Dokumen Keluarga
Don Da Costa bersama anak-anak dan istri

Pendidikan dan Keterampilan untuk Masa Depan Anak

MENYIAPKAN masa depan anak-anak sejak dini merupakan salah satu konsep mendidik anak oleh pasangan Don Da Costa dan Erlin Mas Da Costa. Tantangan masa depan yang semakin rumit membuat pasangan ini selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka agar siap bersaing di masa mendatang.

Ada tiga hal yang menjadi konsep utama yang diterapkan pasangan ini untuk anak-anak mereka yaitu memberikan pendidikan yang layak, keterampilan dan membentuk karakter dan mental anak.

Pasangan ini memiliki dua anak, yakni Eldo Marlino Fransisko Da Costa, lahir di Kupang, 30 Agustus 1996, saat ini duduk di kelas II C, SMP Katolik Sta. Theresia Kupang. Anak kedua, Elga Marlin Bernadetha Mas Da Costa, lahir di Kupang, 24 April 1999 (Kelas V B SDK Sta. Maria Assumpta).

Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (15/1/2009), dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini, mengatakan, konsep pendidikan yang diberikan kepada kedua anaknya adalah pendidikan formal melalui lembaga pendidikan dan pendidikan nonformal yakni tanggung jawab keduanya sebagai orang tua dalam pendidikan di rumah.

Baginya, pendidikan yang paling utama dan berharga adalah dari dalam rumah. Dimulai dari hal-hal sepele seperti memilih acara televisi yang pas untuk anak-anak.

Jika ada adegan-adegan kekerasan atau seronok, keduanya tidak segan-segan meminta anaknya pindah ke saluran lain. Tetapi, keduanya menjelaskan kepada kedua anaknya mengapa tidak tidak boleh menonton adegan tersebut.

Cara lainnya cara yang dilakukan dalam mendidik anaknya adalah keterbukaan dalam berkomunikasi.

Apapun selalu didiskusikan bersama dengan anak-anaknya seperti pergaulan bebas, narkoba dan sebagainya.

Kemajuan teknologi informasi saat ini memang tidak ada lagi yang disembunyikan sehingga peran orangtua untuk mengarahkan dan menjelaskan sangat penting agar anak tidak bingung dan terjerumus ke dalam hal-hal negatif.

Meski dalam berbagai kesibukan, ia tetap berupaya berkomunikasi dengan anak-anaknya. Baginya, efektivitas komunikasi tidak ditentukan seberapa banyak dan lamanya, tetapi kualitas komunikasi itu sendiri.

"Saya ini sibuk dan saya tidak pernah makan siang bersama anak-anak di rumah. Pertemuan kami hanya pagi hari dan malam hari. Makanya dalam pertemuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin bagi anak, misalnya dengan bercerita dan berdiskusi, menanyakan kegiatan belajar mereka di sekolah, pekerjaan rumah dan sebagainya. Selain itu, saya tidak pernah menitipkan anak saya atau membiarkan nak-anak ke sekolah sendirian. Saya upayakan mengantar sendiri, sehingga kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengobrol dengan anak," katanya.

Melihat Bakat Anak
Dalam mempersiapkan keterampilan yang menunjang masa depan anak, keduanya perpatokan pada bakat dan minat anak. Anak sulungnya Eldo memiliki bakat luar biasa di bidang komputer.

Saat ini, Eldo sudah bisa mengutak-atik komputer sendiri. Dengan kemampuan seperti ini membuatnya memikirkan secara serius membekali anak dengan keterampilan di bidang komputer.

"Biasanya dia meminta beli komputer sendiri. Namun, karena saya memiliki laptop saya berikan kepercayaan kepadanya untuk mengutak-atik laptop tanpa harus merusak file-file saya.

Biasanya kepercayaan yang diberikan kepadanya dijaga dengan baik, sehingga pekerjaan saya tidak terganggu dan dia pun merasa tersalurkan hobinya," katanya.

Sedangkan putri keduanya sangat fasih dalam bidang komunikasi, sehingga ke depan ia akan berusaha membekali anaknya dengan keterampilan berbahasa.

Sedangkan konsep karakter atau kepribadian, baginya menyangkut prinsip sehingga keduanya membiasakan anak-anaknya untuk memulai dan mengakhiri sesuatu dengan doa.

Dengan menanamkan hal-hal religius kepada anak diharapkan apa yang dilakukan adalah hal yang terbaik. Sehingga, kebiasaan yang dilakukan adalah dengan saling mendoakan satu dengan yang lain untuk kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan hidup.

Dengan konsep ini, anak-anaknya diajarkan untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak dan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak.

Bagi pasangan ini, hidup merupakan panggilan sehingga anak adalah nomor satu. Oleh karena itu, bagaimana orang tua membawa anak pada arah yang lebih baik. Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat orang tua harus semakin dekat dengan anak-anaknya. (nia)


Pos Kupang Minggu 17 Januari 2010, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda