POS KUPANG/ALFRED DAMA
PADUAN SUARA--Paduan Suara Frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang tampil berkolaborasi dengan Nona Santi dan Rm.Leo Mali, Pr, saat Konser Musik Klasik Menyambut Tahun 2010 di aula seminari itu, Kamis (31/12/2009) malam.



SUASANA di Aula Seminari Tinggi St. Mikhael begitu hening, Sabtu (31/12/2009) malam. Sekitar 200 orang yang sebagian besar frater Seminari Tinggi St. Mikhael-Penfui mengoptimalkan panca indra mereka untuk menyaksikan, mendengarkan dan merasakan bunyi piano yang dimainkan oleh Serenica Unus Pasi.

Beberapa musik karya pemusik klasik seperti Balada Pour Adeline karya Paul de Senneville dan Maiden's Prayer karya Techla Badarzeweska dibawakan dengan apik oleh gadis manis ini. Demikian juga beberapa lagu yang dibawakan oleh gadis ini.
Selain itu, tampil pula dua gadis cilik Clarrisa Nanak dan Claudette Nahak yang secara bergantian memainkan musik piano.

Paduan suara Frater Seminari Tinggi St. Mikhael juga membawakan beberapa lagu. Dengan iringan musik yang dibawakan oleh pemusik dari Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang, Piet Riky Tukan, para frater ini membawakan lagu antara lain silent night. Suasana menjadi lebih kental dengan penampilan vokalis, Nona Lina yang berkolaborasi dengan para frater ini.

Tidak saja bernyanyi, para frater ini juga menunjukan bakat bermusik klasik dengan suguhan parade musik gitar. Para ftare yang tergabung dalam ansamble ini juga tampil mempesona dengan harmoni musik gitar. Beberapa lagu bernuansa musik klasik dibawakan dengan apik oleh grup musik ini.

Panitia penyelenggara, Fr. Amance ditemui di sela kegiatan ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan pagelana musik bagi para frater dan masyarakat sekitar untuk menyambut Tahun Baru 2010. Acara ini ini di gagas oleh pembina Seminari Tinggi St. Mikhael, Rm. Leo Mali bersama beberapa romo lainnya dan mengajak pengamat dan praktisi musik, Piet Riky Tukan.

Rm. Leo Mali yang ditemui terpisa mengatakan, kegiatan ini bersifat spontanitas saja dan persiapannya pun hanya berlangsung satu minggu. "Kita hanya mempersiapkan pegelaran ini hanya seminggu saja,"jelasnya.
Menurut Rm. Leo, masyarakat NTT khususnya Kota Kupang yang sebagian besar umat Kristiani sangat akrab dengan musik-musik gerejawi yang bernuansa klasik. Dari itu muncul ide untuk membentuk suatu komintas dan selanjutnya akan menjadi ciri khas daerah ini.

Selain itu, banyak orang di wilayah ini yang menyukai musik klasik namun sejauh ini belum ada wadah atau tempat bagi orang-orang untuk datang dan menikmati musik-musik klasik.

"Kita ingin orang tahu, kalau dia mau menikmati musik klasik maka ke mana dia harus pergi. Mungkin ini menjadi cikap bakal adanya suatu kelompok musik klasik yang bisa memberikan hiburan musik klasik," jelasnya. Dikatakannya, pegelaran musik klasik akan dirancang digelar secara reguler dengan memanfaatkan momentum Natal dan Paska.

Seminari Tinggi St. Mikhael juga mengajak Piet Riky Tukan untuk membentuk kelompok musik klasik. Menurut Rm. Leo, kemampuan Piet Riky Tukan dalam bermusik selama ini kurang dimanfaatkan dengan baik, sehingga dengan terbentuknya grup musik yang diasuh oleh Piet Riky Tukan, maka kepandaian dan bakat seorang Piet Riky Tukan bisa dimanfaatkan.

Ke depan, grup musik klasik yang terbentuk dari seminari tersebut akan melakukan konser secara berkala dengan tempat-tempat yang memiliki akses penonton yang lebih luas. Sehingga penonton Kota Kupang bahkan NTT yang menyukai musik klasik bisa menikmati suasana yang harmanis khas musik klasik.

Ditengah hingar bingar Warga Kota Kupang menyambut malam tahun baru, para Frater dan pastor di Seminari Tinggi St.Mikhael juga merayakan Tahun Baru. Sebelum renungan malam saat tutup taju 2009, para frater ini menghabiskan malam dengan menikmati musik klasik. Ini merupakan hal yang beda yang dilakukan oleh masyarakat kebanyakan.

Dengan menikmati musik klasik ini, tentunya memberi angin segar baru bagi perkembangan musik klasik di NTT dan Kota Kupang khususnya. (alf)


Pos Kupang Minggu 3 Januari 2010, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda