Drs. Daniel Woda Palle


Berkarya di Setiap Waktu

SUDAH lebih dari enam tahun, Drs. Daniel Woda Palle turun dari panggung politik aktif dan birokrasi. Namun hingga kini nama sesepuh masyarakat Kabupaten Sikka ini masih begitu dikenal seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sikka.
Apa kuncinya? Ikuti wawancara Pos Kupang, bersamanya beberapa waktu lalu.

Bapak sudah tidak lagi aktif, tapi nama bapak masih begitu dikenal dan dekat dengan masyarakat Kabupaten Sikka dan juga masyarakat NTT. Apa komentar bapak?
Pertanyaan yang sangat bagus, karena engkau bertanya mengapa saya masih begitu populer di masyarakat. Karena itu, saya ingin jelaskan bahwa itu semua sudah terbangun sejak saya masuk sekolah. Karena saya sekolah SD di Lela, yang pada saat itu seluruh rakyat dari Kerajaan Sikka, bahkan dari seluruh Flores ini sekolah di sana, sehingga tentunya dengan itu, saya sudah mulai membentuk kawan.

Setelah tamat, orangtua saya tidak kasih sekolah saya di Maumere, tetapi sekolah di SMPK Frateran Ndao Ende, yang juga merupakan satu-satunya sekolah tingkat SMP di Flores. Di sana saya menjadi ketua kelompok yang memegang kunci gudang untuk semua keperluan anak-anak. Jadi saya belajar menjadi pemimpin sejak SMP.

Saya kemudian melanjutkan SMA di Jawa, satu sekolah yang namanya masih populer sampai sekarang, yakni SMA Santo Yoseph di Jawa Tengah. Tamatan dari sekolah itu, lahir seorang penyair besar yaitu WS Rendra, yang satu kelas di atas saya. Jadi pertama itu, lingkungan pendidikan yang membentuk saya memiliki banyak kawan. Yang kedua, pendidikan di perguruan tinggi saya sekolah di publik administration, yang memberikan kami satu filsafat hidup, yakni di dunia ini, kita tidak dapat sukses kalau bekerja sendiri.

Tetapi hanya melalui kerja sama dengan orang lain. Kerja sama itu sudah menjadi filosofi hidup saya, sehingga saya berkawan dengan semua orang. Dan juga filsafat Tolstoy, yang mengajarkan kerja sama itu tidak hanya mengajarkan kita untuk tidak bekerja sama hanya dengan orang baik-baik saja.

Itu sebabnya dalam bidang politik, saya juga berkawan dengan semua lawan. Karena kalau kita kasih mati lawan politik, kita akan berpolitik dengan siapa? Kalau lawan saja kau hormati, apalagi kawan. Kalau ada kawan yang punya salah, kau juga punya andil paling kurang 60 %. Apalagi ada filsafat orang Sikka, yang mengatakan, Hai Meluk ganu anjung, (siapa yang suci di dunia seperti malaikat di surga)?

Membangun keluarga, apa konsep bapak membangun keluarga ideal?
Untuk keluarga, istri kita hormati, anak-anak kita hormati, tidak saja mengasihi dia. Karena istri itu orang lain. Tetapi anak itu darah daging kita sendiri. Karena itu, dalam keluarga, saya hanya memberikan bekal pendidikan kepada mereka dan setelah itu kebebasan penuh kepada anak-anak untuk menentukan pilihan memilih pasangan hidup mereka. Mereka mau pacaran dengan siapa dan menikah dengan siapa itu adalah hak dan kebebasan penuh untuk memilih. Kami orangtua hanya siap untuk mendukung. Salah satu anak saya yang sebenarnya saya ingin dia jadi dokter, supaya ketika saya tua dia yang periksa dan kasih saya obat. Tetapi Tuhan memberikan yang berbeda, sekarang dia jadi tentara dan berpangkat letnan kolonel di Korea. Sedangkan lainnya, ada yang jadi pengusaha.

Bapak sudah memasuki usia 70 tahun. Namun bapak masih tampak awet muda. Apa saja aktivitas yang masih bapak lakukan setiap hari?
Kembali pada filsafat hidup saya, kerja sama tadi. Sehingga kamu bisa lihat saya di mana saja ada acara, saya pasti hadir kalau diundang. Ada juga satu falsafah yang pernah ditulis di Pos Kupang, oleh Dr. Herman Embuiru, SVD, "Kalau orang jahat, kita balas jahat, sama dengan perbuatan jahat. Kalau orang baik, kita balas jahat, itu sama dengan perbuatan setan. Kalau orang baik kita balas baik, itu biasa. Kalau orang jahat kita balas baik, itu baru namanya orang Kristen." Jadi sebagai orang Kristen, supaya awet muda, kita tidak boleh ada dendam, sakit hati, apalagi membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena kita diajarkan untuk mendoakan yang mencerca kita. Seperti Yesus berkata, kalau orang melempar engkau dengan batu, balaslah dia dengan kapas. Di samping itu, secara fisik, saya belajar dari orang Inggris, yang mengatakan, You are, what you eat. Bagaimana Anda, tergantung Anda makan apa? Jadi saya punya pola makan, pagi hari saya harus minum air sekurang-kurangnya satu setengah liter. Kemudian makan buah sesuai dengan yang ada di wilayah kita masing-masing hingga jam 12.00 Wita. Kenapa buah yang pertama, karena itu ilmu gudang, first in, first out. Jadi karena buah lebih gampang diolah, sehingga dia akan keluar lebih dulu. Karena itu, dua tahun terakhir, saya sudah menjadi vegetarian.



Aktivitas rutin lain saat ini?
Untuk menjaga stamina tubuh, saya setiap dua hari berjalan kaki sepanjang tiga kilometer di dalam kompleks rumah saya dan dilanjutkan dengan senam. Mengapa dua hari sekali? Karena otot kita juga membutuhkan istirahat. Selain itu, saya juga masih melakukan aktivitas menanam, sehingga dalam kompleks rumah saya, kamu bisa lihat sendiri ada berbagai macam tanaman yang menghasilkan buah untuk saya makan setiap hari. Karena ada juga filosofi yang mengatakan, jika Anda menanam, dan tanaman itu bertumbuh, usia Anda semakin panjang karena didukung tanaman yang Anda tanam tersebut.

Mengenai tokoh-tokoh pembangunan di Sikka, bagaimana pendapat bapak?
Saya bisa menceritakan hal itu, karena saya lahir dan berkreasi pada saat berakhirnya kerajaan dan pemerintahan daerah waktu itu. (Daerah Timor, Sumba, Flores, dan Alor, Red). Saya 10 bulan terakhir adalah pegawai Kantor Daerah Flores pada usia 18 tahun.

Saya masih menemukan cerita dan sejarah, yang dapat menjadi satu buku tersendiri. Karena itu saya memiliki motto hidup yang selalu saya katakan di mana-mana, hari ini ada karena hari kemarin, dan hari esok ada, tergantung apa yang kita buat hari ini. Jadi saya tidak bisa lupa figur-figur yang menjadi panutan saya, yakni dua raja terakhir Kerajaan Sikka. Raja yang pertama yang memindahkan Ibu kota Kerajaan Sikka ke Maumere, dan Raja Nong Meak da Silva, yang mengajarkan rakyatnya untuk tanam kelapa, sehingga rakyatnya memiliki daya beli yang tinggi dan menjadikan daerah dengan rakyatnya paling banyak sekolah, bersama daerah Manggarai. Kemudian Kepala Daerah Flores yang mengajarkan saya satu filsafat hidup, yakni kalau kau jadi pemimpin, sebelum orang atau rakyat yang kamu pimpin itu tidur, kau jangan dulu tidur.

Sebaliknya, sebelum mereka itu bangun, kau harus lebih dulu bangun. Berarti kau harus punya ketajaman, kesiagaan yang lebih dari orang yang kau pimpin.


Kalau tokoh pembangunan di NTT?
Kalau di NTT banyak yang menjadi atasan saya, mulai dari WJ Lalamentik sampai Herman Musakabe. Lalamentik, walau dia orang Manado, dia jago administrasi dan dia memiliki kisah tersendiri bagi saya. Karena selain dirinya mengelilingi seluruh wilayah NTT, dia juga yang mengangkat saya menjadi camat pada saat saya baru berusia 23 tahun dan menjadi camat termuda di NTT, bahkan di seluruh Indonesia. El Tari pun demikian, sebelum seluruh pegawai dan staf tidak tahu, saya sudah dibisikkan oleh Pak Tari. Saya masih sekolah dia panggil saya untuk menjadi sekwilda. Setelah itu, dia suruh saya pergi sekolah lagi dan saya marah. Dia panggil saya dan bilang, kau baru BA, jadi kau harus Drs. Karena saya persiapkan kau untuk menjadi Bupati Sikka, menggantikan bupati yang sekarang. Jadi dia sudah memiliki perencanaan bupati untuk seluruh NTT, sesuai dengan survai yang dilakukannya secara diam-diam dan tidak diketahui oleh siapa pun.

Dia mengenal wilayah NTT ini secara baik dari tokoh-tokoh masyarakat di masing-masing daerah. Karena itu, saya memakai ilmunya dalam dunia pembangunan, yakni tanam, tanam, tanam, sekali lagi tanam. Sehingga sampai saat ini, saya masih tanam. Kemudian waktu saya jadi bupati, dia mengatakan kepada saya bahwa tanah kita terbatas. Kau ingat laut, kekayaan kita ada di laut, yang saat itu belum disadari oleh gubernur maupun bupati-bupati kita.

Karena itu saya masukkan cara menangkap ikan pool and line dengan mimpi untuk dari Sikka ini keluar kaleng-kaleng ikan. Tapi sayang, Bali Raya bangkrut karena dia mengembangkan dunia perhotelan, dengan membeli semua hotel-hotel kecil-kecil di Surabaya semua, dan mengalami kerugian, karena kalah bersaing dengan hotel-hotel berbintang yang ada saat ini. Tetapi saya juga pernah menangkap orang bom ikan dengan tangan saya sendiri, dan dimasukkan ke penjara. Demikian pula dengan Ben Boi dan Fernandez. Yang luar biasa dari Fernandes, adalah jiwa kepemimpinannya yang dan mampu melunakkan hati saya, saat saya minta pensiun setelah jadi Bupati Sikka.

Dia mengatakan "No, kau kerja di sini, bantu saya di sini." Kata bantu inilah yang membuat saya tidak sanggup untuk menolak permintaannya bekerja di propinsi. Bahkan dia menyuruh saya untuk memilih sendiri bagian mana yang mau. Itu merupakan bentuk kepercayaan yang luar biasa dari seorang pemimpin. Karena ketika kita percaya pada bawahan kita, maka dia akan mau mati untuk kita.

Apa bapak sudah puas dengan apa yang ada saat ini?
Soal pembangunan, saya sudah tidak pada porsinya untuk berbicara soal itu. Akan tetapi, saya ingin cerita soal pengalaman saya saat masih menjabat. Sebenarnya kita memiliki berbagai potensi yang besar untuk membangun ekonomi masyarakat saat ini. Namun kita perlu belajar dari filosofi orang Australia, yang mengatakan "if you tell them, them forget, if you show them, they understand, but you must empower them, and they will act." Jika kamu berikan penyuluhan, penerangan, kita pulang, dua-tiga bulan masyarakat sudah lupa. Kemudian kita berikan kebun percontohan, masyarakat hanya dapat melihat dan kagum. Tetapi kau harus perkuat dia, dari segi skill, teknologi, bahkan modal. Jadi kita bisa perkuat masyarakat dengan satu, dua atau ketiga-tiganya, baru dia bisa keluar dari kemiskinan.

Misalnya di Filipina itu semua pusat pelayanan kesehatan dipusatkan di desa, sehingga masyarakat sudah mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal sejak bayi masih dalam kandungan, dan semua masih dalam tahap awal.

Muangthai (Thailand) memiliki cara pengentasan kemiskinan itu dilihat dari mereka yang miskin itu siapa yang paling kuat, kemudian dikasih modal untuk menjadi kuat, yang kemudian akan membawa pengaruh kepada semua masyarakat di sekitarnya. Bahkan sudah ada perencanaan pasar dari semua perencanaan.

Di India lain lagi, karena soal kepemilikan tanah sudah menjadi satu sejak lahir. Karena itu, saat ini kita sudah seharusnya bergerak dalam dunia agroindustri. Yakni dengan memaksimalkan potensi dan hasil-hasil daerah untuk dipopulerkan ke luar daerah, regional dan internasional. Karena hanya demikian masyarakat dapat sejahtera. (jumal hauteas)



Data Diri:
----------------
Nama : Drs. Daniel Woda Palle
TTL : Paga (Sikka), 9 Juli 1939
Istri : Maria Welmina Kaunang
Anak-anak : Maria Elisabeth Woda Palle
Fransiskus Woda Palle
Robert Donatus Dona Woda Palle
Maria Barbara Bio Woda Palle
Maria Somalis Woda Palle (almh)

Sembilan cucu (empat perempuan lima laki-laki)

Pendidikan :
SD Paga dan Lela 1945-1951
SMPK Frateran Ndao -Ende 1951-1954
SMA Santo Yoseph Jawa Tengah 1954-1957

Karier
31 Juli 1957 Pegawai Daerah Flores
1958-1959 Kursus KDC di Makasar
1959-1962 Pegawai kantor kepala daerah tingkat II Sikka
1962-1964 Camat Maumere
1964-1967 Tugas Belajar di APDN Malang
1967-1970 Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka
1970-1973 IIP di Malang
1973-1977 Sekda Kabupaten Sikka
1977-1988 Bupati Kepala Daearah Tingkat II Sikka
1989- Penjabat Bupati di Manggarai (4 bulan)
1989-1992 Wakil Ketua Bapedda Propinsi
1992-1997 Kepala Kantor Bangdes Propinsi
1997-1999 Wakil Ketua DPRD Propinsi sekaligus anggota MPR untuk utusan daerah dari NTT
1999-2004 Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur
September 2004-Sekarang Istirahat Total di Maumere dan Paga

Prestasi : Satya Lencana Lingkungan Hidup 2009.


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010, halaman 03

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda