Demam Asap

Parodi Situasi Oleh Maria Mathildis Banda



"Aduh! Kamu ini mirip dengan asap demam berdarah!"
"Apa maksudnya?"
"Terjadi bencana baru muncul. Kalau tidak ada bencana kamu diam saja?"

"Memang tugasku adalah datang pada saat ada bencana!"
"Jadi kalau belum bencana, kamu belum mau datang?"
"Tentu saja!"
"Dasar asap demam berdarah!"

***
Maaf saja ya. Ini pertengkaran antara Nona Mia dan Rara. Persoalannya sepele menurut Rara tetapi serius menurut Nona Mia. Soalnya Rara ini orangnya selalu tampil pada hari kejadian. Begitu hari kejadian, baru batang hidungnya muncul di permukaan. Hujan dulu baru cari payung. Lapar dulu, baru mulai masak. Haus dulu baru setengah mati cari minum. Sakit dulu baru pontang panting cari obat.

Lampu mati dan kegelapan datang dulu baru cari lilin. Padahal Nona Mia orangnya selalu siap dengan rencana matang. Air disiapkan sebelum haus, makanan disiapkan sebelum lapar, payung disiapkan sebelum hujan, pola hidup sehat sudah dirancang teratur dan rapi, dan lilin selalu ada untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu lampu mati di tengah malam gelap gulita. Makanya hubungan Rara dan Nona Mia bertolak belakang, dan serba tidak nyambung.

"Ya, putus saja!" Rara tersinggung. "Bagaimana mungkin Nona Mia menghina aku sedemikian memalukan!"
"Apa katanya?" Jaki ingin tahu.

"Bayangkan, Nona Mia menyebut diriku ini mirip asap demam berdarah. Siapa tidak marah disamakan dengan demam asap eh asap demam seperti itu? Memangnya aku ini nyamuk?"
"Demam berdarah yang lagi mewabah sekarang ini?" Tanya Jaki.
"Ya yang telah merenggut nyawa anak-anak tercinta di beberapa tempat."

"Mestinya kamu bersyukur disamakan dengan asap demam berdarah. Bukankah kehadiranmu itu untuk membunuh nyamuk? Bukankah kehadiranmu itu untuk memutus jaringan wabah yang merebak?

Bukankah asap demam berdarah itu, fogging atau apa namanya ya? Ha ha kalau aku disamakan dengan asap demam berdarah, wah aku bangga, soalnya aku datang menyelamatkan. Mengapa mesti marah?"

"Marah! Harus marah! Asap datang setelah ada kasus, setelah ada korban. Bagaimana mungkin? Aku benar-benar tidak terima!" Teriak Jaki.

"Oh, paham aku! Soalnya sifatmu itu yang sama dengan hujan dulu baru cari payung, bukan sedia payung sebelum hujan, yang membuat Nona Mia menjuluki kamu demam berdarah!"
"Aku lebih suka dicap hujan dulu baru payung dari pada demam berdarah dulu baru datang asap. Bagaimana mungkin aku diidentikan dengan demam asap? Sebagai orang kesehatan aku tidak terima penghinaan ini! Pokoknya hubunganku dengan Nona Mia putus!"

***
"Apakah kamu sudah yakin mau putuskan hubunganmu dengan Nona Mia hanya gara-gara demam berdarah?" Tanya Benza saat Rara tukar pikiran dengannya.

"Ya. Aku tahu selama ini, memang pengasapan - yang orang bilang fogging itu - yang orang bilang asap demam atau demam asap itu, dilakukan oleh tenaga kesehatan setelah ada kasus. Itu memang sudah aturannya. Aku ini tenaga kesehatan, aku tidak boleh buat demam asap turut suka di sembarang waktu! Harap kalian semua maklumi ini," kata Rara dengan wajah muram durja.

"Ya, kami mengerti, sangat mengerti! Bahkan kami juga tahu bahwa upaya prevenif yang penting itu adalah jaga kesling, bersihkan semua sarang nyamuk, jalankan program 3 M dengan tepat, hindari nyamuk... Jadi setiap kita diharapkan menjaga lingkungan kita masing-masing. Kita semua jangan sampai menunggu nyamuk demam berdarah datang, makan korban, baru tunggu demam asap, dan pasang wajah empat lima dengan petugas demam asap... Semua kami sudah paham. Jadi sekarang apa masalahmu?"

"Aku tidak mau dicap sama dengan asap demam berdarah!" Rara cemberut.

Di mana ada asap itu pertanda adanya api. Demikianlah pepatah zjaman dulu yang masih dipakai hingga kini. Artinya pasti saudara sekalian sudah tahu. Awan pertanda adanya hujan. Asap pertanda adanya api. Namun sekarang ada asap tanpa api.

Itulah asap demam berdarah. Ironisnya, asap ini benar-benar mengepul dari corong yang dipikul Rara petugas kesehatan yang berjalan kian kemari seputar perumahan. Lebih pasti lagi asap demam muncul identik dengan kasus. Dimana ada kasus DBD di situlah asap diterbangkan.

Tujuannya hanya satu, membunuh nyamuk, jentik-jentik, para calon nyamuk demam berdarah yang diyakini bersembunyi di sekitar wilayah tempat kejadian perkara. Namun apa boleh buat gara-gara Rara tebar demam asap, jadi putus hubungannya dengan Nona Mia.

***
"Kamu serius Nona Mia?" Tanya Jaki dan Benza.
"Ya!" Jawab Nona Mia. "Aku tidak mau berhubungan dengan Rara yang selalu muncul kalau ada bencana. Aku lebih suka sedia lilin sebelum lampu listri bolak balik padam. Aku lebih suka program kebersihan lingkungan digalakkan terus-menerus melalui berbagai aksi langsung di lapangan dari pada demam asap setelah bencana."

"Jadi putus nih sama Rara?" Jaki mendapat peluang rebut hati Nona Mia. "Mau sama aku saja ya Nona Mia. Aku akan jadi lilin di kala mati listrik untukmu!"
"Oh, maaf saja ya! Aku suka lilin tetapi bukan untuk mati listrik!" *


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 01 Lanjut...

Gatot Soebiantoro


Kenal Kelimutu seperti Rumah Sendiri

NAMA Danau Kelimutu tidak terlalu asing lagi di telinga para pelancong. Namanya tenar hingga ke seluruh dunia. Bahkan pernah masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia.

Betapa penting dan berharganya Danau Kelimutu hingga pemerintah pusat menjadikannya sebagai Taman Nasional. Itu artinya, nyaris semua urusan terkait Danau Kelimutu berada di tangan pusat. Sosok yang paling bertanggung jawab atas nasib Danau Kelimutu, dari periode ke periode adalah Kepala Taman Nasional Kelimutu.

Seperti apa urusan dan nasib Danau Kelimutu saat ini? Ikuti perbincangan Pos Kupang dengan Kepala Taman Nasional Kelimutu, Gatot Soebiantoro.

Ketika pertama kali mengetahui akan bertugas di Flores, apa yang Anda pikirkan?
Saya tidak pernah membayangkan ditugaskan di Flores. Namun saya sudah biasa bekerja di daerah (lapangan), jadi tidak terlalu khawatir dan hanya beripikir saya harus bisa. Saya hanya berpegang peribahasa yang sudah biasa kita ketahui sejak sekolah "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung." Saya yakin tidak ada masalah bagi saya.


Apa pernah tahu tentang Flores, khususnya Ende? Saya tahu Pulau Flores dan Kabupaten Ende, tapi itu sebatas dari ilmu pengetahuan umum yang saya dapat dari sekolah atau informasi lain. Saya belum pernah ke Nusa Tenggara Timur, apalagi ke Pulau Flores, bahkan Kabupaten Ende. Yang saya tahu Ende tempat bersejarah di mana tempat Presiden RI I sebelumnya pernah diasingkan.

Apa yang Anda lakukan ketika pertama kali dipercaya menjadi Kepala TNK (Taman Nasional Kelimutu)? Taman Nasional Kelimutu merupakan instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan. Jadi sebagai perwakilan pusat, maka yang harus ditempuh adalah pertama, membangun komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah setempat. Walaupun Taman Nasional mempunyai otonomi sendiri, tetapi dalam konteks pembangunan suatu daerah, juga merupakan bagian dari pemerintah daerah. Pada sisi ini kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah disinkronkan dengan tetap berpegang pada peraturan perundangan yang berlaku.

Kedua, secara bersamaan dan bertahap melakukan identifikasi tugas dan tanggung jawab yang masih menjadi beban sebelumnya dan perlu segera diselesaikan, memperbaiki yang memang perlu diperbaiki. Juga yang paling penting adalah penguasaan kawasan, dalam artian harus tahu semua tentang kawasan taman nasional, mulai dari batas sampai dengan potensi kawasan. Ini sangat penting. Kalau dianalogkan, kawasan Taman Nasional Kelimutu adalah rumah tempat bekerja. Sangatlah memalukan jika orang mempunyai rumah tetapi tidak tahu mana pintunya, isi dalamnya apa dan lain sebagainya.

Ini yang saya pacu di tahun-tahun pertama saya kerja di Taman Nasional Kelimutu. Baru setelah kita tahu apa isi dan masalah yang sebenarnya terus mau diapakan kawasan konservasi yang luar biasa ini dan telah dikenal masyarakat banyak. Bukan hanya Ende, Flores ataupun Indonesia, tetapi mendunia, dikelola untuk menuju manfaat yang lebih baik tanpa mengganggu kelestariannya.

Apa yang Anda lakukan dalam membenahi Taman Nasional Kelimutu? Banyak hal. Penguasaan potensi tidak bisa sekaligus, perlu setidaknya 2 sampai 3 tahun walaupun Taman Nasional ini paling kecil (5.356,5 ha) luasnya di antara 50 taman nasional lainnya di Indonesia. Saat ini menginjak tahun ketiga kami melakukan eksplorasi dengan LIPI Botani Bogor dengan geoteknologi dan lembaga perguruan tinggi mulai UNFLOR, UGM, serta secara individu dengan Universitas Mataram, dan lainnya. Pengelolaan habitat sekaligus sebagai atraksi wisata baru seperti areal feeding ground, arboretum (koleksi tanaman Kelimutu), sebagai laboratorium alam yang dilengkapi dengan herbarium-insectarium yang kami namai Herbarium Floresiensis serta sarana pendukung kegiatan pendidikan alam. Sarana pendukung seperti papan informasi yang diisi dengan cerita singkat tentang kawasan dan sasaran obyek. Publikasi tentang Taman Nsional Kelimutu secara utuh bukan hanya Danau Kelimutu. Termasuk kegiatan yang semakin melibatkan peran masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan Kelimutu.

Selama ini bayangan orang tentang Kelimutu hanyalah Danau Kelimutu, padahal ada Taman Nasional. Bagaimana langkah yang dilakukan untuk mengubah pandangan tersebut? Benar. Sebelumnya orang hanya tahu Danau Kelimutu yang unik dan indah. Dengan kemasan yang dipadukan sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan ini secara bertahap dengan publikasi yang menampilkan Kelimutu dengan segala potensinya yang telah tergali berupa flora fauna dan kegiatan adat budaya di dalamnya, orang mulai mengenal Kelimutu sebagai Taman Nasional dengan sentral kunjungan berakhir di Danau Kelimutu.

Apa saja keunggulan Taman Nasional Kelimutu dalam arti keunikan Taman Nasional? Saat ini Danau Kelimutu yang setiap saat berubah warna tetap sebagai daya tarik wisata yang paling unik dan menarik untuk dikunjungi. Setelah itu orang mulai bergeser melihat atraksi memberi makan fauna kera ekor panjang, insectarium yang mengoleksi serangga dalam kawasan Kelimutu dan arboretum yang merupakan koleksi tanaman Kelimutu.

Bagaimana pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat di sekitarnya agar mereka merasa menjadi bagian dari Taman Nasional Kelimutu? Dalam konteks pemanfaatan yang lestari, salah satu fungsi Taman Nasional adalah penunjang pendidikan, sosial masyarakat dan pendukung wisata untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Melalui program pemberdayaan masyarakat dengan berbagai aktivitasnya telah mendorong masyarakat itu sendiri sebagai pelakunya. Keterkaitan yang erat masyarakat sekitar kawasan dengan keberadaan Kelimutu sebagai awal yang paling baik untuk berinteraksi dengan masyarakat. Tokoh masyarakat, pemangku adat, perangkat desa, kecamatan dan stakeholder lainnya kita ajak bicara bersama bagaimana melestarikan kawasan konservasi dan memanfaatkannya tanpa harus mengganggu. Sebenarnya tidak sulit, tapi perlu waktu luang yang banyak. Prinsipnya, dalam kerja sama khan saling percaya, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Sepanjang kita tidak bisa menghormati orang lain, jangan harap kerja sama bisa berjalan dengan baik.

Tahun lalu sempat dilakukan acara memberi makan kepada leluhur. Bisa ceritakan apa latar belakang dan tujuan dari acara tersebut? Sebenarnya ide ini muncul ketika kami melihat upacara di desa-desa sekitar kawasan. Wah, kok sangat erat dengan keberadaan Kelimutu. Saya lihat ada beberapa anggota adat saling lempar tanggung jawab tentang ritual adat tertentu yang seharusnya siapa yang melaksanakan. Saya mempunyai pikiran, ini kalau dibiarkan generasi penerus adat budaya lokal akan dengan cepat punah. Kami sampaikan ke Disbudpar Kabupaten Ende secara bersama-sama bagaimana kalau kita adakan even tahunan terkait dengan sebagian upacara adat yang terkait dengan Danau Kelimutu.

Intinya kesepakatan kebersamaan pada awalnya dan pada tahap selanjutnya pada even tersebut ada aktivitas pembinaan ritual adat kepada generasi mudanya. Sisi lain pada dasarnya setiap persekutuan adat sangat berkepentingan dengan kawasan, di mana kawasan tersebut adalah terkait dengan upacara untuk menghormati leluhur, secara tidak langsung kesepakatan- kesepakatan yang dibangun sekaligus termasuk menjaga kawasan karena tidak ingin mengganggu areal yang dipercayai sebagai bagian untuk melaksanakan upacara adat lokal.

Apakah ada rencana melakukan hal serupa di waktu mendatang? Ya. Kegiatan ini disepakati menjadi even tahunan. Kami harap semakin baik dalam penyelenggaraannya dan juga muatan pembinaan adat budaya, sekaligus sasaran agenda kunjungan wisata. Kegiatan ini sudah dievaluasi bersama antara perwakilan pemangku adat, pemerintah daerah yang dalam hal ini diwakili Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Kabupaten Ende serta kepala desa dan camat sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu serta pihak Taman Nasional Kelimutu.

Langkah-langkah apa yang dilakukan agar Taman Nasional Kelimutu dikunjungi dan menjadi obyek wisata andalan? Taman Nasional Kelimutu dengan menyandang ikon masyarakat Ende bukan hanya menjadi andalan Kabupaten Ende untuk wisata, tetapi juga menjadi andalan Nusa Tenggara Timur. Saat ini telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan di samping Taman Nasional Komodo oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Banyak yang harus dibenahi. Sarana dan prasarana, termasuk di dalamnya aksesibilitas : transportasi, jalan, layanan komunikasi/warnet, pelayanan/services bukan hanya personil taman nasional, tetapi juga yang di luar taman nasional (termasuk guide yang handal, travel agent lokal, dan juga diharapkan setiap masyarakat tahu tentang wisata minimal tentang Kelimutu itu sendiri), atraksi wisata lain tidak hanya Danau Kelimutu, promosi melalui website, leaflet, pameran, travel agent. Penyebaran informasi melalui travel agent cukup banyak diantaranya di beberapa travel agent di Bali, Makasar, Yogya dan Surabaya serta Jakarta.

Apa ancaman nyata yang dihadapi oleh Taman Nasional Kelimutu saat ini? Langkah apa yang dilakukan untuk menanggulangi ancaman tersebut? Ancaman nyata saat ini bisa dikatakan hampir tidak ada. Tetapi ada ancaman potensial untuk masa datang. Misalnya lahan semakin sempit, sementara jumlah anggota keluarga/penduduk bertambah terus, ketersediaan kayu adat yang semakin sedikit, jumlah pengunjung yang semakin meningkat. Saat ini tidak terasa, tetapi tanpa penanganan yang tepat akan mengganggu kelestaraian. Untuk lahan sempit dan keterbatasan kayu adat secara bertahap kita berbicara dengan masyarakat, bisa individu bisa kelompok dan juga dengan masyarakat adat. Kami sampaikan seperti penyuluhan dan utamanya adalah jalan keluarnya, bukan bicara. Seperti mungkinkah ada kesepakatan-kesepakatan adat dengan ritual khusus jika kayu adat sudah hampir punah, tetapi sampai saat ini tidak ada budidaya dari masyarakat adat mengenai kebutuhan kayu. Sudah beberapa desa memulai dengan membangun hutan adat, tapi belum semuanya. Untuk kunjungan yang meningkat tajam dari tahun ke tahun, ya, kita upayakan alternatif tujuan wisata baru selain kawasan Moni.

Ada berapa jenis Flora Fauna dan biota yang ada di Taman Nasional Kelimutu? Hasil inventarisasi flora pohon oleh BTN Kelimutu dan LIPI (2007-2008) diketahui bahwa terdapat 100 jenis pohon yang terkelompok dalam 41 suku. Suku yang memiliki jenis terbanyak adalah euphorbiaceae berjumlah 12 jenis, moraceae berjumlah 8 jenis, lauraceae berjumlah 7 jenis, fabaceae dan myrtaceae masing-masing berjumlah 6 jenis, meliaceae dan sapindaceae masing-masing berjumlah 5 jenis, arecaceae berjumlah 4 jenis, actinidiaceae dan ulmaceae masing-masing berjumlah 3 jenis, podocarpaceae, rutaceae, myrsinaceae, melastomataceae, ericaceae, rubiaceae, theaceae, apocynaceae, araliaceae dan elaeocarpaceae masing-masing berjumlah 2 jenis dan 21 suku yang lain masing-masing memiliki 1 jenis.

Kenapa Danau Kelimutu kerap berubah warna? Tiga danau dengan warna berbeda di Kelimutu merupakan fenomena unik yang menjadi perhatian dunia. Perbedaan ketiga warna menurut ahli geologi (LIPI Bandung) terjadi karena adanya beberapa senyawa kimia bereaksi. Kawah Tiwu Nua Muri Koo Fai berwarna hijau muda karena ion Fe2+ yang bereaksi dengan sulfat (SO4 2-) membentuk endapan ferosulfat (Fe SO4). Kawah Tiwu Atapolo berwarna coklat kemerahan karena dari Fe3+ membentuk senyawa feri hidroksida (Fe(OH)3) berupa koloid di dalam air kawah (bukan di permukaan air kawah) dan residu di dasar kawah. Sedangkan Kawah Tiwu Ata Mbupu berwarna hijau tua kehitaman diduga merupakan refleksi warna tumbuh-tumbuhan/cemara gunung yang banyak ditemukan di sekitar bibir kawah. Di saat tertentu warna akan berubah menjadi coklat kemerahan, sebagaimana warna daun kering cemara gunung yang mengapung di permukaan kawah. Pada prinsipnya perubahan warna di ketiga kawah disebabkan karena aktivitas vulkanologi yang terjadi di dalamnya. (romualdus pius)



Terbiasa Tinggalkan Keluarga


KETIKA pertama kali bertugas di Kabupaten Ende sebagai Kepala Taman Nasional Kelimutu, Gatot Soebiantoro harus meninggalkan keluarganya di Jakarta. Bahkan hingga kini keluarganya pun tidak diboyong ke Ende. Hal tersebut tidak membuat keluarganya risau karena mereka telah terbiasa dengan kondisi tersebut.

Sebelum bertugas di Ende, Gatot telah bertugas di beberapa tempat kerja, dan keluarganya pun tidak dibawa. "Istri saya di Jakarta dan anak-anak ada yang di Semarang dan Bogor. Namun mereka tidak pernah mempersoalkan tentang keberadaan saya di Ende karena mereka tahu dan menyadari bahwa itulah konsekuensi logis dari pekerjaan yang saya emban," ujarnya.

Harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang relatif lama, bukan berarti bahwa perhatian Gatot pada keluarganya berkurang. Justru sebaliknya dia tetap memberikan kasih sayang kepada keluarganya. Makanya setiap kali liburan atau mendapatkan tugas ke Jakarta dia meluangkan waktu untuk mengunjungi keluarganya. Atau kalau memang dia berhalangan maka keluarganya yang datang ke Ende.

Diakuinya, pada waktu-waktu awal dia sempat mendapat protes dari anak-anak, namun ketika dijelaskan mereka pun paham. Sedangkan sang istri, Ir. Ari Sri Lestari, juga telah terbiasa semenjak mereka nikah. Tentu bukan satu kesengajaan dia harus meninggalkan keluarga, terutama sang istri karena Ny Ari Sri Lestari juga bekerja Kantor Planologi Kehutanan Bogor yang sudah tentu tidak bisa meninggalkan tugasnya. (rom)


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 03 Lanjut...


POS KUPANG/ALFRED DAMA
Sr. Susilwati Cicilia Laurentia



WILAYAH Kabupaten Sabu-Raijua yang masih gersang bisa diubah menjadi daerah yang hijau dan subur. Dan itu bukan hal mustahil. Hanya diperlukan kerja sama dan kerja keras masyarakat Sabu untuk mejadikan pulau ini sebagai pulau yang hijau dan berlimpah air.

Suter (Sr) Susilawati Cicilia Laurentia memiliki obsesi untuk menghijaukan Pulau Sabu. Menurutnya, mimpinya adalah membuat Pulau Sabu menjadi pulau yang hijau namun mimpu itu bukan mustahil. Menghijaukan Sabu tidak memerlukan waktu 20 hingga 40 tahun, melainkan hanya butuh delapan hingga 10 tahun.

Ketertarikan biarawati yang meraih gelar Master (S2) Teknik Hidrologi dan Lingkungan Universitas Delft, Belanda serta Doktor (S3) Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan-Bandung ini ketika ia pertama datang ke NTT Tahun 1999 lalu. Semula ia mengembangkan sistem irigasi di kawasan pengungsi Weberek, Timor Timur.

Ia mencoba mengembangkan sistem irigasi untuk lahan tidur yang banyak terdapat di sana. Belum sempat terealisasi terjadi insiden mencekam, yaitu bentrokan antara TNI dan gerilyawan Falentil yang membuat dia terpaksa harus pergi dari wilayah itu.

Sejak 2002 Susi memilih pindah bertugas di Kupang setelah mengetahui Ordo PI membuka cabang baru di sana. Di daerah ini ia menyadari bahwa potensinya sebagai biarawati sekaligus ilmuwan bisa difungsikan secara maksimal.

Untuk mengasah ilmu hidrotekniknya, selain ke Belanda, dia juga berkunjung ke Malang, Jawa Timur, dan Bandung, Jawa Barat. Sejak 2006 ia kerap bolak-balik Kupang-Sabu dan Raijua untuk mengembangkan risetnya, bersamaan dengan mengambil program doktor di Unpar.

Saat berkeliling di Pulau Sabu, ia trenyuh melihat kondisi masyarakat setempat yang kebutuhan pangannya bergantung pada daerah lain. Karena tanah yang tandus dan ekstremnya kondisi cuaca, di mana kekeringan bisa terjadi di sepanjang tahun, tanaman pangan yang membutuhkan cukup air, seperti padi dan jagung sangat sulit tumbuh di sana.

"Pertama saya ke Sabu itu yang ada hanyalah pohon lontar dan beberapa palawija, seperti sorgum dan kacang hijau," ucap biarawati ini saat ditemui di kampus Fakultas Teknik-Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) ini.

Kondisi wilayah yang sulit dijangkau kian memperberat kondisi ekonomi warga setempat. Dari Kupang ke Sabu butuh waktu perjalanan 15 jam dengan kapal feri.

Itu pun hanya ada seminggu sekali. Jika sedang musim angin barat dan timur, praktis tidak ada transportasi umum karena ombak sangat besar dan berbahaya.
Menyadari beratnya kondisi ekonomi di pulau kecil itu, Susi bertekad mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk meneliti sistem pengelolaan terpadu air hujan untuk pertanian.
Pertanian Terintegrasi
Ia mengembangkan konsep pemanfaatan model pengelolaan air hujan untuk pertanian yang terintegrasi dengan sistem prasarana, operasional dan pemeliharaan, kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat dengan sistem informasi manajemen terpadu. Dia meyakini, hanya dengan integrasi ini kekeringan di pulau kecil itu bisa diatasi secara teknis.

Konsep ini sekaligus merupakan penyempurnaan sistem embung (waduk kecil) yang dikembangkan pemerintah daerah setempat selama 20 tahun terakhir. "Beberapa embung tidak lagi berfungsi karena penuh dengan sedimen, sementara yang lainnya kosong karena dimensinya tidak sesuai dengan daerah tangkapan hujan," paparnya.

Sistem embung yang telah dikembangkan ini juga tidak mendapat dukungan memadai dari masyarakat pengguna. Sebab, pendekatan pengelolaannya masih bersifat top-down. Dengan kata lain, pengelolaan pemanfaatan air hujan di Pulau Sabu-Raijua selama ini dinilainya masih jauh dari sentuhan teknologi dan, yang lebih buruk, pendekatannya pun elitis.

Untuk itu, dalam aplikasi studinya, ia memanfaatkan kearifan-kearifan lokal yang telah lebih dahulu tumbuh.

Ini misalnya pembuatan jebakan-jebakan air atau cekdam-cekdam kecil berantai serta sumur-sumur gali yang telah digunakan di Desa Daieko yang terletak di ujung barat Pulau Sabu.

Dengan alat berbasiskan data dan sistem informasi yang dikembangkannya, dapat ditentukan secara tepat teknis dan posisi keberadaan jebakan-jebakan air. Prasarana semacam ini relatif lebih murah ketimbang membangun embung-embung yang hasilnya belum tentu juga efektif.

Meskipun fisiknya melemah karena harus berjuang melawan penyakit mastitis tuberkulosis, Susi bertekad mewujudkan mimpinya menghijaukan Pulau Sabu-Raijua.(alf/kompas.com)


Butuh 10 Tahun

MENJADIKAN Sabu sebagai pulau yang tidak kekurangan air bukan hal yang sulit. Hanya diperlukan teknologi pengelolan tanah dan air serta menyatukan dengan kearifan lokal.

Susilawati menyebutkan, karakteristik sungai di daerah semi arid (Pulau Sabu dan Pulau Raijua) sebagian besar merupakan sungai musiman. Air hanya ada saat musim hujan dan setelah hujan berhenti, maka akan kering kembali.

Hal ini juga dipengaruhi oleh karakteristik hujan dan topografi wilayah, dimana hujan yang jatuh mempunyai karakteristik sebagai hujan badai sehingga aliran air limpasan permukaan sangat besar dan cepat terbuang menuju ke laut.

Karakteristik ini mengakibatkan bahwa pada musim kering tidak ada ketersediaan air dari aliran permukaan, juga dalam aliran air tanah karena air kurang memiliki kesempatan untuk meresap ke dalam tanah.

Untuk memperbaiki situasi ini, maka diperlukan adanya suatu usaha konservasi air berupa memasukkan air hujan yang jatuh sebanyak mungkin ke dalam tanah sebagai imbuhan akan cadangan air tanah.

Di wilayah Sabu dan Raijua, tidak banyak terdapat mata air yang cukup besar. Mata air yang ada kecil, kurang dari 10 liter per detik. Kebanyakan mata air ini tertampung dalam suatu kolam.

Daerah yang mempunyai mata air cukup besar adalah di wilayah Sabu Timur dimana terdapat pertanian padi sawah. Di Raijua, mata air yang ada bermuara di daerah pantai sehingga sulit dimanfaatkan, karena membutuhkan pompa untuk menaikan air yang ada agar dapat dimanfaatkan.

Di wilayah Pulau Sabu dan Raijua telah dikembangkan banyak embung untuk memenuhi kebutuhan air. Dari kajian, analisis dan evaluasi pengembangan sistem embung, khususnya di Pulau Sabu dan Pulau Raijua, yang meliputi tinjauan sistem prasarana, operasi dan pemeliharaan, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, sistem informasi dan analisis nilai manfaat, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan sistem embung di Pulau Sabu dan Pulau Raijua memberikan nilai manfaat yang positif, namun secara teknis sistem prasarana perlu beberapa perhatian terhadap perencanaan target layanan yang tepat, kondisi pengisian air di embung dan kecepatan laju sedimentasi.

Sistem operasi dan pemeliharaan kurang diperhatikan sehingga embung setelah beberapa waktu yang pendek tidak berfungsi lagi. Begitu pula sistem kelembagaan yang kurang jelas karena keterbatasan sumber daya manusia.


Dari bebagai hal di atas menurut Sr. Susi, konservasi pengelolaan air bisa dilakukan dimana diperlukan beberapa pembenahan. Langka pertama yang harus dilakukan adalah menyadarkan dan mengajak masyarakat untuk mau melakukan hal-hal teknis terkait pengelolaan air.

Caranya, masyarakat diajak untuk memodifikasi tanah dan membuat semacam terasering untuk menjebak air pada musim hujan. Dengan teknik khusus, cara ini bisa mengoptimalkan penyerapan air pada musim hujan. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan penananam pohon-pohon tertentu.

Dengan teknologi ini, maka air tidak langsung mengalir ke laut, melainkan tersimpan dibawa permukaan tanah. Dan, ini bisa dimanfaatkan untuk menanam. Bila cara ini konsisten dilakukan oleh masyarakat maka, dalam waktu sekitar 10 tahun, Sabu bukan lagi daerah yang tandus. "Saya yakin, kalau ini bisa berjalan maka dalam 10 tahun, Sabu sudah hijau," jelasnya. (alf)

Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 14 Lanjut...

Dokter Valens Yth,
Salam dalam Damai. Saya Anik, gadis 18 tahun, kelas III salah satu SMU. Saya dari keluarga biasa saja dan rumah kami berada agak di luar kota. Setiap hari ke sekolah saya musti naik angkot (angkutan kota). Dari sanalah awal mula saya mengenal Karl.

Pemuda ini pernah kuliah tapi DO (drop out ) dan pergi merantau ke Malaysia. Dua tahun lalu pulang kampung dan menjadi supir angkot milik keluarganya.

Persahabatan kami berlanjut dan sudah setahun ini kami pacaran. Masa pacaran kami ini sangat romantis. Karl berusaha pagi pas jam sekolah dia lewat di depan rumah sehingga bisa jemput saya.

Begitu juga saat pulang sekolah pasti saja ada kesempatan untuk menjemput saya. Melihat kebaikan hatinya saya pun mulai tertarik dan akhirnya saya benar-benar jatuh cinta. Ketika ulang tahun saya, teman kelas saya tidak tahu tapi Karl menjemput saya pagi-pagi kami keluar kota. Kami merayakannya di suatu tempat berdua saja.

Saya pun mulai malas sekolah karena saya pikir, mungkin lebih baik saya keluar saja dari sekolah dan menikah dengan Karl. Saya tahu persis walaupun saya tamat SMUpun tidak mungkin saya lanjutkan sekolah.

Namun urusan kami menjadi rumit ketika orangtua saya tahu kalau saya sering bolos sekolah dan ikut pergi dengan Karl. Bapak saya pergi menemui orangtuanya dan berkata keras. "Kalau berani Karl kawin dengan Anik, kalian akan bayar dengan belis mahal ". Begitu tegas orangtua saya.

Dokter tahu sendiri di daerah Flores kalau belisnya mahal berarti akan berat bagi keluarga Karl. Pernah sekali saya dengan Karl berencana akan pergi saja diam-diam ke tempat kakaknya di Denpasar. Kalau perlu kami akan menikah di sana.

Setelah punya anak baru kami pulang, pasti orangtua tidak akan marah lagi. Tapi Karl malah takut ketika kami kembali belis bisa ditagih lebih mahal lagi. Dokter, Mengapa cinta harus jadi rumit begini? Sejak ada masalah begini, saya selalu diawasi oleh keluarga.

Kalau sampai mereka tahu saya pergi dan bertemu Karl, maka ketika pulang saya dipukul. Dokter, Apakah saya harus putus dengan Karl yang sangat saya cintai.

Dia pun begitu mencintai saya. Apalagi semua "milikku" sudah kuserahkan padanya. Dokter, bantu saya dengan nasehat yang dapat saya pakai untuk menghadapi situasi ini. Akhirnya atas bantuan dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Anik



Saudari Anik yang Baik

Salam damai juga buat Anda. Anda saat ini berumur 18 tahun. Dalam umur seperti ini Anda dikategorikan dalam kelompok remaja tua atau dewasa muda.

Karena Anda belum dewasa penuh, maka Anda masih di bawah pengawasan dan kendali orangtua. Di negara barat, seorang anak di atas dua puluh tahun dianggap sudah dewasa dan mulai diberi kebebasan mengambil keputusan untuk menentukan jalan hidupnya.

Untuk kita di Indonesia, pengelompokan umur semacam itu tidak seragam untuk setiap daerah, karena masih tergantung pada adat dan budaya setempat. Menurut para pakar, kematangan psikologis di negara barat lebih cepat dibanding dengan negara-negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia.

Dari pandangan ini, Anda masih termasuk belum matang dan belum bisa mengambil keputusan sendiri. Dengan demikian campur tangan orangtua masih pantas Anda perhitungkan.

Dari surat Anda saya melihat bahwa reaksi keras orangtua, sebetulnya didasarkan pada kasih sayang yang besar dari mereka buat Anda. Orangtua Anda memahami bahwa manusia adalah makluk sosial yang dalam kehidupannya sehari-hari berinteraksi dengan orang lain.

Anda cenderung mengecilkan kehidupan sosial itu. Pandangan Anda saat ini dikaburi oleh cinta (pertama?) sehingga dunia pun dianggap hanya berisi Anda dan Karl.

Orangtua mencoba membuka mata Anda (dengan agak keras bahkan dengan sedikit cara paksa), agar Anda mampu melihat bahwa kalau Anda dapat menyelesaikan sekolah, maka setidak-tidaknya selain Anda berarti buat Karl, juga berarti buat orang lain.

Dengan sekolah Anda pun akan lebih mudah memahami orang lain dalam arena kehidupan sosial itu. Oleh karena itu solusi pertama yang perlu Anda ingat adalah selesaikan sekolah dulu, baru pikir soal nikah dengan Karl.

Saya mengibaratkan perbuatan Anda berdua saat ini seperti sedang bermain api dan air ditepi jurang (Anda terlalu berani bermain cinta). Ada kemungkinan resiko, Anda berdua bisa terbakar, Anda berdua bisa basah dan lagi Anda berdua bisa jatuh tergelincir ke dasar jurang.

Kekasaran orangtua terhadap Anda saat ini perlu Anda pahami sebagai bagian dari uluran tangan untuk menyelamatkan Anda, agar tidak terbakar, agar tidak basah dan agar tidak terkapar ke dasar jurang. Apakah Anda masih juga menampiknya? Cinta yang benar harus tumbuh dari kematangan, bukan dari keterlanjuran.

Masih ada waktu untuk Anda bertahan agar cinta Anda dan Karl bisa tumbuh dan menjadi matang secara bertahap. Keterlanjuran yang sudah ada jangan diulangi dan diperparah. Yakinkan diri Anda berdua bahwa waktu Anda masih panjang, tak perlu sesegera ini menikah.

Toh, Anda berdua masih muda. Dengan mengerem laju cinta Anda, maka banyak hal tersembuhkan oleh waktu. Diantaranya, Anda bisa tamat SMU, Karl masih bisa kumpul lebih banyak uang untuk masa depan kalian, kemarahan orangtuapun bisa redah, Anda masih bisa bermain dengan teman-teman sebaya Anda di sekolah.

Dan yang juga penting adalah Anda masih cukup waktu memperlihatkan senyum remaja Anda. Bila sudah nikah maka itu semua tak dapat diulangi lagi.

Soal belis yang dilipat-gandakan, itu adalah bagian dari hukuman dan denda terhadap ketidakmampuan Anda dan Karl mengikuti kehendak orangtua saat ini.

Saya yakin bila Anda bisa menunggu sampai dewasa benar dan mampu menggunakan cara-cara yang simpatik maka semua itu akan menjadi lebih ringan dan menyejukkan hati. Tak lari gunung di kejar, kalau memang Karl jodoh Anda, tak perlu setengah mati berkorban. Selamat merenung.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 13 Lanjut...


ilustrasi/hardcore-stress-management.com
Anak stress


DI sekolah, di tempat les, di tempat bermain, bahkan di rumah pun, anak-anak terus mendapatkan tekanan untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. Anak-anak seakan mendapat tuntutan untuk menjadi yang terutama dan tak pernah boleh menjadi yang terakhir.

Dalam dunia yang penuh kompetisi seperti sekarang, mereka harus terus berjuang demi menjadi yang terbaik.

Kita yang sudah dewasa saja jengah untuk terus berkompetisi semacam ini, apalagi anak-anak?
Sebuah survei yang dilansir oleh sebuah lembaga psikologi di Amerika, APA, mengenai stres pada anak menyatakan bahwa jika anak tidak segera diajarkan cara untuk mengatasi stres, maka kesehatannya akan terancam.

Studi tersebut menyatakan bahwa setidaknya 8 dari 10 anak di Amerika mengalami stres dan gejala yang berkaitan dengans stres.

Tampaknya para orangtua tidak menyadari benar bahwa anak-anaknya sedang stres.


Jika anak balita dan remaja tidak mencoba belajar menghadapi stres, maka hal tersebut akan bisa berdampak pada kesehatannya, baik psikis maupun psikologis secara jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, stres bisa menimbulkan kegelisahan pada anak yang berakibat mengompol, mudah marah, kesulitan untuk berfokus pada tugas sekolah, kekurangan tidur, dan kekebalan tubuh yang melemah.

Begitu pun sakit yang berjangka panjang, seperti depresi di masa kecil. Jika tidak segera ditangani, stres pun bisa memengaruhi pertemanan dan keberhasilannya di sekolah. Lama-kelamaan stres pun akan menggerogoti kesehatan fisik dan emosi si kecil.

Apa yang bisa dilakukan para orangtua untuk menghadapi kemungkinan si kecil terbelenggu stres adalah kemauan para orangtua untuk mau memperhatikan kesehatan dan perubahan tingkah pada anak.

Jika si kecil menunjukkan perubahan atau gejala-gejala stres maupun depresi, segeralah ajak ia untuk mengatasi kegelisahan tersebut, coba mulai dengan bicara padanya untuk kemungkinan mengeliminasi penyebabnya.


Jika memungkinkan, ajari ia untuk mengurangi kadar stresnya dengan relaksasi ringan. (kompas.com/msnbc)


Pos Kupang Minggu, 7 Februari 2010, halaman 12 Lanjut...

Toleransi

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

WAKTU istirahat tiba, anak-anak berhamburan keluar dari kelas. Tidak terkecuali Kris dan Dharma. Kedua sahabat itu langsung menuju kantin. Namun mereka terkejut saat melihat pintu, jendela dan kaca etalase kantin ditutupi kain. Mulanya mereka mengira kantin itu tutup.

"Wah, celaka, Kris. Kantinnya tutup. Di mana lagi aku harus mengisi perutku yang keroncongan ini? Tadi pagi aku tidak sempat sarapan," kata Dharma.

"Sama Dhar, aku juga tidak sempat sarapan tadi di rumah. Tapi mana mungkin kantinnya tutup? Apalagi hari ini kan bukan hari libur," timpal Kris sambil melongok ke dalam kantin.

"Nak Kris, ayo masuk, kantinnya buka, kok. Ayo nak Dharma masuk. Pintu dan etalase sengaja ibu tutupi kain, untuk menghormati orang yang berpuasa. Bukankah hari ini umat muslim mulai berpuasa?" jelas Bu Mar, pemilik kantin.

Penjelasan Bu Mar itu bukannya masuk dalam sanubari mereka dan dilaksanakan. Kedua sahabat itu justru melihatnya sebagai peluang untuk mengusili Ahmad dan Jalal, kedua teman mereka yang Muslim.

***

"Wah, enak sekali makan es krim di siang bolong seperti ini. Terasa sejuk dan segar sampai ke dalam hati," kata Kris ketika mendekati taman, tempat Ahmad dan Jalal sedang duduk santai.

"Sungguh terlalu. Nikmatnya luar biasa. Memangnya duduk di taman bisa menghilangkan rasa lapar dan haus?" ujar Dharma ketika melintas di hadapan Ahmad dan Jalal.

Namun kedua anak itu tetap asyik mengobrol dan tidak menggubris perkataan Kris dan Dharma. Merasa tidak dihiraukan, Kris dan Dharma kembali melintas dan mengulangi perkataan yang sama. Pada saat yang bersamaan Pak Guru PPKN melintas di dekat mereka. Langkah Pak Guru terhenti ketika melihat perilaku buruk Kris dan Dharma itu. Kedua anak itu langsung digelandangnya masuk ke kelas. Tidak lama berselang bel tanda masuk berbunyi.

***

"Anak-anak, kedua teman kalian ini adalah contoh yang tidak baik," kata Pak Guru sambil menunjuk pada Kris dan Dharma yang berdiri di depan kelas.

Pak Guru melanjutkan. "Mereka sama sekali tidak menghargai teman Muslim mereka yang sedang berpuasa. Orang-orang dengan perilaku seperti ini tidak layak untuk tinggal di Indonesia. Karena Indonesia adalah bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras dan golongan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh rasa toleransi. Di saat satu suku melakukan kegiatan sukunya, suku lain harus
menghormatinya. Begitu juga dengan agama, jika salah satu agama melaksanakan ajaran agamanya, umat dari agama lain harus menghormatinya," urai Pak Guru.

"Contohnya, Pak?" tanya salah seorang murid.
"Ya, salah satunya seperti Bu Mar itu. Menutup pintu, jendela serta etalase kantin agar tidak mengganggu puasa teman kalian. Selain itu kalian kan sering menyaksikan di televise, saat Natal, pemuda Muslim bersama pemuda dari agama lain menjaga keamaanan gereja dan lingkungan sekitarnya.

Sebaliknya pada saat Idul Fitri, pemuda Kristen bergabung bersama pemuda dari agama lain menjaga keamanan mesjid maupun tempat lain yang digunakan untuk melaksanakan Sholat Id. Tindakan kedua teman kalian ini hanya merusak hubungan antar umat beragama yang selama ini harmonis dan penuh toleransi tersebut," tutur Pak Guru.

"Kami mohon maaf Pak, atas kekhilafan kami berdua," kata Kris.

"Kalian seharusnya memohon maaf pada kedua teman kalian yang telah kalian ganggu puasanya. Bukan kepada bapak," kata Pak Guru. Kris dan Dharma lalu menghampiri Ahmad dan Jalal.

"Maafkan kami, Mad, Jalal. Kami berdua telah mengganggu puasa kalian. Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi," pinta Kris. Ahmad dan Jalal langsung menjabat erat tangan kedua temannya itu.

"Kalian sudah kami maafkan. Karena kalau kami menaruh dendam pada kalian, maka puasa kami akan batal," jawab Jalal.
Kris dan Dharma sangat bahagia karena telah dimaafkan kedua temannya itu. Jauh dalam lubuk hati mereka mereka ingin menjadi anak Indonesia yang baik. Anak yang mau bertoleransi dengan teman yang berbeda suku, agama, ras maupun golongan dengan mereka. (*)


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 12 Lanjut...


Foto ilustrasi/solarnavigator.net
Macan


KALENDER China yang dimulai pada 14 Februari 2010 menyebut tahun ini merupakan tahun Shio Macan. Tahun ini kata kunci tahun macan adalah drama, intensitas, perubahan dan perjalanan. Simak peruntungan Anda di bidang karier berdasarkan shio masing-masing pada tahun ini.



Karakter dan Sifat Dasar
Menurut kepercayaan masyarakat Cina, simbol Macan melambangkan kekuasaan dan keperkasaan. Macan adalah binatang petarung, gigih, dan tidak kenal takut. Shio Macan serupa dengan sifat asli macan. Ia selalu muncul pada saat yang tepat dengan pesona dan kejutan. Dorongan hati dan semangatnya membius sekaligus merangsang. Ia membangkitkan semangat orang sekelilingnya. Shio Macan senang memikat dan menjadi pusat perhatian.

Shio Macan tidak bisa berdiam diri, tetapi mudah curiga dan sulit mempercayai orang lain. Shio Macan sangat temperamental, tulus, penuh kasih sayang, murah hati, dan memiliki selera humor yang menakjubkan. Pemilik Shio Macan sangat mencintai anak kecil, binatang, musik jazz, atau apa saja yang bisa memancing imajinasinya. Jika terlibat dalam sesuatu hal, ia akan terjun atau terlibat secara total. Ketika Shio Macan sedang mengagumi sesuatu, bahkan bernafas pun akan dinomorduakan. Dalam bertindak, ia tidak pernah setengah hati. Shio Macan bisa dipercaya 100 persen.

Kenyakan Shio Macan menggeluti kehidupan seni sejak usia muda, mulai yang keranjingan hidup betualang, menyukai roman asli Perancis, melukis, penyanyi solo atau band, ataupun aktor.

Selain optimis, Shio Macan tidak terlalu materialistis dan memedulikan keamanannya. Seringkali, pemilik Shio Macan bertindak berdasarkan dorongan hati, mengekspresikan keinginan diri, menegaskan identitas, atau menciptakan kepribadian yang berbeda dengan kelaziman. Di mata orang awam, penampilan Shio Macan terlihat agak norak. Namun, 9 dari 10 orang cenderung akan menyokongnya, meski sambil menggelengkan kepala sekaligus menahan nafas menyaksikan aksi `gilanya'.

Dalam keadaan normal, orang bershio Macan terlihat ceria, terbuka, optimis, hangat, humoris, dan bahkan romantis. Ia bisa melucu, bisa juga sangat mesra, atau bahkan bisa menjadi seorang pemarah yang sangat sentimentil. Namu, ia punya kecenderungan posesif. Dan, kalau kesal atau `jatuh', ia sangat membutuhkan `segerobak' simpati dari teman-teman dekatnya.

Jangan pernah berdebat siapa yang benar dan siapa yang salah di depan pemilik Shio Macan. Baginya, logika sama sekali tidak berarti apa-apa. Jangan segan-segan untuk menghiburnya.

Ia akan melakukan hal yang sama dua kali lipat ketika keadaanya sudah membaik. Ia suka mendengarkan kata-kata atau nasihat bijak, tetapi bukan berarti ia akan mengikutinya. Tidak peduli seberapa kalut pikirannya, seberapa dalam kekecewaannya, atau seberapa kuat tekanan mengepungnya, orang bershio Macan tidak akan pernah patah semangat. Rasanya, ada energi hidup yang selalu berkobar di dalam diri Shio Macan.

Shio Macan mempunyai ego yang besar. Dunianya tidak lepas dari gelimang uang, kekuasaan, dan ketenaran. Pada masa mudanya, Shio Macan habis-habisan mengejar sukses dan mewujudkan mimpinya. Ketika usianya memasuki senja, ia tetap tidak rela untuk berpangku tangan. Staminanya seakan tak pernah habis untuk melakukan hal-hal menantang yang belum sempat dilakukannya. Ia mencintai kehidupan dengan mereguk isinya hingga puas. Kehidupan Shio Macan memang berubah-ubah, diwarnai tawa, air mata, sakit hati, kegembiraan, putus asa, dan kecamuk emosi. Ia sama sekali tidak mau dikasihani.

Kelemahan
Kelemahan Shio Macan adalah sikap terburu-buru dalam mengambil keputusan. Shio macan yang dilahirkan antara pukul 23.00-01.00 adalah pribadi penuh kasih, tetapi temperamental dan sedikit `aneh', yaitu seringkali memulai pertengkaran atau konflik hanya untuk merasakan nikmatnya berbaikan kembali.
Shio Macan yang dilahirkan antara pukul 01.00-03.00 memiliki sifat kombinasi antara berkemauan keras dan pemarah.

Shio Macan yang dilahirkan antara pukul 03.00-05.00 adalah pribadi berangasan, senang memicu pertengkaran, sangat bersemangat, dan seringkali temperamennya berubah-ubah, tetapi sangat menawan.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 05.00-07.00 adalah pribadi tenang, tetapi emosinya meledak-ledak.
Shio Macan yang dilahirkan pukul 07.00-09.00 adalah pribadi yang bersemangat mencapai target tertinggi dan mampu menjadi pemimpin yang baik.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 09.00-11.00 adalah pribadi yang mampu mengontrol emosi ketika amarahnya meledak-ledak dan jago berdiplomasi.
Shio Macan yang dilahirkan pukul 11.00-13.00 adalah pribadi yang praktis, logis, dan mampu memprediksi segala risiko sebelum bertindak, tetapi agak urakan, lepas tanpa terkendali, dan kurang bertanggung jawab.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 13.00-15.00 adalah pribadi yang tenang, suka mengamati, dan artistik, tetapi sangat posesif.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 15.00-17.00 adalah pribadi yang cerdik dan bertenaga.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 17.00-19.00 adalah pribadi yang menarik dan atraktif.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 19.00-21.00 adalah pribadi yang berpikiran positif, mampu bekerja sama dalam tim, dan fair play, tetapi ucapannya sering menyakiti hati.

Shio Macan yang dilahirkan pukul 21.00-23.00 adalah pribadi yang gemar menuruti kata hati, akan segera puas ketika telah mendapatkan keinginannya, dan berusaha keras untuk menyenangkan keluarga atau teman-teman terdekatnya, tetapi relatif agak sensitif, perasa, dan pendendam.

Lima Unsur Shio Macan
Berdasarkan teori lima unsur, terdapat lima macam Shio Macan, yaitu Shio Macan Logam, Macan Kayu, Macan Air, Macan Api, dan Macan Tanah.

Shio Macan Logam
Shio Macan Logam cenderung tidak bisa diam atau `malu-malu kucing'. Ia tergolong pribadi yang aktif dan penuh gairah. Ia sama sekali tidak memiliki jiwa artistik, tetapi pribadinya sangat mengesankan. Ia selalu memusatkan perhatian pada diri sendiri dan suka berlagak, suka berkompetisi, dan tak kenal lelah.

Ia sosok yang radikal, tidak pernah ragu mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Persoalan utamanya adalah ia menginginkan terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan, seringkali targetnya meleset.

Kendati demikian, ia tetap optimis, sigap, dan berpandangan luas. Shio Macan ini cenderung dramatis dan mudah dipengaruhi menjadi orang baik atau bahkan menjadi pengacau dan penjahat. Ia menyukai kebebasan dan tidak mau dikekang.

Shio Macan Air
Shio Macan Air berjiwa terbuka, kaya ide, dan selalu mencari-cari pengalaman baru. Ia pribadi yang onjektif, tenang, humanis, dan mampu menyelami perasaan orang lain. Ia intuitif, dan mampu berkomunikasi. Kemampuan berpikirnya jauh lebih unggul dibandingkan Shio Macan unsur lainnya.

Shio Macan Kayu
Shio Macan Kayu memiliki sifat sangat toleran, tepo seliro, dan mampu menilai beberapa kondisi tanpa memihak pihak mana pun. Pandangannya demokrat dan memahami pentingnya arti sebuah kerja sama. Ia mampu bergaul dengan segala lapisan, pandai menarik simpati teman atau pendukung, dan mampu mendamaikan pihak yang berselisih.

Namun, ia egosentris. Shio Macan Kayu paling jarang `meraung' dibandingkan Shio Macan unsur lainnya, tetapi ia sering lengah pada bahaya yang mengintai. Ia gesit dalam membagi tugas, terampil memberi perintah, dan menyatukan banyak suara untuk satu tujuan.

Ia tidak terlalu ngoyo, tetapi tidak mau mengakui keterbatasan dirinya. Semua Shio Macan memang tidak sanggup menghadapi kritik. Bahkan, ia pun tidak peduli dengan seberapa konstruktif kritik tersebut disampaikan oleh orang lain kepadanya.

Shio Macan Api
Shio Macan Api merupakan sosok yang penuh semangat dan tidak pernah kehabisan tenaga. Ia selalu siap beraksi, bepergian, atau tidak betah berlam-lama menekuni satu pekerjaan.

Waktu baginya adalah sekarang. Ia sosok yang mandiri, tetapi sulit ditebak dan tidak segan melanggar tradisi. Begitu ia bertindak, hampir selalu dramatis dan berpengaruh. Api membuatnya lebih ekspresif.

Terkadang, ia suka bersandiwara atau memamerkan bakat kepemimpinannya yang lebih kuat dibandingkan Shio Macan unsur lainnya. Ia pribadi optimis sejati seolah "dunia tidak akan pernah kiamat".

Shio Macan Tanah
Shio Macan Tanah pembawaannya lebih tenang dan bertanggung jawab. Ia pandai mencari peluang dan tidak tergesa-gesa dalam hal mengambil keputusan.

Ia pribadi yang dewasa dan bijak. Ia juga mau memerhatikan kepentingan dan nasib orang lain. Shio Macan Tanah lebih mantap daripada Shio Macan unsur lainnya. Ia adalah pekerja giat, objektif, dan selalu tenang ketika menghadapi masalah.

Pikirannya jernih, mampu melihat masalah dalam proporsi yang sebenarnya, dan tidak membiarkan emosi menghalangi pandangannya. Shio Macan Tanah paling terampil menjalin hubungan berdasarkan daya tarik pribadi atau seksual. Ia penuh perhitungan, tidak sekadar nekad atau berani mati.

Terkadang, jiwanya terlalu soombong, tidak sensitif, dan bahkan tidak berperasaan, terutama pada saat memikirkan kepentingannya sendiri. Berbeda dari Shio Macan unsur lainnya, Shio Macan Tanah tidak urakan dan tidak suka bertualang.

Ia senantiasa memacu diri hingga mampu meraih keberhasilan. Namun, setelah semuanya direngkuh, biasanya Shio Macan Tanah akan mulai bertingkah radikal, menciptakan skandal, atau membuat sensasi agar menjadi perhatian publik. (matabumi.com)


Pos Kupang Minggu 07 Februari 2010, halaman 11 Lanjut...

Malaikat Tercantik

Cerpen Engky Pukan

"WAKTU kamu lahir, pasti hujan deras di sana," ujarku sambil menatap seseorang wanita cantik yang duduk di hadapanku. Ia adalah sesosok dara jelita kekasihku, Gyta.

"Kenapa kamu bisa tahu, say? Apakah waktu aku lahir kamu ada di sebelah ibuku?" Gyta terlihat penasaran dengan apa yang kuucapkan.

"Hmm....(ku pegang leherku, sengaja mengulur - ulur waktu)". "Jangan buat aku penasaran, please." Gyta memelas. "Kamu mau tahu, mengapa hujan turun dengan derasnya saat kamu lahir? Jawabnya, karena para malaikat surga menangis melepas satu-satunya kawan tercantik mereka turun ke bumi," kataku sambil tersenyum.

"Frengky, kamu punya kantong plastik?" Gyta tersenyum genit. "Kalau aku punya, kenapa?," kataku sambil mengerutkan dahi.
"Berikan padaku, sebab aku mulai mual-mual setelah mendengar rayuan gombalmu." Gyta berpura-pura seolah ingin muntah. Kemudian kami berdua beradu pandang, tersenyum. Lalu Gyta memegang tanganku dan akupun langsung merangkulnya untuk memberikan pelukan hangat.

Sabtu, 14 Februari 2009
Tempias hujan bak pantulan manik-manik kaca sudah reda. Aku duduk di dekat jendela kaca, memperhatikan curahan air yang mengguyur serentak dari udara. Ditemani dengan secangkir kopi panas dan sepiring pisang goreng, terlintas dalam benakku, entah bagaimana caranya aku berhasil melepaskan panah cinta yang ku pinjam dari "Cupid", sang dewa cinta, tepat di hati Gyta, sehingga ia menjadi kekasihku kini.

Hujan mengguyur tempat tinggalku, menderas seketika dengan anggunnya. Aku suka hujan, aku suka suasananya yang begitu kontemplatif. Kurasakan ekstase tertentu jika hujan. Memberiku inspirasi untuk menulis puisi.

Hujan membuat para "Bala Tentara" dingin bangkit. menyerang tubuh setiap insan yang tak "bertameng" hingga ke sum-sum tulang. Aku kedinginan. Barangkali segelas teh panas bisa menghangatkan tubuhku. Ketika sedang menuangkan inspirasiku ke atas secarik kertas, terdengar olehku suara bising, sepertinya ada sesuatu yang besar terjadi di luar sana. Kulangkahkan kaki segera ke teras depan.

Seorang wanita cantik tergeletak tak berdaya, di sampingnya tergeletak pula sebuah sepeda motor Honda Vario. Di sekitar tubuhnya terlihat olehku air hujan yang menggenang berwarna merah. Itu adalah darah segar yang keluar dari tubunya bercampur dengan dinginnya air hujan.

Tanpa berpikir panjang, kugendong dia yang sedang pingsan ke dalam rumahku. Kubaringkan ia di sofa. Kuambil selembar handuk putih, kuusapkan ke muka dan sekujur tubuhnya.

Kemudian kuambilkan sepasang pakaian dan kukenakan membalut tubuh wanita yang putih itu. Kuobati luka-lukanya dan membuatkannya secangkir teh. Setelah itu kuselimuti dia dan duduk di sampingnya hingga dia tersadar.

"Di mana aku ????" kata wanita itu setengah kaget. "Jangan takut, sekarang kamu aman. Tadi aku menemukanmu tergeletak tak berdaya di jalan depan rumahku. Lalu aku membawa kamu ke sini. Aku juga mohon maaf, kalau aku telah menggantikan pakaianmu. Bukannya mau berbuat lancang tetapi karena aku kasihan melihat kamu yang tengah basa kuyup," sahutku.

"Oh, tidak apa-apa. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih karena kamu mau menolong aku," katanya. Lalu aku menyodorkan secangkir teh sambil berkata," Ini diminum dulu. Mumpung masih hangat." Tanpa berpikir panjang, ia langsung meminumnya. Setelah itu, berkatalah ia "Terima kasih banyak atas pertolonganmu."

"Oh, apakah kita boleh berkenalan?" Tanyaku. "Tentu saja boleh. Namaku Gyta." Katanya spontan sambil mengulurkan tangannya. "Namaku Frengky," kataku sambil menjabat tangannya. "Oh ya mumpung hujan telah reda dan hari telah menjelang malam, bolehkah kamu kuhantar pulang?" Kataku. Lalu ia menjawab, "Baiklah".

Seiring dengan berjalannya waktu, entah mengapa akhirnya, "benih cinta" telah tumbuh subur di antara aku dan Gyta. Dan, akhirnya kami berduapun sepakat untuk menjalin cinta sebagai sapasang kekasih.

Lamunanku pun buyar seketika setelah ibundaku memukul bahuku dengan lembut dan berkata "Nak, apakah kamu jadi pergi dengan Gyta malam ini?" Jawabku, " Jadi bunda. Sekarang aku akan menelepon Gyta." Oke deh kalau bagitu. Ibu pergi dulu ya," kata ibuku.

Setelah itu, kuangkat handphone ku dari atas meja dan menelepon Gyta. "Hallo sayang, ada apa?" terdengar suara wanita yang sementara kurindukan. "Ada aku, ada kamu, ada cinta." Aku menjawab disusul derai tawa.

"Lucu ya pangeran gombal?" Tanya Gyta gemas. Aku tak menjawabnya, selagi derai tawa bahagia yang masih terus mengalir dari mulutku dan belum menemukan tempat berlabuh. Kemudian, setelah meredakan tawa, akupun berkata "Say, kamu ada acara dengan keluarga mu malam ini? Kalau tidak, aku ingin mengajakmu ke pesta Valentine di rumahnya Dion".

Gyta berkata, " Malam ini, aku tak ada acara. Jadi aku bisa pergi sama kamu. Tapi kamu harus jemput aku tepat jam tujuh malam. Janji ya ?." "aku janji, sampai jumpa nanti malam, " kataku. Setelah tak kedengaran lagi suaranya, akupun mencium handphoneku, seolah mencium seorang Malaikat Tercantikku, Gyta.

Malam Valentine di rumah Dion.
Alunan musik mengalir seperti air, mengiringi alunan kaki para pasangan Valentine. Saat itu, semuanya larut di lantai dansa, termaksud aku dan Gyta.

Di tengah alunan musik klasik yang mengiringi pasangan muda-mudi berdansa, akupun berkata padanya, "Kamu memang Malaikat Tercantik, Gyta.." Iapun menanggapi "Sayang, aku yakin hujanpun turun saat kamu dilahirkan."

Dengan percaya diri, aku berkata, " Itu pasti sayang. Sebab teman-teman malaikatku merasa kehilangan sahabat terbaik mereka yang telah turun ke bumi." Sambil tersenyum Gyta berkata, "Bukan, bukan itu sayang. Para malaikat tak merasa kehilangan, melainkan kasihan karena Malaikat Tercantik harus dijodohkan dengan setan terjelek dari neraka.

Aku hanya dapat tersenyum. Dalam hatiku, terbesit kegembiraan yang sulit diungkapkan bahwa betapa bahagianya hatiku, karena ada seorang wanita yang membuatku jatuh cinta sungguhan. Seseorang yang mencintaiku apa adanya. Seseorang di mana aku bisa berbagi dunia dengannya.

"Kalau kita menikah dan punya anak, kira-kira anak kita akan seperti apa ya?" tanyaku pada Gyta. "Seperti aku, seperti malaikat. Sebab setan tak pernah mengungguli malaikat." katanya.

"Tapi, setan lebih unggul dari manusia. Buktinya, aku berhasil mendapatkan cinta seorang malaikat tercantik." Sahutku. Gyta pun tersenyum mendengar perkataanku.

Kemudian kami berduapun melarutkan diri dalam keberadaan. Malam masih panjang. Seperti cintaku pada Gyta yang tiada akhir.
*Seminari Sint. Rafael Oepoi, Kupang


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 06 Lanjut...

Puisi Eby Riang Borot

Aku Seperti Ansuman

Aku seperti ansuman
Seribu sinar abadi padaku
Tertancap kuat takakan lepas
Menjadi otot-optot segar
Merekat erat pada tulangku

Meskipun kupu-kupu indah
Terus bermetamorfosis

Dari hari ke hari
Dan mahkota emas terindah
Jatuh diatas kepalaku

Aku akan berakar dalam pikiran mu
Di ujung bibir dan lidahmu ada aku
Melati, mawar, anggrek
Langkah hatinya begitu erat
Menuju aku yang tengah menanti

Kan pasti ada di tanganku
Tak seorangpun mengatakan
Bercerita tentang semua itu
hanyalah tintah-tintah hitam
Biar pagi cerah yang membuktikannya



Masih Ada yang Tersisa

Tanggalkan jubah dukamu itu
Lepaskankah di dalamnya lautan
Bila kita melewatinya
Biarkanlah dia tenggelam
Menjadi santapan ikan buas

Atau bakarlah diperapian
Kita buat semenit yang lalu
Relakanlah dia hangus dan musnah
Walaupun dirangkai dari halusnya sutera
Memang malam adalah kekasihmu

Cinta yang selalu memelukmu
Pasti bulatnya sang rembulan
Dan bintang yang berseri
Bukan untuk dirimu
Daun yang jatuh berguguran

Masih ada yang tersisa
Di ujung puluhan ranting
Temanku___.

Aku
Dan menyebarnya fajar pagi
Ketika musim berganti
Alam dan dunia hijau kembali
Dalm hidupmu terselip
Tulusnya hati seorang darah

Lanjut...

Puisi Buyung

Kaulah Sempurna Untukku

Air mataku jatuh menindih bumi
Dan teresap hilang menjiwaiku
Membuka kalbu
Dikala aku menepi dan meredup
Memanggil Tuhan memohon cintaku

Purnama wajahku
Hilang dari kejujuran hatiku yang putih
Tercurah dari kedua lantera mata hatiku
Terpuruk cinta yang tumbuh tak bertepi

Kesunyian terisik dari bibir rapuhku
Yang berlagu
Dari firman hati yang berbudi dan tinggi kebesaran cintaku yang tak berdosa
Yang kudoakan

Lukisan air mataku tak membawaku pula
Namun, aku terus menari di bawah awan putih
Hingga kunantikan rintikan hujan yang lembut
Membasuh tubuhku
Sebagai bahasa cintamu untukku


Pos Kupang Minggu, 7 Februari 2010, halaman 06 Lanjut...

Tanjung Gemuk
(Kenangan Tanjung Gemuk Maret 1992)

Tanjung Gemukku
Aku terpesona melihat
Rimbunya pohon-pohon
Yang tumbuh subur di atas rahimmu
Yang sulit kujumpai di kota kelahiranku Makassar
Aku juga bangga pada keturunan Adam dan Hawa di Flotim
Yang setia mengaja kelestarian alam


Aku duduk berjam-jam di bibir pantai Pulau Solor
Sembari memandang dan mengagumi keindahanmu
Segala galau dan ketakutanku sirna
Karena jauh dari semua orang yang kucintai
Demi melihat tanah tumpah darah ayah dan bundaku
Tempat mereka lahir dan dibesarkan
Pamakayo Maret 1992

Tanjung Gemuk 2
(Kenangan Tanjung Gemuk April 2001)

Tanjung gemukku
Kini aku datang lagi, aku mengais bersamamu
Karena kulihat tubuhmu bahkan rahimmu
Telah tercabik-cabik oleh tangan-tangan manusia
Tanpa perasaan mereka menghancurkan
Keindahan dan kemolekanmu
Aku berharap mereka tetap setia menjagamu
Agar pohon-pohonmu tetap rimbun dan hijau sepanjang masa

Kini aku duduk di bibir pantai Pulau Solor
Meratap pilu bersamamu karena semua telah hancur
Kusarakan dukamu yang dalam dab menyayat kalbu
Pohon-pohon yang dulu lahir dari rahimmu
Kini telah berubah menjadi pada tandus dan ladang
Tanjung gemukku yang malang redahkanlah tangismu
Karena aku takut tangismu berubah menjadi bencana
Makassar, April 2001


Pos Kupang Minggu 7 Februari 2010, halaman 06 Lanjut...

Cewek Hibrida

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

DAPAT cewek hibrida? Ini dia yang dicari-cari si petani yang satu ini. Konon katanya dapat memperbaiki keturunan. Kulitnya yang hitam gelap dipadukan dengan hibrida putih mulus, maka akan lahir anak blasteran Timor barat yang wah, pasti aduhai cantik.

Rambutnya yang keriting golong dipadukan dengan rambut hibrida yang lurus keemasan, pasti akan menghasilkan keturunan rambut gelombang hitam kepirangan. Anak-anaknya kelak bakal jadi aktor dan artis. Karena itulah dia putuskan hubungannya dengan Nona Mia demi Kareen Woooof si cewek hibrida. Sebagaimana dia tidak peduli semua bibit jagung lokal demi hibrida.

"Tega benar kamu putuskan hubunganmu dengan Nona Mia!" komentar Jaki.

"Soalnya dia cewek lokal sih, aku pinginnya dapat dari luar pulau lah, kalau bisa sih dapat dari jauh," Rara santai saja saat menjawab.
"Hebat benar kamu! Kamu orang impor ya? Sombong!"

"Ini menyangkut bibit bebet dan bobot," sambung Rara.
"Bibit bebet bobot ya? Jadi yang bagus dan berkualitas harus dari luar ya?"

"Tentu saja! Aku maunya dapat cewek hibrida?"
"Cewek hibrida?"

"Ya, sekitar itulah! Maksudnya cewek dari luar pulau. Biar bisa gonta-ganti yang selalu baru. Kalau cewek lokal hanya itu-itu saja seumur-umur hidup. Bosan bukan? Sebagai petani berdasi aku juga harus jaga reputasiku bukan? Ganti bibit ganti cewek!"

***
Ternyata Rara kena pengaruh jagung hibrida yang benihnya datang dari luar. Sayangnya Rara belum tahu bahwa hibrida itu setelah panen tidak dapat disimpan untuk jadi benih musim berikutnya.

Seperti yang dijelaskan Bapak Viator Parera dari Sikka. "Setiap kali tanam kita harus pesan bibit, sehingga kita ini tergantung pada perusahaan-perusahaan besar yang menyediakan bibit, dan harus terus tergantung pada mereka."

"Dari zaman dulu kala jagung kita tidak tergantikan!" Demikian Benza. "Umur jagung lokal sudah sangat tua, bahkan lahir bersamaan dengan lahirnya leluhur turun temurun. Jadi jangan heran jika Pak Viator dan para pencinta jagung lokal agak kecewa dengan bibit jagung yang didatangkan dari luar."

"Ya, kata Pak Viator kita ingin NTT menjadi propinsi jagung. Tetapi kita miskin gagasan. Karena kita tidak pernah pikir, bahwa kedaulatan pangan itu berarti kita harus memberikan kedaulatan kepada petani untuk mengatur penyediaan bibitnya secara mandiri!" Itulah kata-kata Pak Viator yang membuat Benza terharu.

"Jadi Pak Viator tidak setuju dengan jagung hibrida!" Tanya Jaki.
"Setuju! Katanya, silahkan saja tanam jagung hibrida besar-besaran. Tetapi untuk jagung rakyat, pakailah jagung rakyat, dengan bibit jagung yang teruji yang ada pada petani! Begitulah kira-kira... pikiran yang meyakinkan dari Bapak dari Sikka ini! Silahkan hibrida, tetapi hormatilah jagung lokal peninggalan leluhur! Bukankah yang paling penting petani bisa makan dan menghidupi keluarganya?" tanya Benza.

***
"Betul Benza," demikian Rara bergabung dan salah sambung. "Jagung saja didatangkan dari luar, apalagi cewek! Di mana-mana kita lebih suka yang impor bukan, yang berbau asing, yang dari luar, yang agak berbau globalisasi begitu," demikian Rara.

"Makanya saya gantikan Nona Mia dengan Kareen Wooof. Yang satu berbau import yang satu lagi bau lokal. Keren mana hibrida atau jagung lokal si Nona Mia!"

"Jadi kamu mau samakan Nona Mia dengan jagung lokal!" pancing Jaki.

"Ya, begitulah! Mau setia bersama Nona Mia seumur hidup? Bisa kiamat hidupku ini. Kalau dapat yang hibrida dan bisa ganti setiap musim kenapa tidak? Asyiiik"

"Jadi kamu sudah putus sama Nona Mia?"
"Ya ialah. Patah tumbuh hilang berganti," Rara bangga bukan main. "Siapa mau sama jagung lokal!"

"Oh, jadi kamu samakan saya dengan jagung lokal?" sambar Nona Mia. "Mau cari cewek hibrida dan mau injak-injak yang namanya cewek lokal?" Sekejab saja Jaki sudah terkapar termakan satu jurus karatenya Nona Mia.
***
"Aduuuh Nona Mia, maksudku jagung hibrida bukan cewek hibrida. Maksudku kamu itu gadis kampung kita cintaku yang tak tergantikan," Rara meringis kesakitan.

"Jagung lokal bukan gadis lokal," Jaki segera membela Rara. "Eh, jagung hibrida yang berbau asing. Ini soal jagung, bukan soal kamu Nona Mia! Pokoknya dia hanya mau bibit dari luar negeri, pupuk dari luar negeri. Kalau bibit dan pupuk belum datang, dia tidak mau berbuat apa-apa. Diserahkannya nasibnya pada apa yang akan terjadi, dengan catatan tunggu bibit dan pupuk luar negeri," kata Jaki.

"Kamu jangan main-main sama aku pencinta potensi lokal dan kedaulatan pangan lokal termasuk pencinta jagung lokal sejak jaman para leluhur. Soal hibrida, boleh saja sayang, tetapi jangan pernah hilangkan cintaku pada jagungku!" kata Nona Mia.
"Cintaku padamu lebih dari jagung jenis apapun," Rara memohon.
"Kita putus!" Nona Mia berkata tegas.

"Jangan Nona Mia. Aku petani selaras alam? Bibit dan pupuk selaras alam," Rara mulai membual. "Tetapi tidak ada salahnya kalau aku juga suka jagung hibrida eh maksudku Kereen Wooof eh bukan!"

***
"Oh silahkan pergi dengan hibridamu," Nona Mia menjauhkan diri dari Rara dan bergabung dengan Jaki dan Benza.
"Demi cintaku padamu Nona Mia. Aku sungguh pencinta jagung hibrida eh lokal eh maksudku lokal juga hibrida juga tetapi sungguh-sungguh lokal," Rara kebingungan. Kasihan Rara, petani kita yang satu ini jadi bingung. "Aku cinta cewek lokal tetapi suka cewek hibrida..." Rara tambah bingung. (*)


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010, halaman 01 Lanjut...

Drs. Daniel Woda Palle


Berkarya di Setiap Waktu

SUDAH lebih dari enam tahun, Drs. Daniel Woda Palle turun dari panggung politik aktif dan birokrasi. Namun hingga kini nama sesepuh masyarakat Kabupaten Sikka ini masih begitu dikenal seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sikka.
Apa kuncinya? Ikuti wawancara Pos Kupang, bersamanya beberapa waktu lalu.

Bapak sudah tidak lagi aktif, tapi nama bapak masih begitu dikenal dan dekat dengan masyarakat Kabupaten Sikka dan juga masyarakat NTT. Apa komentar bapak?
Pertanyaan yang sangat bagus, karena engkau bertanya mengapa saya masih begitu populer di masyarakat. Karena itu, saya ingin jelaskan bahwa itu semua sudah terbangun sejak saya masuk sekolah. Karena saya sekolah SD di Lela, yang pada saat itu seluruh rakyat dari Kerajaan Sikka, bahkan dari seluruh Flores ini sekolah di sana, sehingga tentunya dengan itu, saya sudah mulai membentuk kawan.

Setelah tamat, orangtua saya tidak kasih sekolah saya di Maumere, tetapi sekolah di SMPK Frateran Ndao Ende, yang juga merupakan satu-satunya sekolah tingkat SMP di Flores. Di sana saya menjadi ketua kelompok yang memegang kunci gudang untuk semua keperluan anak-anak. Jadi saya belajar menjadi pemimpin sejak SMP.

Saya kemudian melanjutkan SMA di Jawa, satu sekolah yang namanya masih populer sampai sekarang, yakni SMA Santo Yoseph di Jawa Tengah. Tamatan dari sekolah itu, lahir seorang penyair besar yaitu WS Rendra, yang satu kelas di atas saya. Jadi pertama itu, lingkungan pendidikan yang membentuk saya memiliki banyak kawan. Yang kedua, pendidikan di perguruan tinggi saya sekolah di publik administration, yang memberikan kami satu filsafat hidup, yakni di dunia ini, kita tidak dapat sukses kalau bekerja sendiri.

Tetapi hanya melalui kerja sama dengan orang lain. Kerja sama itu sudah menjadi filosofi hidup saya, sehingga saya berkawan dengan semua orang. Dan juga filsafat Tolstoy, yang mengajarkan kerja sama itu tidak hanya mengajarkan kita untuk tidak bekerja sama hanya dengan orang baik-baik saja.

Itu sebabnya dalam bidang politik, saya juga berkawan dengan semua lawan. Karena kalau kita kasih mati lawan politik, kita akan berpolitik dengan siapa? Kalau lawan saja kau hormati, apalagi kawan. Kalau ada kawan yang punya salah, kau juga punya andil paling kurang 60 %. Apalagi ada filsafat orang Sikka, yang mengatakan, Hai Meluk ganu anjung, (siapa yang suci di dunia seperti malaikat di surga)?

Membangun keluarga, apa konsep bapak membangun keluarga ideal?
Untuk keluarga, istri kita hormati, anak-anak kita hormati, tidak saja mengasihi dia. Karena istri itu orang lain. Tetapi anak itu darah daging kita sendiri. Karena itu, dalam keluarga, saya hanya memberikan bekal pendidikan kepada mereka dan setelah itu kebebasan penuh kepada anak-anak untuk menentukan pilihan memilih pasangan hidup mereka. Mereka mau pacaran dengan siapa dan menikah dengan siapa itu adalah hak dan kebebasan penuh untuk memilih. Kami orangtua hanya siap untuk mendukung. Salah satu anak saya yang sebenarnya saya ingin dia jadi dokter, supaya ketika saya tua dia yang periksa dan kasih saya obat. Tetapi Tuhan memberikan yang berbeda, sekarang dia jadi tentara dan berpangkat letnan kolonel di Korea. Sedangkan lainnya, ada yang jadi pengusaha.

Bapak sudah memasuki usia 70 tahun. Namun bapak masih tampak awet muda. Apa saja aktivitas yang masih bapak lakukan setiap hari?
Kembali pada filsafat hidup saya, kerja sama tadi. Sehingga kamu bisa lihat saya di mana saja ada acara, saya pasti hadir kalau diundang. Ada juga satu falsafah yang pernah ditulis di Pos Kupang, oleh Dr. Herman Embuiru, SVD, "Kalau orang jahat, kita balas jahat, sama dengan perbuatan jahat. Kalau orang baik, kita balas jahat, itu sama dengan perbuatan setan. Kalau orang baik kita balas baik, itu biasa. Kalau orang jahat kita balas baik, itu baru namanya orang Kristen." Jadi sebagai orang Kristen, supaya awet muda, kita tidak boleh ada dendam, sakit hati, apalagi membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena kita diajarkan untuk mendoakan yang mencerca kita. Seperti Yesus berkata, kalau orang melempar engkau dengan batu, balaslah dia dengan kapas. Di samping itu, secara fisik, saya belajar dari orang Inggris, yang mengatakan, You are, what you eat. Bagaimana Anda, tergantung Anda makan apa? Jadi saya punya pola makan, pagi hari saya harus minum air sekurang-kurangnya satu setengah liter. Kemudian makan buah sesuai dengan yang ada di wilayah kita masing-masing hingga jam 12.00 Wita. Kenapa buah yang pertama, karena itu ilmu gudang, first in, first out. Jadi karena buah lebih gampang diolah, sehingga dia akan keluar lebih dulu. Karena itu, dua tahun terakhir, saya sudah menjadi vegetarian.



Aktivitas rutin lain saat ini?
Untuk menjaga stamina tubuh, saya setiap dua hari berjalan kaki sepanjang tiga kilometer di dalam kompleks rumah saya dan dilanjutkan dengan senam. Mengapa dua hari sekali? Karena otot kita juga membutuhkan istirahat. Selain itu, saya juga masih melakukan aktivitas menanam, sehingga dalam kompleks rumah saya, kamu bisa lihat sendiri ada berbagai macam tanaman yang menghasilkan buah untuk saya makan setiap hari. Karena ada juga filosofi yang mengatakan, jika Anda menanam, dan tanaman itu bertumbuh, usia Anda semakin panjang karena didukung tanaman yang Anda tanam tersebut.

Mengenai tokoh-tokoh pembangunan di Sikka, bagaimana pendapat bapak?
Saya bisa menceritakan hal itu, karena saya lahir dan berkreasi pada saat berakhirnya kerajaan dan pemerintahan daerah waktu itu. (Daerah Timor, Sumba, Flores, dan Alor, Red). Saya 10 bulan terakhir adalah pegawai Kantor Daerah Flores pada usia 18 tahun.

Saya masih menemukan cerita dan sejarah, yang dapat menjadi satu buku tersendiri. Karena itu saya memiliki motto hidup yang selalu saya katakan di mana-mana, hari ini ada karena hari kemarin, dan hari esok ada, tergantung apa yang kita buat hari ini. Jadi saya tidak bisa lupa figur-figur yang menjadi panutan saya, yakni dua raja terakhir Kerajaan Sikka. Raja yang pertama yang memindahkan Ibu kota Kerajaan Sikka ke Maumere, dan Raja Nong Meak da Silva, yang mengajarkan rakyatnya untuk tanam kelapa, sehingga rakyatnya memiliki daya beli yang tinggi dan menjadikan daerah dengan rakyatnya paling banyak sekolah, bersama daerah Manggarai. Kemudian Kepala Daerah Flores yang mengajarkan saya satu filsafat hidup, yakni kalau kau jadi pemimpin, sebelum orang atau rakyat yang kamu pimpin itu tidur, kau jangan dulu tidur.

Sebaliknya, sebelum mereka itu bangun, kau harus lebih dulu bangun. Berarti kau harus punya ketajaman, kesiagaan yang lebih dari orang yang kau pimpin.


Kalau tokoh pembangunan di NTT?
Kalau di NTT banyak yang menjadi atasan saya, mulai dari WJ Lalamentik sampai Herman Musakabe. Lalamentik, walau dia orang Manado, dia jago administrasi dan dia memiliki kisah tersendiri bagi saya. Karena selain dirinya mengelilingi seluruh wilayah NTT, dia juga yang mengangkat saya menjadi camat pada saat saya baru berusia 23 tahun dan menjadi camat termuda di NTT, bahkan di seluruh Indonesia. El Tari pun demikian, sebelum seluruh pegawai dan staf tidak tahu, saya sudah dibisikkan oleh Pak Tari. Saya masih sekolah dia panggil saya untuk menjadi sekwilda. Setelah itu, dia suruh saya pergi sekolah lagi dan saya marah. Dia panggil saya dan bilang, kau baru BA, jadi kau harus Drs. Karena saya persiapkan kau untuk menjadi Bupati Sikka, menggantikan bupati yang sekarang. Jadi dia sudah memiliki perencanaan bupati untuk seluruh NTT, sesuai dengan survai yang dilakukannya secara diam-diam dan tidak diketahui oleh siapa pun.

Dia mengenal wilayah NTT ini secara baik dari tokoh-tokoh masyarakat di masing-masing daerah. Karena itu, saya memakai ilmunya dalam dunia pembangunan, yakni tanam, tanam, tanam, sekali lagi tanam. Sehingga sampai saat ini, saya masih tanam. Kemudian waktu saya jadi bupati, dia mengatakan kepada saya bahwa tanah kita terbatas. Kau ingat laut, kekayaan kita ada di laut, yang saat itu belum disadari oleh gubernur maupun bupati-bupati kita.

Karena itu saya masukkan cara menangkap ikan pool and line dengan mimpi untuk dari Sikka ini keluar kaleng-kaleng ikan. Tapi sayang, Bali Raya bangkrut karena dia mengembangkan dunia perhotelan, dengan membeli semua hotel-hotel kecil-kecil di Surabaya semua, dan mengalami kerugian, karena kalah bersaing dengan hotel-hotel berbintang yang ada saat ini. Tetapi saya juga pernah menangkap orang bom ikan dengan tangan saya sendiri, dan dimasukkan ke penjara. Demikian pula dengan Ben Boi dan Fernandez. Yang luar biasa dari Fernandes, adalah jiwa kepemimpinannya yang dan mampu melunakkan hati saya, saat saya minta pensiun setelah jadi Bupati Sikka.

Dia mengatakan "No, kau kerja di sini, bantu saya di sini." Kata bantu inilah yang membuat saya tidak sanggup untuk menolak permintaannya bekerja di propinsi. Bahkan dia menyuruh saya untuk memilih sendiri bagian mana yang mau. Itu merupakan bentuk kepercayaan yang luar biasa dari seorang pemimpin. Karena ketika kita percaya pada bawahan kita, maka dia akan mau mati untuk kita.

Apa bapak sudah puas dengan apa yang ada saat ini?
Soal pembangunan, saya sudah tidak pada porsinya untuk berbicara soal itu. Akan tetapi, saya ingin cerita soal pengalaman saya saat masih menjabat. Sebenarnya kita memiliki berbagai potensi yang besar untuk membangun ekonomi masyarakat saat ini. Namun kita perlu belajar dari filosofi orang Australia, yang mengatakan "if you tell them, them forget, if you show them, they understand, but you must empower them, and they will act." Jika kamu berikan penyuluhan, penerangan, kita pulang, dua-tiga bulan masyarakat sudah lupa. Kemudian kita berikan kebun percontohan, masyarakat hanya dapat melihat dan kagum. Tetapi kau harus perkuat dia, dari segi skill, teknologi, bahkan modal. Jadi kita bisa perkuat masyarakat dengan satu, dua atau ketiga-tiganya, baru dia bisa keluar dari kemiskinan.

Misalnya di Filipina itu semua pusat pelayanan kesehatan dipusatkan di desa, sehingga masyarakat sudah mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal sejak bayi masih dalam kandungan, dan semua masih dalam tahap awal.

Muangthai (Thailand) memiliki cara pengentasan kemiskinan itu dilihat dari mereka yang miskin itu siapa yang paling kuat, kemudian dikasih modal untuk menjadi kuat, yang kemudian akan membawa pengaruh kepada semua masyarakat di sekitarnya. Bahkan sudah ada perencanaan pasar dari semua perencanaan.

Di India lain lagi, karena soal kepemilikan tanah sudah menjadi satu sejak lahir. Karena itu, saat ini kita sudah seharusnya bergerak dalam dunia agroindustri. Yakni dengan memaksimalkan potensi dan hasil-hasil daerah untuk dipopulerkan ke luar daerah, regional dan internasional. Karena hanya demikian masyarakat dapat sejahtera. (jumal hauteas)



Data Diri:
----------------
Nama : Drs. Daniel Woda Palle
TTL : Paga (Sikka), 9 Juli 1939
Istri : Maria Welmina Kaunang
Anak-anak : Maria Elisabeth Woda Palle
Fransiskus Woda Palle
Robert Donatus Dona Woda Palle
Maria Barbara Bio Woda Palle
Maria Somalis Woda Palle (almh)

Sembilan cucu (empat perempuan lima laki-laki)

Pendidikan :
SD Paga dan Lela 1945-1951
SMPK Frateran Ndao -Ende 1951-1954
SMA Santo Yoseph Jawa Tengah 1954-1957

Karier
31 Juli 1957 Pegawai Daerah Flores
1958-1959 Kursus KDC di Makasar
1959-1962 Pegawai kantor kepala daerah tingkat II Sikka
1962-1964 Camat Maumere
1964-1967 Tugas Belajar di APDN Malang
1967-1970 Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka
1970-1973 IIP di Malang
1973-1977 Sekda Kabupaten Sikka
1977-1988 Bupati Kepala Daearah Tingkat II Sikka
1989- Penjabat Bupati di Manggarai (4 bulan)
1989-1992 Wakil Ketua Bapedda Propinsi
1992-1997 Kepala Kantor Bangdes Propinsi
1997-1999 Wakil Ketua DPRD Propinsi sekaligus anggota MPR untuk utusan daerah dari NTT
1999-2004 Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur
September 2004-Sekarang Istirahat Total di Maumere dan Paga

Prestasi : Satya Lencana Lingkungan Hidup 2009.


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010, halaman 03 Lanjut...


Foto POS KUPANG/ALFRED DAMA
PASIR PANJANG--Berbagai bangunan di pantai Pasir Panjang ini turut mempengaruhi lingkungan pantai



LUAS wilayah NTT saat ini mencapai 47.349,9 km persegi dengan luas lautan sekitar 200 ribu km dan 1.192 pulau. Itu artinya, garis pantai kita begitu panjang.

Luas dan panjang garis pantai itu tentu akan menjadi potensi yang luar biasa untuk pembangunan bidang perikanan dan pariwisata. Namun bila salah mengelola, maka pantai-pantai ini akan menjadi sumber bencana, baik alam maupun secara ekonomis.

Perilaku manusia yang terus merusak lingkungan pantai, baik dengan cara membangun bangunan di pantai dan bibir pantai bahkan hingga menjorok ke laut, pengambilan batu karang dan pasir serta tambang batu karang dalam laut merupakan perilaku yang secara langsung maupun tidak langsung merusak lingkungan laut.

Di Kota Kupang, bahkan hampir di semua wilayah NTT, pengambilan pasir pantai, batu karang dan material lainnya masih terus berlangsung. Di pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, masih bisa kita temukan penambangan batu karang.

Batu karang yang akan dibuat kapur menjadi pilihan usaha bagi warga. Aksi mereka ini tidak bisa disalahkan, sebab dapur mereka harus tetap menyala meskipun apa yang mereka lakukan adalah bentuk lain dari pengrusakan lingkungan.

Tetapi penambangan pasir dan batu ini bukan satu-satunya penyebab rusaknya ekosistem laut. Membangun di kawasan pantai juga turut membeli andil bagi rusaknya pantai.

Membangun di tepi pantai dengan konsep yang salah selain bisa dianggap melanggar hukum, juga bisa berakibat buruk bila ada bencana alam. Sebab, pembangunan di tepi pantai memilki standar-standar atau teknik-teknik untuk mengantisipasi gelombang pasang, gempa bumi dan tsunami.

Pembangundan gedung dan pengambilan pasir, serta batu karang sepintas tidak memberi dampak yang serius pada pantai. Sebab, alam memiliki cara tersendiri untuk memperbaiki kerusakan tersebut, namun bila proses pengambilan tersebut dilakukan terus menerus, maka alam akan sulit memperbaiki kerusakan yang ada. Bahkan ancaman kerusakan dan bencana akan dihadapi oleh masyarakat sekitar pantai.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional-Kupang, Muhamad Saefudin, yang ditemui di kantornya di Jalan Lapangan Tembak, Namosain-Kupang, belum lama ini menjelaskan, pengambilan pasir atau material lainnya di pantai sangat jelas akan merusak ekosistem laut. Sebab, banyak biota laut yang hidup dan menggantungkan hidup di pesisir pantai. Biota-biota laut tersebut juga menjadi sumber makanan bagi bioata laut lainnya.

"Jadi jelas, pengambilan pasir itu akan merusak kawasan pantai dan ekosistem pantai itu," jelasnya.
Kawasan pantai sangat rentan dengan kerusakan. Apabila kawasan tersebut rusak maka akan sulit juga diperbaiki atau membutuhkan waktu yang sangat lama. "Jangan sampai pantai rusak, karena sangat sulit untuk pulih. Pantai memang rentan terhadap kerusakan," jelas Saefudin.

Ia menambahkan, sifat air yang fluida sangat memungkinkan terjadinya kerusakan yang lebih parah bila proses pengambilan pasir dan batu karang tidak segera dihentikan. Kerusakan pantai akan berdampak pada sedimentasi, sebab pantai yang rusak akan mengubah pola arus laut. Bila arus laut ini berubah, akan berdampak sangat serius pada kawasan pantai tersebut. Bukan itu saja, pembangunan yang menyalahi aturan di tepi pantai juga turut memberi andil pada kerusakan pantai.

Pembangunan di bibir pantai juga memiliki mekanisme teknis dan aturan. Sebab, berbagai hal harus dipertimbangkan, mulai dari arus laut, ancaman gelombang pasang dan tsunami. Ada aturan teknis pembangunan pantai sehingga bisa meminimalisir dampak bencana seperti stunami.

"Membangun di bibir pantai juga ada aturannya, misalnya posisi bangunan itu tidak bisa berhadapan langsung dengan laut, tetapi menyamping. Ini agar bila terjadi tsunami, bisa diantisipasi agar bangunan itu tidak roboh atau menjadi penyebab terjadi kerusakan lainnya," jelasnya.

Dengan demikian pembangunan di bibir pantai ini mendapat perhatian yang serius. Berbagai studi perlu dilakukan untuk merekomendasikan apakah suatu wilayah itu bisa dibangun atau tidak. Sebab, banyak aspek yang terpengaruh terhadap bangunan tersebut.

Menurutnya, semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun pihak yang menggunakan kawasan pantai harus peduli terhadap pantai ini. "Pemerintah dan semua pihak harus care terhadap lingkungan pantai ini. Cara ini yang bisa menyelamatkan pantai," jelasnya.

Dijelaskannya, pengelolaan kawasan pantai juga sudah diatur oleh pemerintah melalui UU No 24 Tahun 2007 tentang Mitigasi dan Bencana. Dalam UU ini diatur mengenai pemanfaatan kawasan pantai agar tidak menimbulkan bencana. Selain itu, pemerintah juga ada UU No 27 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir.

Berbagai UU tersebut mengatur tentang penggunaan kawasan pantai, termasuk pembangunan di wilayah tersebut. Pengaturan pemanfaatan kawasan pantai ini sangat penting, apalagi bencana tsunami bisa terjadi di berbagai wilayah pantai di Indonesia. "Pembangunan ini harus diatur sehingga bisa memimalisir korban bila terjadi bencana tsunami," jelasnya. (alf)

Pos Pengaduan Lingkungan KLH "www.penegakanhukum.menlh.go.id"

KEMENTERIAN Negara Lingkungan Hidup (KLH) bersama dengan pemerintah daerah meluncurkan Pos Pengaduan lingkungan bagi masyarakat yang bisa dilakukan melalui telepon, pesan singkat dan secara online.

Deputi Bidang Penataan Lingkungan KLH, Ilyas Asaad dalam acara peluncuran pos pengaduan lingkungan di Jakarta, Selasa lalu, mengatakan, masyarakat dipermudah untuk melakukan pengaduan dengan menelepon atau layanan pesan singkat (SMS) ke nomor 0811932932. Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan pengaduan secara online melalui situs www.penegakanhukum.menlh.go.id.

Ilyas menjanjikan semua pengaduan masyarakat akan sesegera mungkin ditindaklanjuti oleh KLH maksimal tiga bulan. "Di masa datang untuk pengaduan ini adalah kita perlu membuat jaringan yang baik agar semua provinsi terhubung satu sama lain. Sama-sama bisa memonitor," kata Ilyas
Diharapkan pengaduan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan seperti pencemaran, akan cepat ditangani oleh KLH dan jajarannya. Ilyas mengatakan, latar belakang diluncurkannya Pos Pengaduan Lingkuan via telepon dan SMS adalah karena belum optimalnya peran 46 pos pengaduan lingkungan yang telah dibentuk KLH di 29 propinsi, 11 kabupaten dan 6 kota sejak 2005 sampai dengan 2009.

Belum optimalnya pos pengaduan tersebut disebabkan kurangnya komitmen pimpinan daerah dalam mendayagunakan pos pengaduan lingkungan.

Untuk meningkatkan peran 46 pos pengaduan lingkungan yang telah terbentuk di daerah, sejak tahun 2006 KLH melakukan sosialisasi KepMenLH No.19 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Kasus Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan, peningkatan kapasitas SDM Pos Pengaduan dalam penanganan pengaduan lingkungan melalui penanganan pengaduan bersama.

Kemudian kerja sama dengan Pusdiklat KLH melakukan pelatihan penyelesaian sengketa lingkungan di luar pengadilan terhadap petugas pos pengaduan. Ilyas mengatakan KLH menerima rata-rata 190 pengaduan dari masyarakat setiap tahunnya.

Jumlah pengaduan tersebut diprediksi akan meningkat setelah dibukanya pos pengaduan melalui SMS karena lebih mudah dan sederhana. Dia menjelaskan semua pengaduan masyarakat tersebut akan diteliti lebih lanjut dan ditentukan apakah akan ditindaklanjuti oleh KLH atau oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya.(ant)


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010, halaman 14 Lanjut...

Telent Mark Daud dan Flora Daud


FOTO/ISTIMEWA
Telent Mark Daud foto bersama istri dan salah seorang anaknya


Tanamkan Sikap Demokrasi pada Anak

MENANAMKAN sikap demokrasi dan kejujuran kepada anak sejak dini menjadikan anak-anak pasangan Talent Mark Daud dan Flora Daud tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri. Anak- anak dalam keluarga ini sudah mampu mencari uang saku sendiri.

Walau kehidupan keduanya pada awalnya serba sulit, namun berkat kesabaran dan keterbukaan yang selalu dibangun dalam keluarga, keduanya bisa melewati masa-masa sulit bersama anak-anaknya dengan sukses.

Pasangan ini memiliki tujuh anak. Pertama, Desy Daud, lahir di Kupang, 30 Desember 1985, saat ini sedang melanjutkan studi S2 Teknik Lingkungan di Undana Kupang. Putri pertamanya ini sudah mandiri dan memiliki usaha sendiri.

Anak kedua, Esry Daud, lahir di Kupang, 17 Oktober 1988, saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir di Politeknik Negeri Kupang. Putra ketiga dan keempat kembar, yakni Rendi dan Reksi Daud, lahir di Kupang, 19 November 1992, saat ini duduk di bangku kelas II SMA Kristen Mercusuar Kupang.

Kelima, Febrian Daud, lahir di Kupang, 5 Februari 2000, saat ini duduk di bangku kelas IV SD Bertingkat Naikoten Kupang. Keenam, Timuty Daud, lahir di Kupang, 12 November 2002, saat ini duduk di bangku kelas II SD Bertingkat Naikoten dan si bungsu, A'aron Daud, lahir di Kupang, 12 Mei 2007.

Kepada Pos Kupang di kediamanya, Jalan Hati Suci, Obobo, Telent yang saat ini menjadi anggota DPRD Kota Kupang didampingi sang istri, mengatakan, demokrasi yang ditanamkan adalah demokrasi yang jujur. Kejujuran dan keterbukaan ini membuat keluarga ini layaknya sahabat dan teman ketika berhadapan dengan anak-anaknya.

Ketujuh anaknya, kata Telent, bebas melakukan apa saja dan tanpa ada tekanan dari keduanya. Ketujuh anaknya dididik untuk mandiri sejak kecil sehingga apa pun yang diperbuat harus bisa dipertanggungjawabkan. Sejak si sulung sampai dengan anak keenam yang sudah sekolah, tidak pernah keduanya mengantar jemput ke sekolah. Anak-anaknya setiap hari sendiri pergi dan pulang sekolah.

Selain itu, sejak berusia satu tahun setengah, anak-anaknya dididik untuk makan sendiri. Sejak pra sekolah, keduanya tidak pernah menunggu anak di sekolah, keduanya mempercayakan kepada guru-guru, namun tetap mengomunikasikanya kepada guru jika ada perilaku anak yang tidak wajar atau pekerjaan rumah. Kehadiran keduanya sebagai orangtua di sekolah hanya pada saat penerimaan rapor atau ada rapat-rapat dengan orangtua di sekolah.

"Saya tidak ingin mereka menjadi tergantung kepada orangtua. Makanya sejak kecil kami didik untuk mandiri. Makan, mandi, ke sekolah dilakukan sendiri. Saat makan diwajibkan duduk makan sampai habis dan tidak diperkenankan jalan-jalan saat makan," kata keduanya.

Demokrasi yang dikembangkan dalam keluarga ini mengharuskan mereka untuk tidak membuat janji-janji. Bahwa janji yang dibuat kepada anak-anak atau istri harus dipenuhi karena kalau tidak dianggap tidak jujur lagi dan mendidik anak menjadi tidak jujur. Lebih baik bilang tidak ada atau tidak bisa daripada mengatakan janji namun tidak ditepati.

Makanya, hal ini tertular kepada anak-anak ketika dalam pergaulan bersama teman-temannya. Apa yang diberikan adalah sesuatu yang benar-benar berasal dari kemampuan yang ada dan bukan janji.

Kehidupan keluarga yang berangkat dari kesusahan membuat anak-anaknya tidak malu-malu untuk menjual kue di sekolah, bahkan membuka warung di pinggir jalan. Keuntungan dari hasil jualan digunakan untuk keperluan anak sendiri, sedangkan modal pokok dikembalikan kepada keduanya. Ini juga yang membuat kehidupan keluarga ini menjadi sangat terbuka satu dengan yang lainnya.

Ketika anak-anaknya masih kecil, keduanya tidak pernah mempekerjakan pembantu. Semua pekerjaan rumah dilakukan secara bersama baik sebagai ayah, ibu maupun anak-anak. Keduanya juga tidak pernah membuat satu jadwal khusus kepada anak-anaknya. Soal belajar, keduanya menyerahkan sepenuhnya kepada anak-anaknya karena mereka yang paling tahu maju mundurnya mereka di sekolah.

Meski demikian, katanya, karena demokrasi dan kejujuran yang ditanamkan sejak kecil anak-anaknya selalu menjaga komitmen tersebut. Walau tidak menjadi the best di sekolah, tetapi mereka termasuk anak-anak yang berhasil.

Menurut keduanya, rasa ingin sekolah bukan karena desakan keduanya, tetapi anak merasa bertanggung jawab bahwa sekolah itu sangat penting untuk kehidupan dan masa depan mereka. Sebagai orangtua, keduanya selalu mengatakan kepada anaknya kalau warisan yang bisa diberikan keduanya kepada anak- anaknya hanyalah pendidikan, bukan yang lain.

"Kami memiliki tujuh anak kandung, tetapi kami tidak pernah tertutup dengan orang lain yang membutuhkan uluran tangan kami. Makanya kami juga mengasuh empat anak yang berasal dari luar Kupang. Dengan komitmen anak-anak ini harus sekolah," katanya.

Anak-anak yang sudah tumbuh remaja dan dewasa dan kemajuan teknologi informasi saat ini yang sangat cepat tidak membuat keduanya khawatir, karena keduanya percaya dasar pendidikan dalam rumah sudah sangat cukup untuk membentengi anak-anaknya menghadapi tantangan yang ada di luar rumah.

"Saya sama sekali tidak khawatir karena saya yakin anak-anak sudah dididik dengan keterbukaan dan kejujuran dari dalam rumah. Makanya kalau ada sesuatu di luar yang mereka lakukan, anak-anak akan memberitahukan secara terbuka kepada saya. Di antara kami tidak pernah ada jarak karena kami sudah seperti teman dan sahabat. Saya sebagai ibu bisanya dijadikan tempat curhat bagi anak-anak," kata Flora. (nia)

Wajib Menabung

KONDISI keluarga yang awalnya susah membuat pasangan ini mewajibkan anak-anaknya memiliki celengan untuk menabung. Setiap anak wajib memiliki satu tabungan. Sejak keduanya mengelola uang gaji Rp 150.000 sampai saat ini dengan gaji yang lumayan, tidak menyurutkan keduanya untuk tetap mendidik anaknya disiplin dalam pemakaian keuangan.

Alhasil, anak-anaknya juga tidak pernah menggunakan uang sesuka hati. Uang tabungan di celengan hanya akan dipakai jika anak-anaknya benar-benar ada keperluan yang sangat penting.

Memiliki anak yang banyak tidak berarti bisa seenaknya satu dengan yang lainya. Keduanya mendidik anak-anaknya untuk saling menghargai dan menghormati. Makanya, antara satu dan yang lainya belum pernah saling bertengkar ataupun merasa iri antara satu dengan yang lainya.

Ketujuhnya dididik untuk saling menghormati dan wajib memanggil yang lebih kakak dengan sapaan kakak, bukan namanya. (nia)


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010, halaman 12 Lanjut...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda