanglah! Datanglah Tuhan, Datanglah! Oh Tuhan, Datanglah. Selamat mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. *

Pos Kupang Minggu 6 Desember 2009, halaman 11

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda